Mesya masuk ke dalam ruang rawat Papanya. Tentunya di dalam sana sudah ada istri muda yang selalu mendampingi Prabu dimana pun pria tua itu berada.
"Ngapain kamu kesini?? Sudah beres masalahmu sehingga kamu berani datang kemari??" Tatapan sini dari Luna langsung menyambut Mesya.
"Aku tidak ingin bicara dengan mu, aku datang kesini hanya ingin melihat keadaan Papa, jadi tidak udah banyak bicara"
Dari dulu hubungan Mesya dan Luna memang tidak pernah baik. Mesya selalu melawan apapun yang di katakan Luna. Menurutnya, Luna hanyalah parasit yang masuk kedalam kedamaian hidupnya.
"Papa kamu tidak mau bicara sama kamu sebelum masalah kamu benar-benar selesai"
Mesya melirik ke Papanya yang enggan sekali menatapnya. Padahal jelas-jelas Prabu tidak tertidur, dia hanya memalingkan wajahnya ke arah Luna.
"Pa, dengarkan aku du..."
"Yang di katakan Mama kamu benar. Selesaikan dulu masalah kamu baru datang ke sini!!"
"Tapi Pa.."
"Keluar!!" Suara yang terdengar begitu dingin itu membuat Mesya bungkam.
Kali ini Papanya benar-benar tidak peduli lagi kepadanya.
Dengan langkah berat, Mesya akhirnya melangkah pergi, keluar dari ruangan itu.
"Harus gimana lagi sekarang?? Media juga tidak mau menghapus berita itu. Pengaruh Bisma lebih kuat dari pada aku. Pastinya mereka lebih menuruti perintah laki-laki b****sek itu"
Mesya mengemudikan mobilnya menjauh dari Rumah sakit. Dia tidak peduli dengan ancaman Bisma tadi malam, dia tetap ingin menemui Bisma saat ini.
Tak butuh waktu lama, Mesya telah sampai di gedung perkantoran milik Bisma. Lingkungan yang sudah tidak asing lagi bagi Mesya, karena dia sering datang ke sana untuk masalah pekerjaan.
Dengan leluasa Mesya bisa masuk ke dalam sana tanpa ada yang menghalangi. Sikap sombong dan percaya dirinya juga kadang membuat semua orang muak menatapnya. Jadi mereka lebih memilih membiarkan Mesya tanpa menegurnya.
"Fer, Kak Bisma ada di dalam??"
Fery sekretaris Bisma yang sedang fokus pada layar komputernya begitu terkejut dengan kedatangan Mesya.
"Mey??"
"Ada apa enggak??"
"A-ada tapi kan lo nggak bo..."
Mesya langsung menerobos masuk begitu saja tanpa persetujuan Fery.
"Kak Bisma aku mau bicara!!" Ucap Mesya begitu masuk ke dalam ruangan besar itu.
"Bos, tadi saya sudah memperingatkannya tapi dia ..."
"Tidak papa, kau keluarlah" Fery menatap aura menakutkan dari Bosnya itu. Dia memilih untuk tidak ikut campur dalam masalah itu.
"Kenapa kau mengabaikan peringatan ku?? Bukankah sudah ku peringatkan untuk tidak datang menemui ku apapun yang terjadi??"
Bisma masih menatap layar komputernya, dia enggan menatap wajah Mesya yang cantik namun menurut Bisma begitu menjijikkan itu.
"Aku ingat, aku tau tentang itu. Tapi tentunya kamu tau apa yang membawaku ke sini Kak"
Sebenarnya sudah Bisma duga jika Mesya akan menyambanginya ke kantor setelah Video itu di release.
"Tentu aku tau, tapi yang mau aku tanyakan, kenapa harus datang kesini?? Bukankah kau sudah tau tujuanku yang ingin menghancurkan mu??"
Bisma masih mencoba mengontrol amarahnya yang langsung muncul ketika menatap Mesya. Tidak mungkin dia mengamuk seperti tadi malam lagi.
Di luar perkiraan Bisma, Mesya saat ini justru berlutut di hadapan Bisma.
"Kak, Aku akan lakukan apapun asal kamu mau memaafkan aku. Kamu juga sudah mengambil kesucian ku, apa itu tidak cukup?? Papa sekarang masuk Rumah sakit karena Video yang tersebar itu. Jadi aku mohon Kak, maafkan aku, bantulah aku" Mesya menangis mengeluarkan semua perasaannya yang ia rasakan sejak tadi malam.
Bisma tersenyum mengejek, kini di beralih menatap Mesya. Bisa tertangkap di matanya lebam di pipi Mesya bekas tamparannya tadi malam.
"Justru itu yang aku inginkan. Kesucian mu bukanlah hal yang besar bagi ku. Dan kau sudah tau kalau aku tidak akan segan melakukan apapun jika milikku di sentuh orang lain, TAPI KAU BERANI MELAKUKANNYA!!" Bisma sudah kembali habis kesabarannya.
"Aku tidak peduli lagi mau perusahaan Papamu hancur, Papamu meninggal atau kau yang m*ti sekalian. Sudah tidak ada empati lagi yang tertinggal di dalam diriku. Jadi sia-sia saja kau memohon sampai mengotori lutut mu seperti itu"
Mesya tak putus asa, dia tetap mencoba membujuk Bisma.
"Kak, aku mohon. Aku akan lalukan apapun asal kamu mau memaafkan aku. Bahkan kalau kamu menyuruhku untuk menji lat kakimu saja akan aku lakukan, asal ka..."
"Lakukan!!" Potong Bisma.
"Lalukan seperti apa yang kau katakan itu!!" Ulang Bisma karena sepertinya Mesya belum mengerti apa yang Bisma maksud.
"Kak??"
"Kenapa?? Kau sendiri yang ingin menji lat kakiku, jadi lalukan itu sekarang!!"
Bisma memutar tubuhnya melewati meja kerjanya. Lalu berdiri di tepat di depan Mesya yang masih bersimpuh.
"Apa setelah ini kamu akan menarik semua berita itu??" Tanya Mesya penuh harap.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk tawar menawar!! Jadi lakukan jika kau ingin atau pergi dari sini sekarang juga!!"
Bisma sudah menarik kakinya untuk menjauh dari Mesya namun tangan Mesya buru-buru menahannya.
"Akan aku lakukan!!"
Bisma hanya melirik Mesya yang ada bawahnya. Wanita itu terlihat ragu namun berlahan dia mulai menurunkan kepalanya mendekat pada sepatu Bisma.
"Awwww!!!"
Mesya meringis merasakan sakit pada tangannya yang sengaja di injak oleh Bisma. Ternyata Bisma tak sungguhan menyuruh Mesya menji lat kakinya.
"Sakit Kak!!" Tangis Mesya.
"Ini tak sebanding dengan apa yang aku rasakan saat kehilangan Alya. Jadi jangan pernah mengeluh sampai aku puas menyiksamu!!"
"Aku tidak pernah mau kau mengotori kakiku dengan air liur mu!! Yang aku inginkan hanya penyesalan yang mendalam dari dirimu. Aku melakukan semua ini hanya ingin di setiap tarikan nafas mu hanyalah rasa sesal. Aku ingin setelah ini tak ada lagi pikiran buruk lagi di dalam otakmu. Namu sebelum itu, tentunya aku harus membuatmu benar-benar hancur lebur, di buang, di campakkan sampai tak akan ada lagi orang yang mau membantumu!!"
"Ampun Kak. Aku mohon lepaskan aku. Aku minta maaf" Mesya terus menangis di bawah kaki Bisma.
"Maaf mu tidak akan pernah bisa mengembalikan Alya ke sisiku lagi. Jadi simpan saja maaf mu itu, aku tidak butuh!!"
"Kalau begitu b*nuh saja aku Kak!!"
Bisma langsung berjongkok dan mencengkeram dagu Maya lagi seperti semalam.
"Tidak semudah itu, aku tidak akan melihat kehancuran mu kalau begitu!! Melihatmu seperti ini belum puas bagiku!!"
Bisma melepaskan tangannya dengan kasar hingga Mesya tersungkur ke lantai.
"Tunggu saja setelah ini kau akan menerima kejutan-kejutan lagi dariku. Jadi lebih baik kau pulang dan temani Papamu itu di saat-saat terakhirnya!!"
"Ingat, jangan lagi menemui ku atau menemui orang tuaku. Karena aku akan lebih kejam lagi kalau kau berani melanggar perintahku!!"
Setelah itu Bisma beranjak pergi dari ruangan itu. Bisma yang sudah berubah begitu bengis dan kasar setelah kepergian Alya.
Sementara Mesya masih menangis memegangi tangannya yang memerah karena di injak Bisma tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Edah J
Sudahlah seberapa besar sakitmu itu kamu harus nerima sekarang Mesya tinggal sabar dan ikhlas seberat apapun kesalahan mu bila kamu berubah untuk lebih baik semoga kata maaf itu suatu saat akan kamu dapat 😉
2024-06-17
2
Miss Typo
ngeri" gmn gitu tp mau gmn lg itu karna ulahnya sendiri
Bisma jadi kejam karna kehilangan Alya yg di cintainya
semangat kak Santi ditunggu lanjutannya 💪💪💪
2023-05-29
6