...MISTERI MAYAT TERPENDAM...
...Dewa Payana...
...Bagian 17...
'Apa? Melati hamil?' tanya Sulis terkejut bukan kepalang. 'Bagaimana bisa? Sementara, aku dan Bang Sarmin juga sering ngelakuin hubungan badan. Kenapa aku gak ikut hamil juga seperti halnya si Melati? Sialan, apa ini cuma akal-akalan perempuan berengsek itu aja, supaya dia bisa cepat-cepat mendapatkan Bang Sarmin? Sungguh pengecut!'
Kemudian Sulis pun menyusun sebuah rencana untuk menghancurkan hubungan Sarmin dengan Melati. Dia menata usaha tersebut dengan matang. Tujuan utamanya, tentu saja ingin menjebak lelaki tersebut.
"Kamu pikir, Bang Sarmin itu cuma menyukaimu?" kata Sulis di hadapan Melati pada satu kesempatan. "Selama ini, dia juga sudah sering datang ke rumahku dan kami ngelakuin perbuatan itu, Melati!"
"Apa? Ini gak mungkin!" timpal Melati merasa tidak yakin dan belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh bekas temannya tersebut. "Seminggu lagi, kami akan menikah. Itu artinya. dia akan menjadikanku istrinya. Kamu jangan coba-coba ngarang cerita palsu, Sulis! Itu gak akan berhasil! Bang Sarmin akan tetap memilihku dan menikahiku! Kamu harus paham itu!"
"Justru kamulah yang mencoba ngejebak Bang Sarmin supaya bisa secepatnya ngawinin kamu, Melati!" balas Sulis tidak ingin kalah beradu debat. "Kamulah yang ngaku-ngaku hamil. Iya, 'kan?"
'Apa?' Melati terkejut. 'Bagaimana si Sulis bisa tahu kalo aku lagi hamil? Perasaan ..., selama ini aku hanya bercerita pada Bang Sarmin seorang. Enggak sama siapa pun. Apa ini berarti Bang Sarmin bener-bener masih sering berhubungan dengan perempuan busuk ini? Oh, Tuhan ... ini gak mungkin terjadi! Gak mungkin Bang Sarmin telah meniduri dia juga!'
"Huh! Kamu pikir aku bakal percaya begitu saja dengan omong kosongmu? Enggak, Sulis! Apa pun yang terjadi, Bang Sarmin akan tetap jadi milikku. Dia gak mungkin ngekhianatin aku!" seru Melati di antara debaran rasa cemburu serta emosinya yang tiba-tiba datang menyapa.
"Kamu pengen bukti?" tantang Sulis disertai seringai liciknya. "Nanti malam, Bang Sarmin akan datang ke rumahku. Kami akan bercinta sebagaimana biasa."
Melati menggelengkan kepala diikuti seringai kecil.
"Silakan aja! Bang Sarmin gak bakalan mungkin datang nemuin kamu, Sulis! Karena, seminggu lagi, dia akan resmi menjadi suamiku!" balas anak Pak Sodikin tersebut berapi-api. Dia menganggap bahwa ucapan Sulis hanyalah dusta belaka.
Benar saja. Pada waktu menjelang malam, Sarmin datang ke rumah Sulis. Lelaki itu nekat menjumpai anak Ibu Tedjo, karena sebelumnya diberitahu jika Melati sedang mengunjungi Pak Sodikin di bukit huma.
Kebetulan pula, Ibu Tedjo memang sedang pergi untuk satu keperluan seperti biasa. Yakni mengobati salah seorang warga di kampung sebelah.
Sebagaimana pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, momen yang sangat mendukung tersebut diisi dengan perbuatan terlarang oleh Sulis dan Sarmin. Keduanya memadu kasih di bawah bayang-bayang kecurigaan seorang Melati.
BRAK!
Suara pintu didobrak dengan keras dari arah luar. Sarmin yang sedang asyik kemasuk bers*tubuh dengan Sulis, sontak menoleh kaget dan mendapati sosok kekasihnya berdiri dengan raut wajah murka.
"Melati ....?" gumam Sarmin terkaget-kaget.
Lelaki itu segera melepaskan diri dari atas tubuh Sulis.
"Bang Sarmin!" bentak Melati dengan penuh amarah. Sorot matanya tajam pada kekasihnya tersebut. "Ternyata benar, ya, selama ini Abang ada main di belakangku!"
Tergopoh-gopoh Sarmin mendekati Melati. Lantas berkata terbata-bata, "E-enggak, Sayang. A-aku bisa jelasin ini. A-aku ...."
"Apa yang mau Abang jelasin padaku? Semuanya sudah jelas!" bentak Melati marah. "Abang telah berkhianat! Selama ini aku berusaha menutup telinga dan mata, tapi nyatanya ... Abang emang punya hubungan terkutuk dengan perempuan murahan itu!" Dia menunjuk pada Sulis. Dia masih tergolek di atas hamparan karpet disertai senyuman licik menghiasi bibirnya.
"Sayang ....," ucap Sarmin berusaha menenangkan kekasihnya tersebut. "Aku sendiri gak tahu, kenapa aku ngelakuin ini semua dengan Sulis, Melati. Aku minta maaf."
"Enggak!" balas anak Pak Sodikin tersebut semakin memuncak amarahnya. "Ini semua gara-gara kamu, Perempuan Murahan!"
Dengan gelegak emosi yang sudah tidak bisa lagi dikontrol, tiba-tiba Melati merangsek masuk ke dalam rumah. Bergegas menghampiri Sulis dan melakukan serangkaian penyerangan fisik secara membabi buta.
Sebagai seorang anak dukun, tentu saja dengan mudah, Sulis mengadakan perlawanan.
Dia menahan serangan dan balik menyerang Melati secara refleks. Keduanya berkelahi tanpa sempat dilerai oleh Sarmin yang terbengong-bengong seperti tidak berdaya.
BUK! BRAK!
Tubuh Melati terpelanting menghantam dinding rumah dengan keras. Bagian kepalanya terlebih dahulu yang terkena dan langsung memuncratkan darah segar dari mulut.
"Melatiii ...!" teriak Sarmin tidak menyangka dengan kejadian yang begitu cepat tersebut di depan matanya.
Dia berlari menghampiri tubuh kekasihnya yang tergeletak bersimbah darah di lantai.
"Melati! Bangunlah, Sayang! Buka matamu!" jerit Sarmin panik. Namun Melati tidak merespons. Dia diam tidak bergerak sama sekali. "Sialan ....!" hardik lelaki tersebut begitu menoleh ke arah Sulis. "Lihat! Apa yang kamu lakuin pada Melati, Sulis! Kamu telah mencelakainya!"
Lantas Sarmin pun bangkit dan bergerak dengan cepat. Dia mencekik leher Sulis dan mengguncang-guncangkan tubuh perempuan itu sedemikian rupa.
"Kamu harus bertanggungjawab akan apa yang telah kamu lakuin pada kekasihku, Sulis!" bentak Sarmin murka dan seketika itu pula pengaruh ilmu pelet yang didapatinya memudar. "Ini semua pasti sudah kamu rencanain, bukan? Perempuan bed*bah!"
Sulis berusaha melawan, akan tetapi tenaga yang dimiliki oleh Sarmin jauh lebih besar. Dia kesulitan untuk bernapas. Kelopak matanya mulai membelalak besar disertai wajah memerah padam.
BUK!
Sebuah pukulan telak menghantam kepala Sarmin. Langsung membuat cekikan lelaki tersebut pada leher Sulis terlepas. Kemudian tubuhnya ambruk seketika menghantam lantai rumah.
"Mamak ....?" seru Sulis begitu mendapati sosok ibunya sudah berdiri mematung di sana.
Ibu Tedjo nanar memperhatikan kondisi putrinya, lalu beralih pada Sarmin dan Melati.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments