Setelah mendapatkan Uang empat juta rupiah, Imbran yang tidak ingin tinggal lebih lama di pantai pun bersiap untuk pergi.
"Dek, tunggu sebentar. Ini kartu nama saya. Kalau masih punya barang bagus seperti ini, kamu bisa menjualnya kepada saya .
"saya akan membeli semuanya dan harganya Tidak jadi masalah."
Pria paruh baya itu berkata demikian sambil mengeluarkan kartu namanya, lalu menyerahkannya kepada Imbran.
"Imbran mengambil kartu nama itu, lalu melihat tulisan yang tertera di atasnya. Manajer Umum Wariorr Orientall, Burhan Baskara. No ponsell +97*******
Imbran sontak terperanjat.
Imbran Pernah mendengar nama Wariorr Oriental yang terkenal itu.
Restoran itu menempati peringkat ketiga dalam industri makanan Di Starfford.
Tidak disangka, ternyata pria gemuk ini adalah manajer umum di sana.
Meskipun pria gemuk di hadapannya adalah orang penting, Imbran tidak ingin menjilatinya. Jadi, dia hanya mengangguk, lalu pergi.
Di sisi lain, Imbran yang sedang dalam perjalanan pulang sama sekali tidak tahu bahwa ada "Seseorang mata-mata yang melaporkan kejadian tadi kepada Dickiano"
"Apa? Dia menangkap dua lobster besar dan menjualnya dengan harga empat juta rupiah? Tidak disangka bajingan itu masih punya keberuntungan. Tapi, aku ingin lihat, keberuntungannya akan berlangsung setiap hari atau enggak."
Setelah mendengar laporan tentang Imbran dari detektif swasta ini, Dickiano
yang sedang berada dalam sebuah Vila besar menyunggingkan senyuman menghina.
Dickiano adalah orang yang Pendendam. Siapa pun yang telah menyinggungnya, pasti akan dibalas sepuluh hingga Seratus kali lipat.
"Sekembalinya ke rumah kontrakan, Imbran melihat ibu kontrakan sedang menunggu."
Begitu melihat Imbran kembali,
Ibu kontrakan langsung berkata dengan kesal, "Dulu, aku menyewakan rumah ini karena kamu seorang mahasiswa.
"Tapi, Skrg uang sewamu sudah menunggak selama dua bulan. Kalau kamu Tidak mampu bayar, lebih baik cepat pindah. Jangan mengganggu bisnisku."
sewa dua bulan kemarin dan satu bulan ke depan." Imbran yang merasa sedikit Malu .Mau tidak mau mengeluarkan tiga juta rupiah, lalu menyerahkannya kepada ibu kontrakan.
Sejujurnya, ibu kontrakan ini sangat baik terhadap Imbran. Jika itu orang lain, Imbran pasti sudah diusir sejak awal.
"Anak Muda, kamu butuh lebih banyak pengalaman." Setelah mengambil dan menghitung uangnya, ibu kontrakan pun segera pergi.
Sementara itu, Imbran hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat empat juta rupiah yang baru didapatkannya tersisa satu juta saja. Setelah itu, dia masuk ke rumah kontrakannya.
Rumah itu tidak terlalu besar. Luasnya hanya sekitar 10 meter persegi. Jika tidak, harganya tidak mungkin hanya satu juta rupiah.Di perkotaan ini
"Begitu duduk di ranjang, Imbran pun menyalakan laptop Jadulnya. untuk memeriksa harga lobster. Setelah menyadari bahwa Burhan cukup adil, rasa hormat Imbran terhadapnya pun meningkat.
Kemudian, Imbran memeriksa beberapa informasi lain seperti harga teripang, abalone, dan binatang-binatang laut lainnya.
Imbran memang bisa membedakan jenis binatang-binatang di laut, tetapi dia tidak terlalu tahu harganya.
Setelah mencari tahu beberapa informasi melalui internet, Imbran pun mengantuk.
Setelah mandi, Imbran langsung tertidur tanpa makan malam.
Imbran yang sudah terlelap pun bermimpi panjang. Dalam mimpi itu, dirinya
berubah menjadi naga emas bercakar lima yang berkeliaran di langit. Dia mampu menurunkan hujan, mengeluarkan guntur
dan api dari mulutnya, serta meraung layaknya seekor naga. Raksasa Bahkan, semua makhluk hidup bersujud kepadanya.
Namun, Imbran tidak mengingat isi mimpi ini begitu terbangun keesokan paginya. Dia hanya merasa sangat lapar.
Setelah mandi, Imbran pergi ke toko sarapan di dekat rumah kontrakannya dan makan dalam jumlah Porsi yang sangat banyak.
Yusran baru merasa puas setelah menghabiskan 9 Porsi Nasi ayam.
"full tangki nya kata pelayan satu Menelan Saliva. "pelayan kedua juga Tercengang baru kali ini Lihat manusia makan Seperti kesetanan"
Imbran pun berjalan keluar dari toko sarapan sambil meregangkan tubuhnya, lalu menghentikan sebuah taksi untuk pergi ke toko alat pancing. Dia menghabiskan "Delapan ratus ribu rupiah" untuk membeli satu set peralatan menyelam dan jaring besar sederhana Alhasil, semua uang yang dihasilkannya kemarin habis. hari ini
Sebenarnya, Imbran tidak memerlukan peralatan selam. Hanya saja, dia takut
akan dijadikan sebagai objek penelitian para prof.. jika ketahuan memiliki kemampuan super sperti ini.
imbran pun kembali ke laut. Kali ini, dia menghabiskan tabungannya yang tersisa empat ratus ribu rupiah untuk menyewa sebuah sampan.
Sampan itu cukup menarik. Terdapat sepasang mata yang dilukis di bagian bawahnya.
Pemilik sampan memberi tahu imnran bahwa mata itu berguna untuk melihat gerombolan ikan sehingga dia bisa menangkap ikan yang lebih banyak.
Kontrol sampan itu juga tidak terlalu rumit. Selain itu, laut adalah wilayah kekuasaan imbran.
Kemudian, imbran mengemudikan sampan itu ke tempat dia menangkap lobster kemarin.
Hal pertama yang akan dilakukannya adalah menangkap beberapa lobster kemarin, lalu mencari binatang laut lain.
Ketika tiba di tempat menangkap lobster kemarin, Imbran melihat gerombolan lobster itu masih ada di sana.
Imbran pun langsung gembira.
Kemarin, sebelum meninggalkan tempat ini, imbran sempat asal berpikir. Dia menyuruh gerombolan lobster ini untuk tatap tinggal di sini. Tak disangka, lobster-lobster itu benar-benar menuruti perkataannya.
Jika demikian, apakah itu artinya dia bisa mengendalikan binatang-binatang laut ini?
Woww..
"keren"
Setelah memikirkan hal itu, Imbran yang sudah mengenakan pakaian selamnya melompat ke laut dengan jaring besar yang baru saja dibelinya.
imbran pergi ke area gerombolan lobster, lalu memerintah gerombolan lobster itu untuk berenang ke sisinya.
Ternyata benar, gerombolan lobster itu mengerti apa Yang di ucapkan nya
Begitu melihat, gerombolan Lobster
Imbran memasukkan keenam lobster itu ke dalam jaring. yang sudah dia siapkan.
Setelah selesai, imbran mengedarkan pandangannya untuk mencari binatang laut yang berharga lainnya.
Tak disangka-sangka binatang laut berharga lainnya benar-benar muncul.
Seekor lobster berwarna biru yang beratnya hampir dua setengah kilogram keluar dari tumpukan pasir 50 meter di depan.
Imbran segera berenang mendekat, lalu menangkap lobster eropa tersebut dan memasukkannya ke dalam jaring.
Setelah itu, Imbran kembali berkeliaran di sekitar dasar laut. Dia berhasil mendapatkan delapan abalone besar dan lima teripang besar.
Ketika kembali ke permukaan, imbran
yang sedang bersiap naik ke sampan sewaannya tiba-tiba menyadari ada sepasang mata Lentik sedang memandang dirinya.
Imbran menoleh dan melihat bahwa tidak jauh dari sana, juga ada sebuah sampan. Di atasnya, terdapat seorang gadis berusia sekitar 20 tahun yang sedang memegang alat pancing.
Pemilik sepasang mata Lentik yang sedang memandang imbran adalah gadis itu.
imbran pun menyunggingkan senyum sopan kepada gadis itu. Lalu, dia naik ke sampannya dan meletakkan jaringnya ke atas sampan.
Lantaran sampan yang ditumpangi oleh gadis itu tidak terlalu jauh dari sampan Imbran, gadis itu bisa melihat isi jaring Imbran dengan jelas.
"Tuan, maaf, aku ingin bertanya. Apakah lobster yang ada di jaringmu itu lobster Biru"
Melihat Yusran yang hendak pergi, gadis itu buru-buru bertanya. seperti itu.
"Ya, benar. Aku baru saja menangkapnya." Gadis itu lumayan cantik. Jadi, imbran bersedia mengobrol sebentar dengannya.
Gadis itu langsung bertanya, "Apa kamu mau menjualnya kepadaku?"
"Lobster ini mahal." Gadis ini memang tipenya, tetapi imbran tidak rela menjual rugi lobster biru ini.
"Tenang saja. Aku tidak akan membuatmu rugi," sahut gadis itu sambil tersenyum.
Kemudian, imbran pun. membawa sampan dan jaringnya mendekat ke sampan gadis itu.
Gadis itu Sontak terkejut ketika melihat Imbran bisa mengangkut jaring yang beratnya sekitar 25 kilogram itu.
*
"Namun, Imbran tidak menyadari hal ini sama sekali."
lobster Biru pun dikeluarkan. dari jaring dan kulitnya yang terpantul sinar matahari itu tampak seperti batu safir.
Kemudian, gadis itu meletakkan lobster Biru ke atas timbangan untuk memeriksa beratnya. Lobster itu seberat 2,6 kilogram.
Gadis itu langsung senang.
Harus diketahui bahwa lobster Biru jenis ini sangat langka karena tingkat pertumbuhannya Sangat lambat dari lobster lainnya. Selain itu, lobster ini mudah. dimangsa karena warna cangkangnya. Jadi, jarang ada lobster biru yang tumbuh hingga sebesar ini.
( To be continue )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
absolut
lanjut tor aku dukung
2023-06-27
1
Al^Grizzly🐨
sampan hanya perahu kecil biasanya jarang pakai mesin...harusnya perahu motor...bukannya sampan.
2023-06-22
2
Taufik Hidayat
Imbran thor
2023-06-19
2