" Gimana Res, apa keputusanmu hmm?"
Restu saat ini tengah berada di sebuah ruang vip restoran kenamaan. Ia bersama 3 orang di sana. Restu bak seorang tertuduh yang baru saja dipergoki. Pria bertinggi badan sekitar 170 cm dengan kulit putih dan rambut pendek di belah samping itu menatap satu per satu dari tiga orang yang duduk di depannya.
Tiga orang artis, satu diantaranya adalah orang yang kemarin menemuinya. Pria berambut blonde itu kini mengajak 2 orang rekannya untuk membujuk Restu agar meninggalkan Andra dan menjadi manager mereka.
Gibson Halbert, seorang model dan pemain sinetron itu benar-benar menginginkan Restu. Dia tentu tidak asal memilih orang. Gibson ingin Restu menjadi manager nya karena Restu adalah pria pekerja keras. Restu dengan mudah mendapatkan job untuk artisnya. Restu juga memiliki kepribadian yang baik dan nggak neko-neko.
" Res, gue bakal bikin agency sendiri dan lo bisa manage semuanya nanti. Lo bakal jadi yang ngatur artis yang bernaung di agency gue. Gue pastiin bayaran lo lebih gede dari pada lo jadi manger nya Andra yang sering nolak job lo itu. Yoi nggak Dix?"
" Apa yang dibilang Gibson bener Res. Lo pikirin baik-baik deh. Apakah lo mau bergabung ke kita dan mendapatkan hasil yang lebih besar atau lo mau gini-gini aja karena stuck sama si Andra itu."
Restu merasa dilema. Ucapan Gibson dan Dixon itu membuatnya berpikir lebih. Memang benar, dengan memanage lebih dari satu artis akan lebih banyak menghasilkan uang ketimbang hanya satu. Tapi entah mengapa Restu begitu berat meninggalkan Andra. Andra memang sering nolak job jika tidak sesuai dengan apa yang diinginkan tapi Restu tidak pernah menerima sedikit bayaran. Gaji Restu selalu lebih diberikan oleh Andra.
" Beri aku waktu. Setidaknya sampai Andra pulang dari syuting iklan NO."
" Baiklah, kita tunggu kabar baiknya. Kita cabut dulu."
Lagi dan lagi Restu duduk sendiri di sana sambil terus berpikir bagaimana dia akan membuat keputusan. Banyak hal yang jadi pertimbangannya untuk mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Kesempatan emas itu sudah ada di depan matanya. Tinggal ia memantapkan hatinya untuk memilih.
" Akan aku pikirkan malam ini. Jika aku memilih mereka, semoga Andra tidak membenciku."
Masih melekat dalam ingatan Restu bagaimana dia mengajukan diri kepada Andra untuk jadi manager Andra. Sekitar 3 tahun lalu. Andra baru mulai tampak di media sosial sebagi seorang traveller tampan yang menarik perhatian.
Restu pun menawarkan kerja sama dengan Andra. Andra yang memang belum ingin terjun ke dunia entertainment pun menolak Restu secara halus. Tapi Restu tidak patah semangat. Akhirnya Andra menerima Restu saat ia mulai menjadi model dari NO.
" Aku harap apa yang jadi keputusanku ini tidak salah."
Pria berusia 28 tahun bangkit dari duduknya dan melenggang pergi keluar dari resto. Dia harus memikirkan hal ini matang-matang agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.
🍀🍀🍀
Di kaki gunung Papandayan, tepatnya di sebuah rumah yang di sulap menjadi base camp. Kru JDA dari tim NO dan tim TCD tengah berkumpul. Bian sudah menitipkan anak-anaknya kepada tim NO dan kali ini Liam lah yang akan berbicara mengenai apa yang akan mereka lakukan.
" Naah, gini guys. Kalian udah dijelasin kan sama pak prod Bian tentang konsep TCD? Jadi pas momen ini gue boleh ngambil gambar nggak?"
Tim NO saling pandang lalu mereka tersenyum dan mengangguk.
" Oke, Bang Andra oke ya?"
Andra mengangkat 2 jempolnya ke udara sebagai tanda bahwa dia siap. Gambar diambil dari luar rumah agar terlihat bahwa mereka, tim TCD baru sampai di sana.
" Za, gugup. Santai aja. Mereka bukan orang lain kok. Mereka keluarga kita juga. Satu atap dibawah JDA. Ready."
" Brrrrr, ready kak. Buset dingin hahaha."
Liam tertawa dengan ulah Zanita. Gadis itu melompat-lompat kecil sambil menggosokkan kedua tangannya mengusir dinginnya malam itu. Hingga dirasa cukup rileks dan hangat Zanita pun memberikan tanda oke kepada Liam.
" Oke hitungan mundur dari tiga, dua, satu, action."
" Haloo, ketemu lagi dengan aku Za. Kalian tahu nggak kita lagi dimana. Lihat kostum aku dong, yups kita lagi di kaki gunung dong. Aseli guys ini dingin brrrr. Kalau ada tim TCD kalian tahu lah kita bareng sama siapa? Yoii bener banget. Bang Andra, kita lagi mantengin Bang Andra syuting iklan. Yuuk masuk, abang dan tim ada di dalam. Hallo semua, says halo dong buat warga TCD. Bang Andra nya mana nah, itu diee. Hai bang, abang cerita dong lagi apa ini."
" Hay hallo, ketemu lagi warga TCD. Iya para warga, aku lagi ada kerjaan. Syuting iklan gitu, tapiiii ini rahasia. Nggak boleh bocor oke. Hanya kususon warga TCD aja yang tahu. Pengen tahu kayak apa ikutin terus ya TCD bersama Andra Suma."
" CUT! GOOD! One take done."
Tepuk tangan riuh mengiringi rumah itu. Bukan hanya Dio dan Juned saja rupanya yang tepuk tangan. Tim NO pun juga ikut tepuk tangan. Menurut tim NO interaksi antara Zanita dan Anda sungguh apik. Tim No memuji kelihaian Zanita berada di depan kamera. Gadis itu tersipu malu dengan banyaknya pujian dari rekan sesama karyawan JDA.
" Good ZA?'
" Thanks bang Dio."
Mereka kembali berbincang santai. Jam menunjukkan pukul 22.00. Ketua tim NO meminta semua untuk tidur. Mereka besok harus bangun lebih awal untuk melakukan persiapan syuting iklan. Begitu juga tim TCD, Liam meminta Zanita dan Dio tidur juga. Namun sesaat Liam bingung, dimana Zanita harus tidur malam ini. Zanita yang paham pun menepuk lengan Liam dengan pelan.
" Kak, aku nggak apa-apa kok tidur di sini juga. kan ada kalian berdua yang menjagaku bukan?"
Liam dan Dio saling tatap lalu tersenyum. Baru berapa hari Zanita ada di tim mereka, mereka seperti memiliki adik perepmuan. Setidaknya itu yang dirasakan Liam, pun dengan Dio. Akhirnya Zanita di tempatkan di tengah diantara Liam dan Dio tapi tetap Liam dan Dio membuat pembatas diantara satu sama lain dengn tas mereka.
Tak berselang lama, Andra dan Juned masuk ke rumah tersebut dengan membawa lkasur lipat. Entah kapan keduanya keluar tapi mereka langsung berdiri dan membantu.
" Waah bang Andra makasih banyak lho ini, segala bawa kasur lipat kemari."
Andra hanya menjawab dengan senyum dan anggukan. Rupanya hal tersebut udah dipersiapkan oleh Andra saat berangkat ke lokasi. Kini semua tidur di sana bersama. Andra pun juga merebahkan dirinya disana, Ia sejenak melirik ke arah Zanita, dan tersenyum. Tidak ada yang tahu bahwa ide membawa kasur lipat itu sebenarnya karena satu gadis itu. Mengetahui dari Bian bahwa tim mereka jadi ikut, Andra langsung memesan beberapa kasur lipat untuk ia bawa ke lokasi. Sungguh sesuai prediksi, gadis itu tidur dengan nyaman di sana.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Miss Typo
ayo dra deketin Zanita dan bantu biar tau gmn tunangannya itu di belakang za
2024-03-14
2
Berdo'a saja
Andra penasaran sama za
2024-02-01
0
Dwi apri
nah kan mulai perhatian si andra
uhuyyy
2023-08-27
0