Hari-hari berlalu, dan Bisma tidak pernah ingkar dengan apa yang ia katakan. Kabar buruk setiap hari datang menemui Mesya. Tampa Mesya mencari tau juga Mesya kini sudah tau siapa yang melakukan itu. Tak seperti saat itu, ketika Mesya datang menemui Bisma dan memohon maaf darinya. Kini Mesya hanya diam menerima semua yang dilalukan Bisma untuknya dan keluarganya.
Butik milik Mesya minggu lalu baru saja tutup. Itu semua karena semua pelanggan tidak mau lagi memakai barang-barang buatan Mesya. Yang lebih parahnya lagi, ada segerombolan orang yang melempari butiknya dengan telur busuk. Ada juga yang sengaja menjarah isi di dalam butiknya.
Kini Mesya hanya seorang diri di dalam butik itu. Membereskan sisa barang-barangnya yang masih bisa di gunakan. Dia tidak menyangka jika butik tempat dia menyalurkan bakatnya juga jadi sasaran kemarahan Bisma.
Mata Beca kembali menelisik setiap sudut dari butiknya. Kini tidak ada lagi pajangan baju-baju mahal hasil desainnya sendiri. Tak ada lagi kaum sosialita yang akan datang ke sana untuk memborong semua barang-barangnya. Bahkan karyawannya saja tak ada tang tersisa satupun saat ini. Jangankan karyawannya, sahabat-sahabatnya saja sudah hilang bak di telan bumi.
Mesya menarik nafas panjangnya, laku melangkah keluar membawa kotak besar di tangannya. Sudah tidak mungkin baginya untuk mengoperasikan butik itu saat ini. Semua orang sudah tau siapa Mesya dan kelakuan buruknya di sekolah.
Mesya bahkan sampai heran karena muncul berita tentang dia yang mencoba mencuri desain milik Alya. Padahal Mesya tidak sengaja menemukannya ketika mereka berdua berdua bersaing untuk mendapatkan suatu proyek. Mesya tidak memakainya sama sekali melainkan membuangnya kemudian membakarnya. Tapi berita itu justru mengatakan jika Mesya mencuri desain Alya untuk presentasi waktu itu.
Tapi apa gunanya sekarang, pembelaan dari Mesya juga tidak berguna lagi. Semua orang sudah termakan berita itu.
Wanita berambut panjang itu memacu mobil kesayangannya. Mobil berwarna merah yang menggambarkan watak dari Mesya yang berani, bahkan terlampau berani hingga berbuat hal yang kelewat batas.
"Masih berani keluar rumah ternyata" Sambutan sinis itu sudah beberapa hari ini Mesya terima dari Ibu tirinya.
Wanita yang status sosialnya terangkat gara-gara menikah dengan Prabu itu tengah asik menikmati tehnya di sofa.
Mesya terus berjalan tanpa mempedulikan sindiran halus dari Luna.
"Mesya!!" Belum sempat kaki Mesya menaiki tangga menuju kamarnya. Panggilan dari Papanya membuatnya menolah.
"Kenapa Pa??" Tanya Mesya pada Prabu yang juga masuk ke dalam rumah namun wajahnya sudah merah padam.
"Hancur sudah Mesya!! Gara-gara ulah kamu, saham di perusahaan Papa menurun drastis. Papa rugi besar!! Jika seperti ini terus Papa akan bangkrut!!" Prabu melempar kertas-kertas yang berisi nominal-nominal yang membuat Mesya pusing.
"Pa, sudah cukup nyalahin Mesya Pa!! Mesya juga nggak tau kenapa semua ini bisa terjadi. Seharusnya kalau masalah seperti ini tidak akan berpengaruh sebesar itu ke perusahaan Papa kan?? Kecuali ada orang di baliknya!!"
Mesya bari sadar dengan apa yang ia ucapkan. Tentu saja orang di balik itu semua adalah Bisma. Pria itu pasti bisa menghasut siapa saja untuk membantunya menghancurkan perusahaan Prabu.
"Mesya!!"
"Mesya!! Papa belum selesai bicara!!"
Mesya berlari ke kamar dengan tergesa-gesa. Dia memang beberapa hari ini diam tapi kali ini tidak. Mesya membuang rasa takutnya lagi. Secepat mungkin dia mencari nomor ponsel Bisma. Mengumpulkan nyalinya untuk mendengar suara yang beberapa hari ini tidak ia dengar.
"Halo Kak Bisma!!"
Beruntung, baru beberapa detik panggilan itu sudah di angkat oleh Bisma.
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan?? Kalau kamu ingin menghancurkan aku, membalas semua perbuatan ku pada Alya, kenapa harus menghancurkan Papaku juga?? Kenapa??" Dada Mesya naik turun karena sudah memberondong Bisma dengan kalimat panjangnya meski di seberang sana Bisma belum juga mengeluarkan sepatah katapun.
"Mendengar suaramu seperti ini, tandanya kau masih baik-baik saja di sana Mesya. Berarti apa yang aku lakukan ini belum seberapa" Jawab Bisma dengan santai.
"Dasar s*nting!! Aku sudah diam dan menuruti kata-kata mu untuk tidak datang menemui mu dan meminta pertanggungjawaban mu. Tapi kau terus saja memunculkan berita-berita itu. Kehancuran seperti apa yang ingin kau lihat sebenarnya!!" Mesya sudah hilang kesabaran.
Dari dulu dia tidak pernah mendapatkan tekanan seperti ini. Baru kali inilah dia menjadi bahan tontonan, menjadi bahan gunjingan orang di sekitarnya. Dan semua itu karena Bisma, pria yang begitu dicintainya sejak dulu.
"Sampai kau benar-benar tak ingin hidup lagi di dunia ini!!" Lagi-lagi suara tegas itu terdengar di telinga Mesya.
"Hentikan Kak, aku mohon!! Kasihani Papaku, dia membangun perusahaannya dari nol. Dia juga satu-satunya keluarga yang aku punya. Jadi aku mohon, kembalikan perusahaan Papaku seperti semula" Suara Mesya mengecil, kalau Bisma bosa melihat wajah Mesya saat ini. Dia pasti sudah mencemoohnya habis-habisan.
"Kenapa dulu saat kau menyakiti Alya tidak pernah berpikir seperti itu?? Kau pikir orang tua Alya rela kehilangan putrinya begitu saja?? Dasar j*lang b*doh!!" Umpat Bisma.
"Tidak usah khawatir, setelah ini aku akan memberikan mu kejutan lagi. Aku yakin setelah ini kau akan menyesal telah berbuat jahat sepanjang hidupmu!!"
"Apa yang akan kamu la..."
Tut...
"Halo?? Kak Bisma!!"
Mesya melempar ponselnya ke ranjang. Sekarang dia benar-benar buntu. Bukan cuma dirinya yang menjadi sasaran balas dendam Bisma. Namun Bisma juga mengincar keluarganya. Sepertinya memang benar jika Bisma ingin membuat Mesya sendirian dan tak punya siapapun di dunia ini.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang??"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Edah J
Ternyata pembalasan lebih kejam dari perbuatan ya🙁
aduhhh...dari tadi ini napas g teratur mulu kenapa si🙁
2024-06-17
1
Arya Al-Qomari@AJK
Bisma lebih sadis daripada Mesya. klo mau hancurin, ya udah hancurin Mesya n keluarganya juga. klo Bisma hancurin perusahaan papanya Mesya malah nambah korban (para karyawan yang bekerja di perusahaan papanya Mesya)
2023-11-12
4
SUGA 💙💚💛💜💝💘
antagonis memang menyebalkan sih 🤔
tp begitulah cinta yg gila buta sekaligus tuli cara apapun jadi halal😓 apapun kesalahan yg d lakukan entah nyata maupun novel pasti ada porsi karma nya sendiri 🥹 cuma dsini Bisma terlalu sadis hingga merepet pada orang tuanya Mesya, begitula awal datangnya sebuah penyesalan nanti.
2023-09-16
2