Masalah baru

Setelah tadi malam Bisma berakhir dengan di seret pulang oleh Ferry, kini pagi-pagi sekali Bisma sudah sampai di dekat rumah Mesya.

Kali ini dia sendirian, dengan menggunakan mobil yang baru di belinya itu. Bisma juga sudah siap dengan baju kantornya, namun dia memang sengaja ingin melihat Mesya terlebih dahulu.

Sudah sekitar tiga puluh menit menunggu akhirnya Mesya keluar juga dari rumah yang kini lebih terlihat manusiawi setelah di tinggali Mesya itu.

Bisma melihat wanita yang jauh berbeda dengan Mesya yang dulu. Saat ini Mesya terlihat sangat sederhana, bahkan bisa di bilang apa adanya. Dengan baju daster yang sederhana, tanpa polesan make up, juga rambutnya yang hitam panjang itu di ikat seadanya ke belakang. Namun kesederhanaan itu tak bisa menutupi wajahnya yang cantik. Kulit putih bersihnya juga tidak berubah meski sudah berada di jalanan beberapa hari.

Mata Bisma terus tertuju pada Mesya yang tampak kesusahan membawa kantung plastik besar.

Tak ada niatan sama sekali bagi Bisma untuk turun dan membantu Mesya meski tadi malam sudah mendapat ceramah dari Ferry. Entah, dirinya masih tetap saja tidak tau dengan apa yang harus dia lakukan saat ini.

Bisma memacu mobilnya dengan sangat pelan sembari mengikuti Mesya dari kejauhan. Melihat bagaimana wanita hamil itu berkali-kali berhenti karena barang yang di bawanya terlalu berat.

Sampai saat ini pun Bisma masih tak menyangka jika Mesya bisa bertahan sampai detik ini. Bisma kira, wanita manja seperti Mesya tidak akan mampu bertahan tanpa uang sedikitpun di tangannya. Tapi yang Bisma lihat waktu itu, Mesya bahkan rela meminta makanan bekas untuk bertahan hidup.

Bisma berhenti ketika melihat Mesya mengetuk pintu sebuah rumah.

"Permisi. Bu, saya mau antar baju!!" Ucap Mesya setelah mengetuk pintu beberapa kali.

Tak berselang lama, wanita pemilik rumah keluar dengan pakaian yang sudah rapi seperti kemarin.

"Sudah selesai??"

"Sudah Bu" Mesya menyerahkan hasil kerjanya dari kemarin itu.

"Wah, cepat juga ya kamu. Tapi bersih nggak nih??"

"Coba di cek dulu Bu. Kalau misalnya sesuai dengan keinginan Ibu, janji ya mulai hari ini Ibu haris langganan sama saya"

Wanita itu langsung membuka baju-bajunya yang sudah di bungkus rapi oleh Mesya. Semuanya juga sudah harum dan di setrika dengan rapi.

"Bagus juga kerjaan kamu. Ya udah deh, kalau gitu mulai besok, kamu ambil baju kotor di rumah saya. Saya juga akan bantu kamu promosikan ke tetangga-tetangga sini "

"Yang benar Bu??" Tanya Mesya dengan berbinar.

"Benar, jadi semuanya berapa??"

"Ini notanya Bu, tapi karena Ibu udah mau bantuin saya promosi, jadi Ibu saya kasih diskon dua puluh persen"

Mesya sangat bersyukur hari ini, karena pelanggan pertamanya puas dengan pekerjaannya. Mesya akan bekerja dengan sungguh-sungguh agar hasilnya tidak mengecewakan pelanggan nantinya.

Waktu mulai berjalan sebagai mana mestinya, hingga kini tiga bulan berlalu sejak Mesya tinggal di sana. Usaha laundry Mesya juga sudah mulai berjalan dengan lancar. Para tetangga mulai mempercayakan cuciannya kepada Mesya.

Meski pendapatannya tidak seberapa, namun saat ini tak ada lagi yang namanya kelaparan seperti saat pertama kali Mesya keluar dari rumah. Uang yang ia dapat cukup untuk makan sehari-hari juga menabung demi persiapan melahirkan nantinya.

Tapi lama-lama perut Mesya mulai membesar. Kehamilannya tak mungkin bisa ia tutupi selamanya. Ketakutan mukai melanda Mesya. Dia takut jika semua orang mulai menghakiminya.

Meskipun begitu, Mesya sangat menyayangi anaknya. Beruntungnya Mesya karena anak dalam kandungannya itu tidaklah rewel dan menyerahkannya. Mesya sama sekali tidak merasakan mula dan muntah secara berlebihan.

"Heh, Mesya!!" Mesya berhenti di depan warung tempat beberapa ibu-ibu berkumpul di sana.

"Iya Bu, ada apa ya??"

"Kok perut kamu besar gitu, kamu hamil ya??" Tanya salah satunya.

Deg...

Yang mesya takutkan terjadi juga. Mesya saat ini bingung harus menjawab apa.

"Iya, pasti dia hamil tuh. Lihat aja bentuk badannya" Ucap yang lainnya.

"Tapi dimana suami kamu?? Kata Bu Wati kamu kesini ngga punya KTP ya?? Atau jangan-jangan kamu sengaja bohong sama Bu Wati biar nggak ketahuan kalau kamu sebenarnya kamu hamil di luar nikah kan??" Tuduh mereka.

"Maaf Bu, saya permisi dulu" Mesya lebih memilih pergi daripada membenarkan atau menyangkal. Jelas dia belum siap sama sekali menerima hujatan dari mereka.

"Hey mau mau kemana kamu!! Kalau kamu beneran hamil, pergi saja dari sini. Kita nggak mau ikut-ikutan kena azab gara-gara perempuan pez**a kaya kamu!!"

Mesya terus berjalan dengan mencoba menutup telinganya. Mesya kira masalahnya sudah selesai setelah tiga bulan ini merasa tenang dengan mencoba menerima semua yang terjadi kepadanya, nyatanya dia salah.

Mesya mengunci pintunya dengan rapat. Tubuhnya luruh ke bawah. Mesya kembali mengeluarkan air matanya yang beberapa bulan ini berhasil ia tahan.

Tangannya memeluk erat perutnya, seakan melindungi telinga anaknya agar tidak mendengar apa yang orang katakan tentang dirinya.

"Apa yang harus Mama lakukan sayang. Bagaimana kalau mereka tidak menerima kita lagi di sini?? Mama takut sayang"

"Kak Bisma, apa kamu melihat semua yang aku alami disini?? Apa kamu tau kalau aku sedang mengandung anak kamu??"

"Atau kamu sudah tau semuanya tapi kamu tidak peduli sama sekali??"

Mesya begitu merindukan Bisma sebagai pria yang ia cintai. Apalagi adanya darah daging Bisma di rahimnya, tentu sana semakin membuat perasaan Mesya begitu besar kepada Bisma.

"Bolehkah aku berharap kalau suatu saat nanti kamu memaafkan semua kesalahanku kemudian dagang ke sini menjemput kita Kak"

Mesya menangis sesenggukan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya.

"Mesya!!"

"Mesya, keluar kamu!!"

"Mesya!!"

Mesya di kagetan dengan suara beberapa orang di luar rumahnya yang memanggil namanya.

"Mesya, keluar!!"

Badan Masya mulai bergetar ketakutan. Dia takut jika apa yang dia khawatirkan akan terjadi saat ini.

"Bagaimana ini??"

"Keluar sekarang juga atau kami dobrak!!"

Mesya yang sudah sangat ketakutan masih terdiam di dalam. Dia bingung harus menghadapi mereka seperti apa. Meski belum tau apa yang akan mereka lakukan pada Mesya, tapi Mesya bisa menebak kalau mereka pasti ingin mengusir Mesya dari dana karena kabar kehamilannya itu.

"Mesya, kami hitung sampai tiga. Satu.. Dua.. Ti.."

"Ada apa ya Bu, Pak??"

Mesya mencoba bersikap biasa saja menghadapi mereka, meski tangannya sudah berkeringat dingin.

"Halah, kamu nggak usah pura-pura nggak tau deh!! Kamu pasti sudah bisa menebak kan maksud dari kita semua berkumpul di sini??" Ucap Ibu-ibu yang berada di warung tadi.

"Iya benar!!" Sahut yang lain.

"Sa-saya benar-benar nggak tau apa maksud Ibu-ibu semua" Jawab Mesya dengan gugup.

"Mbak Mesya, apa benar kalau Mbak Mesya sedang hamil saat ini?? Lalu di mana suami Mbak Mesya??" Kini giliran Bapak-bapak yang bertanya pada Mesya.

Mesya juga heran kenapa ada Bapak-bapak yang ikut terprovokasi oleh omongan wanita.

"Su-suami saya..."

"Dia nggak punya suami Pak. Dia itu perempuan nggak bener. Dia pasti hamil di luar nikah, terus dia kabur ke kampung kita ini"

"Benar itu kata Bu Yanti, sebaiknya kita usir dia saja dari sini!! Bisa-bisa kita kena azab kalau terus membiarkan dia ada di sini" Seru yang lain.

"Benar itu"

"Iya usir aja dia!!"

"Bu, Pak. Saya mohon jangan usir saya dari sini. Saya tidak tau lagi haris tinggal di mana kalau saya di usir dari sini" Mesya menangis memohon kepada mereka.

"Kami tidak peduli sama sekali. Ayo kita seret saja dia keluar dari sini!!"

Mesya berusaha menghindar saat warga ingin mencoba menarik tangannya.

"Ayo pergi!!"

Namun seberapa kuat Mesya mencoba, julah mereka lebih banyak. Tentunya Mesya tidak akan bisa menghindar lagi.

"Bu saya mohon, biarkan saya tinggal di sini"

"Ayo bawa saja dia, jangan dengarkan dia lagi!!" Mereka terus menarik Mesya keluar dari rumahnya.

"HENTIKAN!!"

Terpopuler

Comments

ALNAZTRA ILMU

ALNAZTRA ILMU

kesian.. tenangka Bisma

2025-02-04

0

Mak e Tongblung

Mak e Tongblung

siapa ini?

2024-11-26

0

Sarah Yuniani

Sarah Yuniani

ngapain juga Bisma dendam dengan memperkosa Mesya ..
akhirnya dia juga yang terikat sama Mesya karena hamil ..

2024-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!