BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU

POV Fina

"Akhhhhhh sial, Mamaaah," teriak Fina dari dalam kamar memanggil ibunya yang berada di dapur.

"Mamah, Kemana sih orang itu?" gerutu Fina.

"kenapa kamu Fin? teriak-teriak terus.

"Mah, Apa Mamah tahu kalau Mba Nissa itu punya restoran mewah Mah?"

"Iya, Mamah tahu, emangnya kenapa?"

"Kenapa mamah gak ngomong? Aku kan bisa minta kerjaan ama Mba Nissa. Mamah tahu gak restorannya gede dan mewah, bayangin saja kalau aku jadi manajernya, aku pasti dapet gaji gede. Jadi aku gak perlu pacaran sama tua-tua bangka itu mah."

"Emang bagus banget ya restorannya?"

"Bagus banget Mah, mana harganya mahal makanannya juga enak-enak," ucapku antusias.

"Ya sudah, kita kesana aja yuk, Kita bilang aja bahwa kita adalah saudara si Nissa, biar kita bisa makan enak dan gratis disana, kan Nissa saudara kita."

"Iya mah, besok kita kesana. Tapi aku sebel sama mba Nissa mah."

"Kenapa lagi?"

"Itu loh, aku minta kerjaan sama dia malah dibaca doang, ditelepon pun ga diangkat."

"Kurang ajar memang si Nissa itu. Nanti biarin Mamah yang bakal bilang sama kakak Mamah, bapaknya Nissa. Kalau Nissa sama ibunya sudah semena-mena sama kita."

"Iya mah, sebelum ke restoran Mba Nissa, kita ke rumah Tante Arum dulu ya."

"Fin, si Herman belum pulang ya, sudah malam kaya gini juga."

"Belum Mah, mungkin dia nginep di rumah Ibunya kali. Biarkan saja lah Mah, urusan dia, aku sudah gak peduli sama dia."

"Tapi Kamu sudah ngambil tabunganmu kan?"

"Belum Mah, HP-nya dikunci mulu, aku gak tau password-nya apa?" ucapku lemas.

"Ya sudah Mah, aku mau tidur dulu ya," ucapku langsung bergegas ke kamarku karena aku sudah sangat mengantuk. Karena Hari ini benar-benar melelahkan sekali.

Pagi pun telah tiba, aku bangun dan langsung kulihat jam yang ada di nakas. Hmmm.... masih jam delapan, masih pagi. Aku pun menoleh ke sampingku, ternyata tidak ada mas Herman di sampingku. Apa dia tidak pulang ya semalam? atau dia sudah berangkat kerja? Aku pun langsung ke kamar mandi yang ada di dapur. Saat di dapur aku melihat Mamahku sedang sibuk membersihkan rumah, tapi biarlah, pikirku. Langsung saja aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Saat selesai mandi, aku melihat Mamahku sedang ada di meja makan, sedang memakan sarapan yang dia buat sendiri. Aku pun langsung bergabung bersama Mamah di meja makan untuk memakan nasi goreng buatan Mamahku.

"Wangi sekali nasi gorengnya Mah pasti enak ya Mah?" ucapku yang langsung memasukkan nasi goreng dengan sendok makan ke mulutku.

"Anak cewek jam segini baru bangun, suami dirumah pun gak dilayani keperluannya," Ucap Mamahku.

"Mas Herman pulang Mah?" tanyaku ke Mamah.

"Iya, dia pulang semalam, tadinya mau nginap di rumah ibunya, tapi disuruh pulang sama ibunya. Katanya dia harus bertanggung jawab sekarang sebagai suami kamu."

"Ya, emang seharusnya mas Herman kaya gitu kan Mah?"

"Lah, kamu gimana jadi istri, tanggung jawab gak?" tanya balik Mamahku

"Aku kadang malas Mah, apalagi sekarang mas Herman sudah gak ada duitnya."

"Fin, kamu rayu aja tuh si Herman biar bisa tinggal di rumah ibunya, jadi kan kita gak usah ngontrak kaya gini lagi. Lumayan kan uangnya buat nambah-nambah uang belanja."

"Iya sih Mah bener juga kata Mamah. Apalagi rumah ibunya mas Herman lumayan cukup besar, ya walaupun cuma satu lantai tapi lumayan ada ART nya disana, jadi Mamah gak usah capek-capek beberes. Ada yang melayani kita, lalu lama-lama kita kuasain dah rumahnya, supaya nanti jadi milik kita."

"Bener itu kamu, Fin? Ya, kamu buat alasan apa ke, mau ngurusin ibu kamu sekalian atau apa, biar kita bisa berhemat."

"Iya Mah, nanti aku omongin lagi. Mending sekarang kita ke restoran Mba Nissa aja dulu. Aku mau kerja di sana pokoknya."

"Hayu!"

Akhirnya kami pergi ke restoran Mba Nissa menggunakan taksi online. Saat sudah sampai, aku melihat restoran Mba Nissa cukup ramai, malah sangat ramai. Padahal, harga makanannya lumayan mahal disini. Makanan di sini memang harus aku akui sangat enak. Kami pun masuk, dan aku langsung duduk di meja yang sudah disediakan karena ada yang kosong.

Saat aku mencari Waitress untuk melayani aku dan ibuku, aku menoleh ke samping ternyata ada Waitress kemarin yang melayani aku dan Mas Beni. Aku masih kesal dengan wanita itu, Aku kerjain aja dia sekarang, batinku.

"Hey, kamu pelayan sini," ucapku memanggil Waitress yang kemarin.

"Iya bu. Silahkan ini menunya."

"Saya pesan makanan yang paling enak dan paling mahal yang ada di restoran ini dua porsi, dan untuk minumnya saya pilih wine. Cepat kamu persiapkan!" ucapku sombong.

"Kamu tau kan siapa saya? Saya itu calon manajer di sini, karena Mba Nissa itu kakak sepupu saya. Jangan pake lama, siapin segera."

"Benarkah, ibu saudaranya Bu Nissa?"

"Iya, benar. Kami saudara Nissa. Dia itu keponakan ku. Kalau kamu gak percaya, telepon aja si Nissa. Jangan lupa, pesanan kita berdua cepat di siapkan, jangan pake lama," ucap Mamahku.

"Baik, saya akan menelpon dulu Mba Nissa," ucap Waitress tersebut.

Si Waitress pun mengambil HP nya untuk menghubungi Mba Nissa.

[ Hallo Bu, disini ada yang mengaku saudara Bu Nissa dan beliau juga mengaku calon manajer di restoran ini, Bu ]

"Maaf, nama ibu siapa?" tanya pelayan resto.

"Nama ku Fina. Sini, biar aku yang ngomong."

[ Iya, Bu. Baik, katanya beliau ingin bicara dengan ibu.....Baik, sebentar Bu ], lalu Handphone pelayan itu diserahkan ke Fina.

[Haloooo... Mba Nissa, akhirnya kamu mau bicara sama saya juga, mba. Aku ingin makan di restoran mu mba, kamu kan kakakku, jadi aku mau makanan yang paling enak dan gratis ya mba ] ucapku langsung to the point.

[ Jadi selain jadi pelakor, benalu kamu juga gak punya urat malu ya? Oh... aku tau kamu itu gaya selangit tapi ekonomi mu sulit kan Fina! Kalau gak mampu bayar, gak usah minta makan yang enak, mana mintanya yang mahal lagi! Kalau mau makan, bayar sendiri ], ucap Mba Nissa, membuat hatiku geram.

[ Mba, tapi aku ini saudaramu, ngapain harus bayar di tempat usaha saudaranya sendiri ]

[ Saudara kamu bilang! aku gak pernah tuh punya saudara yang jadi duri dalam rumah tanggaku, yang kasih ************ nya sama mantan suamiku. Jangan mimpi kamu ], ucap Mba Nissa yang langsung mematikan sambungan teleponnya.

"Sial, Mba Nissa."

"Kenapa Fin? Nissa mau kan?"

"Maaf Bu. Itu HP saya, jangan dipegang kaya gitu. Tar ibu banting lagi HP ku."

"Nih HP jelek aja bangga," ucapku sambil memberikan telepon itu kepada pelayan tadi.

"Jadi bagaimana bu dengan pesanannya? Saya diminta untuk menagih tagihannya terlebih dahulu sebelum menyajikan makanan yang Ibu pesan, dan ini rinciannya bu," ucap pelayan tersebut seraya menunjukkan daftar menu yang menunjukkan rincian harga makanan yang kami pesan.

"Gila, segitu doang sampai 10 juta,

"Bagaimana Fin, Nissa mau membayar kan?" tanya ibuku yang penasaran.

"Ayok, Bu, kita pergi ke rumah Tante Arum saja. Om ada kan di rumah? Ibu harus memberitahu Om kalau anaknya berbuat jahat kepada kita," ucapku.

Kami pun segera meninggalkan restoran dan aku memesan taksi online untuk menuju rumah Tante Arum, Ibu dari Mbak Nissa yang merupakan kakak Mamahku. Om pasti mau membela aku dan Mamah dan akan memarahi Mbak Nissa karena telah mengusir Mamah dari rumah Nenek Mbak Nissa dan tidak mengakui aku sebagai saudaranya.

Sesampainya di halaman rumah Tante Arum, aku dan Mamah dihadang oleh Satpam penjaga rumah untuk tidak langsung masuk. Aku semakin geram karena mereka memperlakukan aku seperti ini, padahal aku juga bagian dari keluarga majikan mereka.

"Pak, tolong bukain gerbangnya, saya mau masuk ke dalam," ucapku sedikit berteriak pada Pak Satpam di dalam.

"Oh....., ada Mbak Fina dan Bu Mayang. Sebentar ya, saya telepon Nyonya dulu di dalam," ucap Pak Satpam.

"Ngapain sih pake laporan segala, biasanya juga langsung masuk, Ribet amat sih." Ucapku.

"Silahkan masuk!"

"Ayok Mah," ucapku pada Mamah. Kami pun langsung masuk ke dalam, dan di dalam rumah kami disambut oleh Om Dito dan Tante Arum. Mereka sedang duduk di ruang depan sambil minum kopi dan beberapa cemilan.

"Mayang dan Fina? duduklah! Bibi akan membuatkan minuman untuk kalian berdua," ucap Om Dito. Aku tersenyum dan bersorak gembira dalam hatiku, karena aku yakin Om Dito pasti akan membela kami dan menegur anaknya.

"Ada keperluan apa kalian berdua ke sini?" tanya Om Dito.

"Gini Mas, aku cuma mau bilang ini, loh. Mbak Arum kok tega ngusir adik ipar sendiri dari rumah yang selama ini aku tempati Mas. Aku tahu rumah itu adalah rumah ibunya Mbak Arum, tapi kan aku sudah lama tinggal di situ Mas," ucap ibu sambil berpura-pura menangis, dan aku mengacungkan jempol untuk akting Mamahku.

"Iya Om, kasian sekali Mamah sekarang terlantar. Untung ada aku dan Mas Herman yang bisa menampung Mamah di rumah kontrakan kami yang kecil Om," ucapku berakting sedih sambil melirik Tante Arum yang masih dengan wajah datarnya.

"Oh...." ucap Om Dito.

Aku kaget, apakah Om Dito hanya bilang "oh"? Gak salah, kan?

"Lalu, istri saya di mana? Kamu memang pantas diperlakukan seperti itu, Mayang. Setelah apa yang kamu lakukan ke keluarga kami," ucap Om Dito sedikit marah.

Aku bisa merasakan dia sedang menahan diri untuk tidak memarahi Mamah.

"Maksudnya, Mas?" tanya Mamah.

"Hmmm, jangan bilang tidak tahu apa-apa atau berpura-pura bodoh Mayang! Saya sudah tahu semuanya, apa yang kalian lakukan sama anak kami, Kalian berdua ini memang saudara yang tidak bisa menjaga diri. Dan kamu Fina! Om benar-benar tidak pernah mengira kelakuan busuk kamu. Apa kamu tidak tahu, setiap bulan Nissa selalu memberikan uang untuk ibu kamu, lima juta setiap bulan untuk membantu uang sekolah kamu. Juga menampung kamu dirumah anakku Nissa dan menampung Ibu kamu Mayang, di rumah orang tua istriku. Tapi dengan seenaknya kamu menggoda Herman, suami Mbak kamu sendiri, dan berbuat zinah di rumah yang kami berikan untuk Nissa. PUNYA OTAK GAK KAMU, FINA!" ucap Om Dito marah dengan suara teriakan yang menggema di ruangan itu.

Aku dan Mamahku sampai kaget karena teriakan Om Dito yang terlalu keras itu, dan aku melihat Tante Arum hanya tersenyum sinis sambil melihat majalah tanpa memperhatikan aku dan Mamahku seakan kami berdua tidak ada di sana.

"Tapi Om, itu adalah kesalahan Mbak Nissa sendiri yang tidak bisa menjaga suaminya, mas Herman, apalagi sampai sekarang Mbak Nissa belum hamil. Berarti dia mandul dong?" ucapku.

"Aih!" aku merasa terbelakang dan pipiku terasa perih. Aku melihat wajah Tante Arum sudah memerah setelah menampar aku dengan sangat kencang.

"Kalian berdua benalu masih punya muka datang ke sini dan masih berani menghina anak saya. Pergi kalian berdua dari rumah saya! Dasar tidak tahu diri kalian berdua," ucap Tante Arum dengan nafas memburu.

"Mbak Arum, kenapa kamu menampar Fina? Mau saya laporkan kamu ke Polisi karena kasus penganiayaan," ucap Mamahku.

"Silakan laporkan, saya juga bisa menuntut balik anak kamu atas kasus perzinahan dengan mantan suami anakku si Herman. Dan saya yakin kalian tidak akan mampu menjebloskan kami ke penjara, karena kalian tidak punya uang. Pergi kalian dari sini!" ucap Tante Arum lagi.

"Mas, kamu tega melihat keponakan kamu ditampar oleh istri kamu Mas," ucap Mamahku. Aku hanya melihat wajah Tante Arum dan Om Dito yang masih kesal menatap aku dan seakan ingin menelan aku hidup-hidup.

"Kenapa aku harus membela Fina, anakmu yang sudah menghina anak saya. Kalau saja saya boleh memukul wanita, dari tadi saya yang akan memukul mulut anakmu yang tidak tahu diri itu. Keluarlah kamu Mayang! bawa anakmu yang murahan itu. Dan kamu, Fina! kamu juga selalu berzinah dengan Herman, Apa kamu sekarang sudah hamil ? belum kan! semoga saja ucapannya itu berbalik ke diri kamu sendiri," ucap Om Dito.

"Keluarlah kalian berdua! dan jangan pernah mengganggu keluarga saya lagi ataupun mengganggu Nissa. Dan kamu Fina! kamu mau minta kerja di restoran Nissa? bahkan jabatan manajer, Mimpimu terlalu ketinggian Fina, otakmu sudah geser sepertinya, kamu tidak pernah berpikir bahwa Kamu telah mengacaukan rumah tangga Nissa, dan dengan merasa tak berdosa kamu meminta pekerjaan dari orang yang telah Kamu sakiti.

Sekarang Anda pergi atau saya akan melaporkan Anda atas kasus perzinahan. Ingat aku, Fina! camkan kata-kataku baik-baik Fina, bahwa hidupmu tidak akan pernah merasakan bahagia." ucap Tante Arum masih merah wajahnya dan kesal saat mengucapkan kata-kata itu.

"Joko, keluarkan mereka dari sini dan jangan biarkan mereka menginjakkan kakinya dirumah ini lagi, Aku sungguh sangat malu memiliki adik seperti Mayang dan benar-benar marah mempunyai keponakan seperti Fina. Dan asal kalian tahu semua keluarga besar kita telah mengetahui tentang kelakuan anakmu ini. Kami akan melihat apa yang akan dilakukan oleh keluarga besar kami untuk Anda berdua," ucap Om Dito.

Aku melihat Satpam tadi masuk dan langsung ingin menyeret tanganku dan Mamahku.

"Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri. Ayo Mah, kita pulang."

"Ayo Fin," ucap Mamah.

Kami keluar dari rumah Tante Arum dan Om Dito dengan perasaan marah dan kesal. Ini memang salahku, tapi apa aku salah juga mencintai mas Herman yang selalu membuatku bahagia dan memperlakukan ku dengan baik bahkan jauh lebih baik, apa yang aku katakan adalah sudah benar. Sampai sekarang Nissa belum hamil juga, meskipun mereka sudah menikah selama lebih dari setahun.

"Akhhhhhh, mereka menyebalkan!" ucapku kesal.

Saat sudah berada di luar gerbang, aku memesan taksi online yang akan membawa kami pulang.

"Bukankah harusnya mereka merasa simpati dan membantu kita? Tapi yang aku dapatkan malah tamparan," ucapku sambil menangis.

"Kita tidak perlu lagi mengganggu mereka. Setelah memikirkannya, apa yang dikatakan oleh Tante Arum memang benar. Inilah kejadian akibat kesalahan kita. Terutama Fina, jika kamu mengungkapkan yang sebenarnya, itu takut akan berbalik pada dirimu sendiri," kata Mamahku.

"Sudahlah Mah! aku lagi kesel, Jangan malah menyudutkanku. Aku tidak akan mengacuhkan apa yang mereka omongkan," ucapku sambil terdiam. Akhirnya, taksi online pun tiba dan Kami berdua bergegas pulang ke rumah kami.

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

betul sekali kata2 om dito

2023-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!