Dickiano menggertakkan gigi dan menyangkalnya. aku tidak membuntutimu Salsa awalnya, aku di sini hanya untuk menikmati pemandangan Laut, kamu adalah anugrah Terindah salsa aku tulus ingin bersamamu.
"Ciih.. Salsa Meludah Lalu berkata mengirim seseorang untuk membuntuti Ku kamu Masih berani ingin merayuku. dengan kata-kata Seperti itu.
Jangan jelaskan apa pun padaku. Aku gak ingin melihatmu wajah mu lagi," Ucap Salsa dengan wajah dingin.
Salsa tahu bagaimana karakter Dickiano, makanya salsa tidak mau mendengarkan penjelasannya.
Dickiano menjadi emosi, tapi dia tidak berani berkata kasar saat berhadapan dengan Salsa. Jadi, dia hanya bisa memandang Imbran dengan penuh amarah dan ingin melampiaskan kemarahannya kepada Imbran.
"Imbran adalah temanku. Kalau kamu berani melakukan sesuatu padanya, aku berjanji akan membuat hidup mu Berakhir dengan buruk." Melihat Dickiano masih ingin melampiaskan amarahnya Kepada Imbran yang tidak berhubungan dengan mereka, Salsa menjadi marah.
"Salsa, kamu jangan khawatir. Aku, Dickiano , bukanlah orang seperti itu. Aku hanya ingin mengatakan be-berapa patah kata pada teman mu ini" ucap Dickiano sambil tersenyum.
Salsa adalah wanita yang disukainya dan latar belakang keluarga Salsa tidak kurang darinya. Sekarang, Dickiano sedang mencoba mendekati Salsa. Jadi, dia tentu tidak akan melawan Salsa.
"Kamu ..."
Salsa tidak ingin Dickiano berbicara
Kepada Imbran. Sayangnya, saat dia hendak mengatakan sesuatu, dia disela oleh Imbran.
Imbran tersenyum pada Salsa dan berkata, "Salsa, aku juga ingin mendengar apa yang ingin dikatakan oleh Tuan Muda Dickiano kepadaku."
Yang membuat Imbran merasa sangat tidak senang adalah ternyata Dickiano dan Salsa juga saling mengenal. tapi jika melihat sikap Salsa padanya, Imbran Merasa sangat senang.
"Saat mengetahui bahwa Dickiano tidak akan mengatakan sesuatu yang baik kepada dirinya, Imbran pun berpikir Segala cara untuk melawannya.
Salsa melihat Imbran berkata demikian dia hanya bisa meng-Iya kan ucapan Imbran tersebut
Salsa lalu berlalu dan menelepon meminta seseorang untuk datang mengangkut ikan yg dibeli nya dari Imbran.
Melihat Salsa tidak lagi peduli dengan mereka, Dickiano berjalan ke Mendekati Imbran dan berkata dengan pelan sembari. menunjukkan ekspresi mengejek, "Bocah, kita bertemu lagi. Jujur saja, aku Tidak menyangka kamu masih bisa hidup dengan sangat baik."
"Benarkah? Kalau begitu, aku harus berterima kasih padamu. Kalau bukan karena kamu, aku Tidak akan mengenal Salsa. Jujur saja, Salsa benar-benar gadis yang baik. ungkap Imbran membalas ucapan Dickiano dengan blak-blakan.
Jika kamu berani membuat aku kesal, jangan salahkan aku untuk membalas dendam."
Benar saja, ucapan Imbran sangat berefek kepada Dickiano.
Dickiano langsung menatap Imbran Dengan Sorot mata tajam dan mengeraskan Rahangnya Lalu berkata, "Bocah, aku Peringatkan kamu, jauhi Salsa, atau aku akan membunuhmu. Kamu tahu, kalau aku mau membunuhmu, itu akan jauh lebih mudah dibandingkan membunuh seekor semut!"
"Benarkah? Kalau begitu aku akan menunggumu membunuhku. Tapi, aku dan Salsa berteman baik Loh. Seharusnya, Tidak jadi masalah bagi teman baik untuk sering bertemu, 'kan?" Saat ini, Imbran bukanlah Seseorang yang mudah diganggu lagi. Dia pun kembali membalas.
"bagus-bagus awalnya aku hanya ingin memberimu pelajaran saja. Sekarang, kamu adalah musuhku." Jawab Dickiano menunjukkan senyum penuh niat membunuh Terpancar dari mata nya."
"Kamu sudah menjadi musuhku sejak malam itu," ungkap Imbran tak kenal takut.
"Bagus. Kuharap kamu menepati ucapanmu."
Seusai berbicara, Dickiano langsung pergi. Kemudian, dia langsung berbicara sepatah kata dengan Salsa lagi dan langsung pergi.
Salsa datang ke sisi Imbran dan bertanya, "Imbran, orang itu gak melakukan apa-apa kan.?
"Jangan khawatir, aku bukan orang lemah yang Mudah Ditindas apa yang bisa orang lain lakukan padaku hanya dengan mengucapkan beberapa patah kata?"
Saat dia berbicara, Imbran segera mengubah topik pembicaraan.
"Omong-omong, kapan keluargamu akan mengirim seseorang kemari?"
"Mereka akan datang sebentar lagi." Salsa berkata dengan cemberut, "Kalau bukan karena aku, orang itu gak akan datang mencarimu. Tapi, jangan khawatir, aku akan memperingatkannya. Kalau dia berani macam-macam, aku gak akan melepaskannya."
"Baiklah, jangan khawatir." Imbran tersenyum dan mengangguk.
Sekarang dia memiliki kekuatan. Jika dia masih bisa diganggu oleh anak orang kaya yang Seperti itu, dia benar-benar malu.
"Imbran tidak pergi sampai Keluarga Lunar mengirim seseorang.
\*\*\*\*\*
Setelah mengisi perutnya dengan santai, Imbran kembali ke kontrakannya. Pertama, dia melihat jumlah uang di Rekeningnya. Totalnya berkisar lebih dari dua belas miliar rupiah. Angka nol yang begitu banyak itu membuat Imbran merasa sedikit tercengang.
Dua hari yang lalu, dia hanya memiliki uang empat ratus ribu rupiah di sakunya. Dan Dua hari kemudian, uangnya sudah menjadi dua belas miliar rupiah. Kecepatan menghasilkan uang seperti Ini benar-benar tidak nyata.
Namun, tidak peduli seberapa tidak nyata rasanya, jumlah uang di rekening itu tetap nyata.
Uang dengan jumlah dua belas miliar rupiah ini masih sedikit kurang dengan harapan Imbran.
"Imbran berpikir bahwa Memiliki kekuatan luar biasa seperti ini pasti memiliki dampak yang besar juga.
ketika dia memiliki dua puluh miliar rupiah, dia akan membeli vila dan mobil. Setelah itu, dia akan pulang dengan mengendarai mobil mewah.
Setelah sekian lama, Yusran baru mengatur kembali suasana hatinya dan mulai fokus dengan kekuatannya itu.
Kekuatannya saat ini memiliki empat kemampuan. Pertama, dia bisa melihat apa pun dalam jarak 100 meter di dalam air. Kedua, dia bisa bernapas di dalam air dan mengabaikan tekanan Gravitasi di air. Ketiga, dia bisa memerintah makhluk hidup di dalam air. Keempat, tubuhnya diperkuat sehingga tenaganya menjadi lebih besar.
"Selain memperkuat tubuhku dan meningkatkan energiku, kemampuanku yang lain berhubungan dengan air. Apakah itu artinya aku memiliki kemampuan lain yang berhubungan dengan air yang belum aku temukan?"
Imbran melihat sekilas air cuci muka yang dituangkan ke ember, setelah cuci muka dan hendak digunakan untuk menyiram toilet. Hatinya pun seketika tergerak untuk mencoba mengendalikanya.
Tiba-tiba, tetesan air kecil perlahan melayang dari ember. Di bawah kendali Imbran, tetesan air kecil ini perlahan melayang ke hadapan Imbran.
Kemudian, di bawah kekuatan tertentu, tetesan air kecil mulai terpisah dan menjadi ramping seperti jarum Akupuntur.
Segera, tetesan air kecil itu berubah menjadi jarum es dalam sekejap dan memelesat ke arah dinding dengan kecepatan tinggi.
Sret!
Sret!
Sret!
Jarum es tersebut menusuk masuk ke dinding.
"Sialan, kemampuan ini terlalu Luar-biasa.
" Semua yang terjadi barusan dilakukan oleh Imbran dalam keadaan tidak sadar. Setelah bereaksi, Imbran sendiri merasa sedikit takut dengan kemampuannya ini.
Di masa depan, jika ada yang tidak tahu diri dan memprovokasi dirinya sendiri, dia akan menusuk orang itu dengan kemampuannya ini.
"Karena aku bisa mengendalikan air, bisakah aku membuat air tanpa ada apa pun?"
Memikirkan hal ini, Imbran segera bertindak.
Terlihat, ada molekul air di udara. Lalu, Imbran membentuk setetes air dari udara dengan sangat cepat.
Setetes air ini sangat bersih dan murni. Dibandingkan dengan setetes air yang dia kendalikan barusan, itu seperti air yang sangat tercemar dibandingkan dengan air
yang menguap ini.
Imbran mengendalikan setetes air mineral lagi. Setelah dibandingkan, dia menemukan bahwa air mineral setara dengan air berlumpur.
Selain itu, Imbran juga menemukan bahwa ada energi misterius dalam setetes kecil air ini.
Energi misterius ini memancarkan napas kehidupan.
Untuk mengujinya, Imbran menjatuhkan setetes air ini ke pot tanaman kaktus yang sudah mati.
Tiga menit kemudian, kaktus kembali hidup dengan sangat cepat.
"Mengagumkan."
Imbran yang sudah memiliki kekebalan hanya bisa melontarkan perkataan itu ketika berhadapan dengan adegan ajaib di depannya ini
Bersamaan dengan itu, Imbran sudah memikirkan cara lain untuk menghasilkan uang di hatinya.
Apa yang paling menghasilkan uang di dunia ini? Selain, makanan, minuman, dan tempat bersenang-senang maka hanya tersisa pengobatan!
( To Be Continued )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments