Masalah lagi

"Apa yang terjadi padanya??" Tanya Bisma pada Ferry.

"Jangan kaget saat aku mengatakan ini kepadamu" Jawab Ferry tak langsung pada intinya.

"Tidak usah berbelit-belit!!"

Bisma menggulung lengan kemejanya hingga batas siku. Meski ruangannya di lengkapi pendingin ruangan, tapi entah mengapa dia merasa begitu gerah.

"Dia hamil" Dua kata yang sukses membuat nyawa Bisma seolah keluar melewati ubuh-ubunnya.

"Dia hamil anakmu Bos!!" Jelas Ferry dengan gamblangnya.

"Kau yakin jika yang dia kandung adalah anakku??" Bisma tak sudi mempunyai anak dari Mesya.

Memang dua orang yang menolong Mesya saat pingsan di makam adalah orang suruhan Bisma. Saat anak buahnya melihat Masya ambruk di pusaran Papanya. Mereka cepat-cepat menelepon Bisma untuk mencari tau apa yang harus mereka lakukan pada Mesya.

Berkat persetujuan Bisma, akhirnya dua orang pria tadi membawa Masya ke rumah sakit. Namun Bisma menyuruh kedua anak buahnya itu untuk pergi setelahnya.

Dan setelah itu, Bisma mengutus Ferry untuk mencari tau kenapa Mesya bisa pingsan seperti itu.

"Sangat yakin, karena setelah malam dimana Bos merenggut kesuciannya, dia tidak pernah bertemu lelaki manapun. Kita terus mengawasinya sesuai perintah mu Bos" Bisma tiba-tiba tersenyum miring menengah penjelasan Ferry.

"Apa Bos senang dengan kabar ini?? Apa Bos berniat menyudahi rencana balas dendam itu kepada Mesya??" Pertanyaan Ferry itu langsung membuat Bisma menatap pria berkaca mata itu dengan tajam.

"Ya, memang aku senang. Tapi bukan karena aku akan memiliki anak dari wanita itu. Aku juga tidak akan pernah berniat menghentikan niat balas dendam ku apapun yang terjadi. Aku senang karena setelah ini pertunjukkan akan lebih menarik" Lagi-lagi Ferry bisa melihat senyuman mengerikan itu di wajah Bisma. Namun sialnya, Bisma tetap terlihat tampan meski mengeluarkan senyuman seperti itu.

"Bos yakin?? Dia sedang mengandung anakmu Bos. Apa kau tidak takut terjadi sesuatu dengan darah daging mu nantinya?? Biar bagaimanapun Mesya, dia tetap wanita yang akan melahirkan keturunan Dirgantara Bos " Kali ini Ferry sedikit tidak setuju dengan keputusan Bisma itu.

"Diam kau!! Keturunan Dirgantara tidak pantas lahir dari wanita seperti dia!! Jadi tutup mulutmu dan cukup lakukan saja apa yang aku perintahkan. Kau sudah terlalu banyak bicara" Ferry langsung terdiam saat itu juga. Bisa-bisa dia akan di tendang Bisma sampai ke luar angkasa kalau sampai dia terus membuka mulutnya.

"Maaf Bos" Ferry kembali ke setelan awal ketik dia menjadi sekretaris Bisma, bukan sahabatnya.

"Sekarang kau lakukan rencana selanjutnya. Aku mau dia menerima penderitaannya secara bertubi-tubi. Aku tidak mau memberikan dia celah sedikitpun"

"Baik Bos, saya mengerti" Ferry undur diri dari ruangan Bisma.

Sebenarnya Ferry juga sangat membenci Mesya saat mengetahui jika wanita itu adalah dalang di balik kepergian Alya. Ditambah lagi kenyataan-kenyataan yang Ferry dapat setelah lebih dalam menyelidiki masa lalu Mesya dan Alya. Yang Bisma sendiri baru tau saat sudah kehilangan Alya, karena dari dulu Mesya begitu rapat menutupi semua perilaku buruknya itu pada Alya.

Ferry juga sempat tak menyangka ada wanita sekejam itu di dunia ini. Tapi setelah satu bulan ini, ia membantu Bisma merencanakan balas dendam itu. Melihat Mesya berlahan-lahan jatuh kemudian harus sampai di titik kehilangan Papanya, di tambah lagi kabar kehamilannya, belum juga rencana Bisma setelah ini, tentunya membuat Ferry sedikit tidak tega pada Mesya.

Dia sadar jika manusia diciptakan dengan sifat dan jalan hidup yang berbeda-beda. Setiap manusia juga tak luput dari kesalahan. Dari situlah timbul rasa iba di hati Ferry untuk Mesya.

*

*

*

*

Mesya sudah di perbolehkan menjelang malam. Tapi Mesya tidak tau kemana perginya Luna sejak perdebatan mereka tadi siang.

Mesya memutuskan pulang sendiri setelah membayar biaya Rumah sakit dengan sisa uang yang dimilikinya. Tabungannya benar-benar terkuras habis saat ini. Hanya tersisa uang tak seberapa di kartu debitnya. Jika di bandingkan dengan uang jajannya saat sekolah beberapa tahun yang lalu saja masih kalah jauh.

Dengan sedikit rasa mual karena lapar, walau tadi sempat mengisi perutnya dengan makanan rumah sakit sebelum Mesya tiba di rumahnya. Rumah besar yang saat ini masih menjadi milik Papanya. Rumah harapannya satu-satunya karena sudah tak adalagi yang tersisa dari peninggalan Papanya.

Saat baru saja melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Mesya sudah di sambut dengan barang-barang milik Luna yang sudah di masukkan ke dalam koper.

"Ada apa ini?? Kalian mau kemana Bi??" Mesya juga melihat asisten rumah tangganya sudah menenteng tasnya.

"Non.." Bibi asisten rumah tangga itu hampir menangis melihat Mesya yang kebingungan.

"Rumah ini sudah di sita oleh bank. Begitu juga mobil satu-satunya yang tersisa milik Papamu. Sekarang kau benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi" Luna menyahut dari arah belakang.

Luna yang masih membereskan barangnya mendengar kedatangan Mesya. Tadi saat di rumah sakit ternyata Luna meninggalkan Mesya karena ada orang dari perusahaan yang menghubunginya. Mereka datang ke rumah untuk memberitahu Luna agar secepatnya mengosongkan rumah. Karena ternyata Prabu telah menjadikan rumah itu sebagai jaminan secara diam-diam.

"A-apa?? Tapi kenapa secepat itu?? Papa saja baru kita makamkan tadi pagi. Dan sekarang mereka setega itu mengusir kita dari sini??" Mesya lemas bersandar pada sofa. Benar-benar bertubi-tubi maslah yang menimpanya.

"Sebenarnya yang aku terima saat ini cobaan atau karma?? Kenapa tak ada hentinya seperti ini"

"Sekarang lebih baik lekas bereskan barang mu. Waktu kita sudah tidak banyak. Hanya sampai besok pagi. Kita masih di ijinkan menginap di sini semalam"

Mesya hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah. Mau minta tolong pada siapa lagi kali ini. Kalau Papanya saja tidak bisa meminta bantuan untuk menyelamatkan perusahaannya, apalagi dirinya yang tak tau menahu soal saham seperti itu.

"Satu lagi. Aku tau kau sidah tidak punya keluarga lagi. Aku juga sudah kehilangan suami, tapi aku tidak bisa terus disini. Aku akan pergi ke luar negeri ke tempat saudaraku. Jadi mulai besok kita tidak bisa bersama lagi. Kita mulai hidup kita lagi masing-masing. Semoga saat kita bertemu lagi nantinya, keadaan kita sudah lebih baik" Luna memaksakan senyum tipis di bibirnya.

"Aku tau hubungan kita dari dulu tidak pernah baik. Tapi kalau aku boleh berpesan, hiduplah dengan baik dan jagalah bayi di dalam kandungan mu. Karena hanya dialah yang kamu punya mulai besok. Jadilah orang yang baik, hilangkan semua sifat-sifat buruk mu itu, karena sekarang kau bisa lihat sendiri kalau hidup tidak akan selalu seperti yang kita inginkan" Luna lekas pergi naik ke lantai dua setelah mengatakan semua itu.

"Bibi juga pamit Non, Bibi akan pergi sekarang karena sudah di jemput keluarga Bibi. Maafkan Bibi karena tidak bisa membatu apa-apa. Terimakasih karena selama ini Non dan Tuan Prabu sudah baik sama Bibi. Bibi pergi"

"Saya yang harusnya minta maaf Bi. Saya banyak salah sama Bibi. Maafkan saya dan Papa yang tidak bisa memberikan apapun untuk jasa Bibi selama ini" Mesya mengeluarkan air matanya lagi. Akhir-akhir ini mesya begitu sering mengeluarkan air matanya. Padahal dulu dia sempat berpikir jika kelenjar air matanya bermasalah karena tidak pernah menangis.

"Yang tabah ya Non, Bibi pamit" Bibi mengusap tangan Mesya yang masih berpegangan pada sofa tempat ia bersandar.

"Hati-hati Bi"

Mesya menatap kepergian asisten rumah tangga yang sudah bekerja di sana sejak ia kecil. Kini Mesya benar-benar sendirian, benar-benar di tinggalkan dan tak punya apa-apa seperti kata Bisma.

Terpopuler

Comments

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

lama lama emak jd spikopat juga nih... seneng aja kalo baca novel tentng balas dendam apalagi perselingkuhan

2025-02-06

0

ALNAZTRA ILMU

ALNAZTRA ILMU

melampau.. Bisma sama saja manusia hina

2025-02-04

0

ALNAZTRA ILMU

ALNAZTRA ILMU

bagus karyamu.. bikinp
penasaran

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Awal kehancuran
2 Janjiku
3 Jebakan Mesya
4 sebelum kejadian
5 Menemui Bisma
6 Ancaman demi ancaman
7 Mencari bantuan
8 Syok
9 Dua pria misterius
10 Serpihan dari dirinya
11 Masalah lagi
12 Jadi gelandangan
13 Petunjuk
14 Rumah kumuh
15 Di pecat
16 Usaha menyambung hidup
17 Masalah baru
18 Status palsu
19 Masalah belum berakhir
20 Tanpa sengaja bertemu
21 Permintaan maaf
22 Meminta maaf pada Alya
23 Mulai sadar
24 Profesi baru
25 Wanita bodoh
26 Mulai peduli
27 Menyadari kehadiranmu
28 Luka berbalut luka
29 Mencari kepastian
30 Terimakasih Kak Bisma
31 Bagian dari dirimu
32 Anakku
33 Calon orang tua yang gagal
34 Sangat mengenal dirimu
35 Asal kamu bahagia
36 Datang terlalu cepat
37 Kalian tanggung jawabku
38 Maafkan Papa
39 Mencintai wanita lain
40 Bumi dan langit
41 Tidak harus menikah
42 Kamu pemilik hatiku
43 Akhirnya
44 Belum berakhir
45 Ingin melindungi mu
46 Pergi dari sini!!
47 Mencari Mesya
48 Menemukanmu
49 Aku juga mencintaimu
50 Tidur seranjang
51 Menukar Mesya
52 Selamat tinggal
53 Hanya mimpi
54 Dejavu
55 Wanita bodoh
56 Menjauh
57 Semakin yakin
58 Kebohongan
59 Bukti
60 Satu syarat
61 Lamaran yang menghancurkan
62 Bimbang
63 Mencari tau kebenaran
64 Aku tidak mau orang lain
65 Kembali ke pemiliknya
66 Keputusan Mesya
67 Pergi
68 Wanita jahat
69 Tempat persembunyian
70 Pilihanmu sendiri
71 Kesempatan ke dua
72 Mencari kenangan
73 Pria lajang
74 Sama-sama tersakiti
75 Membawa seseorang
76 Aku merindukannya
77 Kekhawatiran yang tiada artinya
78 Peluk aku
79 Marah
80 SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81 Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82 Selesai
83 Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84 Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85 Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal kehancuran
2
Janjiku
3
Jebakan Mesya
4
sebelum kejadian
5
Menemui Bisma
6
Ancaman demi ancaman
7
Mencari bantuan
8
Syok
9
Dua pria misterius
10
Serpihan dari dirinya
11
Masalah lagi
12
Jadi gelandangan
13
Petunjuk
14
Rumah kumuh
15
Di pecat
16
Usaha menyambung hidup
17
Masalah baru
18
Status palsu
19
Masalah belum berakhir
20
Tanpa sengaja bertemu
21
Permintaan maaf
22
Meminta maaf pada Alya
23
Mulai sadar
24
Profesi baru
25
Wanita bodoh
26
Mulai peduli
27
Menyadari kehadiranmu
28
Luka berbalut luka
29
Mencari kepastian
30
Terimakasih Kak Bisma
31
Bagian dari dirimu
32
Anakku
33
Calon orang tua yang gagal
34
Sangat mengenal dirimu
35
Asal kamu bahagia
36
Datang terlalu cepat
37
Kalian tanggung jawabku
38
Maafkan Papa
39
Mencintai wanita lain
40
Bumi dan langit
41
Tidak harus menikah
42
Kamu pemilik hatiku
43
Akhirnya
44
Belum berakhir
45
Ingin melindungi mu
46
Pergi dari sini!!
47
Mencari Mesya
48
Menemukanmu
49
Aku juga mencintaimu
50
Tidur seranjang
51
Menukar Mesya
52
Selamat tinggal
53
Hanya mimpi
54
Dejavu
55
Wanita bodoh
56
Menjauh
57
Semakin yakin
58
Kebohongan
59
Bukti
60
Satu syarat
61
Lamaran yang menghancurkan
62
Bimbang
63
Mencari tau kebenaran
64
Aku tidak mau orang lain
65
Kembali ke pemiliknya
66
Keputusan Mesya
67
Pergi
68
Wanita jahat
69
Tempat persembunyian
70
Pilihanmu sendiri
71
Kesempatan ke dua
72
Mencari kenangan
73
Pria lajang
74
Sama-sama tersakiti
75
Membawa seseorang
76
Aku merindukannya
77
Kekhawatiran yang tiada artinya
78
Peluk aku
79
Marah
80
SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
81
Karya baru SEBATAS PENGHANGAT RANJANG
82
Selesai
83
Ekstra part 1 terbangun dari mimpi
84
Ekstra part 2 terbangun dari mimpi
85
Ekstra part 3 Kebahagiaan milik semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!