Imbran melirik semua barang-barang di toko ini dengan mata yang telah tepercik air spiritual, lalu berkata, "Barang-barang di sini memang palsu!"
"Coba lihat Lukisan Pemandangan Bulan Terang ini. Meskipun kertasnya terlihat tua dan menguning, kalau dilihat dengan cermat, kamu pasti dapat melihat bahwa ini adalah kertas gambar yang diproduksi beberapa tahun terakhir!"
"Lihatlah tinta ini. Hehe. Itu tak bernyawa. Ini sudah pasti hasil cetakan!"
Kemudian, Imbran melanjutkan untuk mengambil sebuah buku salinan Dinasti Minata dan menggelengkan kepalanya.
"Coba lihat lukisan ini. Teksturnya juga tidak memiliki vitalitas dan menurutku ini juga merupakan kerajinan tangan modern."
Melalui mata yang telah tepercik air spiritual, Imbran bisa melihat Keunikan suatu barang. Jika benar-benar antik, barang-barang ini akan memiliki warna yang terang seolah di sinari lampu minyak tanah.
Namun, setelah melihat-lihat disekitar toko ini, selain pemilik tokonya yang sangat gemuk, tidak ada satu pun barang yang memiliki aura yang cerah Semuanya tampak tidak bernyawa dan langsung bisa ketahuan barang itu palsu.
"Ada juga lukisan karya seniman terkenal di Dinasti Kanara. Wah, itu juga palsu. Jejak tiruannya terlalu hebat!"
Imbran terus menunjuk barang-barang di toko sambil mengkritik kekurangan dari barang-barang tersebut.
Ketika pemilik toko itu mendengar ucapan Imbran, ekspresi wajahnya terlihat makin gelap.
Dia tahu bahwa dirinya telah bertemu dengan seorang ahli kali ini!
"Imbran, aku Tidak menyangka kamu juga punya keterampilan profesional seperti ini. Kamu ternyata diam-diam hebat juga!"
Salsa tampak penasaran dengan Imbran.
"Hehe. Aku pernah belajar untuk menilai benda ini sebelumnya, tapi hanya mengerti sedikit!"
Imbran terkekeh dan terus merendah
"Ayo kita pergi. gak ada yang bagus juga di sini!" ujar Salsa.
Usai mengatakan itu, Salsa pun hendak meninggalkan toko bersama Imbran.
Pemilik toko itu tidak berani berkata
apa-apa lagi. Kedoknya sudah dibongkar oleh Imbran sehingga dia tidak ada cara untuk mengelabui mereka lagi.
"Tunggu!"
Pada saat ini, Imbran tiba-tiba bersuara dan matanya tertuju pada sebuah lukisan yang tergantung di samping platfrom tinggi di toko tersebut.
Imbran bisa melihat ada cahaya yang aneh dalam lukisan yang di gantung itu. penampilan nya juga penuh vitalitas, seolah-olah menjadi hidup.
"Bukankah ini hanya salinan biasa dari Lukisan Festival Sepanjang Sungai?" Salsa mengikuti pandangan Imbran dan melihat lukisan itu juga dan ekspresinya tampak bingung.
Lukisan Festival Sepanjang Sungai yang asli adalah harta yang tak ternilai harganya dan sudah menjadi harta
Nasional dan Di tempat di museum.
Semua orang tahu bahwa lukisan aslinya ada di museum dan apa yang muncul di sini tentu saja itu palsu.
"Pak, lukisan ini dijual atau Tidak? Aku bersedia bayar Langsung empat puluh juta rupiah!" tanya Imbran langsung.
Pemilik toko itu memandangi lukisannya dengan curiga. Semua orang tahu bahwa itu palsu. Dia mengambilnya dari toko barang antik yang bangkrut untuk dekorasi dan sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun.
Lagi pula, gulungan lukisan ini adalah kerajinan tangan modern yang terbuat dari plastik. Kemungkinan, itu sengaja dicetak untuk membuatnya terkesan tua.
Perkiraan biayanya hanya beberapa ratus ribu rupiah!
Pemilik toko itu Mengetuk gulungan plaster lukisan dan diakarbora penyegel di tepi dengan
Tangannya untuk memastikan bahwa itu terbuat dari plastik!
Pemilik toko itu khawatir Imbran akan mengingkari kata-katanya. Jadi, dia segera berkata, "Oke, Tidak boleh batal, Ya. Bayar uangnya dulu. Setelah itu, kamu boleh langsung bawa pergi Lukisan Festival Sepanjang Sungai ini!"
Imbran tanpa membuang waktu langsung mengeluarkan ponselnya sambil tersenyum. Dia langsung memindai QR Transfer bank dan dia mentransfer uang empat puluh juta rupiah kepada pemilik toko itu, lalu mengambil Lukisan Festival Sepanjang Sungai yang palsu tersebut.
Pemilik toko itu menerima uang dengan senyum sumringah di wajahnya. Dia tidak menyangka, barang antik palsu di dapat nya secara gratis bisa menghasilkan uang secara cuma-cum.
Tadinya pemilik toko tersebut berpikir dia tidak bisa mengelabui bocah ini, tetapi orang konyol ini malah menghabiskan uang sebesar empat puluh juta rupiah untuk membeli lukisan palsu yang di dapat nya secara gratis sungguh pemuda yang sangat bodoh.gumam pemilik toko di hati.
"Salsa, aku sudah menemukan hadiah ulang tahun untuk kakekmu " uCap Imbran sambil tersenyum.
"Kamu ingin aku memberikan ini kepada kakek sebagai hadiah ulang tahun? Apa gak terlalu sembarangan hah?"
"Ini jelas-jelas palsu dan gak ada nilainya sama sekali!"
Salsa tampak bingung melihat Imbran Dia tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Imbran sehingga berani sekali dia mengatakan telah menemukan hadiah yang jelas Lukisan itu palsu.
Imbran tersenyum dan berkata,
Nanti"Kamu akan tahu, Lukisan palsu itu terkadang sangat mahal.oh ya kamu punya pisau kecil di tasmu Tidak?"
Untuk apa jawab salsa bingung?
Nanti kamu akan tahu sendiri.
Salsa mengeluarkan pisau pencukur alis dari tasnya dengan ragu-ragu dan menyerahkannya kepada Imbran!
Imbran mengambil pisau kecil itu, lalu membentangkan lukisan tersebut dan menggores sisi gulungan itu dengan sangat hati-hati!
Setelah menggores gulungan itu, Imbran menarik keluar lukisan itu dari tempat gulungannya.
Ada nama dan segel di bagian kosong Lukisan Festival Sepanjang Sungai yang terjepit di dalam gulungan tersebut!
Nama yang tertera adalah chandra ajimukti!
Candra ajimukti adalah nama seorang pelukis kuno!
Salsa melihat segel di atas kata Chandra itu dan dia berkata dengan kaget, "i-ini adalah Lukisan Festival Sepanjang Sungai yang disalin oleh Chandra ajimukti!"
"Segel itu persis sama dengan segel yang berada di lukisan asli chandra ajimukti milik kakekku. Ini adalah lukisan aslinya Chandra ajimukti!"
"Baguslah! Hadiah ulang tahun untuk Kakek sudah ditemukan!"
Lukisan Festival Sepanjang Sungai ini
memang bukan karya asli, Namun salinannya dibuat oleh pelukis terkenal. Dengan nama Chandra ajimukti saja, harga lukisan ini sudah bisa mencapai tujuh puluh miliar rupiah jika dilelang!
Ketika pemilik toko yang berada di samping melihat situasi ini, wajahnya pun menjadi suram. Dia tidak pernah menyangka bahwa lukisan yang digunakan untuk dekorasi ini sebenarnya adalah Lukisan Festival Sepanjang Sungai yang disalin oleh pelukis terkenal
"Tidak. Aku tidak bisa menjual lukisan ini. Aku akan mengembalikan uangnya kepada kalian!" ujar pemilik toko itu secara langsung.
"Kamu yang bilang bayar uangnya dulu, baru kami boleh bawa pergi lukisannya. Sekarang, lukisan ini sudah menjadi milikku!"
"Aku gak peduli apa pun yang kamu katakan, lukisan ini tetap milikku Sekarang."
"Jangan sampai membuatku melakukan kekerasan. ilegal disini!"
Tak lama kemudian, dua pria bertubuh kekar turun dari lantai atas. Kedua pria kekar itu sangat tinggi dan perkasa, terlihat jelas tidak mudah untuk dilawan.
"Sebaiknya kamu sadar diri dan kembalikan lukisan itu. Kalau Tidak, jangan salah kan aku jika aku akan bersikap kasar kepadamu!" Pemilik toko itu menjadi garang.
"Jangan khawatir. Ada aku di sini!"
Imbran meraih tangan Salsa dan melindunginya di belakang!
"Maju kalian berdua Kasih dia pelajaran dan biarkan dia tinggalkan lukisan itu!" seru pemilik toko itu dengan galak.
Imbran memandangi dua orang yang
Bergegas dengan sedikit keraguan di matanya!
Setelah matanya tepercik air spiritual tadi, gerakan kedua orang itu pun terlihat sangat lambat seperti efek slowmotion.
Imbran sangat gembira. Dia tidak menyangka bahwa air spiritual memiliki efek seperti ini. Imbran Lalu mengangkat tangannya dan menggunakan setengah tenaganya untuk menampar wajah salah satu pria kekar itu dan alangkah terkejut nya dia.
Pria bertubuh kekar itu langsung terpelanting enam meter ke lantai empat gigi depan nya langsung copot dan pingsan di tempat
Pria lainnya juga ditendang oleh Imbran!
di bagian selangkang nya kemungkinan besar untuk proses produksi bibit kedepan nya itu tidak akan pernah terwujud lagi.
Sekarang, Imbran telah memperoleh kemampuan khusus sehingga orang biasa benar-benar bukan tandingannya!
"Pak, kamu sendiri yang menjual lukisan ini kepadaku. Sekarang, malah ingin mengambil paksa, ya?" Imbran mendengkus dingin dan menatap pemilik toko itu yang ketakutan di samping! meja kasir
"Ayo, kita pergi!"
Imbran tidak memedulikannya lagi pria itu dan meninggalkan toko itu bersama Salsa.
"Imbran, terima kasih telah membantuku membeli lukisan berharga ini. Berdasarkan harga pasaran, nilai lukisan ini pasti gak kurang dari puluhan miliar rupiah. Jadi, aku akan mentransfer uang sebesar Tujuh puluh miliar rupiah kepadamu. Bolehkah?"
Imbran langsung melambaikan tangannya dan berkata, "Lukisan ini anggap saja hadiah dariku untukmu. Bukankah kamu juga memberiku vila yang sangat besar?"
"Sudah sepatutnya aku membalas budi kebaikanmu!"
(To Be Continued)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments