Sementara itu, wanita yang baru saja kehilangan kehormatannya berusaha memakai selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Dia mengabaikan bajunya yang berserakan dan sudah tidak layak di pakai lagi itu.
Dengan berbalut selimut yang tebal, Mesya melangkah dari kamar terkutuk itu. Sudah tidak ada lagi wajah sedih dan ketakutan seperti tadi. Kini Mesya kembali menjadi jati dirinya kembali. Wanita antagonis yang jahat dan selalu berpikiran buruk.
Mesya menatap sinis beberapa pria yang Mesya yakini adalah anak buah Bisma. Dia tetap berjalan keluar tanpa peduli tatapan tidak suka dari mereka.
Mesya masih bisa bernafas lega karena masih melihat mobilnya aman di tempat semula. Bisa saja tadi Bisma membuang roda mobilnya hingga Mesya tidak bisa pulang dari sana.
Satu lagi keberuntungan di tengah kesialan Mesya saat ini, yaitu ini adalah malam hari. Jadi tidak akan ada yang melihat seorang wanita mengendarai mobilnya dengan hanya berbalut selimut tanpa baju.
Meski masih merasakan remuk bada seluruh bagian tubuhnya, Mesya tetap mencoba mengendarai mobilnya menuju rumahnya.
Dalam perjalanan pulang ini Mesya mengingat saat-saat di manna Bisma menggaga hinya tadi. Dari dulu memang Mesya berharap bisa berada satu ranjang dengan pria itu, berada di bawah kungkungan badan yang berotot milik Bisma. Namun bukan seperti ini caranya.
Mesya memang jahat dan kejam. Namun dia masih selalu menjaga kehormatan. Harapan terbesarnya juga Bisma lah yang akan mendapatkannya. Namun setelah harapan Mesya menjadi kenyataan, jika Bisma memang orang yang mendapatkan kesucian Mesya, bukan dengan cara seperti ini yang Mesya inginkan. Mesya ingin ikatan yang resmi dengan Bisma. Ingin menjadi istri dari seorang Bisma Dirgantara. Oleh sebab itulah Mesya dengan teganya menghancurkan Alya guna merebut posisinya.
FLASHBACK ON
Mesya sudah menyiapkan rencana liciknya dari rumah. Malam ini tidak akan pernah Mesya sia-siakan lagi. Inilah kesempatan emas baginya untuk membuat Alya menghilang dengan sendirinya dari hadapan Bisma.
Dan setelah itu terjadi, maka giliran Mesya yang akan masuk mengisi kekosongan di hati Bisma. Sungguh rencana sempurna bagi Mesya.
Di acara reuni yang sangat memuakkan itu, Mesya menahan rasa cemburunya ketika Bisma benar-benar melamar Alya di hadapan banyak orang.
"Harusnya aku yang ada di sana, bukan dia!! Seharusnya aku yang dipasangkan cincin oleh Bisma, bukan perempuan miskin itu!!" Mesya menggenggam gelasnya dengan begitu erat.
Sejak tadi Mesya tak berulah, dia hanya diam mengamati keadaan. Dia akan mencari celah untuk melancarkan aksinya.
"Tumben diem aja?? Biasanya juga udah bikin kehebohan buat menarik perhatian Kak Bisma" Ucap salah seorang wanita bernama Steffi, sahabat Mesya yang juga salah satu orang yang merundung Alya.
"Lo bisa diam nggak??" Mesya melotot menatap Steffi.
"Jangan-jangan udah ada rencana busuk di otak lo itu" Steffi nergidik ngeri.
"Buruk banget kesannya gue di mata lo. Mikir itu yang baik-baik, jangan suudzon kalau kata ustad"
"Ya udah deh, gue percaya. Tapi kalau sampai terjadi sesuatu, gue nggak ikut-ikutan ya" Steffi lebih memilih menyingkir. Seiring bertambahnya usia, Steffi bisa berfikir kalau perbuatannya dulu itu salah. Namun berbeda dengan Mesya yang semakin menggila.
"Hey!!" Panggil Masya pada salah sorang pelayan.
"Iya Nona, ada yang bisa saya bantu??"
Mesya mendekatkan tubuhnya pada pelayan wanita itu lalu berbisik dengan tangannya yang memasukkan sesuatu yang di gulung dengan beberapa lembar ke kantong pelayan itu.
"Berikan ini ke minuman wanita yang sedang berbahagia karena di lamar kekasihnya itu. Ini adalah obat p***ngsang yang nantinya akan di minum mereka berdua. Kita semua berencana untuk memasukkan mereka ke dalam sebuah kamar. Upahmu cukup banyak, ingat jangan sampai ketahuan"
Pelayan yang polos itu terlihat sumringah karena mengira apa yang di katakan Mesya itu sebuah kebenaran.
"Baik Nona, terimakasih" Ucap pelayan itu laku pergi menjalankan tugasnya.
"Justru aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu, bodoh!!" Mesya menyeringai menatap pelayan berkuncir kuda itu.
Kini Mesya terus mengumbar senyum tipisnya saat melihat Alya mulai meminum minuman yang sengaja di sajikan di depannya oleh perempuan tadi.
Mesya semakin senang karena sudah melihat reaksi minuman itu pada Alya.
Dari kejauhan Mesya melihat Alya yang pergi dari kumpulan teman-temannya itu. Tak tinggal diam, Mesya juga ikut beranjak pergi mengikuti Alya dari kejauhan.
Mesya, si wanita licik itu juga sudah menghubungi orang-orang suruhannya. Dua orang bertubuh besar dengan wajah menyeramkan sudah siap menunggu kedatangan Alya di dekat toilet sesuai arahan Mesya.
Dengan begitu jelas di depan mata Mesya, Alya di bekap dan di seret menjauh dari keramaian. Meski Alya terlihat melawan namun tak ada tanda-tanda dia bisa mengalahkan dua orang pria itu.
Tugasnya untuk menghancurkan Alya sudah selesai malam ini. Kini dia hanya tinggal menunggu waktu saja, di mana bom waktu itu akan meledak dengan sendirinya. Mesya yakin jika Alya tidak akan berani melanjutkan hubungannya dengan Bisma kalau Alya sendiri sudah begitu kotor.
FLASHBACK OFF
"Sial!! Sial!! Sial!!"
Mesya memukul stang mobilnya dengan keras. Rencananya untuk menghancurkan Alya memang berhasil. Namun tidak dengan rencananya untuk mendapatkan Bisma. Dirinya bisa saja mencari cara lain, apalagi setelah kejadian tadi dimana Bisma telah merenggut kesuciannya. Tapi ancaman Bisma tadi sedikit membuatnya ketakutan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang??" Mesya memutar otaknya. Bagaimanapun caranya dia akan membuat Bisma bertanggung jawab atas dirinya. Apalagi nanti jika Mesya hamil, tentunya Mesya tidak mau mengandung seorang anak tanpa bersuami. Bisa hancur reputasi keluarga dan juga dirinya sendiri.
Mesya sampai di rumahnya sudah menjelang subuh. Tentunya suasana rumahnya masih sepi. Jadi tidak akan ada orang yang melihatnya datang dengan berbalut selimut seperti itu kecuali satpam yang membukakan gerbang untuknya.
Setelah membersihkan tubuhnya, Mesya memilih merebahkan dirinya di ranjang. Mencoba mengusir semua hal buruk yang baru saja menimpanya. Dia berharap, dengan terpejamnya mata barang sebentar, Mesya bisa berpikir jernih kembali. Tentunya memikirkan cara untuk membuat Bisma bertanggungjawab tentang apa yang telah dilakukannya.
-
-
"Mesya!!"
"Bangun Mesya!!"
Samar-samar Mesya mendengar suara yang berteriak memanggil namanya. Mata yang rasanya bari terpejam kini terpaksa harus terbuka.
"Mesya!!"
Teriak suara nyaring yang Mesya hafal sebagai suara Ibu tirinya. Wanita penjilat yang selalu membawa pengaruh buruk untuk Papanya.
"Mesya!!" Kini suara laki-laki yang memanggilnya, siapa lagi kalau bukan Papanya.
Dengan langkah berat dan sedikit tertatih karena Mesya masih merasakan sakit pada selang kangannya, Mesya memutuskan untuk membuka pintu kamarnya itu.
"Apa sih Pa?? Aku masih ngantuk, jadi jangan buat keributan didepan kamarku!!" Ucap Mesya dengan kesal.
"Melihat kamu yang seperti ini, Mama yakin kalau kamu belum melihat berita pagi ini Mey" Ucap Ibu tirinya. Wanita yang usianya lebih tua lima belas tahun dari Mesya.
"Memangnya ada apa??" Mesya melihat sorot mata kedua orang di depannya menatapnya tajam.
"Lihat ini!!" Luna menyerahkan ponselnya pada Mesya.
Halaman pertama yang menyambut Mesya adalah laman media sosial milik Ibu tirinya itu.
"I-ini?? Pa, ini aku- ,Pasti ada yang sengaja ingin menghancurkan aku Pa!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
meysa dah melakukan kejahatan ngarep bisma masih baik ya ampun waras situ..... apa yg lo lakukan ke alya adalah bejat woiiiiiu
2025-02-06
1
JandaQueen
???
2025-01-21
0
Edah J
Buta karena cinta sehingga hal jahatmu menguasai mu Mesya🙁
2024-06-16
2