Saat ini, Imbran sontak terkejut karena menemukan bahwa kanker di kepala penyu itu telah hilang.
Imbran gembira sekali ketika melihat kondisi ini. "Haha, ternyata mengobati penyakit itu sangat lah mudah. Ke depannya, penyakit seperti apa pun bisa sembuh dengan air spritual ku ini."
Imbran ingin berdiri, namun dia tiba-tiba
merasa pusing. Di Sekujur tubuhnya karena kelelahan.
Kelihatannya, staminanya juga terkuras banyak untuk menghancurkan sel-sel kanker tersebut.
Imbran melempar penyu kecil itu ke kolam renang dan kembali ke vila untuk beristirahat.
Keesokan harinya, Imbran bangun tidur dan mandi, lalu datang ke tepi kolam renang karena ingin menjual seekor kepiting raja kepada burhan.
"Whatt! Kemarin masih Tidak sebesar ini. Kenapa sekarang jadi besar sekali hari ini?"
Kepiting raja di dalam kolam renang setidaknya sepertiga lebih besar dari kemarin dan bergerak dengan energik. Beratnya mungkin sudah mencapai belasan kilogram benar-benar kepiting yang besar.
Penyebabnya mungkin adalah air spiritual yang dia tuangkan kemarin. Dia akan meraup untung besar dalam membiakkan makanan laut karena efek air spiritualnya.
Imbran tertawa. Sebentar lagi Dia akan memulai usaha budi daya ikan setelah menyewa Pulau pasir putih.
Imbran menelepon Burhan, namun Burhan tampaknya cukup sibuk. Dia meminta Imbran untuk mengantar barangnya ke Resto abadi
Sebenarnya, ini bukan masalahnya Hanya saja, bagaimana cara dia mengantar kepiting raja kepada Burhan?
Imbran hanya memiliki Ferrari sebagai alat transportasi nya saat ini mobil sport bernilai puluhan miliar rupiah itu. Membuat Imbran tidak rela merusaknya hanya demi mengantar seekor kepiting raja.
Mobil sport Ferrari memang keren, namun tidak berguna.
Tidak bisa, seperti ini dia harus pergi ke pasar mobil bekas untuk membeli sebuah mobil pik-up. Dirinya pasti akan menjalankan usaha budi daya hewan laut sehingga mobil pikap ini bisa digunakan untuk mengantar barang-barang kelak.
Berpikir sampai sini, Imbran langsung naik taksi menuju ke pasar mobil bekas terdekat.
"Hallo bos mobil pik-up ini memang bekas, namun spidometernya baru 30.000 kilometer. Harga delapan puluh juta rupiah sangat sepadan, bukan" ucap seorang sales tersebut.
"Oke, aku ambil mobil ini saja."
Imbran tanpa pikir panjang langsung membayar dan menyelesaikan prosedur administrasinya, lalu membawa mobil pik-up itu kembali ke Vilanya.
Setelah masuk kedalam dia langsung Memindahkan kepiting raja ke mobil pik-up dan langsung melaju menuju ke Resto abadi di pusat kota stanfford.
Tidak berselang lama Imbran tiba di bawah gedung Resto abadi dan menelepon Burhan.
Beberapa saat kemudian, terlihat Burhan yang keluar dengan sedikit tergesa-gesa.
"Imbran, barang bagus apa yang kamu tangkap untuk ku kali ini?" tanya Burhan dengan antusias.
"Seekor kepiting raja Coba lihat berapa harganya," ujar Imbran sembari menunjuk ke mobil pik-up nya.
Burhan sontak kaget setelah melihat ke bak mobil itu.
i-ini... Burhan Gugup melihat kepiting raja. Kenapa sangat besar sekali? Ini kepiting raja yang sangat langka"
Apabila Resto abadi bisa mendapatkan kepiting raja ini, Burhan pasti akan menjadi pusat perhatian dalam festival kuliner kali ini.
Burhan menjadi sangat bersemangat dan berkata, "Aku akan membayar satu miliar rupiah untuk kepiting raja ini. Bagaimana?"
Harga kepiting ini tidak akan setinggi itu jika dijual per kilogramnya. Namun, barang yang langka akan makin mahal. Pula harga nya kepiting raja ini memang layak untuk dibeli dengan harga tinggi seperti itu.
Imbran baru ingin menyetujuinya, namun tiba-tiba terdengar seseorang berseru, "Tunggu, dulu Anak Muda. Kutawar satu miliar dua ratus juta rupiah, kepiting ini untuk " Resto wajib"saja."
Imbran menoleh ke belakang dan melihat seorang pria paruh baya perlahan berjalan mendekat sembari berseru.
Dibelakang pria paruh baya itu, terdapat sebuah restoran yang bernama Resto Wajib Restoran ini berada tepat di seberang Restoran abadi
Kedua restoran ini adalah pesaing kuliner.
"Burhan, aku masih penasaran dari mana kamu mendapatkan makanan laut yang berkualitas tinggi beberapa waktu lalu ternyata kamu mendapatkannya dari anak muda ini rupanya." Pria paruh baya itu mengucapkan apa yang mengganjal di pikiran nya.
Beberapa hari yang lalu, Resto abadi tiba-tiba mengeluarkan beberapa jenis makanan laut berkualitas tinggi dan merebut cukup banyak tamu dari Resto Wajib dan ini membuat pria paruh baya tersebut berpikiran keras.
Akhirnya, dia bertemu dengan pemasoknya hari ini sungguh hari keberuntungan nya hari ini.
"Topan, kamu jangan mengacau di sini Restoran mu tidak ada urusan di sini," kata Burhan dengan marah.
"Imbran, akan kubayar satu miliar tiga ratus juta rupiah untuk kepiting ini!" burhan berpaling dan melihat ke arah imbran.
"Resto wajib akan membayar satu miliar empat ratus juta rupiah. Kamu, jangan bermain monopoli dan koneksi. Penawar tertinggi yang akan mendapatkan kepiting raja ini," ujar Topan Suswanto.
Kedua belah pihak memiliki pemikiran yang sama. Festival kuliner akan diadakan beberapa hari kedepan.jika bisa mendapatkan kepiting raja kali ini dan menjadi pusat perhatian di festival kuliner, Topan dan Burhan tentu tidak keberatan untuk membayar sedikit lebih mahal.
Imbran sontak merasa dilema karena dia
ingin menjaga hubungan baik dengan kedua restoran ini. Kedepan nya Mereka akan menjadi pelanggan setia nya setelah usaha budi daya hewan lautnya berjalan. Tidak ada untungnya jika masalah ini diperbesar bukan.
"Sebaiknya, kepiting ini tetap dijual dengan harga satu miliar rupiah saja."
"Yang penting kalian berdua sepakat tentang siapa yang akan membelinya."
Imbran juga tidak ingin memanfaatkan
Persaingan kedua restoran tersebut.
Siapa yang menolak untuk menaikkan harga seperti pelelangan. Bagaimanapun, dia ingin membangun bisnisnya dengan integritas dan sedikit loyalitas.
Setelah itu, keduanya berdebat sangat sengit, bahkan ada tanda-tanda bahwa keduanya akan berkelahi. Imbran terpaksa membuka suara setelah melihat keadaan yang runyam seperti ini,
"Begini saja, kalian berdua bisa membeli kepiting ini secara Bersama-an Masalah ini Tidak akan selesai jika kalian terus bertengkar."
Keduanya berhenti adu mulut setelah mendengar pernyataan Imbran.
"Aku bisa menerima penyelesaian seperti yang kamu katakan ini. Anak Muda, namun aku ada syarat kamu Tidak boleh hanya datang kepada Burhan jika ada hewan laut langka di masa depan. Kamu juga harus memberitahuku." ucap Topan tahu bahwa Burhan yang duluan mengenal pemuda hebat ini terlebih dahulu. Jadi, dia langsung menyetujuinya.Begitu Imbran mengusulkan solusi seperti itu.
Sementara itu, raut wajah Burhan tampak sangat muram. Orang ini muncul secara mendadak dan langsung menghalangi Pemasok Restoran nya.
Burhan benar-benar ingin menampar wajah dirinya sendiri. Situasi seperti ini tidak akan terjadi jika dia pergi mengambil barangnya sendiri tadi namun nasi sudah menjadi bubur apa mau dikata.
Imbran memang mengantarkan barangnya,tapi hal ini justru mendatangkan Pesaing. Dia telah merugikan dirinya sendiri kali ini.
Kendati demikian, masalah ini sudah terjadi, dia juga tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi agar dirinya tidak terlihat picik. Jadi, dia terpaksa menyetujuinya.
Kemudian, mereka berdua masing-masing mentransfer lima ratus juta rupiah kepada Imbran dan berjumlah satu miliar rupiah.
"Baiklah, kuserahkan kepiting raja ini kepada kalian. Aku pamit dulu."
Imbran menurunkan kepiting raja yang sudah diikatnya, lalu dia menjalankan mobil dan segera meninggalkan tempat itu.
Dia samar-samar masih bisa mendengar suara pertengkaran Burhan dan Topan di belakangnya.
*
*
*
Selama beberapa hari berikutnya, Imbran pergi ke laut setiap hari, Namun dia tidak seberuntung seperti sebelumnya.
Selama beberapa hari ini, barang bagus di dasar laut sangat susah di temukan.
Dia hanya mendapatkan sepuluh ekor lobster, dua belas ekor abalone kelas atas,dan seekor ikan tuna seberat 25 kilogram dalam tiga hari terakhir.
Meskipun begitu, dia tetap mendapatkan penghasilan sekitar satu miliar empat ratus juta rupiah setelah menjual hasil tangkapannya kepada kedua restoran tersebut.
(To Be Continued)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments