Serpihan dari dirinya

Mesya melenguh memegangi kepalanya, dia mulai mendapatkan kesadarannya. Bau obat-obatan langsung menyeruak menembus indra penciuman Mesya. Namun kepalanya yang masih pusing membuatnya mengabaikan keadaan di sekitarnya.

"Kau sudah bangun??" Samar-samar Mesya mendengar suara yang di kenalnya.

Berlahan Mesya membuka matanya kembali setelah tadi tetap membiarkan matanya tertutup karena pusing di kepalanya.

"Hemm" Jawab Mesya hanya bergumam.

"Kau boleh pulang saat cairan infus mu sudah habis"

Mesya baru sadar jika dirinya berada di Rumah sakit setelah Luna berkata seperti itu.

"Mesya?? Apa sebenarnya kau sengaja tidak mengisi perutmu sam sekali karena ingin mele nyapkan bayi di dalam kandungan mu??" Luna menatap Mesya penuh curiga.

Sedangkan Mesya merasa kebingungan dengan tuduhan dari Luna itu. Dia yang baru saja sadar tiba-tiba mendapatkan pertanyaan yang membingungkan seperti itu.

"Maksud mu??"

"Siapa laki-laki yang ada di dalam Video itu?? Siapa laki-laki yang telah berhubungan badan denganmu?"

"A-apa sebenarnya maksudmu?? Kenapa kau menanyakan hal itu?? Itu bukan urusan mu sama sekali!! Lagi pula itu juga tidak penting" Mesya terlihat gugup. Tidak mungkin dia mengatakan yang sesungguhnya pada Luna.

"Tentu saja itu penting, karena sekarang di dalam perutmu sudah tumbuh janin dari laki-laki itu!!" Lha sedikit emosi mengatakan kebenaran itu lada Mesya.

"Ja-janin?? Aku hamil??" Tanpa aba-aba air mata Mesya lolos begitu saja dengan cepat.

Luna yang melihat reaksi Mesya saat mengetahui jika dirinya hamil hanya menghela nafas beratnya. Dia sekarang tau kalau Mesya sama sekali belum menyadari hadirnya janin itu di dalam rahimnya.

Mesya meraba perutnya yang rata. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Luna.

"Tidak mungkin!! Aku tidak mungkin hamil kan?? Kau pasti bohong, iya kan??" Mesya menutup wajahnya yang berair dengan kedua telapak tangannya. Suara isakan halus mulai terdengar dari sana.

Luna meraih hasil pemeriksaan yang di berikan Dokter tadi. Juga hasil UDG yang di lakukan Dokter atas perintah Luna saat Masya belum sadarkan diri.

"Kau juga tidak percaya dengan apa yang Dokter katakan tadi. Tapi lihatlah!! Aku sendiri yang meminta Dokter untuk melakukan USG, dan ini hasilnya" Luna memberikan foto berukuran kecil yang di dalamnya hanya gambar tak jelas berwarna hitam putih serta titik kecil berada di tengah-tengah gambar.

"Kau memang hamil, usianya 6 minggu. Itu sudah pasti dan kau tidak bisa menyangkalnya lagi!!"

Mesya masih terpaku pada foto yang berada di tangannya.

"Semua ini gara-gara p*ria b****ek itu!!" Mesya meremas foto di tangannya. Lalu kedua tangannya beralih memukul-mukul perutnya.

"Aku tidak mau hamil!! Aku tidak mau anak ini!! Aku tidak mau mengandung anaknya!!" Mesya berharap dengan apa yang ia lakukan itu bisa membuat janinnya itu keluar dari dalam perutnya.

"Hentikan bodoh!!" Luna menahan tangan Mesya agar tidak terus melakukan lah gila seperti itu.

"Lepas!! Aku tidak mau anak ini!!"

"TIDAK CUKUPKAH KAU MEMB UNUH, KEKASIH BISMA LALU PAPAMU, DAN SEKARANG KAU MAU MEMB UNUH ANAK MU??" Teriak Luna tepat di depan wajah Mesya.

Seketika Mesya terdiam. Bak di sengat lebah, hatinya langsung terasa nyeri. Begitu buruknya dia sebagai manusia yang tega membuat orang lain menemui takdir karena dirinya hanya karena ulah seorang Mesya.

Pundak Mesya berlahan mulai bergetar. Syara tangis pilunya menggema di seluruh ruangan yang hanya terisi dirinya dan Luna.

"Dia tidak berdosa Mesya. Kau yang salah dalam hal ini. Jadi tidak seharusnya kau menolak kehadirannya. Dia juga tidak akan mau datang ke dunia ini jika tau kelakuan Ibunya seperti dirimu" Bukan hanya Mesya yang bisa mengeluarkan kata-katanya yang tajam. Namu juga Luna yang lebih sering tertutupi dengan sikap diamnya.

"Melahirkan dan besarkan bayi itu. Anggap saja dia pengganti Papa mu. Masih beruntung kau sebagai wanita masih di beri kesempatan untuk merasakan momen itu. Sedangkan aku yang sejak dulu mengharapakan itu malah tidak pernah di beri kesempatan" Luna tersenyum miris dengan nasibnya sendiri.

Mesya tak menyahut apapun atas apa yang Luna katakan. Namun telinganya tak menolak untuk mendengarkannya.

"Sekarang lebih baik kau minta pertanggungjawaban dari pria yang menghamili mu itu. Dia anak kalian berdua, jadi sudah sepantasnya dia bertanggungjawab!!" Meski hubungan mereka berdua tak pernah akur. Namun kali ini Mesya melihat kepedulian Luna kepadanya.

"Itu tidak mungkin" Jawab Mesya dengan lirih.

"Apa yang tidak mungkin??" Tanya Luna dengan kesal.

"Atau pria itu sudah bilang tidak mau bertanggungjawab??" Imbuh Luna.

Mesya bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin jika dia mengatakan pada Luna jika Bisma yang menghamilinya. Pasti Luna akan mendesaknya untuk meminta pertanggungjawaban pada Bisma. Atau yang lebih parahnya Luna akan langsung mendatangi keluarga Bisma kalau melihat dari kemarahan Luna saat ini.

"Sudahlah, tidak perlu pikirkan pria itu. Aku bisa membesarkan anak ini sendirian" Putus Mesya. Dia kahirnya mau menerima anak di dalam kandungannya. Untuk kedua kalinya dalam hidup Mesya dia mendengarkan apa kata Mesya. Yang pertama adalah saat Luna menyuruh Mesya untuk mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri sebelum kematian Papanya.

"Tanpa suami?? Kau benar-benar sudah siap menerima gunjingan dari orang?? Kau sudah siap membesarkan dia seorang diri dan jadi sosok Ibu sekaligus Ayah??" Ucapan Luna membuat Mesya kembali bimbang.

"Ingat Mesya, keadaan kita sekarang saja seperti ini. Last tidak mudah hamil dan melahirkan tanpa adanya seorang suami!!"

"Lalu aku harus bagaimana?? Kau sendiri yang tadi menyuruhku untuk mempertahankan bayi ini. Sekarang kau justru membuatku semakin bimbang. Sebenarnya apa yang kau mau??" Kini giliran Mesya yang kesal dengan Luna.

Pikirannya sedang kalut saat ini. Rasanya semua pilihan menyerangnya secara bersamaan. Mesya bingung harus memilih yang mana. Mempertahankan bayinya dan membesarkannya sendiri, meminta pertanggungjawaban dan menentang peringatan Bisma, atau melenyapkan bayinya hingga tak akan pernah bisa hadir ke dunia ini.

"Oke, pertahankan bayi itu. Mau kau menikah atau tidak. Pria itu mau bertanggungjawab atau tidak yang penting jangan sampai nekat menyingkirkannya. Anggap saja dia adalah sebagai pelebur dosa-dosa mu selama ini" Pilihan Luna tetap pada awal, yaitu mempertahankan anak itu.

Masya kembali mengusap perutnya. Ingin sekali merasakan hadirnya makhluk kecil di dalam sana.

"Mungkin benar kata dia. Membesarkan kamu, bisa melebur dosa-dosa ku. Akan aku anggap ini adalah jalan bagiku untuk menebus semua dosaku pada Alya dan Papa. Aku juga tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Biarlah kamu yang akan menjadi satu-satunya keluargaku. Apalagi, kamu adalah darah daging dari pria yang aku cintai. Biarlah aku tidak bisa memilikinya, setidaknya ada serpihan dari dirinya yang aku punya"

Terpopuler

Comments

ALNAZTRA ILMU

ALNAZTRA ILMU

cverita begini jarang adanya... selalu saja peran utama si paling sempurna.. sotq thorr buat cerita unik begini tertari utk terus baca ni

2025-02-04

1

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

ibutiriya baik loh..... mantap tor cerita ya

2025-02-06

0

ALNAZTRA ILMU

ALNAZTRA ILMU

nyesak jugak

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!