sebelum kejadian

Belum cukup kemarin Mesya mengalami hal terburuk di dalam hidupnya. Pagi ini dia kembali di kejutkan dengan beredarnya Video yang memperlihatkan dirinya sedang merundung Alya. Meski kualitas Video itu sedikit buruk karena di ambil sekitar sembilan tahun yang lalu karena belum ada kamera ponsel sebagus saat ini, tapi di dalam sana terlihat jelas sekali wajah Mesya.

"Menghancurkan mu kamu bilang??" Papanya bertanya dengan memegang dadanya yang sudah terasa nyeri.

"Pa, Papa harus bantu aku mencari pelakunya Pa. Atau Papa bayar orang untuk menarik Video ini agar tidak semakin meluas Pa" Mesya tampak panik saat ini.

PLAKKK....

Tamparan dari Papa Mesya tepat pada tamparan yang di berikan Bisma tadi malam.

"Papa sudah tidak mau tau. Kamu selesaikan maslaah kamu sendiri!! Papa sudah lelah dari dulu membereskan kekacauan yang kamu buat!!"

"Akhhh!!" Prabu sudah tidak kuat menahan sakit pada jantungnya.

"Mas!!"

"Papa!!"

Mesya mencoba meraih Papanya yang sudah setengah berdiri.

"Lepas!! Semua ini gara-gara kamu!! Kalau sampai terjadi apa-apa sama Papa kamu, aku nggak akan pernah memaafkan kamu!!" Luna menepis tangan Masya dengan kasar.

"PAK Din!! Pak, tolong bantu Bapak!!" Teriak Luna memanggil sopirnya.

Sementara Mesya masih terdiam tak bisa berbuat apa-apa. Dia juga kebingungan saat ini, masalah terus menimpanya sejak semalam.

"Segera selesaikan masalahmu sebelum pemegang saham perusahaan Papamu murka. Atau kamu akan melihat Papamu pergi selama-lamanya!!" Ancam Luna.

"Satu lagi, aku tak tau masalah apa yang menimpamu hingga tubuhmu tampak mengenaskan seperti ini. Yang jelas, jangan sampai timbul masalah baru lagi setelah ini!!" Luna lekas pergi menyusul Prabu yang sudah di papah keluar oleh supirnya.

"Sial!! B****sek!!" Mesya memukul-mukul daun pintu berkali-kali.

"Apa yang harus aku lakukan?? Siapa yang berani menyebarkan Video itu??" Mesya terus berpikir siapa yang tega menghancurkannya dengan cara seperti itu.

"Steffi?? Ya, dia yang punya Video itu. Aku harus menemuinya sekarang"

*

*

*

*

"Steff, gue nggak akan banyak nanya, pastinya udah tau kan berita apa yang sedang heboh pagi ini??"

Mesya menggunakan topi dan masker untuk menutupi wajahnya. Bisa saja dia di keroyok masa karena setelah Video viral itu beredar tapi dia malah asik nongkrong di cafe bersama temannya.

"Maaf Mey, gue juga nggak akan bohong sama lo. Emang gue yang menyerahkan Video itu sama seseorang, tapi bukan gue yang menyebarkannya" Steffi tak mau menutupi kebenarannya jika seseorang telah menemui bahkan mengancamnya seblumnya.

"Siapa??"

" Kak Bisma"

Jawaban Steffi langsung membuat Mesya bungkam. Ternyata belum cukup tadi malam pria itu menyiksanya, kini dia sudah memulai babak baru untuk menghancurkan Mesya.

"Dia ngancam gue, bahkan dia mau menghancurkan usaha gue kalau sampai gue menutupi semua yang pernah kita lakukan sama Alya" Jujur Steffi lagi. Dia tidak mau sampai bermasalah dengan pria berkuasa bernama Bisma itu.

"Sudahlah tak apa"esya sudah lemas hingga menyandarkan bahunya ke sandaran kursi.

"Lo nggak marah??" Mesya hanya menggeleng. Dia tau bagaimana kalau Bisma sudah mengancam, dia sendiri saja tadi malam sudah tak berdaya.

"Tapi ngomong-ngomong, lo nggak ada sangkut pautnya kan sama b*nuh dirinya Alya?" Mata Steffi menyipit menyelidik.

Mesya tampak gelagapan dan mencoba menghindari tatapan Steffi.

FLASHBACK ON

Mesya menjinjing tas mahalnya di lorong rumah sakit. Hari ini dia menyempatkan diri atau memang sengaja untuk datang ke Rumah sakit untuk membesuk Alya.

Mesya sengaja memilih waktu di jam kerja seperti ini karena yakin jika Alya akan sendirian di kamarnya.

Kabar masuknya Alya ke Rumah sakit membuat Mesya terasa senang. Benar-benar definisi bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.

"Hay Alya??" Senyum ramah Mesya saat ia masuk ke dalam ruangan Alya yang sepi itu.

Alya tak menjawab, namun dari sorot matanya saja sudah jelas kalau Alya tampak tak menyangka jika dia akan kedatangan Mesya yang sejak dulu selalu membencinya.

"Gimana kabarnya??" Tanya Mesya lagi meski Alya tak juga mau membuka mulutnya.

"Oke, kalau lo tetap nggak mau ngomong biar gue aja yang ngomong" Mesya sedikit mendekat pada Alya.

Seperti biasa, menunjukkan senyumnya yang mengerikan menurut Alya. Bibir tipisnya itu bisa tertarik sempurna ke sisi kiri hingga membentuk seringai meremehkan.

"Gimana rasanya hamil tanpa suami??"

Alya menggeser bola matanya sedikit, untuk melirik Mesya.

"Kenapa?? Depresi ya, sampai masuk rumah sakit kaya gini??" Lidah Mesya terus bergerak mencemooh dengan kata-kata tajamnya. Dia tidak pernah berpikir jika semua perbuatan akan berbalik kepadanya. Yang ada dalam otaknya hanya kebahagiaan saat menindas seseorang yang begitu lemah.

"Upsss!! Nggak mungkin depresi lah ya. Kan ada pacar lo yang pasti mau gantiin jadi bapaknya anak h*ram itu kan??"

Tangan Alya mengepal di balik selimutnya. Beberapa hari ini dia tak berdaya. Namun hali ini, mendengar Mesya si lidah tajam menghinanya, Alya seperti mempunyai kekuatan untuk melawan wanita jahat itu.

"Tapi jangan senang dulu Alya yang malang. Bisma memang mengatakan ingin tetap menikahi mu, tapi bagaimana dengan orang tuanya?? Keluarga besarnya?? Atau perusahaannya yang akan hancur begitu saja setelah semua orang tau ternyata istri Bisma hanyalah wanita yang telah di jamah empat pria sekaligus"

"Apa maksud kamu??" Mesya terikik karena akhirnya Alya mengeluarkan suaranya.

"Aku hanya di p****sa, itu bukan keinginanku sama sekali!!" Bela Alya pada dirinya sendiri.

Mesya mengeluarkan ponselnya, lalu memutar sebuah Video kejadian di malam itu.

"Ternyata seorang Alya, wanita yang terkenal polos dan baik hati bisa sepintar ini di ranjang. Masih menyangkal jika ini semua bukan keinginan lo?? Kelihatanya kamu sangat menikmati permainan mereka"

Mata Alya melebar melihat dirinya begitu agresif mela yani pria yang tidak pernah ia kenal itu. Tangannya berusaha meraih ponsel milik Mesya.

"Eittsse, mau apa lo??" Mesya menarik ponselnya kembali.

"Jangan harap lo bisa ambil Video ini dari gue!!"

"Lo sendiri yang dari dulu nggak pernah dengerin peringatan gue. Tinggalin Bisma, maka hidup lo akan tenang!! Tapi apa?? Lo abai dama peringatan gue, lo sok-sokan menerima lamaran Bisma di depan umum kaya gitu?? Biar apa hah?? Lo mau pamer sama gue?? Lo seneng kan akhirnya bisa menang dari gue??"

"Mesya aku..."

"Siap-siap aja, hidup lo akan hancur besok pagi!! Gue akan sebar Video ini ke media sosial. Lihat apa yang akan terjadi sama lo!!"

"Jangan Mesya, aku mohon!! Aku akan meninggalkan Mas Bisma, aku tidak akan mau menikah dengannya. Aku janji, tapi jangan sebarkan Video itu, aku mohon!!" Alya menangis histeris memohon pada Mesya.

"Sudah terlambat, gue nggak peduli lagi nau lo tinggalin Bisma atau lo mau lompat dari atap rumah sakit ini sekalian!!"

Mesya langsung angkat kaki dari ruangan Alya setelah itu. Dia tidak mau ada yang datang setelah ini, dan menyalahkan dirinya karena membuat Alya menangis seperti itu.

FLASHBACK OFF

"Ngomong apa sih lo, ngaco deh!!"

Tak mungkin Mesya mengakui jika dirinya menjadi penyebab meninggalkan Alya.

"Ya udah gie pergi dulu, masih banyak hang harus gue selesaikan"

Kepergian Mesya membuat Steffi menatap perempuan itu dengan aneh.

"Gimana sih, nggak jelas banget. Pesan makan juga belum" Gerutu Steffi.

Terpopuler

Comments

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

kelakuan iblis berharap dapet jodohya speak soleh... malaikat ketawa woi

2025-02-06

0

Fi Fin

Fi Fin

terlalu enak balasan Bisma ke Mesya harusnya Mesya di perkosa rame2 trs di videoin jg .

2024-08-24

7

Putri

Putri

meysa ini anak setan ya?😭 buset kesel banget

2024-08-18

3

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!