Di pecat

Saat bangun di pagi hari merasakan pegal di seluruh badannya. Bagaimana tidak, dia tidur hanya beralaskan tikar dengan bantal yang diberikan oleh pemilik rumah. Beruntung, Mesya sempat membeli selimut tipis juga keperluan lainnya tadi malam.

Hari ini, rencananya Masya akan keluar mencari pekerjaan. Bekerja apapun asal bisa menerima Mesya yang masih tidak mempunyai kartu identitas. Mesya sadar betul, kalau dia terus berdiam di rumah, lama-lama uangnya yang tak seberapa itu pasti akan habis.

Mesya kembali menyusuri jalan perkampungan itu. Puluhan toko dan juga warung sudah Mesya masuki, tapi tidak ada yang mau menerimanya meski hanya sebagai buruh cuci piring. Tapi Mesya tak menyerah, dia masih terus menyusuri jalan yang sudah jauh dadi rumahnya.

"Kamu lapar ya Dek??" Mesya merasakan perutnya sudah begitu lapar.

"Kita beli makan dulu yuk"

Mesya memasuki sebuah warteg. Warung makan yang baru kali ini Mesya masuki. Mesya juga tidak tau bagaimana memesan makanan di sana. Bagaimana cara memilih lauk ya yang begitu banyaknya.

"Bu, saya mau beli nasi satu" Ucap Mesya sambil melihat orang-orang di sekitarnya yang sedang menikmati makanannya.

"Lauknya apa?? Makan sini apa bungkus??"

Mesya tiba-tiba merasa mual ketika melihat orang di sebelahnya makan kepala ikan denhan santan berwarna kuning.

"Bungkus aja Bu, lauknya pakai telur aja. Sama minumnya air mineral" Mesya membekap mulutnya, untuk menahan rasa mualnya.

Dia tidak tau kenapa hanya dengan melihat makanan seperti itu, perutnya terasa seperti di aduk-aduk.

"Ini Neng, lima belas rubu ribu"

Dengan cepat Mesya mengulurkan uang yang telah di genggamnya. Rasanya ingin cepat-cepat keluar dari sana.

"Hueekk... Hueekk..." Mesya berusaha memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya yang mendesak ingin keluar.

Badan Mesya mendadak berubah menjadi sangat lemas. Tubuhnya berkeringat dengan wajahnya yang mulai memucat.

"Kenapa ini?? Apa ini karena aku sedang hamil??"

Tak pernah ada dalam bayangannya selama ini. Mesya makan nasi bungkus di pinggir jalan hanya dengan lauk telur dadar tanpa sayur dan daging.

Tapi anehnya, makanan sederhana itu begitu nikmat di lidah Mesya. Nasi satu bungkus telah hanis di lahapnya. Mungkin dia sudah mulai terbiasa dengan kehidupannya yang susah itu.

"Aahhhh!!" Mesya meneguk air mineralnya hingga habis setengah botol. Lapar dan dahaganya sudah hilang saat ini. Kini saatnya dia kembali mencari cara untuk mendapatkan uang.

"Permisi Bu" Mesya kembali ke warteg tempat tadi membeli nasi.

"Iya, kenapa??"

"Maaf Bu, apa di sini ada lowongan pekerjaan untuk saya??"

Wanita yang masih sibuk membungkus nasi untuk pembelinya itu sesekali melirik Mesya dari kepala sampai ke ujung kaki.

"Kamu bisa masak??" Tanyanya.

"Ti-tidak Bu" Dari dulu Mesya memang tidak pernah belajar memasak sama sekali. Untuk apa putri satu-satunya dari keluarga kaya raya harus menyibukkan dirinya di dapur.

"Kalau begitu tidak ada!! Perempuan kok nggak bisa masak" Tolak wanita itu sambil mencibir Mesya yang jelas-jelas masih ada di sampingnya.

"Tapi saya bisa cuci piring Bu, bersih-bersih saya juga bisa. Saya mohon Bu, beri saya pekerjaan. Saya butuh makan Bu" Mohon Mesya sudah ingin menangis karena rasa sakit di hatinya. Ternyata seperti itu rasanya di hina dan di rendahkan.

"Baiklah, tapi kalau sampai kerjaan kamu nggak beres. Kamu harus angkat kaki dari sini"

"Saya mengerti Bu, terimakasih banyak" Mesya bahagia sekali akhirnya bisa mendapat pekerjaan. Setidaknya ada yang bisa dia andalkan untuk makan sehari-hari.

Mesya memulai pekerjaannya dengan menuruti semua yang di perintahkan pemilik warung. Meski sebenarnya Mesya masih belum biasa memegang sapu, namun Mesya tidak menyerah. Dia tetap membersihkan warung itu kalau tidak ingin di pecat.

Mesya mulai mengangkat piring- piring kotor yang harus dicucinya. Sebenarnya mesya jijik melihat sisa-sisa makanan yang basah terkena air itu. Apalagi kuah santan warna kuning yang sempat membuatnya mual kini banyak sekali di hadapannya. Tangannya seperti tak ingin bergerak untuk menyentuhnya.

"Heh!! Ngelamun aja, niat kerja nggak sih!!" Pemilik warung itu tiba-tiba saja ada di belakangnya.

"Iya Bu, ini saya mau cuci"

Sebisa mungkin Mesya menahan gejolak dari dalam perutnya. Terkadang juga ia sengaja menahan nafasnya ketika bau menyengat dari sisa makanan di depannya.

Sesekali punggung tangan Mesya mengusap pelipisnya yang bercucuran keringat. Badannya sudah terasa sangat lelah namun cucian piring di depannya tak kunjung usai. Malah semakin bertambah lagi dan lagi.

Nesya mencoba memindahkan tumpukan piring yang sudah bersih ke tempatnya namun sayang, kakinya tergelincir hingga hingga piring yang ada tangannya terlepas begitu saja.

PRAANGGGG....

Mesya panik melihat piring yang sudah hancur lebur di hadapannya itu.

"ATAGAAAA!!" Pemilik warung itu menatap wajah Mesya dengan garang.

"Maaf Bu" Cicit Mesya.

"Dasar tidak becus!! Belum apa-apa kamu sudah buat saya rugi!! Sekarang pergi dari sini!!" Tangannya menunjuk pintu keluar.

"Bu, saya mohon jangan pecat saya Bu. Saya janji akan mengganti semuanya, Ibu bisa potong dari gaji saya"

"Nggak bisa!! Saya nggak mau punya karyawan yang nggak bisa apa-apa kaya kamu!! Yang ada saya makin rugi nantinya!! Pergi!!"

Mesya menatap kembali piring-piring yang sudah hancur itu, benar-benar seperti hidupnya saat ini.

"Tapi Bu..."

"Ayo cepat pergi dari sini!!" Mesya sempat tersentak karena tangannya di tarik begitu saja.

BRUKK....

"Jenangan pernah kembali kesini lagi!!"

Mesya jatuh tersungkur karena di dorong oleh pemilik warung itu.

"Aww.." Mesya merasakan perih pada lututnya yang menumpu tubuhnya saat terjatuh.

"Bukankah kesalahanku hanya memecahkan piring saja?? Kenapa dia harus memperlakukanku seperti ini??" Mesya menangis membersihkan lututnya yang terluka itu.

"Gimana Bos?? Mau di tolong nggak??" Ucap Ferry. Akhirnya sekretaris itu kembali bekerja lagi dengan Bosnya. Pertengkaran seperti itu memang sudah sering Bisma dan Ferry lakukan. Makanya kemarin Bisma membiarkan Ferry pergi begitu saja.

"Biarkan saja" Jawab Bisma dengan acuh.

Sejak tadi siang Bisma memang sudah tau kalau Mesya mulai bekerja di tempat makan itu berkat laporan dari anak buahnya. Namun Bisma baru datang ke sana sesaat sebelum melihat Mesya di dorong oleh pemilik warung hingga tersungkur.

Bisma juga bisa melihat dengan jelas kalau kaki Mesya terluka. Ada sedikit rasa iba melihat Mesya di perlakukan seperti itu oleh orang lain, karena yang berhak menyakiti Mesya adalah dirinya. Namun ego Bisma yang terlalu besar membuatnya menepis perasaan itu.

Mata Bisma tak lepas dari Mesya yang berjalan tertatih menjauh dari tempat itu.

"Sekarang gimana Bos??"

"Ikuti saja dia, ini sudah malam. Pasti dia akan pulang"

Ferry sebenarnya tau kalau Bisma mengkhawatirkan Mesya. Makanya dia mencoba bertanya untuk menolongnya atau tidak. Tapi Ferry juga tau kalau Bisma tidak akan mau mengalahkan egonya saat ini.

Terpopuler

Comments

Sarah Yuniani

Sarah Yuniani

apa Mesya akhirnya berjodoh sama Bisma thor ??

2024-10-09

0

Edah J

Edah J

Kak author kenapa buat aku nangis Mulu😭😭😭

2024-06-17

0

Audrey Chanel

Audrey Chanel

kak Santi pinter bikin cerita ya🥰🤗😘

2023-07-25

3

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!