Aku pun baru sampai di Bandara Internasional Komodo berdua bersama Sera dan Arsyi, aku berlibur bertiga menginap di Hotel bintang lima dengan fasilitas lengkap plus pemandangan indah kebun raya Komodo, kami bertiga akan berlibur selama 4 hari disini menikmati tempat wisata yang ada di Labuan Bajo.
Saat sedang melihat pemandangan di balkon, aku teringat dengan ucapan mas Herman di telepon bersama Fina, setelah Fina lulus dia akan mengajak Fina ke Labuan Bajo, jalan- jalan ke tempat indah ini, dan dengan tidak punya urat malu nya dia mau minta uang ke aku 20 juta, apa dia sudah gila? sampai saat ini aku masih gak habis pikir dengan mereka berdua. Dan sekarang malahan aku yang berlibur kesini menggunakan uang tabungannya mas Herman.
Setelah itu aku mengambil HP dan memfoto-foto dan Selfi pemandangan indah ini lalu menjadikan status baruku dengan caption
'Indahnya Sore Ini Di Labuan Bajo."
Sengaja ku terus update status ku biar Fina dan mas Herman tau bahwa aku sangat bahagia terlepas dari mas Herman, dan aku ingin si Fina merasa lebih iri lagi kepadaku, karena sebelumnya dialah yang ingin berlibur ke Labuan Bajo bersama mas Herman, tapi malah akulah yang liburan ke sini.
"Nis lu kenapa.....? kesambet ya! ketawa-ketawa sendirian," ucap Sera yang menghampiriku di balkon Hotel.
"Enggak, gue cuman ingat kejadian lucu, Lu tau kan Ser, gue pernah dengerin mas Herman ngobrol sama siluman ulet keket di telepon, kebetulan gue juga bisa dengar percakapan mereka di CCTV yang gue pasang di beberapa titik di rumah gue."Jelas ku.
"Masa sih lu pasang CCTV Nis? pantes saja lu bisa tau apa yang mereka lakukan dirumah lu, pinter banget lu Nis, bisa kepikiran ke situ." Ucap Sera bertepuk tangan.
"Ia gue kepikiran pas gue ngegepin mereka siang itu di kamar nya si Fina, jadi aku langsung berinisiatif untuk memasang CCTV.
"Ia, gue memang sakit hati waktu itu, tapi gue gak mau langsung ngelabrak mereka, gue berusaha untuk mencari bukti terlebih dahulu biar semuanya gampang disaat aku menggugat si Herman. Dan lu tau gak, mereka berdua rencananya mau jalan-jalan ke sini pas si Fina lulus, tapi si Herman dengan tidak tahu malunya meminta duit ke gue dengan alasan ibunya sakit" ucapku.
"Sakit jiwa emang si Herman Nis, doain saja supaya ibunya sakit beneran."
"Kalian berdua lagi ngapain? ngomongin gue ya?" ketus Arsyi saat menghampiri dan ikut bergabung bersama kami.
"Ye.. pede banget situ hahahaha, Kita lagi ngomongin mantan laki nya Nissa sama sepupunya," ucap Sera menjelaskan.
"Oh yang Videonya Viral itu yah, semua orang di kantor sudah pada tau Nis, mereka sudah pada liat tuh Videonya, hahahahha seru bingit."
"Ya sudah Nis, lu gak usah mikirin para manusia benalu seperti mereka lagi, kita kan disini buat healing dan jalan-jalan bener gak bohay?" ucap Sera ke Arsyi.
"Ia bener banget, ya sudah yuk akh kita keluar jalan-jalan menikmati alangkah indahnya pemandangan disini.
"Hayu" ucapku dan Sera berbarengan, kami pun tiba-tiba tertawa bersama.
Saat sampai di jalan alun-alun kota, kami bertiga pun berfoto bersama, aku pun tak lupa untuk membuat status ku dengan tulisan caption 'hang-out di alun-alun kota.'
Seharian ini aku dan mereka sahabatku menikmati jalan-jalan di alun-alun kota sambil menikmati ramainya pasar malam, kami pun menyempatkan membeli pernak-pernik di pasar tersebut dan tak lupa untuk mampir ke restoran yang menyajikan makanan khas di tempa wisata ini. Setelah asik berjalan- berjalan, kami bertiga pun langsung pulang kembali ke Hotel untuk mengistirahatkan tubuh kami, karena esok akan mengunjungi Pulau Komodo, untuk melihat secara langsung dari dekat bagaimana bentuk dari kadal raksasa itu.
Pagi harinya kami bangun di waktu shubuh dengan segar, setelah mandi dan membersihkan diri kami pun langsung melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslim untuk melakukan sholat subuh bersama disaat waktu masih menunjukan pukul 5 pagi.
Aku dan dua sahabatku berencana untuk ke Pulau Komodo hari ini, sambil menunggu jam 7 untuk sarapan di restoran, aku pun hanya berbaring di kasur sambil melihat-lihat majalah.
"Iseng akh bikin status di kasur Hotel biar di lihat si Pelakor itu," batinku. Aku pun memfoto majalah yang aku pegang dengan sebelah mukaku di kasur ini dengan caption 'menunggu sarapan pagi.'
Pasti seru nih dilihat si ulet keket, dia kan sering banget lihat-lihat status aku, habis itu suka chat panjang banget.
Setelah jam 7 pagi kami pun segera turun ke bawah untuk makan di restoran yang ada di Hotel ini, Fasilitas di Hotel ini sangat lengkap, makanannya pun sangat enak, tidak rugilah mengeluarkan uang sedikit berlebihan untuk menghibur diri dan kepuasan hati ini, lagi pula kan uang yang ku pakai juga adalah uang suamiku, yang sebentar lagi akan jadi mantan suami.
Setelah makanan yang kami pesan sampai, sebelum di santap, seperti biasa dan sebelumnya, aku mengambil foto kami bertiga bersama makanan yang tersedia biar makin panas tuh si Fina melihat semua status ku.
Setelah selesai sarapan kami pun tanpa membuang waktu, pergi ke arah Pulau Komodo melewati pantai, menggunakan kapal boots. Pulau ini lumayan besar juga dan kami pun di arahkan oleh tour guide ke tempat tujuan. Aku merasa senang sekali liburan kali ini bersama sahabatku, serasa seluruh beban dan rasa sakit hatiku benar- benar hilang, hanya dengan melihat-lihat pemandangan ciptaan tuhan yang maha indah ini. Dan aku pun akan terus bersyukur karenanya, walaupun kini keadaan rumah tanggaku sedang di ujung tanduk, tapi aku merasa lega karena aku bisa tau sifat asli mas Herman yang sebenarnya.
Kami bertiga pun memfoto Komodo yang besar sekali ukurannya, salah satu keajaiban dunia yang Tuhan ciptakan di bumi Indonesia ini.
"Eh gaeys, liat dah tuh si Komodo mukanya mirip banget si Herman mokondo ya" ucap Sera, dan setelah kami lihat seksama tidak ada mirip-miripnya.
"Bisa ae lu Sera hahahaha...., " Ucap Arsyi tertawa dan diikuti oleh kami bertiga tertawa bersama.
POV Author
Sedangkan di lain tempat, di rumah kontrakan Fina dan Herman telah terjadi keributan antara Herman dan Fina. Itu karena Fina yang melihat status Nissa yang jalan-jalan liburan ke Labuan Bajo bersama sahabatnya, yang sebelumnya di inginkan direncanakan Fina dan Herman setelah Fina lulus.
POV Fina
Saat sudah sampai rumah dengan hati dongkol minta ampun, aku pun langsung masuk ke kamarku tanpa memperdulikan mas Herman yang mau di layani untuk di buatkan kopi hingga dia capek dan memilih membuatnya sendiri, aku tak peduli mau di bilang istri yang durhaka atau bagaimanapun mereka menyebutkan, karena sekarang aku sedang kesal, apalagi ku lihat status W.A mba Nissa yang sedang makan enak dan membeli perhiasan yang membuat ku sangat iri terhadap mba Nissa.
Esok harinya saat aku bangun ternyata sudah siang dan aku melihat jam di HP ku ternyata sudah jam 8 pagi, aku pun menoleh ternyata mas Herman masih tidur tengkurap di sebelahku. Aku termenung kenapa nasibku kok jelek banget sih ya, niat hati godain mas Herman biar bisa tinggal di rumah mewah itu dan mengusir mba Nissa, kenapa malah aku yang jadi terusir dan tinggal di kontrakan jelek seperti ini, aku pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.
Setelah mandi dan badan ku kembali segar, aku pun melangkah menuju dapur dan memasak makanan untuk sarapan, tapi tiba- tiba HP ku berbunyi dan kulihat Mamah menelepon ku.
[ Haloo mah kenapa? ] ucapku.
[ Fin, benar kamu ketahuan sama si Nissa ada main sama lakinya ya? ]
[ Ia mah, kita ke gep Mah sama mba Nissa, tapi detik itu juga mas Herman langsung talak mba Nissa Mah, dan menikah siri denganku ]
[ Kenapa sampai ketahuan sih Fin? kamu tau bantuan Yang selama Nissa kasih ke Mamah sekarang di cabut sama dia, dan sekarang malah Mamah di usir dari rumah ini Fin, ]
[ Jadi beneran Tante Arum ngusir Mamah? kurang ajar banget ya, itu kan rumah sudah jadi milik Mamah ]
[ Enggaklah, Mamah disini sebenarnya cuma numpang, tapi kalau kamu gak ketahuan, muni Mamah masih tetep di rumah ini Fin, kamu di mana sekarang Fin? Mamah tinggal di tempat kamu ya? ]
[ Aku tinggal di kontrakan kecil sama mas Herman Mah, aku juga pusing Mah, aku mau cari kerja saja, aku sudah lulus ini, cuma masalahnya sekarang mas Herman juga gak kerja Mah, ia di pecat dari kerjaannya ]
[ Terus hidup kita kedepannya gimana Fin? kamu dimana? kirim alamat rumah kamu, pokoknya Mamah mau tinggal saja sama kamu ]
[ Ia nanti aku kirim Mah ]
[ Kamu kok bodoh banget sih Fin, kenapa sampai ketahuan, gagal deh kita rebut rumah Nissa yang mewah itu, dan Mamah sekarang sudah gak bisa hidup enak lagi ]
[ Udah Mah gak usah ribet, pusing aku, teleponnya aku tutup ya ] ucapku lalu menutup panggilan Mamahku yang tersambung.
Hmmmm mas Herman masih tidur aja, aku mau masak sarapan dari pada dia bangun belum ada makanan Sama sekali, entar dia marah-marah lagi.
Setelah selesai memasak nasi goreng dan sudah menyiapkannya di meja makan aku pun melihat aplikasi chat ku yang berwarna hijau dan kulihat status mba Nissa , dia sedang jalan-jalan di pusat kota dan menginap di Hotel mewah, Sial seharusnya yang menikmati semua itu aku.
"Akhhhhh dasaarrrrr sialan mba Nissa, itu kan keinginan ku buat jalan-jalan di sana, kenapa malah mba Nissa sih yang kesana," teriakku, aku melihat status dia lagi yang sedang sarapan di restoran mahal dan jalan-jalan ke pulau Komodo, karena saking kesalnya aku pun tanpa sadar melempar HP ku ke lantai.
"Astagaa begok banget sih aku, untung saja gak ancur HP mahal ku ini," ucapku kaget karena membanting HP sendiri.
"Kamu kenapa sih Fin pagi-pagi udah berisik!" ucap mas Herman yang sudah rapih dan bersih keluar kamar dan duduk langsung di sebelahku.
"Pagi-pagi? udah siang ini mas,
"Jam berapa ini? tanya mas Herman
jam setengah 10 mas ,ayok kita makan mas, sudah lapar aku," ucapku sambil menarik tangan mas Herman untuk makan di meja makan.
"Sudah masak kamu, kaya gini dong jadi istri mau ngelayanin suami, tenang besok aku sudah kerja di kantor temenku yah walaupun gaji ya kecil cuma 4 juta cukup lah buat makan kita sehari-hari," jelas mas Herman .
"Empat juta mas? aku gak bisa ke salon lagi mas, buat makan buat kontrakan aja kayaknya gak cukup mas."
"Kamu kerja sana kalau mau menuhin gaya hidup kamu, pake duit kamu sendiri saja."
"Punya laki kok pelit banget!"
"Sudah, cukup! aku ngeluarin duit banyak buat gaya Hedon kamu itu, sekarang kalau kamu mau kaya gitu ya cari duit sendiri aja!"
"Ia ia mas, aku bakalan cari kerja. Oh ia mas Mamahku kan di usir sama Tante Arum, Mamah ku tinggal disini aja ya bareng kita."
"Kamu gimana sih! rumah kita kan kecil, terus keuangan aku juga lagi kaya begini,"
"Sudahlah, gak apa-apa mas, itung-itung bantuin aku bersihin rumah ini, kalau aku sudah kerja nanti, Mamah biar urusan aku saja, yang penting sekarang Mamah punya tempat buat tidur."
"Ya sudahlah urusin saja hidup Mamah kamu, aku gak mau repot." Ucap mas Herman kejam sekali tidak mau menghargai Mamahku padahal ibu mertuanya sendiri.
"Mas kamu lihat gak status nya mba Nissa? dia lagi jalan-jalan ke Labuan Bajo, padahal kamu sudah janji loh mas mau ajak aku jalan-jalan ke sana. Tapi sekarang malah mba Nissa yang kesana, aku ga ikhlas bener-bener ya mas aku tuh gak rela, seharusnya aku yang kesana, seharusnya bukan dia yang ada di rumah itu tetapi aku sama kamu, ngeselin banget sih, mana mukanya happy-happy mulu gak ada sedih-sedih nya, aku WA dia juga cuma di baca doang," ucapku panjang lebar.
"Dia ke labuan bajo? sama siapa?"
"Sama cewek bertiga mas, mungkin sahabatnya mba Nissa."
"Hmmmm ya sudahlah biarin saja dia seneng- seneng."
"Kamu ini gimana sih mas, aku tuh iri, aku juga pengen kesana!"
"Kerja makanya, biar bisa jalan-jalan pake duit sendiri, kaya Nissa tuh."
"Kamu mah nyuruh aku kerja mulu, capek aku sudahlah aku mau tidur lagi, pusing aku pengen apa-apa sekarang gak ada uang, kamu juga gak bisa di andelin," kesal ku langsung masuk kamar dan membanting pintu.
"Dasar istri kurang ajar, kenapa coba aku bisa kegoda sama cewek model begitu." ucap mas Herman berbicara sendiri dan tiba tiba HP mas Herman berbunyi tanda ada panggilan masuk dari ibunya .
[ Halo Mah, ada apa? ) ucap Herman saat menerima panggilan dari ibu nya .
[ Besok ke pengadilan jangan lupa, walaupun gak ada Nissa kamu harus tetap datang, biar proses perceraian kamu cepat selesai, ibu akan nemenin kamu, jangan lupa jemput ibu ]
Ucap ibuku ditelpon panjang lebar.
Deg....
Persidangan....? ya tuhan... cobaan apa lagi ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Uthie
dasar... manusia2 gak tau diri 😡
2023-07-02
1