Yovanka Restayu yang sekarang mengganti namanya menjadi Yovanka Whietney setelah masuk ke dunia entertainment. Yovanka adalah teman baik dari Zanita mulai dari SMP. Keduanya bersahabat baik, cita-cita Vanka memanglah menjadi selebriti. Dan Zanita mendukung penuh hal itu.
Mulai duduk di bangku kelas 1 SMA Vanka rutin mengikuti kelas akting dan modeling. Zanita sebagai teman baik tentu selalu mendukung. Zanita juga menemani setiap Vanka mendapatkan casting. Berkali-kali Vanka gagal tapi berkali-kali juga gadis itu kukuh pada cita-cita nya. Vanka benar-benar gigih.
Zanita sebagai sahabat tentu sangat bangga kepada sahabatnya itu yang pantang menyerah. Zanita terus mendampingi Vanka hingga gadia itu mendapatkan job pertamanya.
" Za, aku diterima! Aku lulus casting Za. Aku bakalan dapat peran di sebuah film."
" Aaaa!!! Are you serious? Aaah akhirnya seneng banget. Teman gue bakalan jadi artis. Cie artis."
Keduanya berpelukan sambil melompat berputar. Mereka acuh dengan pandangan orang, pasalnya saat itu mereka sedang ada di sebuah pusat perbelanjaan mencari buku untuk tugas sekolahnya.
Singkat cerita Vanka mulai sibuk dengan kegiatan artis nya. Bahkan gadis itu jarang berangkat sekolah. Zanita tentu senang sang sahabat mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun terbesit rindu di dada Zanita. Ia kehilangan sahabat baiknya. Zanita yang memang merupakan orang menyenangkan jika sudah kenal tentu tidak sulit berteman dengan siapapun. Teman-teman sekolahnya begitu menyukainya.
Vanka yang sudah sekian lama tidak masuk pun kembali ke sekolahan. Namun kembalinya ke sekolah rupanya tidak di sambut. Mereka semua biasa saja, padahal Vanka berharap ia disambut layaknya seorang bintang.
" Sial, mengapa mereka mengacuhkan ku? Aku ini artis lho. Mereka sama sekali nggak ngelirik aku. Huh!"
Vanka mengerangg marah, ia berjalan sendiri ke kantin. Rasanya enggan untuk masuk ke kelas. Zanita yang hendak ke kamar kecil pun melihat sang sahabat dengan raut wajah bahagia.
" Aaah Vanka ... I miss you Van."
Zanita memeluk Vanka dengan begitu sayang. Ia terkejut sahabatnya itu ada di sekolah. Tapi rupanya Vanka tidak menyambut baik pelukan Zanita. Ia terlihat risih, tapi berusaha untuk tersenyum. Hingga terbitlah sebuah ide di kepala Vanka.
" Za, kamu mau bantuin aku nggak."
Zanita mengangguk antusias. Sahabat yang lama tidak ia temui itu datang tentu saja dia mau melakukan apa permintaan Vanka.
Semua berkumpul di aula. Ya, Vanka melakukan fanmeet. Teman sekelas Vanka tentu biasa saja dengan adanya Vanka tapi siswa lainnya sungguh heboh. Popularitas Vanka melejit di sana. Setelah fanmeet itu Vanka selalu dikerubungi pria-pria tampan dan gadis-gadis dari kalangan orang kaya. Vanka tentu senang.
Sikap Vanka lambat laun berubah kepada Zanita. Hingga disuatu ketika Zanita menemukan fakta yang cukup menyakiti hatinya.
" Van, kita hang out yuk nanti."
" Aduh Za, maaf banget ya. Hari ini aku ada pemotretan. Next time ya. Aku janji bakalan hang out sama kamu ok."
Vanka tersenyum,dan Zanita pun mengangguk antusias. Ia tahu sahabatnya adalah artis yang sibuk.
" Ya udah Van, mau pulang bareng nggak?"
" Nggak Za, aku nanti soalnya mau langsung ke lokasi."
Zanita mengangguk, ia kemudian melenggang pergi meninggalkan sekolah. Namun karena suatu hal, Zanita kembali lagi.
" Huh, pake acara ketinggalan sih kan jadi ribet."
Zanita menggerutu sambil berlari menuju kelasnya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Vanka tengah berbicara dengan beberapa siswa yang lain. Zanita ingin menghampiri namun urung saat mendengar namanya di sebut.
" Van, lo serius temenan sama si Za itu. Gadis miskin gitu, nanti bikin image lo buruk tau."
" Huh, gue tuh males banget sebenernya. Tapi dia tuh ngedeketin gue terus. Tadi aja dia ngajakin gue hang out gitu. Tapi udah gue tolak. Asli sok akrab banget deh."
Deg
Zanita memegang dadanya yang berdetak sangat cepat. Ia sungguh tidak menyangka bahwa Vanka adalah orang seperti itu. Zanita akhirnya memilih balik badan tidak jadi menuju ke kelasnya.
Rasa sakit hati Zanita terus berlanjut ketika setiap harinya Vanka berbicara manis di depannya namun tidak dibelakangnya.
Awalnya Zanita masih berpikiran positif, bahwa Vanka tidak seperti itu namun rupanya semakin hari semakin membuktikan Vanka berubah.
Puncak sakit hati Zanita ialah saat kelulusan. Dia dengan susah payah membuat rangkaian bunga untuk sang sahabat serta coklat kesukaan Vanka. Zanita pun memberikannya kepada Vanka. Diterima sih, tapi setelah Zanita pergi bunga dan coklat itu langsung dibuang ke tempat sampah.
" Kampungan!"
Zanita seketika jatuh menangis. Ia tersedu di sana. Rupanya Zanita tidak pergi. Dia sengaja menunggu, berharap Vanka masih mau menerima pemberiannya dengan tulus. Tapi rupanya itu adalah harapan semu Zanita. Sahabatnya sedari lama tak lagi seperti dulu.
Akhirnya Zanita memilih menepi, tidak lagi ingin berhubungan dengan Vanka. Ia menjauh. Terlebih saat mereka kuliah di satu universitas tapi berbeda jurusan sungguh membuat Zanita bersyukur tidak bertemu dengan Vanka lagi. Ia benar-benar menghapus Vanka dari hidupnya. Bahkan kabar miring yang menyatakan Vanka adalah seorang sugar baby pun Zanita acuh.
" Bukan urusan ku. Hidupnya adalah miliknya dan hidupku adalah milikku."
Kembali lagi ke saat ini dimana Zanita tengah begitu antusias menyiapkan segala keperluannya untuk pergi ke papandayan. Baru kali ini dia pergi dengan begitu rasa lega di hati.
" Alhamdulillaah, Mas Raffan nggak lagi posesif. Kalau begini, aku menikah pou sudah tidak jadi masalah. I love you mas. Mari kita membina rumah tangga yang samawa."
Zanita membaringkan tubuhnya dan menatap foto dirinya dan sang kekasih di layar ponsel. Ia men-slide satu demi satu foto kebersamaan mereka yang sudah berjalan selama 2 tahun itu. Zanita tentu ingat bagaimana Raffan yang mengejar dirinya.
Gadis itu sesaat tertawa pelan saat mengingat hal itu. Butuh setidaknya 5x Raffan menyatakan cinta pada Zanita. Ia yang belum pernah berpacaran sebelumnya tentu sedikit takut dengan Raffan yang menyatakan cinta. Hingga Raffan benar-benar men-treatment Zanita seperti wanita yang begitu dicintai. Keseriusan Raffan akhirnya meluluhkan hati Zanita. Lambat laun gadis itu pun merasa jatuh cinta dengan Raffan. Boleh dibilang, Raffan adalah cinta pertama Zanita.
Dengan Raffan, Zanita benar-benar merasakan di cintai dan disayangi. Raffan selalu menjaga Zanita meskipun terkadang sedikit iver protektif. Tapi Zanita tahu itu adalah bentuk rasa cinta Raffan kepadanya.
Zanit lalu mengambil ponselnya dan menuliskan pesan kepada sang kekasih.
Terimakasih untuk izinnya sayang. I Love You lelaki hebat ku.
Setelah mengirimkan pesan Zanita meletakkan ponselnya dan mulai mengarungi alam mimpi.
" Cuih, lelaki hebat kamu kata. Yang kamu bilang lelaki hebat itu memang hebat bermain di atas ku hingga dia kelelahan dan tertidur. Hahaha Za ... Za ... Lihat saja nanti."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Memyr 67
vanka sakit. nggak tau kenapa, zanita segitu dibencinya, sampai menginginkan penderitaan zanita.
2024-12-12
1
Eli Elieboy Eboy
𝚙𝚊𝚗𝚝𝚎𝚜𝚊𝚗 𝚜𝚒 𝚣𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚌𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚊𝚛𝚝𝚒𝚜 𝚛𝚞𝚙𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚍𝚛 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚍𝚘𝚔 𝚖𝚞𝚗𝚊𝚏𝚒𝚔
2024-10-07
0
Sweet Girl
semoga segera ketahuan perselingkuhan nya.
2024-03-23
2