Tanpa sengaja bertemu

"Saya nggak mau tau, pokoknya kamu harus ganti semua baju-baju saya!!"

"Iya Bu, saya janji. Saya pasti ganti kok, tapi saya baru punya uang segini. Sisanya saya ganti nanti kalau saya sudah dapat uangnya ya Bu??"

Pemilik baju benar-benar datang ke rumah Mesya hari ini. Setelah dua hari pakaian mereka tak kunjung di antar oleh Mesya. Sebenarnya Mesya masih berusaha memperbaiki baju-baju mereka yan robek. Namun nyatanya kerusakan yang di baut oleh pria-pria itu cukup parah.

"Tau gitu saya nggak nyuci di tempat kamu!!"

"Benar Bu, mulai besok saya juga nggak mau nyuci di tempat dia lagi!!" Sahut pelanggan Mesya yang lain.

"Bu, tolong kasih saya kesempatan sekali lagi. Saya hidup hanya bergantung pada cucian Ibu-ibu semua. Saya nggak tau lagi mau kerja apa kalau sampai kalian berhenti memakai jasa saya"

"Mana saya peduli!!"

Mesya hampir menangis rasanya. Hidupnya yang mulai ia tata kembali dengan bekerja menjadi buruh cuci. Bisa menghasilkan uang lagi meski hanya sedikit-sedikit, kini harus pupus lagi.

"Tapi Bu.."

"Sudah sudah, saya peduli lagi mau kamu bisa makan apa enggak itu bukan urusan saya. Yang kelas kamu harus ganti semua kerugian kita semua. Ayo ibu-ibu, kita pergi dari sini. Lama-lama darah tinggi saya di sini"

"Benar, ayo pergi saja!!"

Mesya menatap sendu kepergian pelanggan-pelanggannya selama tiga bulan ini.

"Ya Allah, harus bagaimana lagi ini??"

Mesya mengambil dompet kecilnya, entah mau kemana dia, tapi Mesya terlihat mengunci pintunya.

-

-

Sementara itu, Bisma yang baru saja selesai meeting, mendapat kiriman Video dari anak buahnya.

Mesya yang saat ini sedang berada di sebuah rumah yang sangat Bisma kenal. Bisma juga belum tau apa maksud Mesya datang ke sana. Setau Bisma penghuni rumah itu sudah beberapa bulan yang lalu meninggalkan kota Jakarta sejak salah satu anggota keluarganya meninggal.

"Iya Bos??"

"Untuk apa dia ke sana??"

"Kami tidak tah Bos, Bu Mesya pergi lagi setelah dia tau rumah itu kosong Bos"

"Sekarang dia dimana??"

"Masih di jalan Bos, tapi Bu Mesya menaiki angkutan ke arah kantor Bos"

"Hemmm"

Bisma langsung mematikan ponselnya " Mau kemana dia??"

Sejak kemarin Bisma memang belum sempat melihat Mesya dari kejauhan seperti biasanya. Urusannya di kantor serta Mamanya yang selalu banyak maunya, membuatnya semakin tak punya waktu untuk ke rumah Mesya.

"Bisma!!"

"Mama?? Sama siapa kesini Ma??" Bisma terkejut karena Mamanya datang ke kantor tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

"Mama sendiri. Mama datang kesini mau ajak kamu makan siang di luar"

Bisma menatap Mamanya curiga. "Sama siapa??"

"Emmm, cuma sama teman Mama aja kok"

Bisma sudah tau apa yang Mamanya inginkan. Sudah Bisma katakan jika dirinya belum siap memulai hubungan baru setelah kepergian Alya yang baru beberapa bulan. Bahkan tidak ada niatan sama sekali bagi Bisma untuk mencintai wanita lain.

"Ma, aku kan udah bilang kalau Bisma ng..."

"Mama tau Bisma, Mama cuma ajak kamu kenalan sama anak teman Mama aja kok. Kalau kamu nggak suka sama dia, Mama nggak maksa"

"Tapi Maa"

"Ayolah Bisma, mau sampai kapan kamu kaya gini terus?? Mama ini sudah tua, Mama dan Papa juga kepingin punya cucu Bisma. Siapa lagi yang akan menjadi penerus keluarga Dirgantara kalau bukan anak kamu??"

Mama Bisma membuang nafasnya kasar lalu terduduk lemas di sofa ruangan Bisma.

"Baiklah, tapi aku nggak janji sama Mama kalau setelah makan siang ini aku akan melanjutkan hubungan dengan anak teman Mama itu"

Sebenarnya Bisma malas sekali menuruti keinginan Mamanya yang satu ini. Karena nantinya pasti Bisma akan di paksa untuk melakukan hal-hal yang lain lagi setelahnya.

"Beneran Bisma??" Tanya Mamanya kembali antusias.

Bisma hanya mengangguk dengan malas. "Oke kalau gitu, Mama juga janji kalau Mama nggak akan maksa kamu setelah ini. Tapi Mama harap kamu bisa lebih dekat dengan anak teman Mama ini. Dia orangnya cantik, pintar dan juga dari keluarga terpandang" Mama Bisma bercerita seolah-olah Bisma benar-benar menerima wanita yang akan di jodohkan dengan anaknya itu.

"Kalau hanya cantik, pintar dan dari keluarga terpandang. Mesya juga lebih dari itu Ma, tapi kita nggak tau sifat aslinya seperti apa. Bisa saja dia wanita yang jahat seperti Mesya"

Bisma segera tersadar dengan apa yang baru saja ia pikirkan.

"Ada apa denganku?? Kenapa aku jadi membandingkannya dengan Mesya??" Bisma meraup wajah tampannya dengan kedua tangannya.

"Kenapa kamu Bisma??" Mamanya menatap Bisma dengan aneh.

"Nggak papa"

"Kamu mikirin cewek ya?? Atau sebenarnya udah ada wanita yang kamu deketin??" Tatap Mama Bisma dengan curiga.

"Apa sih Ma?? Mama tau sendiri kalau aku belum bisa melupakan Alya, dan bahkan nggak akan pernah bisa kayaknya. Jadi Mama nggak usah berpikir aneh-aneh!!" Bisma mendadak bangkit dari kursi singgasananya.

"Jadi makan siang nggak?? Kalau enggak, aku masih banyak kerjaan??" Ucap Bisma sambil melangkah meninggalkan Mamanya.

"Jadi dong!!" Mama Bisma melangkah buru-buru mengejar langkah Bisma yang panjang itu.

"Dasar, anak kurang ajar. Sama Mamanya sendiri kok sedingin itu" Gerutu Mama Bisma.

-

-

"Makasih ya Pak??" Ucap Mesya pada scurity di kantor Bisma setelah Mesya menitipkan sebuah surat untuk Bisma.

Mesya yang tidka berani berhadapan langsung dengan Bisma, hanya mampu meminta tolong pada scurity yang dulunya sering di bentaknya itu.

Tak tau apa isi dari surat yang di tulis Mesya untum Bisma itu, tapi Mesya berharap besar jika Bisma sudi untuk membacanya.

"Iya Bu Mesya"

Mesya menyadari tatapan aneh dari scurity itu. Tentunya Mesya tau apa yang di pikirkan mereka. Mesya yang dulu selalu berpenampilan modis dan sombong, kini sudah berubah drastis. Pakaiannya yang lusuh dan hanya beralaskan sandal jepit tentu saja jauh dari kesan Mesya yang dulu.

Mesya mulai memutar tubuhnya untuk keluar dari loby kantor Bisma dengan tangannya yang menenteng plastik berisi sekotak kecil susu ibu hamil, yang sempat ia beli tadi.

"Mesya??" Panggil suara wanita yang tidak asing di telinga Mesya.

"Ta-tante??" Mesya langsung gemetar melihat wanita yang melahirkan pria yang sangat dicintainya itu.

"Kamu benar Mesya?? Sudah lama kita nggak ketemu, kamu ke mana aja??" Mama Bisma mendekati Mesya yang tadi sempat membuatnya pangling.

"I-iya ini Mesya tante" Mesya semakin ketakutan karena takut jika Bisma juga ada di sana.

"Siapa Ma??"

BRAK...

Plastik yang ada dalam genggaman Mesya terjatuh begitu saja karena suara bariton itu. Apa yang dia takutkan akhirnya terjadi juga. Mesya begitu takut melihat Bisma saat ini. Dia takut jika Bisma akan benar-benar membu nuh dua dan bayinya karena berani muncul di hadapan Bisma.

"Maaf Tante, Mesya pergi dulu" Mesya buru-buru pergi meski Mesya sama sekali belum melihat wajah yang begitu dirindukannya itu.

"Loh Mesya. Kamu mau kemana?? Ini belanjaan kamu ketinggalan" Mama Bisma berusaha memanggil Mesya namun Mesya terus saja berlari menjauh.

"Siapa Mama bilang tadi??" Bisma tidak sempat melihat siapa yang berbicara dengan Mamanya.

"Tadi ada Mesya disini. Tapi dia langsung pergi begitu saja sampai barangnya ketinggalan" Mama Bisma menunjukkan susu Ibu hamil yang sempat di jatuhkan Mesya tadi.

"Tapi tunggu, inikan susu Ibu hamil. Apa Mesya sedang hamil??" Mama Bisma tadi tidak sempat memperhatikan bagian perut Mesya.

"Dia pergi kemana Ma??" Tanya Bisma sambil merebut kotak susu itu dari tangan Mamanya.

"Ke sana" Tunjuk Mama Bisma.

"Maaf Ma, kali ini Bisma nggak bisa makan siang sama Mama. Bisma harus pergi"

"Kamu mau kemana Bisma?? Bisma!!" Mama Bisma hanya bisa pasrah ketika putranya itu benar-benar pergi meninggalkannya.

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Semoga baby mu membawa berkah untuk mu Mesya ya😘

2024-06-18

0

Miss Typo

Miss Typo

kok aku deg"an pas baca part ini, berharap mama nya Bisma tau Mesya hamil cucunya 😁

2023-06-06

5

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!