HW 15. Wanita Gelap

" Mas lagi nggak salah makan kan? Atau mas lagi ngerjain aku? Mas, ini nikah lho bukan main-main. Ini urusan samapi akhir hayat."

" Sayang mas serius, ayo menikah dalam waktu satu bulan ini."

Zanita membuang nafasnya kasar. Entah apa yang merasuki Raffan hingga membuat keputusan seperti itu. Zanita seperti sedang berada diatas tebing dan bersiap untuk terjun.

Gadis itu juga tidak mengerti mengapa ia memiliki perasaan seperti itu. Menurutnya semua terlalu terburu-buru. Tapi apa yang jadi kemauan Raffan sulit sekali untuk diubah.

" Biar mas yang urus semua termasuk gedung dan segala sesuatunya. Besok minta izin buat fitting baju ya."

" Ya mas."

Hanya kata itu yang mampu Zanita ucapkan. Sungguh ini merupakan sebuah keputusan yang tidak diambil oleh dua kepala tapi keputusan sepihak. Semua tentang pernikahan ini adalah keputusan Raffan dan kemauan dia.

Bukannya Zanita tidak ingin menikah, dia hanya tidak ingin buru-buru. Waktu 3 bulan ini ia pikir akan menjadi pengukuh hatinya kepada Raffan tapi rupanya waktu semakin cepat. Raffan meminta pernikahan diajukan 2 bulan lebih cepat.

Zanita pulang ke rumah dengan langkah gontai. Jamilah dan Setiawan sedikit merasa heran. Biasanya Zanita pulang dengan penuh semangat.

" Za, kenapa nak."

" Pak, buk. Baru kali ini Za nggak suka hari senin."

Wawan dan Milah hanya saling tatap. Tidak mengerti dengan apa yang dikatakan sang putri. Keduanya membiarkan Zanita untuk membersihkan tubuhnya dulu baru bertanya lebih lanjut.

Beberapa saat kemudian Zanita sudah keluar dari kamarnya mengenakan pakaian tidur miliknya. Gadis itu lalu duduk diantara Wawan dan Milah.

" Pak, Buk, Mas Raffan minta pernikahan kita dipercepat."

" Kapan itu?"

" Sebulan lagi."

" Apa?"

Wawan dan Milah tentu saja sangat terkejut dengan berita yang dibawa sang putri. Sebulan, itu bukanlah waktu yang cukup untuk mempersiapkan pernikahan. Wawan dan Jamilah tentu saja menjadi panik sekarang. Kedua orang tua itu terlihat kebingungan.

Zanita sungguh merasa kasihan kepada ayah dan ibunya. Ia langsung memegang tangan kedua orang tuanya itu.

" Pak, buk, jangan panik. Kata Mas Raffan, semua akan dipersiapkan oleh dia."

" Tapi nduk, bagaimanapun kita juga harus siap-siap. Ngadain syukuran bikin pelaminan juga. Lha opo cuma mau kayak gini. Nanti kalau keluarga besan datang gimana?"

Zanita membenarkan apa yang dikatakan sang ibu. Meskipun Raffan mengatakan bahwa semua akan diurus olehnya tapi tetap saja di rumah ini Zanita yang harus mengurus segala halnya. Ia pun membuang nafasnya kasar.

" Sudah bu, begini saja. Nanti coba Za tulis apa yang kita perlukan. Nanti bapak sama ibu tinggal menambahkan atau menguranginya."

" Yo wes, gitu aja ndak apa-apa nduk."

Zanita masuk ke kamarnya, Ia duduk di kursi dan mengambil sebuah notes lalu menuliskan apa saja yang sekiranya dibutuhkan dalam sebuah acara pernikahan. Gadis itu tampak membuang nafasnya kasar. Baru saja memulai dunia kerja, kini dia harus berpikir untuk berumah tangga.

" Ya Allaah berikan aku keyakinan dalam menjalani ini semua."

Lain Zanita, lain pula Raffan. Pria itu sedang bersama kekasih gelapnya. Siapa lagi kalau bukan Vanka. Terlihat wanita itu sangat marah saat Raffan mengatakan akan menikahi Zanita dalam kurun waktu satu bulan ini. Bahkan Raffan sudah memesan sebuah gedung yang akan ia gunakan sebagai tempat dimana ia menghalalkan Zanita.

" Kau gila Raf, lalu aku bagaimana hah? Apa kamu tidak pernah sedikitpun memikirkan perasaanku?"

" Sayang, dengarkan dulu. Aku hanya tidak ingin Zanita jatuh ke tangan pria lain."

" Lalu aku?"

" Kau akan selamanya jadi wanitaku Van. kamu tetaplah wanitaku dan akan selalu ada di sampingku."

" Sebagai wanita gelap mu, kau sungguh naif Raf."

Vanka hendak keluar dari apartemen Raffan namun oleh pria itu tubuh Vanka langsung dipeluk dari belakang. Raffan tidak ingin melepaskan Vanka tapi dia juga tidak bisa kehilangan Zanita. Apakah Raffan serakah? Entah, tapi yang jelas pria itu mengingkan kedua wanita tersebut menjadi miliknya.

" Lepaskan aku Raf, lebih baik kita kahiri saja hubungan kita ini."

" Tidak, tidak bisa Van. Kita tidak bisa mengakhirinya. Aku sudah terlanjur jatuh hati padamu."

" Tapi aku selamanya tidak bisa menjadi seperti ini Raf, aku tidak ingin. "

" Baiklah, lalu apa maumu hmm?"

" Nikahi aku!"

Duaaaar

Kata tersebut akhirnya keluar juga dari bibir Vanka. Tadinya Raffan kira hubungan keduanya hanya sekedar simbiosis mutualisme. Tapi siapa sangaka mereka menggunakan hati dalam hubungan ini. Raffan langsung gontai, ia melepaskan belitan tangannya pada tubuh Vanka dan menjatuhkan dirinya ke sofa. Raffan tampak bingung saat ini.

" See, kamu tidak bisa melakukannya bukan? Jadi sampai di sini saja hubungan kita."

Braaak

Vanka menutup pintu apatemen dengan keras. Sesampainya diluar apartemen, wanita itu menyeringai. Ia tentu tidak akan melepaskan Raffan dengan mudahnya. Vanka memiliki strategi lain untuk menghancurkan pernikahan Raffan dan Zanita.

" Lihat saja, apa yang akan aku lakukan untuk mu Zanita sahabatku. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia. Sudah terlalu banyak perhatian yang kau dapatkan, bahkan itu semua bisa mengalahkan aku yang seorang artis."

Beeh, rupanya Vanka benar-benar terkena Star Syndrome. Dia berangggapan bahwa dirinya adalah supersttar yang tidak boleh ada satupun orang yang melampauinya.

Di dalam apartemen Raffan masih duduk termangu. Ia menopang dagunya, memikirkan apa yang baru saja Vanka katakan. Berpisah dengan Vanka, Sungguh ia tidak bisa. Tubuh wanita itu sudah menjadi candu baginya, tapi menikahi Vanka juga bukan sebuah solusi.

" Argggh gila, kenapa semuanya menjadi runyam begini sih!"

Raffan berteriak kesal. Padahal runyam itu dirinya sendiri yang membuat. Salah sendiri dia bermain api, maka jika api itu membakar tubuhnya tentu tidak ada yang bisa disalahkan selain dirinya sendiri.

Tring

Ponsel Raffan berbunyi. Pria itu berdiri lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Rupanya sebuah pesan dari Zanita. Zanita menanyakan, mereka akan mengenakan pakaian adat atau nasional saja, Raffan hanya menjawab singkat nasional.

Sungguh Raffan sedang tidak mood membahas rencana pernikahannya dengan Zanita. Padahal tadi dia yang sangat menggebu untuk segera menikahi sang tunangan.

" Terserahlah, pikirkan besok saja. Aku benar-benar tidak bisa berpikir saat ini."

Raffan melempar ponselnya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Ia membayangkan wajah Zanita tepat di depannya. Wajah cantik nan lembut itu lah yang menghiasi pikirannya selama dua tahun ini. Tidak dapat Raffan pungkiri, mendapatkan Zanita bukanlah perkara yang mudah. Tapi entah mengapa Raffan dengan mudah mengkhianati gadis yang begitu baik dan tidak neko-neko itu.

" Za, aku tahu akau salah telah bermain di belakangmu. Tapi sungguh aku tidak bisa melepaskanmu. Kamu akan segera menjadi milikku Za. Aku pastikan itu, tidak akan ada yang bisa untuk mengurungkan niatku untuk menjadikan kau istriku Zanita Yufarani."

TBC

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

raffan halu

2024-12-12

1

Nur Bahagia

Nur Bahagia

vanka dan zanita sama aja sebenernya.. sama2 pembenci 🤭

2024-10-23

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

dlm part ini q mendukung rencanamu vanka, yg mau menggagalkan pernikahan raffan ma zanita karena q tdk ridho orang baik seperti zanita dpt bekas orang

2024-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 HW 01. Dilema
2 HW 02. The Celebrity Diary
3 HW 03. Selamat Bergabung
4 HW 04. Tuan Magicom
5 HW 05. Menarik
6 HW 06. Posesif
7 HW 07. Dibelakangmu
8 HW 08. Banyak Kejadian
9 HW 09. Sudah Banyak Akal Bulus
10 HW 10. Sesuai Prediksi
11 HW 11. Ulah Andra
12 HW 12. Trending
13 HW 13. Seperti Familiar
14 HW 14. Liam Ember
15 HW 15. Wanita Gelap
16 HW 16. Merasa Lega
17 HW 17. Sudah Mengakui
18 HW 18. Gedung Di Renovasi
19 HW 19. Sangat Cantik
20 HW 20. Merasa Kacau
21 HW 21. Kasih Kucing
22 HW 22. Aku Siap Za
23 HW 23. Saya Terima Nikahnya ...
24 HW 24. Saat Ini, Besok, dan Seterusnya
25 HW 25. Dimulai Hari Ini
26 HW 26. Bersalah vs Bahagia
27 HW 27. Nyonya Rumah Ini
28 HW 28. Kelicikan Vanka
29 HW 29. Menemui Mbak Kunti
30 HW 30. Sorry, Gue Jahat
31 HW 31. Istriku
32 HW 32. Ada Yang Janggal
33 HW 33. Restu dan Ibu Aisyah
34 HW 34. Bukan Cinderela
35 HW 35. Jangan Dipikirkan
36 HW 36. Serius, atau Keluar Agency
37 HW 37. Jangan Sok Ngartis
38 HW 38. Rencana Andra
39 HW 39. Deep Talk
40 HW 40. Ngefans
41 HW 41. Tak Tertolong
42 HW 42. Jangan Kena Skandal
43 HW 43. Gelombang Kecil
44 HW 44. Bukan Pebinor
45 HW 45. Sabar Ya Jon
46 HW 46. Ingat, Karma Berlaku
47 HW 47. Bagai Bumi dan Langit
48 HW 48. Lingerie vs Piyama
49 HW 49. Balik Kena
50 HW 50. Bertemu Mertua
51 HW 51. Raffan Diganti Raffandra
52 HW 52. Menu Pembuka
53 HW 53. Berdamai Dengan Diri
54 HW 54. Ulah Andra
55 HW 55. Hasil Ulah Sendiri
56 HW 56. Rencana Liburan
57 HW 57. Stay Halal
58 HW 58. Muat Nggak Tuh?
59 HW 59. Stalker
60 HW 60. Berhentilah
61 HW 61. Sambutan Pulang Honeymoon
62 HW 62. Kehebohan Terjadi
63 HW 63. Maaf
64 HW 64. Berjiwa Besar
65 HW 65. Sudah Gila
66 HW 66. The Happy Ending
67 Promo Karya Baru: Jangan Menangis Bunda By. Author IAS
Episodes

Updated 67 Episodes

1
HW 01. Dilema
2
HW 02. The Celebrity Diary
3
HW 03. Selamat Bergabung
4
HW 04. Tuan Magicom
5
HW 05. Menarik
6
HW 06. Posesif
7
HW 07. Dibelakangmu
8
HW 08. Banyak Kejadian
9
HW 09. Sudah Banyak Akal Bulus
10
HW 10. Sesuai Prediksi
11
HW 11. Ulah Andra
12
HW 12. Trending
13
HW 13. Seperti Familiar
14
HW 14. Liam Ember
15
HW 15. Wanita Gelap
16
HW 16. Merasa Lega
17
HW 17. Sudah Mengakui
18
HW 18. Gedung Di Renovasi
19
HW 19. Sangat Cantik
20
HW 20. Merasa Kacau
21
HW 21. Kasih Kucing
22
HW 22. Aku Siap Za
23
HW 23. Saya Terima Nikahnya ...
24
HW 24. Saat Ini, Besok, dan Seterusnya
25
HW 25. Dimulai Hari Ini
26
HW 26. Bersalah vs Bahagia
27
HW 27. Nyonya Rumah Ini
28
HW 28. Kelicikan Vanka
29
HW 29. Menemui Mbak Kunti
30
HW 30. Sorry, Gue Jahat
31
HW 31. Istriku
32
HW 32. Ada Yang Janggal
33
HW 33. Restu dan Ibu Aisyah
34
HW 34. Bukan Cinderela
35
HW 35. Jangan Dipikirkan
36
HW 36. Serius, atau Keluar Agency
37
HW 37. Jangan Sok Ngartis
38
HW 38. Rencana Andra
39
HW 39. Deep Talk
40
HW 40. Ngefans
41
HW 41. Tak Tertolong
42
HW 42. Jangan Kena Skandal
43
HW 43. Gelombang Kecil
44
HW 44. Bukan Pebinor
45
HW 45. Sabar Ya Jon
46
HW 46. Ingat, Karma Berlaku
47
HW 47. Bagai Bumi dan Langit
48
HW 48. Lingerie vs Piyama
49
HW 49. Balik Kena
50
HW 50. Bertemu Mertua
51
HW 51. Raffan Diganti Raffandra
52
HW 52. Menu Pembuka
53
HW 53. Berdamai Dengan Diri
54
HW 54. Ulah Andra
55
HW 55. Hasil Ulah Sendiri
56
HW 56. Rencana Liburan
57
HW 57. Stay Halal
58
HW 58. Muat Nggak Tuh?
59
HW 59. Stalker
60
HW 60. Berhentilah
61
HW 61. Sambutan Pulang Honeymoon
62
HW 62. Kehebohan Terjadi
63
HW 63. Maaf
64
HW 64. Berjiwa Besar
65
HW 65. Sudah Gila
66
HW 66. The Happy Ending
67
Promo Karya Baru: Jangan Menangis Bunda By. Author IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!