"Nah selesai, hayu kita masuk ke ruangan khusus buatan ku."
"Wah beda yah Bu bos kita ini punya ruangan sendiri kalau mau makan," ucap Arsyi.
"Alhamdulillah gak ada usaha yang mengkhianati hasil," ucapku tersenyum.
Kami pun masuk ke ruangan ku dan langsung saja memesan makanan yang ada di buku menu, setelah semua memesan kami pun menunggu makanan datang, saat sedang menunggu makanan, aku pun mengeluarkan kertas akta perceraian ku yang tadi siang aku terima.
"Taraaaaaaa....... Kejutan!" ucapku sambil menyerahkan surat akta perceraian ku di hadapan ke tiga sahabat ku.
"Akhhhhhhhhh, selamat Nisaa... Gue ikut bahagia...... Hiks hiks.... Akhirnya lu pisah juga sama si da'jul itu.... Akhirnya lu terbebas dari benalu itu hiks...hiks... " ucap Sera terharu dan sampai menangis.
"Cup... cup... Sera....... Selamat ya Nis perjuangan lu sekarang gak sia sia, dan gue lihat si Herman sedang mendulang karmanya" ucap Arsy.
"Ia gue seneng banget akhirnya hari ini datang....... Tapi kesenangan gue ternodai saat gue tahu si Herman kerja di tempat kita," ucapku mencebik.
"Jadi dia tadi ngejar lu di kantor, emang kerja, kirain gue sengaja buat nemuin lu," ucap Arsyi menimpali.
"Kagak dan yang lebih parahnya, tadi siang dia ngehina gue di bawah, katanya gue yang cuma OB lah gak bisa hidup tanpa nafkah dia lah, jijik gue dengernya gue tinggalin aja, ekh malah habis itu dia nyamperin ke ruangan gue buat lanjut nyiyirin gue," ucapku dongkol.
"EK...ekh... ekh... entar kita lanjut makanannya sudah datang tuh,"
"Wah enak-enak banget nih Bu bos, sering- sering saja traktir kita" ucap Diana.
"Ia doain aja ya na, biar rezeki saya nambah banyak dan restoran ini tambah rame." ucapku.
"Tentu saja Bu," ucap Diana sambil menunjukan jempol nya. kita berempat pun makan dalam kebahagiaan yang terpancar di wajah masing-masing, aku melihat bahagia begitu bersyukur karena meskipun aku di kecewakan oleh keluarga dan saudara ku sendiri, ternyata aku masih mempunyai sahabat yang sangat memperdulikan aku melebihi saudaraku sendiri, mereka adalah saudara ku yang sebenarnya, yang selalu menemani dan mensupport aku di saat aku berada di titik terbawah ku, saat ku tau suami ku sendiri selingkuh dengan sepupuku di rumah ku sendiri. Dan itu adalah hal yang paling mengerikan dalam hidupku.
"Eh, lanjut aja pesen dessertnya ya, entar gue panggil waiters nya, sekalian gue mau ke toilet," ucapku sambil melangkah keluar.
"Bu maaf ya, tanpa mengurangi rasa hormat kami, ibu harus tanggung jawab Karena memecahkan set makanan ini." Ucap salah seorang pelayan yang berada di meja salah satu pengunjung restoran yang tempatnya berserakan pecahan piring milik restoran.
"Ia, nanti saya pasti bayar, berapa sih alat makannya? palingan juga beli di pasar tradisional," ucap pengunjung meja tersebut.
"Peralatan set makan ini yang ibu pecahkan ada 2 piring dan 1 gelas totalnya 1 juta setengah," ucap pelayan tersebut.
"Ngarang kamu ya, tempat makan kaya gini doang sampai sejuta lebih, kamu mau meras saya?" ucap pengunjung itu, yang tak lain adalah Fina yang memecahkan piring dan sendok karena tangannya yang tidak bisa diam, selalu mencoba untuk merayu pria tua yang ada di sebelahnya.
"Itu memang benar Bu, karena restoran kami ini restoran kategori menengah ke atas jadi apa pun yang berada disini semuanya premium dan berkelas, maka dari itu kami pun mengutamakan pelayanan," ucap Waitress.
"Mas gimana ini, bisa sekalian kan sayang" ucap Fina merayu Om kekasihnya itu.
"Ya sudah mba sekalian saja sama makanan saya, ini kartunya," ucap kekasih Fina.
"Kamu Fina lain kali gak usah bikin masalah lagi ya"
"Ia sayang aku janji!" ucap Fina kembali.
"Ini pak kartunya dan ini struk pembayaran nya di tunggu kedatangannya kembali," ucap Waitress.
"Semuanya jadi 25 juta, makanan yang saya makan dan pecahan piring itu."
"Ia pak....... Karena makanan yang bapak pesan adalah makanan Best Seller kamu dan yang paling mahal pak," ucap Waitress sambil tersenyum.
"Kamu Fina! seenaknya saja kamu memesan makanan, lain kali lihat jangan maen pesen saja," ucap kekasih Fina marah.
"Ia sayang, kamu kaya orang susah aja mas, uang kamu kan banyak masa 25 juta aja mas marah-marah, katanya sayang sama aku," ucap Fina merayu.
"Ya sudah kita pulang sekarang."
Saat aku keluar dari toilet, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Fina dan Om Om yang ku pastikan ia adalah kekasihnya, karena di lihat dari gerakan badan mereka yang terlewat mesra.
"Oh lihat siapa ini, mba Nissa kerja jadi Waitress disini mbak?" ucap Fina dengan senyum sinis.
"Oh ada ibu Nissa disini," ucap kekasih Fina.
"Kamu kenal dia mas," ucap Fina bertanya.
"Iya tentu saja, Bu Fina adalah Direktur Keuangan di tempat klien ku bekerja," jelas Om kekasih Fina yang tak lain bernama pak Beni.
"Pak Beni, anda dengan siapa ini? setahu saya istri anda tidak semuda ini.... Apa ibu Laila operasi plastik Pak?" ucapku dengan senyum.
"Oh ini keponakan saya Bu, jangan salah paham ya Bu, ibu kenal dengan keponakan saya Fina," ucap pak Beni yang langsung melepaskan rangkulannya Fina dari tangannya.
"Dia...... siapa ya pak? saya tidak kenal, keponakan Bapak ini sangat dekat ya dengan Bapak sampai bisa rangkulan seperti itu, apa Bu Laila tau?" ucapku sambil melihat ke arah Fina yang kaget atas ucapan ku barusan.
"Ia istri saya tau kok, Bu Nissa kalau kami sangat dekat, dan kalau boleh tau Bu Nissa sedang ada acara apa disini?" ucap pak Beni selidik.
"Ia, saya sedang ada acara di restoran ini bersama teman-teman saya."
"Mba makan disini? emang situ mampu makan di tempat mahal kaya gini? ngaku aja, mba pasti pelayan sini kan?" ucap Fina sinis.
"Fina jaga mulut kamu ya! ini itu restoran punya ibu Nissa, benar kan Bu?" ucap pak Beni dengan suara sedikit tinggi.
"Ia ini restoran saya, Angel kesini sebentar " ucapku sambil mengayunkan tanganku memanggil Angel.
"Ia Bu, maaf Bu, ini laporan keuangan perminggu ini yang tadi ibu minta rekapan nya, untuk salinannya saya sudah kirim ke email ibu ya Bu" ucap Angel seraya menyerahkan sebuah map berisi laporan keuangan yang sebelumnya sudah aku chat sebelum sampai ke restoran ini.
"Oh ia, sekalian tolong kamu suruh pegawai sini, antarkan dessert ke tempat VVIP ya" ucapku ke pada angel yang menjabat menjadi manager di restoran ku ini, walaupun Angel adalah Manager, tapi para pegawai disini tetap menjalankan tugas utama mereka yaitu melayani tamu yang datang ke restoran, kecuali untuk Chef yang di tugaskan hanya memasak di dapur.
"Kalau gitu Bu Nissa saya permisi dulu, masih harus ketemu Client soalnya," ucap pak Beni langsung meninggalkan ku dan menarik tangan Fina menjauh, aku hanya menganggukan kepalaku saja.
"Hmmmm....... Menarik ini, lebih baik saya beritahukan ke Bu Laila kalo suaminya selingkuh..... Kasian Bu Laila dan juga biar Fina sesekali kena getahnya kan Bu Laila lumayan bar-bar," ucapku yang langsung menghampiri Waitress yang menangani masalah si Fina tadi.
"Angel tadi ada masalah apa ya?" tanyaku ke Angel.
"Oh yang tadi Bu..... Begini Bu, mbak-mbak yang tadi memecahkan set alat makan kita...... Tadinya dia tidak mau bertanggung jawab, tapi akhirnya setelah di desak akan di bawa ke jalur hukum, akhirnya pacarnya yang tua itu mau juga ganti rugi," jelas Angel detail.
"Ohh.. begitu, lain kali Kalau dia kesini buat onar atau apa pun ngaku-ngaku tentang saya jangan kamu percaya, kamu hubungi saya dulu."
"Ia baik Bu."
"Ya sudah makasih ya kamu lanjutin aja kerja kamu," ucapku langsung meninggalkan Angel menuju tempat di mana teman-teman ku berada.
"Guys sorry ya gue agak lama........ Ada kejadian tadi," ucapku pas masuk ke ruanganku tadi.
"Kejadian apa?" ucap Sera si ratu kepo.
"Biasalah si ulet keket cari mangsa baru dan bikin onar.... Dia mecahin alat makan gue dan dia kira gue kerja disini jadi Waitress, sumpah tuh mulut pengen banget gue lelepinn cabe jablay....... Kaya kelakuannya yang kaya jablay"
"Ikh dasar tuh orang otaknya kurang se ons kali ya, tapi dia emang gak tau kan kalau restoran ini punya lu Nis?" ucap Arsy.
"Ia dan dia kaget banget pas tau kalau ini restoran gue, dan lu tau gak sugar Daddy nya si Fina siapa," ucapku.
"Siapa?" tanya Sera.
"Itu pak beni Client kantor kita suami Bu Laila, yang orangnya bawel banget setengah mati, dan kalo dia tau suaminya selingkuh sama si Fina, pasti abis tuh si Fina di unyeng-unyeng, ia gak?" jelasku.
"Ia lu bener Nis, lu kasih tau aja sama Bu Laila dia kan juga deket sama lu," ucap Sera lagi.
"Ia entar gue kasih tau, ya sudah balik yu sudah malam" kalian pada naik taksi kan?"
"Ia gue sama Sera satu taksi, lu gimana Diana? tanya Sera.
"Saya naik taksi online juga Bu, arah kita pulang kan beda-beda Bu," ucap Diana.
"Yudah yuk cabut,"
"Ok." ucap mereka bertiga serentak.
Kami pun meninggalkan restoran dan berpisah di halaman restoran yang cukup luas untuk parkir, aku tidak kembali lagi ke dalam untuk mengurus restoran ku karena aku sudah mempercayakan semua kepada Angel, karena dia sudah bekerja denganku dari awal Restoran ini di bangun. Aku pun masuk ke dalam mobilku lalu melajukan mobilku membelah jalanan yang tidak terlalu macet untuk pulang ke rumah Mamah.
"Hmmmmm....... Herman, Herman..... Saat bersamaku, dia selingkuh dengan Fina, tapi setelah berpisah denganku, dia malah di selingkuhi oleh Fina juga, hidup itu selucu itu ya mas, wanita yang kamu bela kamu ajak buat senang-senang ternyata yang buat kamu hancur.......... Kita tunggu saja mas bagaimana kamu akan merasakan rasa sakit yang aku rasakan karena perbuatan kamu dulu mas!" ucapku sambil memegang erat setir mobil dan sedikit menambah kecepatan mobilku.
Setelah sampai rumah aku langsung saja menuju kamarku, tapi saat aku masuk ke dalam ruang keluarga, ku lihat rumah terasa sepi, apa Mamah sama Papah sudah pada tidur ya? batinku. Langsung saja aku naik ke atas ke kamarku untuk membersihkan diri.
Ku rebahkan badanku sambil memikirkan rencana yang akan aku lakukan untuk Fina. aku bukan tuhan yang bisa memaafkan orang begitu saja, aku juga ingin agar hidup Herman menderita, lalu ku ambil kembali HP ku dan kulihat ada notifikasi dari chat Fina, aku pun membukanya dan membaca isinya.
[ Mba Nissa apakah benar yang tadi itu restoran mu mba? boleh lah mba terima aku kerja disana sebagai Manager mu, walau Bagaimanapun kita ini kan keluarga mba ]
[ Mba Nis, jawab chat ku mba, balas ke mba, jangan di anggurin kaya gini ]
[ Mba Nis..... Aku tau kalo mba Nis itu masih cinta sama mas Herman, silahkan mba ambil lagi mba aku ikhlas, tapi masukin aku kerja di restoran mba Nis ya ]
Aku membaca beberapa isi chat Fina hanya bisa menggelengkan kepalaku, apakah dia tidak punya rasa malu sedikit pun. Padahal dia sudah menjadi duri dalam rumah tanggaku dan sekarang dia minta kerjaan dengan gampangannya seolah tidak ada masalah di antara kami, dasar orang gila!
Aku pun hanya membaca chat itu tanpa berniat membalasnya, untuk menghindari urat menegang malam-malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Ria Lita
si Fina gak ada urat malu minta kerjaan make milih segala
2025-03-15
0
Sukliang
udah gila ya fina
2023-07-08
1
Uthie
dasar gak punya muka dia 😂
2023-07-02
1