Minggu tengah malam, Zanita dikejutkan dengan dering ponselnya yang tiada juga mau berhenti. Ia akhirnya bangun juga. Sungguh kesal rasanya baru sore tadi dia sampai rumah dan belum lama bisa tidur tapi suara ponsel itu sungguh mengganggu dirinya.
" Siapa siiih?" Zanita mengerjapkan kedua matanya sambil mengambil ponsel dan melihat siapa yang menghubungi.
" 100 miss call lebih dan ratusan chat. Ini ada apa sih?"
Zanita membuka siapa saja yang menelpon dan siapa saja yang mengirimkan pesan. Gadis itu mengacuhkan yang lain saat menemukan satu sahabatnya yabg menelponnya berkali-kali dan spam chat.
" Halo Sell, lo gila ya nelponin gue sebanyak itu dan spam chat nggak jelas. Kampret, lo tahu nggak ini jam berapa. Dan gue baru aja tidur nying."
" Lo kali yang gila Za, lo nya lagi rame diomongin orang sejagad dan elo nya malah molor. Lihat dong lo ikutan tranding tuh di youtube milik JDA. Acara yang ada lo sama Andra Suma jadi tranding di youtube. Gila, asli gila sih ini. Tapi lo jangan dengerin komentar negatifnya."
Sella nerocos tiada henti, Zanita hanya menyimak setiap apa yang Sella bicarakan hingga temannya itu menutup panggilan telponnya. Ia pun menyempatkan untuk membuka satu persatu pesan yang masuk ke ponselnya. Zanita membuang nafasnya kasar, semua berkaitan dengan si Tuan Magicom itu.
" Hufft, ini yang aku nggak suka. Jadi kebawa-bawa kan. Oh iya hari sabtu kemarin kan jadwalnya TCD tayang."
Zanita lalu membuka aplikasi Youtube dan mencari chanel JDA dan video TCD. Ia sungguh terkejut, rupanya omongan Sella benar adanya. Acara Andra yang ia pandu tranding di sana. Zanita jadi teringat ocehan Sella mengenai komentar. Ia pun iseng membaca komentar dari para netijen tersebut.
" Gilaa, waah itu ya rumah Andra, bagus banget. Manly."
" Andra bare face aja cakep cuy."
" Eh itu cewe siapa sih, ganggu banget."
" Astaga mana sok akrab lagi, mengganggu pemandangan."
" Cewek nya imut, cocok sih "
" Woaah ceweknya kecentilan banget."
Berbagai komentar dari yang baik, buruk, hingga paling buruk ada semua di sana. Zanita melihat komentar dari admin TCD selalu membelanya. Ia yakin itu adalah Bian. Sebelum berangkat kemarin Bian mengatakan bahwa ia kan mengawasi jalannya tayangan perdana TCD dan mengontrol komentar para netizen.
" Haish, sudah kuduga akan jadi seperti ini. Tapi bodo amat lah. Aku kerja ini."
Zanita membuat ponselnya menjadi mode senyap dan ia kembali tidur. Hari esoknya akan lebih berwarna lagi besok. Sejenak Zanita lupa mengenai pesan yang tak kunjung dibalas oleh sang kekasih. Tubuh yang lelah menjadi faktor dia lupa akan pesannya tersebut.
🍀🍀🍀
" Baaaang, keren bang. Tayangan lo rame bener dah. Nih lihat bang, trending cuy. Keren abis emang."
Andra menutup kedua telinganya saat Juned masuk ke kamarnya dengan suara yang melengking itu. Ia bahkan melempar Juned dengan bantal, ia sungguh kesal. Matanya masih begitu mengantuk tapi mulut Juned sungguh berisik.
Tahu Andra enggan, Juned semakin iseng. Ia menggoyang-goyangkan tubuh Andra agar sang bos itu bangun.
" Kampreeet lo ya Ned. Kagak bisa apa selow dikit."
" Ini bang lihat, lo tranding di youtube. Gilaa, tapi sayang komen ke Za nya pada jelek. Ada juga sih yang komentar baik tapi banyakan yang buruk."
Andra langsung bangun dari tidurnya dan duduk tegap. Ia kemudian meraih ponsel Juned dan mulai membaca komentar buruk mengenai Zanita. Andra merasa miris dengan hate comment yang menyerang Zanita.
" Huuh, parah banget sih ini. Sepertinya the next siaran bakalan gue omongin nih mengenai hate comment."
Andra kembali menyerahkan ponsel milik Juned. Ia kemudian berjalan ke kamar mandi untuk menuntaskan panggilan alam yang baru saja datang.
Kriiing
Ponsel Juned berbunyi. Ia melihat itu dari Restu. Dalam panggilannya tersebut, Restu ingin datang ke apartemen. Juned pun mengiyakan dan akan memberitahu Andra yang sedang ada di kamar mandi.
" Siapa Ned?"
" Mas Restu bang, katanya mau ke sini."
Andra mengangguk, ia kemudian berjalan ke walk in closet untuk mengambil baju ganti. Karena hari ini tidak kemana-mana maka Andra hanya akan mengenakan celana pendek dan kaos oblong. Style yang sebenarnya paling dia suka.
Ting tong
Bel apartemen berbunyi, Juned langsung berlari menuju ke pintu dan membukanya. Tampak di depan pintu ada Restu yang berdiri di sana.
" Mas Res, yook masuk. Bang Andra udah nungguin."
Restu mengangguk, ia masuk mengekor Juned. Terlihat pria itu mengambil nafasnya panjang.
" Hai Ndra, gimana syuting kemarin?"
" Alhamdulillaah lancar Res. Mau kopi?"
Restu mengangkat tangannya tanda dia tidak sedang ingin minum kopi. Andra pun paham, ia kemudian kembali menyeduh kopi dari mesin pembuat kopi yang ada di dapurnya. Hanya sekian menit kopi itu pun jadi. Andra membawanya ke ruang tengah apartemennya dimana Restu sudah menunggu.
" Ada yang mau diomongin Res?"
Restu seketika langsung melihat Andra. Orang yang duduk di depannya itu seakan tahu bahwa dia ingin membicarakan sesuatu yang penting.
" Ndra, sebelumnya maaf dan juga terimakasih. Aku mau resign Ndra?"
" Apa? Mas Restu mau resign. Kenapa?"
Bukan Andra yang heboh tapi malah Juned yang terlihat sangat terkejut. Andra pun mengangkat tangannya sebagai tanda agar Juned diam dulu.
" Nggak apa-apa Res. Itu hak lo buat berhenti dari gue. Gue juga nggak bakal tanya apa-apa. Gue cuma mau ngucapin terima kasih buat selama ini udah bantuin gue ngatur kerjaan. Dan satu hal Res, jika lo mau balik ke sini tangan gue terbuka lebar buat lo."
Deg
Restu terkejut mendengar penuturan Andra. Tidak ada rasa marah ataupun kecewa dari setiap nada bicara Andra. Satu hal yang membuat Restu malah menjadi gamang tapi dia harus melakukan itu.
" Oke Ndra makasih banget. Ini semua adalah jadwal sampai akhir bulan. Juned pasti ngerti kok. Aku pamit ya Ndra."
" Thanks sekali lagi brother. Gaji lo bakal gue transfer hari ini juga."
Andra memeluk Restu sebagai tanda perpisahan mereka. Pun dengan Juned. Meskipun Juned tidka setuju Restu resign tapi itu adalah hak Restu.
" Bang, terus kita kudu cari manager baru dong."
" Ngapain, kan ada lo Ned. Lho pasti bisa lah."
" Apa???"
Andra terkekeh geli melihat ekspresi Juned yang sangat terkejut itu. Tapi apa yang diucapkan oleh nya bukan lah guyonan. Dia memang akan memakai Juned sebagai pengganti Restu.
Tring
Suara notifikasi pesan terdengar dari ponsel Restu. Ia langsung melihatnya. Mulutnya menganga sempurna saat membaca isi pesan tersebut. Pesan itu adalah notifikasi dari rekening bank nya. Restu benar-benar tidak menyangka saat melihat nominal nya.
" Ya Allaah, ini banyak banget. Berkali-kali lipat dari gaji."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Nur Bahagia
pasti ntar bos lo yg baru jadiin lo budak 👻
2024-10-23
0
Nur Bahagia
mak jleb kaann.. kann kann.. pasti ntar lo nyesel udah ninggalin andra
2024-10-23
0
Nur Bahagia
biarin aja Ndra.. Za juga haters kok 😅
2024-10-23
0