Usaha menyambung hidup

Pagi harinya Mesya kembali ke jalanan untuk mencari perjalanan. Meski kakinya yang sedikit pincang karena lututnya yang terluka semalam, Mesya tampak semangat pagi ini.

Dalam hatinya, Masya berharap besar jika hari ini dia bisa segera mendapatkan pekerjaan, sehingga uangnya tidak akan terus berkurang untuk kebutuhan hari-harinya.

"Kemana sih sebenernya ni orang?? Dari tadi di tungguin nggak nongol-nongol. Mana cucian udah numpuk kaya gini"

Mesya berhenti di depan sebuah rumah, dengan wanita yang tampak sedang kesal karena menuggu seseorang.

Di depannya tampak beberapa kantung kresek besar berwarna hitam.

"Tau gitu gue pindah laundry aja deh, nggak mau gie nyuci di sono lagi" Wanita yang terlihat lebih tua dari Mesya itu masih mencoba menelepon seseorang.

Sebuah pikiran tiba-tiba melintas di kepala Mesya. Sepertinya dia tau apa yang harus dilakukannya agar bisa mendapatkan uang.

"Maaf Bu, kalau boleh tau, kenapa Ibu marah-marah kaya gini ya??"

Wanita itu melirik tak suka pada Mesya. Dia tak kenal Mesya, namun tiba-tiba saja Mesya menyambanginya.

"Siapa kamu?? Kamu orang laundry yang mau ambil baju saya ya?? Darimana aja kamu?? Dari kemarin nggak jadi ambil, sekarang jam segini baru datang" Ucap wanita itu dengan sinis. Namun Mesya jadi tau duduk permasalahannya.

"Maaf Bu, saya bukan orang laundry yang Ibu maksud. Tapi perkenalkan saya Mesya, saya yang kontrak rumahnya Bu Wati di ujung jalan sana" Tunjuk Mesya ke arah rumahnya.

"Terus ngapain kamu ke sini?? Mau kenalan sama saya??"

"Boleh jadi begitu Bu, tapi saya juga mau menawarkan jasa saya sama Ibu. Kalau Ibu nggak keberatan, saya bisa kok cuci dan setrika baju Ibu ini. Daripada Ibu menunggu orang laundry yang nggak datang-datang. Di jamin hasilnya bersih, rapi dan wangi Bu. Besok juga saya antar lagi ke sini" Dengan wajahnya yang sumringah Mesya merayu wanita itu, meski sedikit di bumbui dengan kata-kata yang bisa membuat wanita itu tertarik.

"Yang bener kamu??"

"Benar Bu"

"Kamu yang kontrak di rumah Bu Wati??"

"Bisa di cek sendiri ke rumah Bu Wati kalau Ibu tidak percaya"

Wanita itu terlihat berpikir sebentar, lalu melirik pada kantung-kantung baju kotornya sebentar.

"Ya udah deh, daripada baju saya nggak di cuci. Saya juga harus pergi sekarang, tapi harus bersih dan wangi ya!! Awas kalau nggak bersih saya minta ganti rugi!!"

Mesya tampak begitu bahagia. Mungkin inilah jalannya yang harus ia ambil. Jadi tukang cuci dan setrika pun akan dia jalani.

"Saya janji Bu"

"Ya sudah sana bawa!!"

Mesya mulai mengangkat kantung-kantung itu. Hingga memenuhi ke dua tangannya.

"Saya permisi Bu, besok saya antar lagi"

"Hemm" Jawab wanita itu masih terlihat sinis.

Rencana Mesya setelah ini adalah membeli peralatan mencuci dan setrika. Mungkin seadanya dulu, yang penting bisa ia gunakan untuk memulai usahanya.

Besok dia juga akan berkeliling menawarkan jasanya setelah baju-baju yang ia bawa saat ini selesai. Dari dulu Mesya selalu berkutat dengan yang namanya baju dan kain di butiknya. Jadi menurutnya pekerjaan ini tak akan susah untuknya.

Dengan uang yang masih ia simpan dari hasil menggadaikan kalung kemarin, Mesya akhirnya bisa membeli apa yang dia butuhkan sekarang. Hanya tinggal sisa uang sedikit, untuk makan beberapa hari ke depan.

Mesya mulai melakoni pekerjaan barunya itu saat matahari sudah hampir berada di atas kepalanya.

"Aku harus cepat sebelum hari semakin sore dan panasnya sudah hilang. Aku nggak punya mesin cuci jadi pasti akan lebih lama keringnya"

Mesya akhirnya merasakan kerja keras yang sesungguhnya. Karena sejak dulu, hanya dengan bibirnya yang mengeluarkan perintah maka semuanya sudah siap di depannya. Bahkan tak jarang Mesya memerintahkannya dengan kasar.

Namun Mesya kini telah sadar, hati Masya telah terketuk. Ia sadar jika semua yang menimpanya itu bukanlah salah Bisma. Itu adalah teguran baginya.

Waktu terus berjalan hingga berganti dengan sore yang mulai datang. Mesya belun juga seleksi dengan pekerjaannya. Beruntung cuaca di kota Jakarta sangatlah panas. Baju-baju yang dia cuci tadi siang saja sudah kering.

Tangannya dengan cekatan mengangkat baju-baju itu dari jemuran. Setelah ini pekerjaan Mesya belumlah selesai. Dia masih harus menyetrika baju-baju hingga rapi sesuai janjinya. Agar pelanggan pertamanya ini merasa puas dan besok mau memakai jasanya lagi.

Ketika malam menjelang, di saat Mesya harus merasakan panas di pinggangnya karena terlalu lama duduk dengan tumpukan baju di depannya, maka berbeda lagi dengan pria yang memicu kehidupan Mesya seperti ini.

Di tempat yang penuh dengan dentuman musik yang keras. Tempat yang berisi penuh dengan kemaksiatan, Bisma mulai meneguk minuman-minuman yang di percaya orang banyak bisa menghilangkan beban pikiran walau sejenak

Dari dulu Bisma tidak pernah menyentuh minuman itu karen Alya begitu melarangnya. Namu kali ini, Bisma benar-benar melanggar janjinya pada Alya untuk tidak datang ke tempat seperti itu.

Bisma terlalu lelah dengan pikiran dan perasaannya saat ini, hingga dia nekat datang ke sana.

Barangkali benar kata orang-orang jika pikirannya bisa tenang dengan dengan datang ke sana.

Sejak Ferry meluapkan kekesalannya kepadanya beberapa hari yang lalu, pikiran perasaan Bisma menjadi campur aduk.

Ferry mengatainya jika dia tak jauh berbeda dengan Mesya. Padahal niatnya adalah untuk memberi pelajaran, bukan untuk meniru Mesya.

"Apa aku terlalu kejam?? Aku melakukan semua itu pada wanita yang sedang mengandung anakku??"

Berkali-kali pikiran seperti itu muncul di benak Bisma. Tapi setelah itu, pikirannya juga membantah tentang apa yang dia rasakan.

"Ah tidak, semua itu kulakukan karena memeng Mesya pantas menerima itu semua. Untuk maslaah anak itu, aku bisa mengambilnya nanti saat dia sudah lahir. Aku juga tidak akan rela jika anakku di asuh oleh wanita seperti Mesya"

Maka dari itu, Bisma berada di tempat ini sekarang. Bagaimana dia menghilangkan semua perasan itu dan kembali fokus pada tujuan awalnya. Jika pikiran dan hatinya saja sudah tidak sejalan, Bisma takut rencananya dari awal akan begitu berantakan.

"Bos!!"

Ferry datang memukul pundak Bisma dengan pelan.

"Ngapain lo di sini??" Ferry duduk di samping Bisma.

Ferry juga melirik beberapa gelas yang telah kosong berada di hadapan Bisma.

"Ada maslah apa sampai lo memilih tempat ini?? Lo nggak mau cerita ke gue dan lebih memilih ke sini??"

Bisma kembali meneguk minuman dengan gelas kecil yang sudah ada di tangannya.

"Gue nggak tau sebenarnya masalah gue apa. Gue hanya ngerasa hati dan pikiran gue udah nggak sejalan"

Ferry tersenyum miring mendengar kalimat seperti itu dari Bisma.

"Terus apa mau lo??"

Bisma menggeleng mendengar pertanyaan Ferry kali ini. Kalau dia tau apa yang harus dia lakukan, mana mungkin dia datang ke sini.

"Gue tau, perasaan lo mulai bimbang karena kata-kata gue kemarin kan??" Bisma hanya melirik Ferry sebentar.

"Tapi pikiran lo masih ingin terus balas dendam sama Mesya" Ferry kini mulai merangkul pundak Bisma yang kokoh itu.

"Bro, sebelumnya gue juga sama kaya lo. Gue benci sama Mesya setelah tau semua perbuatannya. Tapi setelah gue melihat sendiri bagaimana dia bertahan atas semua musibah yang kita buat untuknya. Gue mulai sadar, kalau semua manusia itu tidak luput dari kesalahan. Semua manusia berhak untuk bertaubat dan memulai lagi hidupnya yang baru. Lo lihat sendiri kan, Mesya udah taubat, dia menuruti semua keinginan lo untuk nggak datang lagi ke hadapan lo. Dia nggak minta pertanggungjawaban apapun untuk anak yang di kandungnya, dia nggak menuntut apapun atas apa yang lo lakuin sampai bokapnya meninggal"

"Apa yang lo lihat kemarin belum seberapa bro. Besok kalau kandungan Mesya udah mulai besar, pasti akan jadi maslah lagi. Dia hamil tanpa suami, dan dia tinggal di negara kita tercinta ini, pasti dia akan mendapat gunjingan dari orang-orang di sekitarnya. Dan apa yang lo mau dari awal benar-benar akan terwujud. Melihat Mesya hancur, di benci dan di jauhi semua orang. Kita lihat, besok saat semua itu sudah terjadi, gimana sama perasaan lo. Apakah akan senang atau akankah menyesal"

Bisma langsung menatap Ferry tak suka mendengar kalimat terakhir darinya.

"Sekarang kita pulang, gue nggak mau Alya datang ke mimpi gue karena membiarkan kekasihnya berada di tempat kaya gini"

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Masih sama nangissss😭😭😭😭

2024-06-18

0

SUGA 💙💚💛💜💝💘

SUGA 💙💚💛💜💝💘

cih

2023-12-13

0

Rambe Rambutan

Rambe Rambutan

aduh mass Fery emang ....
😍😍😍

2023-06-04

2

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!