Imbran sengaja berkata dengan sungguh-sungguh, "Setiap orang memiliki kecintaan akan kecantikan. Ini bukan hal yang serius kan"
"Kamu pandai sekali berbicara," jawab Salsa sembari tersenyum.
Semua wanita tentu senang dipuji, begitu pula dengan Reysa.
Dengan ditemani wanita cantik dan ditambah dengan kemampuan Imbran yang terus membantu Salsa menangkap ikan, tak terasa waktu pun berlalu dengan sangat cepat saat-ini hatinya dalam suasana bahagia.
Selama periode ini, Imbran akhirnya tahu alasan Salsa bersikeras memancing.
Salsa ternyata mendapat berita bahwa kakeknya menderita penyakit kanker dan
masa hidupnya hanya, tersisa tiga bulan lagi. Lantaran kakeknya akan berulang tahun tiga hari lagi, Salsa pun, memutuskan mencari bahan-bahan segar yang paling berharga untuk dijadikan sebagai hidangan perjamuan ulang tahun.
"Aku rasa kita sangat beruntung hari ini. Mungkin kita benar-benar bisa menangkap ikan ekor kuning," ucap Imbran sambil tersenyum.
"Terima kasih atas doamu."
Imbran pun menggunakan kekuatan matanya untuk melihat ke area laut dalam radius 100 meter, tetapi dia tidak menemukan jejak ikan ekor kuning itu.
Hatinya pun Terasa kecewa.
Tiba-tiba, sebuah ide muncul di benak Imbran.
Jika dirinya memberi perintah kepada ikan-ikan di-laut ini untuk mencarikannya ikan ekor kuning, tuna dan Lain-Lain mungkin akan berhasil.
Dengan memikirkan ini, Imbran pun mengedarkan pikirannya ke ikan-ikan yang berada dalam radius 100 meter.
Setelah memberi perintah, ikan-ikan di laut langsung berenang ke segala arah.
"Berhasil." Wajah Imbran menunjukkan ekspresi bersemangat. "Kemampuan ini benar-benar Luar biasa."
Imbran sangat gembira karena mendapat satu jenis kemampuan lagi.
"Ada apa? Kenapa kamu gembira sekali?" Salsa menatap Imbran dengan aneh.
"gak ada apa-apa, kok. Aku punya Pirasat kita akan menangkap ikan yang kamu inginkan hari ini."
Salsa tersenyum dan tidak peduli.
Setengah jam kemudian, Imbran tiba-tiba
melihat sekelompok ikan ekor kuning berenang ke arahnya.
Keren, ini benar-benar berhasil. Imbran bersukacita dalam hatinya.
Tidak lama kemudian, sekelompok tuna juga berenang ke arah mereka.
Imbran melihat kumpulan ikan yang berebut menggigit mata pancingnya. Namun, dia hanya memilih ikan ekor kuning seberat 25 kilogram dan
"Waw ikan tuna sirip biru seberat 150 kilogram Juga ada.Sementara sisanya disuruh pergi oleh Imbran.
di saat Salsa sedang sibuk dengan pancingnya,!
Imbran menginstruksikan si kuning menggit mata pancingnya.
Melihat pancing yang tertarik, Imbran berteriak, "Ada ikan besar."
Salsa Sontak mengalihkan pandangannya ke arah Imbran.
Sebelum menangkap ekor kuning,
Imbran dan Ekor kuning yang berada di bawah laut berakting selama beberapa menit lebih dulu.
"Ah... ini ... ini ekor kuning." Melihat ikan croaker kuning yang tertangkap, Salsa yang tak percaya pun menganga.
"Apakah ini croaker kuning? Wah, Ekor nya benar-benar kuning," ujar Imbran dengan sengaja berteriak. "Polos"
"Apakah benar-benar tertangkap?" Untuk Sesaat, Salsa benar-benar tidak bisa percaya.
"Lihatlah pelan-pelan itu hanya ekor kuning. Aku akan memancing lagi. Mungkin masih ada." Setelah mengatakannya, Imbran kembali melemparkan kail ke laut.
Ini (HANYA)ekor kuning, wawasannya benar-benar sempit.gumam Salsa
"Wah, ada ikan besar lain yang menggigit pancingku," teriak Imbran lagi.
Kali ini, Imbran menyuruh tuna sirip biru untuk menggigit kailnya.
Salsa menatap Imbran dan dia masih tampak kebingungan i-ini terlalu Beruntung.
Ketika Imbran menghabiskan sepuluh menit untuk menangkap tuna sirip biru seberat 150 kilogram, Salsa benar-benar tercengang sepenuhnya sampai mulut nya ternganga. apa sebenarnya yang terjadi. aneh gumam Salsa
Seekor tuna sirip biru dengan berat 150 kilogram telah tertangkap. Ini... apakah ini mungkin?
Perlu diketahui bahwa seekor ikan besar dengan berat 150 kilogram akan menciptakan kekuatan lebih dari 150 kilogram ketika berada di dalam air. Akan tetapi, Imbran justru bisa menangkapnya dengan begitu saja.
Meskipun begitu, Salsa hanya bisa percaya begitu melihat tuna sirip biru ini tergeletak di atas kabin perahu.
Setelah sekian lama, Salsa menatap Imbran dan berkata, "Imbran, kamu ... kekuatanmu besar sekali."
"Keluargaku adalah petani. Jadi, aku punya kekuatan yang besar." Imbran menyeka tetesan air di wajahnya.
Saat itu, Imbran juga menemukan bahwa kekuatannya benar-benar menjadi jauh lebih besar.
"Ini adalah tuna sirip biru, sepertinya beratnya sekitar 100 atau 150 kilogram. Kamu bahkan bisa menangkapnya, sepertinya kamu benar-benar beruntung. Hari ini, aku juga terciprat keberuntunganmu," kata Salsa dengan tidak yakin sambil memandang ikan tuna dan ekor kuning itu.
"Hehe, aku sudah bilang aku beruntung hari ini." Imbran tampak bersemangat.
"Sekarang sudah hampir pukul 04.00 sore. Bagaimana kalau kita pulang?"
ajak Imbran sambil melihat jam.
"Oke."
Salsa lalu mengangguk pergi menyalakan mesin kapal.
Setelah mengatur kapal untuk berlayar secara otomatis, Salsa datang ke sisi Imbran dan bertanya, "Imbran, gimana jika kedua ikan ini jual kepadaku saja?"
"Tidak perlu dijual. Anggap saja kita menangkapnya bersama-sama. Nih, untukmu," kata Imbran dengan murah hati.
Imbran tahu bahwa kedua ikan ini cukup berharga, tetapi dia sudah menganggap Salsa sebagai teman. Bagaimana mungkin dia meminta uang kepada temannya tanpa sungkan?
"gak, kamu yang menangkap kedua ikan ini dan aku Tidak mengeluarkan tenaga sedikit pun membantumu Bagaimana aku bisa seperti itu.
kalau gak bayar, aku gak akan mengambilnya."
Salsa menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Kalau begitu, begini saja. kamu, bayar setengah harga saja. Bagaimanapun juga, ikan ini ditangkap dengan Perahu dan pancingan milikmu. Jadi, kamu punya bagian untuk ikan ini. Kalau kamu Tidak mau, aku akan lempar ikannya ke laut lagi." Imbran dan Salsa berinteraksi belum cukup lama, tetapi Imbran bisa melihat bahwa Salsa adalah wanita yang berprinsip. Jadi, dia mengusulkan jalan tengah.
"Baiklah." jika kamu sudah berbicara seperti itu, aku hanya bisa menerimanya. "Kamu ini sangat menarik. Orang lain sangat ingin menghasilkan lebih banyak uang, tetapi kamu malah menolak uang yang banyak."
"Itu tergantung pada orangnya. Kalau itu orang lain, aku Tidak akan menjualnya walau kurang sedikit saja," kata Imbran.
"Apakah karena aku wanita cantik?" Suasana hati Salsa sangat baik saat ini, dia pun ikut berbicara dengan santai.
"Karena ... kita adalah teman," ujar Imbran dengan ekspresi serius.
"Kamu memang pintar bicara." Setelah mengatakan itu, Salsa mengeluarkan ponselnya dan mentransfer uang ke rekening Imbran. "Kalau kita teman, jangan menolaknya."
Imbran segera mengeluarkan ponsel dan melihat pemberitahuan bahwa uang sebesar enam miliar rupiah telah masuk ke rekeningnya.
"Oke. Kalau begitu, aku akan menerimanya." Imbran langsung menerima tanpa sungkan.
Dia mendapatkan enam miliar rupiah lagi. Kecepatan menghasilkan uang ini
"Benar-benar mantap!
Dua jam kemudian, keduanya sampai di tepi pantai.
Saat Imbran hendak berpisah dengan Salsa, ada seseorang yang tidak diduga muncul.
"Sal,sa, kenapa kamu pergi ke laut sendirian lagi? Kalau terjadi kecelakaan, paman dan bibi akan sedih. Lain kali, aku akan ikut kalau kamu ingin pergi ke laut. Dengan begitu, aku bisa menjagamu."
Orang yang berbicara adalah Dickiano yang hampir membuat Imbran pulang untuk bertani.
Melihat Dickiano dan penampilannya yang tampak akrab dengan Salsa, Imbran tidak bisa menahan diri untuk mengepalkan tinjunya.
"Dickiano, kita gak terlalu akrab. Kamu bisa memanggilku dengan nama lengkap
Selain itu, kamu gak perlu khawatir
kalau aku pergi melaut sendirian. karna kau bukan siapa-siapa ku dan yang
terpenting adalah, aku gak mau ada
orang yang membuntutiku," Jawab Salsa cuek.
sembari menatap Dickiano dengan dingin.
Hal yang paling dibenci oleh wanita seperti Salsa adalah Dia tidak suka Di atur-atur hidupnya.
(To Be Continued)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments