"Tolong bantu aku ya,!emb Aku sudah janji sama kakek untuk bawa pacarku bertemu dengannya di pesta ulang tahunnya. nanti apa kamu bersedia menjadi pacar palsuku kali ini aja"
"oh jadi pacar palsumu..A-apa tadi.
Imbran sontak linglung karna orang sekelas Salsa menganggap nya tinggi meski hanya pacar Palsu Rasa yang dirasakan Imbran mulai bertumbuh terhadap kebaikan Salsa.
mau ya jadi pacar palsuku kali ini aja,! ucap Salsa memasang wajah memelas.
iya-iya kali ini aja kan?
Salsa menggigit bibir nya dengan getir. Wajahnya bersemu merah bagaikan kepiting rebus karena ini pengalaman pertama nya harus meminta seseorang menjadi pacar nya hall ini tampak sangat memalukan sekali, Imbran pun terpukau dengan perkataan polos Salsa suatu tempat di lubuk hatinya mulai gatal.
Imbran Pernah berpacaran sebelumnya, dan Salsa sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Dina.
Salsa sangat cantik dan seksi, anak orang kaya. Auranya saja bikin semua orang selalu memandang tinggi dirinya tidak selevel dengan Dina Nurleha
Sungguh berkah tersembunyi jika gadis seperti itu bisa menjadi pacar nya meski hanya sehari itu cukup untuk membual sepanjang masa.
"Jangan Terlalu berlebihan. Aku hanya minta kamu berpura-pura untuk sementara waktu. tidak ada ciuman ingat itu ya. Aku takut kakek ku akan meninggal sebelum melihatku menikah. Aku tidak ingin kakek pergi dalam penyesalan. Makanya aku kepikiran ide ini."
Mata Salsa tiba-tiba memerah ketika dia mengungkit penyakit yang diderita kakeknya. Dia berbicara sambil terisak-isak dan menahan air matanya.
"Kakekmu terkena penyakit apa sih? Boleh kah aku tau?"
Imbran telah mendapatkan kekuatan supranatural mungkin sekarang. Dia bisa sedikit membantu mengobati penyakit kakek Salsa. Baru saja Imbran Bertanya, dia Merasa Sepertinya perbincangan mereka tidak pantas karna saat ini mereka masih berada di depan pintu. Dia buru-buru mempersilakan Salsa masuk.
"Ayo, duduk di dalam dulu. Aku tuangkan segelas air ya. kamu tunggu sebentar"
Imbran pun lekas pergi ke dapur. Namun, kulkasnya kosong tidak ada apa pun di dalam nya karena dia baru pindahan. Dia tentu tidak bisa mengambil air keran untuk diminum Salsa jika hanya untuk dirinya sendiri air keran tidak jadi masalah.
Pandangan Imbran tertuju pada gelas di kejauhan. Dia menepuk dahinya sambil menyeringai.
"kan aku bisa membuat air murni sendiri."
masa sampai lupa hall sepele seperti ini.
"Imbran lalu mengisi dua cangkir gelas yang dia pegang erat-erat dengan air keran. Air keran di dalam gelas segera disaring menjadi air suling bersih melalui Proses Spritualisasi.
Imbran berjalan ke depan Salsa dan memberinya segelas air.
Dia tersenyum dan berkata, "Ayo minum."
"Terima kasih." ucap Salsa meminum segelas air itu. Rasanya Terasa manis dan wanginya tahan lama di dalam mulut. Dia sangat terkejut.
"Imbran, kenapa air putih di rumahmu enak banget?"
"Hehe, mungkin karena untukmu, makanya Terasa enak banget." Imbran tertawa sambil mengedipkan mata nya.
Wajah Salsa memerah. Dia berpikir dalam hati. Imbran benar-benar pandai bermain kata dan suka menggombalinya. dia Berharap Imbran tulus mengucapkan semua itu.
"Salsa. Kakekmu terkena penyakit apa? Jika kamu beri tahu aku, mungkin aku bisa bantu sembuhkan penyakitnya."
Setelah bercanda,Imbran bergegas menanyai kondisi penyakit kakeknya Salsa.
"Kamu menguasai keterampilan medis?" tanya Salsa dengan kaget sambil menatap wajah Imbran.
"Aku pernah belajar sedikit sewaktu di kampung."
Dengan tidak berdaya, Imbran hanya bisa berbohong. Dia tidak bisa memberi tahu Salsa bahwa dia memiliki air spiritual yang mujarab untuk menyembuhkan segala macam penyakit.
Meskipun dia berani mengatakannya, Salsa mungkin tidak akan percaya dengan omong kosongnya
Salsa menggeleng pelan dan menghela napas berat.
"Kakek terkena kanker stadium akhir dan dokter spesialis kanker mendiagnosis umur kakek tinggal tiga bulan lagi. Kami sudah mencari banyak sekali dokter, namun semuanya menyuruh kami siap-siap untuk berduka. Sebisa mungkin memuaskan kehendak kakek dalam tiga bulan terakhir ini."
Maksud Salsa sudah sangat jelas. Keluarga Lunar telah menggunakan banyak Relasi nya mencari dokter terkenal di seluruh dunia untuk mendiagnosis penyakit Tuan Tua Lunar Namun tidak ada satu pun dokter yang mampu mengobati penyakit tersebut.
Imbran hanya tahu sedikit tentang medis lalu bagaimana bisa menyembuhkan penyakit kakeknya?
Namun, Salsa tidak tahu sekarang Imbran telah memiliki kekuatan yang sangat ajaib. Jangankan kanker, meskipun kakek Salsa sudah setengah Langkah memasuki pintu maut, Imbran bisa merebutnya kembali dari sang dewa kematian.
Tidak ada gunanya berbicara panjang lebar sekarang. Semuanya harus menunggu sampai dia menemui kakeknya Salsa.
"Salsa, kamu sudah sangat berbakti. Kakekmu pasti akan baik-baik saja," hibur Imbran.
"Terima kasih. Ya, Imbran, kalau kamu tidak sibuk, bisakah kamu temani aku pilihkan hadiah untuk kakek?"
"Oke, ayo kita pergi sekarang. Aku masih tidak ada kerjaan hari ini."
Sekarang Imbran sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia akhirnya tinggal di vila besar.
Salsa adalah anak orang kaya. Jika Salsa membelikan hadiah untuk kakeknya, harganya pasti mahal. Dia bisa mengikuti Salsa untuk menambah wawasan dan membuka jalan untuk masa depan.
Siapa suruh dia memiliki kemampuan yang bisa menghasilkan miliaran rupiah per hari?
Memikirkan hal ini, Imbran mengikuti Salsa keluar. Begitu keluar, dia melihat Ferrari warna merah muda yang terparkir di depan halaman nya.
Pintu. Mobil ini setidaknya seharga lebih dari dua miliar rupiah. Imbran pun seketika tercengang.
Gadis ini benar-benar memperbarui pandangan ku akan dunianya Seberapa kaya keluarga Salsa sampai bisa mengendarai mobil dan membeli vila besar seharga lebih dari dua puluh miliar rupiah dengan begitu saja?
"Ayo masuk ke mobil. Kenapa berdiri di sana saja?"
Salsa sudah masuk ke mobil lebih dulu dan melambai pada Imbran.
Imbran tersadarkan. Dia buru-buru duduk di kursi penumpang depan.
Harus diakui bahwa jok kulit memang sangat berbeda dan sangat nyaman di duduki Setelah dia menghasilkan banyak uang dalam beberapa waktu ke depan, dia juga akan membeli mobil sport yang begitu hebat dan keren.
Namun, dia tidak mampu membelinya untuk waktu saat ini. Uang dalam rekeningnya disimpan untuk dikembalikan kepada Salsa di kemudian hari. Dia tidak bisa membiarkan seorang gadis membelikan rumah untuknya.
Setelah uang itu dikembalikan, dia pun tidak punya uang lagi. Dia harus memulai dari awal pada saat itu.
Untungnya, dia memiliki keterampilan. Dalam keadaan terpaksa, dia bisa menjual
beberapa mutiara besar untuk membayar uang. Dia tidak perlu terlalu khawatir tentang uang untuk sementara ini.
Mobil melaju kencang dan segera tiba di pasar elite barang antik.
"dahulu ketika kakekku masih muda, dia sangat suka barang beginian. Jadi, aku berencana mencari barang antik untuk kakek."
Salsa tersenyum dan berkata, "Kamu jalan dulu dan bantu aku pilih, ya. Di sini dilarang parkir. Aku harus parkir di parkiran bawah tanah pusat perbelanjaan di sebelah. Aku susul kamu setelah parkir."
"Baik." Imbran lalu mengangguk dan membuka pintu untuk berjalan keluar dari mobil. Sampai di pintu masuk pasar barang antik, dia terpana oleh keramaian di depannya.
Banyak sekali toko di sini dan banyak pedagang kios di depan toko.
dan banyak para pelanggan
berkumpul di sekitar beberapa kios untuk memilih sesuatu dengan cermat.
Imbran tidak mengerti tentang barang antik. Setelah masuk, dia berkeliling ke sekitar dan melihat-lihat.
"Aduh!"
Imbran tiba-tiba merasa bahunya ditabrak seseorang sehingga dia menginjak kaki pria lain. Kemudian, terdengar suara pecahan karena sesuatu jatuh ke tanah.
"Kamu buta ya tidak lihat jalan? Barangku pecah karena kamu tabrak, kamu harus ganti rugi!"
Kerumunan ramai di sekitar segera menjadi hening karena teriakan marah itu.
Imbran melihat pria di depannya dengan tercengang.
Dia berkata dengan heran, "pak di sini
ramai banget. Kamu sendiri yang tidak hati-hati saat berjalan, apa hubungannya denganku? Apalagi kamu yang halangi jalanku."
(To be Continued)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments