BAB 10 HEALING HATI

Ku ingat kembali bagaimana pertama kali kita bertemu, ku pandangi foto pernikahan ku yang terpampang di ruangan ini, begitu bahagia senyum terukir dari kami berdua dengan tulus, dari awal aku menikah aku tak pernah merencanakan apa pun hanya seperti air yang mengalir, karena prinsip ku saat aku sudah menikah aku adalah milik suamiku seutuhnya, ku layani suamiku dengan sebaik- baiknya, ku patuh padanya ku berikan kesetiaan itu pada suamiku yang bertujuan untuk mendapatkan ridho dari Tuhanku.

Tapi semuanya kini kandas, pernikahan ku sudah berakhir karena cobaan yang tak pernah bisa ku tanggung, dan aku tak mampu menjalani semua sendiri, lumpuh sudah semua pertahanan ku, keangkuhan yang ku perlihatkan kepada mereka berdua, pada hakikatnya aku hanya seorang wanita dan seorang istri yang rapuh yang akan hancur seperti kebanyakan istri lainnya saat pernikahan nya kandas. Aku pun melangkahkan kaki ku ke arah kamar kami berdua, dan aku menatap nanar kamar ini yang menjadi tempat mesum mereka berdua.

"Kalian berdua memang lancang sudah mengotori rumahku sekarang berusaha mengambil rumah ku" ucapku kesal.

Aku pun langsung mengambil HP ku, untuk menghubungi mamah dan menceritakan semua yang terjadi hari ini, tapi aku melihat ada chat dari Bu Rumi yang berisikan Bu Rumi telah meng upload Video penggerebekan mas Herman tadi dengan selingkuhannya di sosmed berlogo biru itu dan ternyata menjadi viral, aku pun membalas chat dari Bu Rumi dan hanya mengucapkan terima kasih. Dan aku pun langsung mencari kontak mamahku dan menghubungi mamahku, kutunggu dering pertama belum di angkat oleh mamah, tak lama kemudian mamah langsung mengangkat teleponku.

"Haloooo assalamu'alaikum mah," Ucapku

"Wa alaikum salam sayang.... Gimana mereka gak ngelakuin apa apa kan?"

"Lebih dari itu mah, mereka berdua telah pergi dari rumah ini dan telah menikah!"

"Kok bisa mereka menikah! siapa yang menikahkan mereka?"

"Mas Herman dan Fina aku grebek mah bersama pak satpam dan tetanggaku jadi aku langsung memanggil pak RT dan pak penghulu untuk menikahkan mereka berdua."

"Apa kamu baik-baik saja nak?"

"Aku baik-baik saja mah, bahkan mas Herman sudah mengucapkan talak kepadaku dan seminggu lagi sidang pertama kami mah."

"Kamu harus kuat nak."

"Aku pulang ya mah aku gak mau tinggal lagi di sini, aku mau ke Apartemen ku aja, aku mau jual rumah ini gak apa-apa kan mah?"

"Kamu tinggal sama mamah aja untuk sementara nak, dari pada kamu sendirian."

"Enggak mah aku butuh sendiri sekarang aku akan ke Apartemen aja mah."

"Ya sudah kamu hati-hati ya nak jaga diri kamu baik-baik,"

"Jangan beritahu siapapun ya mah kalo aku ada di apartemen!"

"Ia sayang, kalo butuh apa pun langsung telepon saja mamah ya!"

Setelah mematikan sambungan telepon dengan mamah gegas aku memasukan pakaian ku ke dalam koperku untuk ku bawa ke Apartemen, ya aku mempunyai 1 unit Apartemen hasil dari gajiku sebelum menikah dan usaha toko ku tanpa mas Herman ketahui kalau selama ini aku mempunyai beberapa aset dan usaha, setelah dia tau pasti dia akan menyesal telah berkhianat dari ku.

Tiba-tiba telepon pun berbunyi pas ku angkat ternyata itu dari Tante Mayang, mau apa lagi keluarga benalu ini.

[ Haloo assalamu'alaikum kenapa Tante? ]

[ Halo Nis apa Kabar? ini Tante Mayang ]

[ Ia aku tau ini Tante Mayang kenapa Tante? ]

[ Tante mau tanya Nissa maaf sebelumnya itu tunggakan Tante yang biasa kamu bantu, kartu kredit Tante, Nis kok belom kamu transfer ya sampai tanggal ini udah mau jatuh tempo Nis ]

[ Oh itu maaf Tante aku sudah memutuskan untuk gak membantu Tante lagi, dan juga sudah satu tahun kan aku bantuin Tante, aku rasa sudah cukup uang yang aku keluarin untuk Tante. Fina juga sudah kelar kuliahnya suruh lah dia cari kerja dan bantuin kebutuhan Tante, Tante kan juga ada mas Robi anak Tante yang cowok, ia sudah kerja juga kan ].

[ Tapi kan kebutuhan mereka banyak Nis, lagian kamu kan juga udah janji mau bantu Tante ]

[ Tante pikir aku juga emangnya gak punya kebutuhan, banyak kebutuhan aku juga Tante lagian aku cuma bantu, seperti yang Tante bilang, dan gak mungkin aku terus-terusan ngasih uang untuk memenuhi kebutuhan Tante, enak amat yang jadi anak Tante tinggal kaki doang ibunya juga aku yang urusin. emang Tante itu siapa ibu aku? sudah ya Tante jangan ganggu aku lagi, aku gak bisa bantu Tante lagi ] Ucapku kesal langsung saja ku tutup teleponnya.

"Nih anak kenapa langsung di tutup sih teleponnya, gak sopan sama orang tua! gimana ini mana banyak banget lagi tagihan bulan ini!" kesal Tante Mayang. Aku pun segera melanjutkan kembali acara beberes barang-barang ku yang tidak banyak, barang- barang berharga seperti perhiasan yang aku kunci di laci pun, aku bawa serta koleksi tas ku yang hanya sedikit juga aku taro di dalam koper, jadi banyak sekali koper yang akan ku bawa ke Apartemen untuk di amankan.

Setelah membereskan semua barang-barang ku ke dalam koper, aku pun segera membawa koper ku ke dalam mobil dan ku lihat di luar ternyata mas Herman dan Fina pergi membawa motornya mas Herman, baguslah setidaknya dia hanya mengambil milikinya saja, aku pun mengunci pintu tapi aku lupa bagaimana ini mas Herman mempunya kunci cadangannya dia bisa saja masuk ke rumah ini, kalau ganti kunci sekarang sudah malam. Aku pun langsung naik ke mobil ku untuk ke supermarket terdekat untuk membeli gembok pagar dan pintu agar pintu tidak bisa di buka seenaknya oleh mas Herman. Setelah sampai supermarket aku pun langsung mencari 1 set gembok yang ku butuhkan langsung saja aku bayar dan kembali lagi ke mobil agar cepat sampai rumah karena hari sudah semakin malam. Ku pasang gembok dan talinya di pintu depan dan untungnya aku tidak punya pintu samping dan jendela pun di beri teralis, jadi pintu yang di gunakan hanya pintu ini saja lalu pagarnya pun sama aku beri gembok juga, agar mas Herman gak seenaknya masuk, biarlah nanti besok siang baru akan aku ganti semua kunci pintunya. Setelah semua selesai, aku langsung membawa mobil ke daerah Apartemen elit di Jaksel yang agak jauh memang dari rumahku, itu sengaja aku lakukan untuk menjauhi sejenak pikiran yang semrawut dan jauh dari orang-orang toxic itu.

Setelah sampai Apartemen ku dengan membawa 4 koper yang di bantu oleh staf Apartemen, aku langsung memasukan semua barang-barang ku dan menatanya di kamar, untung saja Apartemen ku selalu bersih, karena aku selalu meminta orang untuk membersihkan Apartemen ini seminggu 3 kali. Setelah selesai menata semuanya, aku pun langsung bergegas membersihkan diri ke kamar mandi.

"Hmmm... segarnya serasa semua beban hidup terlepas hanya dengan berendam air hangat, perut ku lapar sekali ini," ucapku setelah mengganti dengan pakaian tidur. Aku pun memegang perutku yang berbunyi.

"Kayanya aku beneran lapar deh, malas banget masak, pesen online aja kali ya," ucapku.

Setelah pesanan yang aku pesan lewat online datang, aku pun langsung makan dengan lahap, karena sungguh laparnya dari tadi perutku. Dan setelah makan aku membereskan bekas makan lalu sejenak aku terdiam menghitung berapa hari lagi sisa cuti ku yang ternyata masih 1 Minggu lagi, kayanya seru nih kalau bisa healing jalan- jalan.

"Ku ajak Sera sibuk gak dia ya?" tanyaku dalam hati

Segera ku ambil HP dan ku telepon Sera, tetapi sudah telepon yang ke tiga kalinya tidak di angkat juga sama dia! ya sudahlah mending aku tidur untuk mengistirahatkan tubuh, hati dan jiwaku.

...................

Sementara di tempat lainnya .......

POV Herman

Setelah aku di grebek oleh Nissa dan aparat setempat aku langsung menikahi Fina dan membawa keluar Fina dari rumah ini, walaupun Fina merengek dan menangis minta tidak ingin keluar dari rumah inu, tapi aku bisa apa? saat aku akan keluar dari rumah ini bersama Fina menggunakan motor ku, Fina lagi-lagi berteriak kepadaku dan marah-marah lagi, aku hampir pusing di buatnya.

"Mas kita pake motor ini? sebelah kan mobil kamu ayo buka mobilnya mas, mana kuncinya" ucap Fina.

"Fin, mobil ini, kunci dan STNK nya ada di Nissa, ayok kita pergi dari sini mau kamu di penjara."

"Tapi mas, kenapa semua mba Nissa yang pegang, kamu gak bawa apa-apa mas, kamu gak dapat apa-apa?"

"Sudah ayok kita ke luar dulu, kita cari penginapan atau kontrakan murah dulu."

"Apa kontrakan? gak mau aku mas dari pada kontrakan kecil ya lebih baik kita pulang ke rumah mba Nissa saja, aku mau tinggal di sana itu kan rumah aku juga jadinya, aku kan sekarang istri kamu."

"Kamu ngerti gak sih Fin, itu rumah punya Nissa dari orang tuanya, ayo sekarang kita pergi naik motor ini sebelum kamu di laporkan ke penjara."

Dengan masih menahan amarahku karena kesal kepada Fina dan kejadian penggerebekan yang sebelumnya terjadi, aku benar-benar pusing di buatnya, jadinya aku hanya berputar-putar dengan Fina mencari kontrakan, yang akhirnya aku dapatkan dengan sisa uang yang ada di dompetku tentunya karena aku belom tarik uang di ATM.

"Ya tuhan mas, ini rumah kontrakannya, gak ada yang lebih besar dari ini?"

"Sudah untuk sementara saja sampai aku gajian."

"Tapi kan uang kamu banyak di ATM mas?"

"Aku gak mau menghamburkan lagi uangku yang di ATM, kita harus berhemat!"

"Tapi mas, gak kaya gini juga kali mas, mana sempit gak ada AC, aku bakalan kepanasan" keluh Fina

"Kamu tau, dengerin kamu ngoceh terus bikin kepalaku tambah makin panas pengen meledak rasanya, bisa diem gak! berhenti ngomong Fin!"

"Kok kamu jadi kasar gitu sama aku mas, kamu kan janji akan buat aku bahagia terus kalau kaya gini gimana bisa aku bahagia, aku gak mau hidup seperti ini, aku gak mau tinggal di rumah sempit jelek kaya gini!" ucap Fina teriak.

Aku pun pusing mendengarkan ocehan Fina yang gak bermanfaat dan memilih keluar kembali untuk mengambil koperku yang tertinggal di luar. Biarlah besok aku izin setengah hari untuk menemui Nissa kembali dan meminta dia untuk memaafkan aku, dan kembali rujuk, jujur saja aku juga gak bakalan sanggup untuk hidup susah kaya gini dan memikirkan semua kebutuhan ku dan tidak bisa bersenang-senang lagi, apalagi Fina sangat boros, batinku.

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

hahahaha emang enak di usir

2023-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!