Hari ini adalah hati pertama mereka akan syuting TCD. Sedari pagi Zanita mencoba untuk terus menenangkan diri. Berkali-kali dia mengatakan pada dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Dia hanya harus bersikap profesional dalam pekerjaan ini. Tidak ada bedanya saat tidak menyukai dosen tapi harus mengumpulkan tugas dan menerima kuliahnya. Ya, Zanita membuat perumpamaan tersebut untuk situasi saat ini.
" Okeh, semua siap."
Kru bernagkat dari kantor JD Advertising. Karena ini adalah episode perdana maka semuanya komplit untuk datang. Tidak hanya ada Bian si produser dan Liam si kameramen tapi dalam kru tersebut juga ada sutradara, penata lampu dan juga MUA.
Zanita tentu terkejut mengingat sebelumnya yang dikatakan hanya akan ada kameramen saja. Tapi ia tidak bernai bertanya. Sebagai anak baru, Zanita lebih memilih diam dan mengikuti arus terelbih dahulu. Tapi rupanya Liam bisa membaca apa yang dipikirkan oleh Zanita.
" Tenang Za, jangan gugup. Ini hanya untuk episode perdana aja kok. Nanti setelah hari ini cuma ada kita."
" Siap kak. Makasih penjelasannya."
Liam mengangguk, pria itu tahu Zanita terlihat gugup. Bagaimanapun ini adalah pertama kali Zanita bekerja di dunia profesional. Meskipun sebelumnya Zanita sudah biasa membawa sebuah acara tapi itu masih diseputar lingkungan pendidikan. Jadi sangat wajar jika Zanita gugup. Terlebih yang akan dihadapi adalah seorang yang tengah naik daun.
Tapi sebenarnya bukan itu yang dirasakan dan dipikirkan Zanita. Gadis itu lebih berfikir ke bagaimana caranya dia harus menghadapi Andra dan tidak menampilkan rasa bencinya dihadapan pria itu. Bagaimana dia harus bersikap profesional terhadap pria yang ia begitu benci.
Entah apa yang pernah dialami gadis itu hingga membuatnya begitu membenci semua orang yang berkecimpung di dunia entertainment. Tapi anehnya dia bercita-cita menjadi news anchor yang pasti juga akan sedikit banyak berhubungan dengan dunia yang ia benci.
Ckiiit
Rombongan kru dari TCD pun sampai di apartemen tempat Andra tinggal. Mereka tidak parkir di halaman tapi di basemen. Juned sudah menunggu mereka, hal tersebut tentu sudah di beritahukan terlebih dahulu kepada tim oleh Andra agar tidak memancing keributan. Andra paling tidak suka jika kerjaannya mengganggu orang lain.
Syuting seorang public figure terkadang memeng membuat sebagian orang antusias. Tapi tak jarang juga membuat orang terganggu. Maka dari itu Andra tidak mau kegiatannya kali ini membuat orang lain merasa dirugikan oleh apa yang sedang ia kerjakan.
" Mari semuanya, Bang Andra udah nunggu. Maaf abang nggak bisa jemput kemari."
" Nggak masalah Jun, kita tahu kok gimana Andra."
Zanitha mengerutkan kedua alisnya. Ia tidak tahu maksud dari perkataan Bian. Tapi Zanita tidak mau ambil pusing. Dia hanya akan melakukan apa yang sudah di breafing kan kepadanya.
" Ya lakukan pekerjaanmu dan selesai," gumam Zanita lirih sambil terus berjalan mengikuti Juned yang menunjukkan jalan.
" Welcome to my house, ayo masuk. Udah pada sarapan belum, ada sandwich tuh kalian bisa sarapan dulu sebelum kita mulai."
Andra menyapa tim dari TCD dengan sangat ramah dan bahkan dia juga menyiapkan sarapan untuk mereka. Semua orang begitu senang dan antusias dengan jamuan yang Andra berikan. Kecuali satu orang, Zanita. Gadis itu terlihat membuang muka. Dan hal itu tidak lepas dari pengelihatan Andra.
Andra membuang nafasnya pelan. Ia tentu tahu, gadis itu tidak menyukainya. Tapi Andra sungguh tidak menyangka bahwa Zanita sama sekali tidak mau menyentuh makanan dan minuman yang sudah ia siapkan.
" Sebenarnya gadis ini kenapa. Huuft, kayaknya bakalan sulit buat kerja bareng nih cewek."
Andra menggelengkan kepalanya dengan perlahan. Ia mengesampingkan hal tersebut dan menghampiri tim untuk bertanya teknis hari ini seperti apa.
" Ok, yook mulai. Bang Andra , Za ini benar-benar kita bikin kayak real life ya. Za kamu kayak maen aja ke ruamh temanmu ok. Kita mulai take dari depan pintu. Apa kalian berdua paham."
Andra dan Zanita mengangguk mengerti dengan arahan dari Bian. Bersama dengan Liam, Za langsung berjalan keluar pintu apartemen. Sebelumnya di dalam semuanya sudah di set. Tapi tidak ada yang perlu ditambahkan karena memang konsepnya adalah keseharian dimana semuanya dibuat real. Hanya menambahkan pencahayaan saja dengan lighting dari tim.
" Apa kamu gugup Za."
" Sedikit Kak Liam, udah lama banget nggak ngadep kamera."
" Santai aja, lagian kan ini dibikin acaranya santai. Anggap aja kamu bener-bener main ke rumah temen kamu."
Zanita mengerti, meskipun dalam hatinya ia merutuk. Bagaimana mau anggap temen, orang dia sebenci itu dengan Andra. Zanita mengambil nafas nya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia memegang dada nya dan menepuknya untuk membuat dirinya sendiri tenang.
" Bisa kita mulai Za?"
Zanita mengangkat ibu jari tangannya menandakan bahwa dia siap. Kali itu Zanita mengenakan pakaian kasual sesuai instruksi Bian. Dia menguncir rambut panjang sebahunya seperti ekor kuda wajah Zanita yang putih bersih sudah terlihat bagus di kamera meski tanpa riasan tebal.
" Hai guys, kenalin aku Zanita. Ini adalah acara baru dari JD Advertising yakni TCD, The Celebrity Diary. Dan kita udah ada di depan apartemen milik seseorang yang aku yakin kalian kenal. Pengen tahu nggak siapa dia, sini aku bisikin. Dia adalah Andra Suma. Aku bakalan manggil dia abang jangan iri ya guys. Yook kita coba masuk. Tok tok tok, morning Bang Andra. Kasih say hello dong buat para penggemar."
" Hai, selamat pagi. Aku Andra. Nice to meet you all."
Lancar, semuanya berjalan dengan sangat lancar hari itu. Seperti yang diharapkan bahwa Zanita benar-benar bisa membawa acara tersebut dengan sangat natural. Interaksi Andra dan Zanita pun dinilai pas sesuai dengan porsinya.
Keduanya terlihat seperti teman lama. Saling berbicara dengan santai. Sesekali mereka berdua tertawa dengan jokes-jokes yang dibuat Andra.
" Gila nih cewek, ngalahin artis profesional. Dia bisa serileks itu dan bersikap biasa aja saat depan kamera padahal aku tahu dia beneran nggak suka sama aku. Wajahnya nggak bisa dibohongi saat kamera mati."
Andra merasa kagum dengan Zanita. Zanita benar-benar melakukan hal tersebut dnegan profesional.
" Oke untuk hari ini kita selesai. Oh iya Bang Andra, ada pemotretan atau iklan lain kapan. Kita bakalan ikut saat abang ada kerjaan. Jadi apa yang abang kerjakan juga bisa kita masukkan ke TCD ini."
" Ehmm ada sih. Syuting buat NO, JDA juga kan yang buat. Tapi kita bikinnya di gunung Papandaya. Kalian serius mau ikut. Kalo iya week end ini kita syutingnya."
Bian terdiam, ini tentu kesempatan bagus. Kapan lagi membuat dibalik layarnya iklan NO. Tapi Bian tentu harus koordinasi dengan tim terlebih dahulu agar semua tidak ada yang miss.
" Kita omongin dulu sama tim bang. Kalau tim setuju kita akan ikut."
Andra mengangguk. Ia sekilas menoleh ke arah Zanita. Gadis itu tampak tidak terkejut dengan pembicaraannya bersama Bian.
" Menarik, gue jadi penasaran sama nih cewek."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Nur Bahagia
berarti zanita sendiri yg pantas di sebut palsu dan munafik bwahahaha 🤣
2024-10-23
1
Eli Elieboy Eboy
𝚙𝚎𝚙𝚎𝚝 𝚝𝚛𝚞𝚜 𝚋𝚗𝚐 𝙰𝚗𝚍𝚛𝚊 𝚜𝚒 𝚣𝚊 𝚗𝚢𝚊
2024-10-07
0
Sweet Girl
Semangat Ndra untuk ngulik Zanita.
2024-03-23
3