Zanita keluar dari bagian administrasi kampusnya dengan lesu. Dia baru saja mengambil toga untuk wisuda yang akan digelar 3 bulan lagi.
Gadis itu mendaratkan bokongnya di bangku taman kampus dan terlihat membuang nafasnya kasar. Ia lalu mengacak rambutnya dengan sangat frustasi.
" Eh, lo ngapain? Kucel amat tuh muka."
" Huaaaaa!!!"
Zanita berteriak sambil menyandarkan kepalanya di bahu seseorang yang baru saja duduk di sebelahnya. Sella Pratiwi, sahabat Zanita yang ia kenal saat berkuliah di Universitas Nusantara. Tapi Sella belum lulus tahun ini. Sahabat Zanita itu sedang menyusun skripsinya. Entah kenapa Sella tidak pernah cerita dengan Zanita.
" Za, napa sih. Bukannya kemarin ngabarin kalau lo lagi hepi karena keterima di JDA. Kenapa malah mewek gitu sih."
Sella sungguh bingung dengan sikap Zanita. Kemarin gadis itu bercerita menggebu soal dia diterima di JDA dan sekarang semuanya seperti berbanding terbalik. Zanita membuat ekspresi menangis sambil memeluk Sella.
" Sepertinya gue bakalan sial deh."
" Maksud lo apa sih Za."
" Sell, gue bakalan mandu sebuah chanel youtube JDA bareng si tuan magicom."
Sella tidak mengerti apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Dari tadi Zanita bertingkah tidak karuan. Tuan Magicom? Siapa dia?
" Za, please bicara yang betul. Tuan Magicom lagi. lo dapat julukan dari mana dan siapa ornag yang lo kasih julukan itu."
Flashback on
Setelah hari kemarin Zanita dijelaskan mengenai apa yang harus dilakukan untuk konten di youtube milik JDA, pagi ini gadis itu datang ke perusahaan dan mulai dikenalkan kepada tim acara yang akan ia jalani.
Zanita terlihat begitu antusias. Ia pun mengerti apa yang harus dilakukan. Banyak hal sudah ada di kepalanya dan siap untuk mengeksekusi. Akan tetapi semuanya buyar saat dia mengetahui siapa selebriti yang akan dia pandu dalam acara tersebut.
" Baiklah Za, kamu pasti tahu lah ya siapa dia. Ya dia Andra Suma, dialah yang akan jadi tokoh utamanya di The Celebritas Diary."
Duaaar
Senyum Andra mengembang sempurna saat berada di depan Zanita. Pria itu mengulurkan tangannya ingin menjabat Zanita. Tapi Zanita malah bengong. Bukan kerena takjub melihat paras tampan Andra tapi dia malas bukan main. Namun sesegera mungkin dia tersenyum, tentunya senyum yang sangat dipaksakan lalu menerima jabatan tangan dari Andra.
" Hai, semoga bisa jadi partner yang
kompak ya."
Hoeeek
Ingin rasanya Zanita mengelurkan isi perutnya saat itu. Dia sungguh merasa muak dengan sikap ramah dan hangat Andra yang menurutnya dibuat-buat. Baginya semua orang yang bekerja di entertainment hanyalah memakai topeng belaka. Sikap ramah dan sopan nya hanya saat dia berada di depan. Tapi dibelakang mereka akan mencaci dan risih bersentuhan dengan orang lain yang bukan kalangan dari mereka.
" Tuan Magicom, munafik."
Kata itu dikeluarkan Zanita dengan sangat lirih. Nyaris tak bersuara sehingga tidak ada yang mendengarnya sama sekali.
Cobaan apa sih ini, kenapa hal yang nggak gue suka malaah mendekat.
Zanita ingin sekali mundur dari acara ini, tapi ini adalah salah satu kesempatan besar yang tidak akan datang dua kali. Sungguh gadis itu merasa begitu dilema. Mana dari tadi Andra mengajaknya berbicara terus. Zanita benar-benar merasa tidak nyaman.
Flashback off
" Oh My God, lo bakalan satu acara sama Andra, Andra Suma yang seorang traveler itu! Dan apa tadi lo bilang, Tuan Magicom? Andra maksud lo?"
" Sttt, jangan kenceng-kenceng napa Sel."
Zanita seketika membungkam mulut sahabatnya yang tidak terkontrol itu. Sella dengan sedikit lebih keras menyingkirkan tangan Zanita dari mulutnya. Kemudian mata Sella berkedip-kedip tak jelas. Zanita tentu tahu apa yang akan selanjutnya dikatakan oleh gadis di sampingnya itu.
" Ogah, gue ogah banget ya buat mintain tanda tangan."
" Elah Za kapan lagi kan. Gilaaa temen gue se progam sama Andra Suma, traveler plus selebgram yang lagi naik daun. Gue heran deh Za apasih yang bikin lo benci banget ma dia. Dia lho nggak salah apa-apa juga sama lo. Dan elo bisa sebenci itu sama dia."
" Au ah, menurut gue semua orang yang suka seliweran ngartis itu adalah pembohong, palsu!"
Sella terdiam, sepertinya sahabatnya itu benar-benar benci profesi artis. Bahkan Zanita tidak hanya benci terhadap satu orang tapi semua orang yang berprofesi sebagai artis dia tidak suka.
Sebenarnya apa sih Za yang bikin elo segitu bencinya sama profesi itu.
Sella bicara dalam hati. Hingga saat ini dia tidak tahu apa alasan sang sahabat tidak menyukai artis. Zanita mungkin satu-satunya orang yang Sella kenal anti terhadap apapun yang berbau dengan dunia showbiz. Tapi sepertinya memang seperti itulah cara Tuhan bekerja. Dia akan memberimu sesuatu yang tidak kau sukai terlebih dulu ketimbang apa yang benar-benar kau inginkan.
🍀🍀🍀
Andra sudah mendapatkan jadwalnya. Ia sedikit kesal saat tahu bahwa syuting tersebut rupanya adalah di apartemennya. Sesuai dengan judul yakni 'Diary', maka konsep acara tersebut adalah keseharian.
" Nggak bisa, gue nggak mau orang tahu isi dari apartemen gue."
Andra kemudian kembali turun ke bagaian bawah menanyakan kepada petugas pemeliharaan gedung apakah masih ada apartemen yang kosong di gedung itu. Ia pun bernafas lega saat mengetahui 3 pintu dari apartemennya adalah kosong. Dengan cepat Andra pun menyewanya.
" Beres sekarang tinggal pindahin beberapa barang. Ned, bantu gue, teriak Andra. Juned yang memang sedang beres-beres pun berlari mendekat.
" Mau dibawa kemana bos itu barang-barang?"
" Jangan banyak tanya dulu deh. Cepet bantuin gue."
Juned langsung berdiri membantu Andra membawa barang-barang Andra. Juned sedikit terkejut saat Andra membuka pintu apartemen yang lain. Jiwa keponya meronta-ronta.
Andra yang paham ekspresi muka sang asisten oun menjelaskan apa tujuannya menyewa apartemen lagi. Dan Juned hanya ber-oh ria saat mengetahui alasan tersebut.
" Tapi ini nggak akan jadi masalah kan bang."
" Ya kagak lah, kan dalam konsepnya adalah tempat tinggal. Laah ini juga tempat tinggal punya gue. Jadi nggak ada yang salah dong."
Juned mengangguk paham. Memang tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan Andra. Tapi Juned merasa ini akan jadi masalah suatu hari nanti. Juned kemudian menggelengkan kepalanya. Ia mengesampingkan hal itu, yang harus dia lakukan saat ini adalah membantu sang bos menyulap apartemen baru itu menjadi apartemen seperti tempat tinggal sebenarnya seorang Andra Suma.
"Oh iya bos, yang bakalan jadi partner bos itu lulusan Universitas Nusantara lho, bukannya itu universitas punya bos ya."
" Bukan punya gue, tapi punya ayah. Inget ye jangan buka identitas. Kayaknya dia nggak tahu siapa gue. Dan gue bisa lihat tuh cewe sama sekali nggak suka gue."
Rupanya Andra tahu jika Zanita tidak menyukainya. Meskipun di hadapannya tersenyum namun gerak bibir dan raut wajah Zanita menunjukkan bahwa gadis itu tidak menyukainya. Andra yang merupakan lulusan psikologi tentu bisa mengetahui hal tersebut.
" Gue jadi penasaran, mengapa cewek itu nggak suka sama gue."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Nur Bahagia
mungkin dia dulu nya mau jadi artis tapi gagal 😅 jadi kesyell 🤪
2024-10-22
0
Sweet Girl
Ayo Ndra.... jangan lupa dikulik kulit tu.... si Zanica...
2024-03-23
1
Her Lina
lah sama andra yg magic com ga suka, apa kabar sama dokter dika dan dosen radi yg kayak kulkas itu 😂
2024-03-14
0