Rumah kumuh

Hingga sore hari, Mesya masih terlunta-lunta di jalanan. Dia belum tau tujuannya kemana. Mencari kerja juga pastinya tidak akan bisa, karena tidak ada ijazah ataupun kartu identitas di tangannya.

Mesya memilih mengistirahatkan kakinya yang mulai terasa pegal. Duduk di trotoar sambil tangannya memijat kedua kakinya. Tiba-tiba Mesya teringat akan suatu hal. Tangannya meraba pada bagian lehernya yang jenjang itu.

Sebuah kalung berbatu merah jambu menggantung indah di sana.

"Mama, apa ini pertolongan dari Mama?? Maafkan Mesya ya Ma, untuk saat ini Mesya akan jual dulu kalung ini. Nanti kalau Mesya udah punya uang, Mesya janji akan menebus kalung ini lagi"

Satu-satunya harta yang di miliki Mesya saat ini yaitu kalung Pemberian Almarhum Mamanya. Mesya merutuki dirinya kenapa dia baru ingat sekarang.

Tanpa berpikir lama lagi, Mesya bergegas mencari toko perhiasan terdekat. Mesya tidak mau menjual kalung itu ke sembarang tempat, karena kalung itu termasuk kalung yang memiliki nilai fantastis. Namun sayangnya sertifikatnya telah di bawa kabur oleh dua orang yang merampoknya tadi.

Mesya hampir putus asa karena sejak tadi tidak melihat toko perhiasan satu pun. Tapi dia butuh tempat tinggal, butuh makan. Perutnya yang hanya terisi makanan sisa tadi siang kini juga sudah mulai lapar lagi.

Tapi kaki Mesya berhenti di depan sebuah toko yang menjual barang-barang antik. Rasanya ragu untuk masuk ke dalam sana. Ia tidak rela jika kalungnya akan berakhir di tempat itu walau sementara.

"Permisi Pak" Dengan keadaannya yang memang sudah memperihatinkan, Mesya akhirnya pasrah.

"Iyaa, mau cari apa??" Tanya pemilik toko berkacamata tebak itu.

"Begini Pak, saya punya kalung ini. Saya dapat kalung itu sekitar sepuluh tahun yang lalu. Batunya juga asli, bisa di cek dulu kalau tidak percaya"

Pria tua itu menerima kalung milik Mesya. Memeriksa setiap detail dari kalung itu menggunakan kaca yang Mesya tidak pernah tau bagaimana cara memakainya.

"Mau di jual berapa??"

"Sebenarnya, saya sedang butuh uang tapi tidak berniat menjualnya. Tolong pinjamkan saya uang dan kalung ini sebagai jaminannya. Saya janji kalau saya sudah punya uang lagi, saya akan menebusnya" Mesya bersedia di dalam hati semoga saja ada setitik harapan dari kalung itu.

"Saya akan bayar semuanya, katakan berapa yang kamu butuhkan" Pemilik toko itu sepertinya sudah tau berapa kisaran harga kalung yang di miliki Mesya.

"Pak, saya mohon. Kalung ini hadiah dari Almarhum Mama saya. Jadi kalung ini benar-benar berharga bagi saya" Mesya benar-benar memohon dengan ketulusan hatinya.

Pria itu terlihat melepaskan nafasnya dengan kasar.

"Baiklah, berapa yang kamu inginkan??"

Mesya tersenyum senang, akhirnya malam ini dia tidak akan kelaparan lagi. Uang itu akan ia gunakan untuk mencari tempat tinggal untuk sementara ini. Tidak perlu yang mewah, sepetak pun Mesya sudah sangat bersyukur. Mengingat jumlah uang yang tidak banyak, Mesya harus pintar-pintar mengatur keuangannya.

Mesya keluar dari toko itu dengan haru. Dia tak menyangka jika berapapun jumlah uangnya akan sangat berharga bagi orang yang tak punya apa-apa seperti dirinya saat ini.

"Sekarang aku harus cari kontrakan dulu. Hari sudah mulai gelap. Aku nggak mau sampai tidur di jalanan"

Mesya kembali mengusap perutnya, teringat dengan jabang bayi di dalam sana.

"Dek, malam ini kita nggak akan makan makanan sisa lagi. Kamu harus baik-baik di dalam ya, temani Mama terus" Tapi setelah itu, raut wajah Mesya mendadak berubah mendung.

"Tapi kenapa tiba-tiba Mama ingat sama Papa kamu. Harusnya Mama benci sama dia kan Dek??!Dia melarang kita untuk menemuinya. Dia lebih memilih menlen yapkan kita dari pada bertanggungjawab sama kita. Tapi kenapa Mama sangat merindukannya" Setitik air mata turun membasahi pipi Mesya.

Mesya tidak tau ada apa dengan perasaannya akhir-akhir ini yang lebih sering sedih dan menangis. Dari dulu Mesya memang mencintai Bisma, namun sedingin dan seacuh apapun perlakuan Bisma kepadanya, Mesya tidak pernah menangis demi laki-laki itu. Tapi kali ini, air mata Mesya langsung menyeruak ketika dia merindukan Bisma.

"Pasti sekarang dia sedang tertawa puas karena melihat kehancuran Mama?? Tapi tidak papa, mama menganggap ini adalah balasan untuk sikap buruk Mama. Maafkan Mama yang dulu ya sayang"

Mesya menyeka air matanya hingga kering lalu menggantinya dengan seulas senyum yang sedikit dipaksakan.

-

-

Di perkampungan yang terletak di pinggiran kota, Mesya menemukan sebuah kontrakan yang harganya sewanya masih sanggup Mesya bayar dengan uang yang telah ia dapat dari mengadaikan kalungnya tadi.

Sebuah rumah kecil yang begitu sederhana bahkan lebih mendekati rumah kumuh dan tak terawat.

Hanya dengan menyewa rumah itu, Mesya masih bisa menggunakan sisa uangnya untuk keperluan yang lain.

Tapi usaha Mesya untuk mengontrak rumah itu tidaklah mudah. Masya adalah orang tanpa identitas, jadi Mesya harus meyakinkan pemilik rumah itu jika Mesya adalah korban perampokan.

Mesya mengibaskan debu yang menempel pada kursi kayu di sebelum ia lekas mendudukkan dirinya. Rumah yang jauh dari kata layak itu sekarang menjadi tempat bernaung mulai sekarang.

Dulu tempat seperti itu mungkin hanya di jadikan gudang di rumah Mesya. Bahkan gudang di rumah Mesya lebih bagus dari rumah itu.

"Ya Allah ternyata sebesar itu dosa-dosaku sehingga Engkau memberikan cobaan seperti ini"

Mesya yang jahat, berlidah tajam, tak berperasaan kini sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah Mesya yang pasrah dan menerima semua keadaannya saat ini. Mesya yang berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi mulai sekarang.

Tak jauh dari rumah yang kini di tempati Mesya, sebuah mobil sederhana terparkir di sana. Bisma sengaja membeli mobil itu untuk mengawasi Mesya. Mana mungkin dia akan selalu berlalu lalang di daerah perkampungan dengan mobil mewah, terutama Bisma tidak mau Mesya menyadari dirinya berada di sekitar sana

Setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya jika Mesya sudah mendapatkan sebuah rumah, Bisma langsung datang ke sana. Kali ini dia hanya seorang diri, tanpa Ferry yang sekarang entah ada di mana.

"Dulu kau hidup di sangkar emas, sekarang tinggal rumah yang lebih layak di sebut kandang. Miris sekali nasib mu Mesya" Gumam Bisma dengan terus menatap ke rumah Mesya. Entah sampai kapan pria itu akan mengawasi Mesya malam ini. Tapi Bisma tidak menunjukkan tanda-tanda akan pergi dari sana.

Terpopuler

Comments

Edah J

Edah J

Untuk menjadi lebih baik disertai dengan keimanan itu akan banyak cobaannya karena itu ujian kita untuk ketaatan kita pada sang Tuhan😘

2024-06-17

0

Miss Typo

Miss Typo

tak sumpahin ngikutin trs Bisma lama" kasihan karna bagaimanapun juga ada darah dagingnya di dlm rahim Mesya 😁

2023-06-03

5

Rambe Rambutan

Rambe Rambutan

lama-lama dari yang mengikuti, akan timbul rasa iba Bisma melihat Mesya.... 😔😔😔

2023-06-03

2

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!