Bab 4
"Tapi... kenapa begitu? Bukankah sebelumnya kita baik-baik saja?" Imbran seketika tidak bisa menerimanya sama sekali.
Terlihat sedikit kerumitan di mata Dina. Namun, gadis itu lanjut berkata dengan tegas, "Itu dulu.
"Sekarang, kita Berdua harus menjalani kehidupan lain. Kurasa, saat ini kamu Tidak akan Pernah bisa memberiku kehidupan yang kuinginkan. Kita akhiri saja, Hubungan yang tidak bermateri ini?"
"Apakah maksudmu aku Tidak punya uang?" "Hah" Imbran tersenyum getir.
Hari ini, dia mendapatkan 300.000.000 dalam waktu setengah hari, tetapi pacarnya malah ingin putus dengannya?
di saat seperti ini. Apa "Tuhan" sedang bercanda dengannya?.
Dina tidak menjawabnya dan hanya terdiam, menandakan bahwa dirinya mengakui hal itu.
"Baiklah. Kalau begitu, kita putus saja. Kuharap kamu bisa menjalani kehidupan
Seperti yang kamu inginkan," ujar Imbran dengan tidak berdaya.
Imbran ingin menceritakan masalah dia mendapatkan uang tiga ratus juta rupiah dalam waktu setengah hari itu. Akan tetapi, apa yang bisa berubah? Dina sudah bukan Dina yang dahulu lagi.
Setelah mengucapkan "semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik", Dinna Pun pergi Tanpa menoleh Lagi.
Imbran menatap Dina yang meninggalkan kafe dengan tatapan yang putus asa. Kemudian, Dina Pergi menaiki sebuah mobil BMW 5 berwarna hitam.
Di kursi pengemudi, terlihat seorang pria
berusia 35 tahun. Ketika Dina naik mobil, dia juga mencium Dina untuk sesaat.
Imbran tiba-tiba berharap dia tidak punya kemampuan superanatural saat ini. Dengan begitu, dia tidak bisa melihat cibiran di wajah pria itu setelah mencium Dina.
Setelah melihat mobil itu pergi, Imbran menyesap kopinya seteguk. Kopi yang awalnya lupa diberi gula malah terasa hambar.
Usai minum kopi, Imbran kembali pergi ke pantai.
Imbran yang merasa tertekan hanya bisa melampiaskan amarahnya kepada lautan.
Di dalam lautan, Imbran berenang ke kedalaman laut dengan gila-gilaan seperti sebuah panah yang meninggalkan busurnya.
Meskipun imbran memiliki kemampuan
superanatural dan merasa bahwa berada di lautan seperti kembali ke rumah,
"Kebugaran fisiknya tetap saja terbatas. Setelah berenang dengan gila-gilaan selama satu jam, akhirnya Imbran berhenti.
Dia juga perlahan-lahan kembali tenang.
"Aku sudah berada di mana?" Imbran yang sudah kembali tenang berenang ke permukaan laut. Dia memandang garis pantai yang terlihat samar dan merasa tidak bisa berkata-kata.
Untungnya, dia masih bisa melihat garis pantai di sana. Jika tidak, Imbran tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali.
Setelah itu, Imbran berenang kembali dengan perlahan. Pada saat yang sama, dia juga melihat ke dalam lautan.
Jarang-jarang Aku bisa berenang hingga ke sini. Coba lihat apakah bisa menemukan sesuatu.
***
Ponsel yang baru saja dia dapatkan mungkin tidak bisa di gunakan lagi saat ini.
Semoga dia bisa menemukan sesuatu untuk mengganti uang ponselnya.
Setelah berenang kembali sejauh 200 meter, Imbran tiba-tiba melihat beberapa kerang di dasar laut.
Jika itu hanya kerang laut biasa, Imbran pun tidak akan peduli.
Namun, semua kerang laut itu malah berwarna ungu dan diameternya masing-masing 40 sentimeter.
Yang lebih penting lagi adalah Imbran menemukan keberadaan mutiara di tubuh mereka.
Imbran langsung menyelam dan sampai di atas kerang-kerang laut itu.
"Buka."
Begitu Imbran memikirkannya, kerang besar itu perlahan-lahan membuka
cangkang keras mereka.
Di dinding cangkang kerang-kerang laut itu, terdapat tonjolan yang dibungkus Selaput Mimbran dan di dalamnya terdapat mutiara.
Imbran pun mengeluarkan mutiara itu dari kerang di dalam laut.
Mutiara itu adalah mutiara berwarna ungu dengan diameter tiga sentimeter dan berbentuk bulat sempurna.
Setelah mengeluarkan semua mutiara di kerang besar, Imbran langsung melepas pakaiannya dan membungkus semua mutiara di dalamnya.
Butuh lebih dari "dua jam" sebelum Imbran kembali ke rumah kontrakannya.
Setelah meletakkan semua mutiara di atas tempat tidur, Imbran langsung terpesona dengan mutiara ungu yang memancarkan cahaya yang menakjubkan.
"Harus diakui bahwa itu adalah permata yang indah dan sangat menarik bagi wanita maupun pria.
"Beberapa saat kemudian, Imbran menarik kembali pandangannya dari atas mutiara itu.
Kemudian, dia mengeluarkan pengukur untuk mengukur ukuran mutiara itu satu per satu.
Jumlah total mutiara adalah 66 butir yang merupakan angka yang sangat beruntung.
Di antaranya, yang terkecil sepanjang dua sentimeter berjumlah enam butir. Sementara itu, yang terbesar mencapai empat sentimeter berjumlah tiga butir. Semua itu benar-benar benda yang tidak ternilai harganya.
Sisa 21 butir mutiara lainnya memiliki ukiran sekitar dua setengah sentimeter dan untuk ukuran tiga sentimeter berjumlah 26 butir.
"Setelah mengukur, Mutiara Suasana hati Imbran menjadi sangat bahagia.
Harus diketahui bahwa mutiara dengan ukuran yang mencapai satu sentimeter sudah bisa dianggap sebagai mutiara berharga.
Apalagi, semua mutiara ini memiliki ukuran lebih dari dua sentimeter.
Imbran memeriksa Harga jual di internet.
"Untuk mutiara dengan ukuran dua sentimeter saja juga dijual dengan harga paling murah sebesar delapan 800.000.000.
Selain itu, makin besar mutiaranya, makin Tinggi pula Harga juall nya
Untuk mutiara yang berukuran dua setengah sentimeter ini saja setidaknya harus dijual seharga 1000.000.000
Ini adalah mutiara terkecil di antara semua mutiara ini. Jika menjual seluruh mutiara ini, berapa banyak uang yang.
didapatnya?
Dalam sekejap, kepala Imbran dipenuhi dengan bayangan uang.
Beberapa saat kemudian, Imbran baru kembali tersadar dari angan-angannya itu.
Jika Imbran ingin menjual semua mutiara ini, hal itu tidak realistis.
Bagaimanapun juga, dia tidak punya Koneksi.
"Apalagi, Imbran tidak berniat menjual tiga mutiara terbesar di dalamnya. Dia berniat untuk menyimpannya sebagai Harta keluarga."
Imbran pun mencari sebuah kotak, lalu memasukkan beberapa potong kain ke dalam kotak dan memasukkan enam mutiara berukuran dua setengah sentimeter ke dalamnya.
Kemudian, dia keluar sembari membawa kotak tersebut.
Setelah naik taksi, Imbran pergi ke toko perhiasan terbesar di starfford
, Yaitu Paviliun Mutiara.
Sebagai toko perhiasan terbesar di Starfford, pegawai di dalamnya juga sangat berkualitas dan tidak memandang rendah.
"Pelanggan seperti Imbran karena pakaiannya yang biasa saja.
Seorang pegawai wanita dengan pakaian profesional datang, lantas bertanya dengan sopan,
"Pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Apakah kalian membeli mutiara "alami" di sini? Aku memiliki beberapa mutiara yang ingin aku jual kepada kalian,"
"jawab Imbran secara terang-terangan".
"Terima."
"Kata Pegawai wanita itu mengangguk, lantas melanjutkan ucapannya,
"Pak, mohon Anda tunggu sebentar. Saya akan memanggil manajer kami."
Toko perhiasan umum akan mendaur ulang perhiasan dan sebagainya, begitu pula dengan Paviliun Mutiara.
"Manajer Umum Paviliun Mutiara adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun.
"Dia pun berkata dengan sopan,"
"Pak, bolehkah saya melihat mutiara Anda lebih dulu?"
Imbran langsung membuka kotaknya dan memperlihatkan enam mutiara di dalamnya.
"Ketika manajer melihat mutiara itu, matanya seketika berbinar-binar.
Sebagai manajer toko perhiasan, dia tentu memiliki beberapa kemampuan untuk mengidentifikasi perhiasan.
Dia pun mengeluarkan alat untuk mengidentifikasi dan mengukur mutiara dengan hati-hati.
Sebaliknya, Yusran duduk di sana dengan ekspresi acuh tak acuh.
"Tuan, enam mutiara Anda ini adalah mutiara alami, apakah Anda benar-benar bersedia menjualnya kepada Paviliun Mutiara kami.
Tergantung harga nya imbran berkata tanpa memandang siapa Pria d depan nya.
"Tenang saja, harganya jelas bukan masalah," ujar manajer Tersebut
dengan sedikit gembira melihat kilauan mutiara".
Keenam mutiara itu sudah mencapai tingkat mutiara pusaka. Asalkan mengundang desainer yang baik untuk mendesainnya dengan baik,
mereka pasti bisa menggunakan keenam mutiara itu untuk membuat Paviliun Mutiara menjadi terkenal.
Pada saat itu, dia akan membuat prestasi pertama dan hadiah yang didapatkannya pasti tidak akan sedikit.
Jadi, tidak peduli apa pun alasannya, dia harus mendapatkan keenam mutiara itu.
"Berapa harga yang bisa kalian tawarkan?"
Bagi Imbran, asalkan harganya sesuai, dia tidak peduli menjualnya kepada siapa pun.
(To be Continue)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Bee
kenapa kata dua jam diberi tanda kutip, Thor?
2023-07-05
0
Lani El
kapan bab nya dilanjutkan outor
2023-05-31
3