BAB 14 LABUAN BAJO

Aku pun baru sampai di Bandara Internasional Komodo berdua bersama Sera dan Arsyi, aku berlibur bertiga menginap di Hotel bintang lima dengan fasilitas lengkap plus pemandangan indah kebun raya Komodo, kami bertiga akan berlibur selama 4 hari disini menikmati tempat wisata yang ada di Labuan Bajo.

Saat sedang melihat pemandangan di balkon, aku teringat dengan ucapan mas Herman di telepon bersama Fina, setelah Fina lulus dia akan mengajak Fina ke Labuan Bajo, jalan- jalan ke tempat indah ini, dan dengan tidak punya urat malu nya dia mau minta uang ke aku 20 juta, apa dia sudah gila? sampai saat ini aku masih gak habis pikir dengan mereka berdua. Dan sekarang malahan aku yang berlibur kesini menggunakan uang tabungannya mas Herman.

Setelah itu aku mengambil HP dan memfoto-foto dan Selfi pemandangan indah ini lalu menjadikan status baruku dengan caption

'Indahnya Sore Ini Di Labuan Bajo."

Sengaja ku terus update status ku biar Fina dan mas Herman tau bahwa aku sangat bahagia terlepas dari mas Herman, dan aku ingin si Fina merasa lebih iri lagi kepadaku, karena sebelumnya dialah yang ingin berlibur ke Labuan Bajo bersama mas Herman, tapi malah akulah yang liburan ke sini.

"Nis lu kenapa.....? kesambet ya! ketawa-ketawa sendirian," ucap Sera yang menghampiriku di balkon Hotel.

"Enggak, gue cuman ingat kejadian lucu, Lu tau kan Ser, gue pernah dengerin mas Herman ngobrol sama siluman ulet keket di telepon, kebetulan gue juga bisa dengar percakapan mereka di CCTV yang gue pasang di beberapa titik di rumah gue."Jelas ku.

"Masa sih lu pasang CCTV Nis? pantes saja lu bisa tau apa yang mereka lakukan dirumah lu, pinter banget lu Nis, bisa kepikiran ke situ." Ucap Sera bertepuk tangan.

"Ia gue kepikiran pas gue ngegepin mereka siang itu di kamar nya si Fina, jadi aku langsung berinisiatif untuk memasang CCTV.

"Ia, gue memang sakit hati waktu itu, tapi gue gak mau langsung ngelabrak mereka, gue berusaha untuk mencari bukti terlebih dahulu biar semuanya gampang disaat aku menggugat si Herman. Dan lu tau gak, mereka berdua rencananya mau jalan-jalan ke sini pas si Fina lulus, tapi si Herman dengan tidak tahu malunya meminta duit ke gue dengan alasan ibunya sakit" ucapku.

"Sakit jiwa emang si Herman Nis, doain saja supaya ibunya sakit beneran."

"Kalian berdua lagi ngapain? ngomongin gue ya?" ketus Arsyi saat menghampiri dan ikut bergabung bersama kami.

"Ye.. pede banget situ hahahaha, Kita lagi ngomongin mantan laki nya Nissa sama sepupunya," ucap Sera menjelaskan.

"Oh yang Videonya Viral itu yah, semua orang di kantor sudah pada tau Nis, mereka sudah pada liat tuh Videonya, hahahahha seru bingit."

"Ya sudah Nis, lu gak usah mikirin para manusia benalu seperti mereka lagi, kita kan disini buat healing dan jalan-jalan bener gak bohay?" ucap Sera ke Arsyi.

"Ia bener banget, ya sudah yuk akh kita keluar jalan-jalan menikmati alangkah indahnya pemandangan disini.

"Hayu" ucapku dan Sera berbarengan, kami pun tiba-tiba tertawa bersama.

Saat sampai di jalan alun-alun kota, kami bertiga pun berfoto bersama, aku pun tak lupa untuk membuat status ku dengan tulisan caption 'hang-out di alun-alun kota.'

Seharian ini aku dan mereka sahabatku menikmati jalan-jalan di alun-alun kota sambil menikmati ramainya pasar malam, kami pun menyempatkan membeli pernak-pernik di pasar tersebut dan tak lupa untuk mampir ke restoran yang menyajikan makanan khas di tempa wisata ini. Setelah asik berjalan- berjalan, kami bertiga pun langsung pulang kembali ke Hotel untuk mengistirahatkan tubuh kami, karena esok akan mengunjungi Pulau Komodo, untuk melihat secara langsung dari dekat bagaimana bentuk dari kadal raksasa itu.

Pagi harinya kami bangun di waktu shubuh dengan segar, setelah mandi dan membersihkan diri kami pun langsung melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslim untuk melakukan sholat subuh bersama disaat waktu masih menunjukan pukul 5 pagi.

Aku dan dua sahabatku berencana untuk ke Pulau Komodo hari ini, sambil menunggu jam 7 untuk sarapan di restoran, aku pun hanya berbaring di kasur sambil melihat-lihat majalah.

"Iseng akh bikin status di kasur Hotel biar di lihat si Pelakor itu," batinku. Aku pun memfoto majalah yang aku pegang dengan sebelah mukaku di kasur ini dengan caption 'menunggu sarapan pagi.'

Pasti seru nih dilihat si ulet keket, dia kan sering banget lihat-lihat status aku, habis itu suka chat panjang banget.

Setelah jam 7 pagi kami pun segera turun ke bawah untuk makan di restoran yang ada di Hotel ini, Fasilitas di Hotel ini sangat lengkap, makanannya pun sangat enak, tidak rugilah mengeluarkan uang sedikit berlebihan untuk menghibur diri dan kepuasan hati ini, lagi pula kan uang yang ku pakai juga adalah uang suamiku, yang sebentar lagi akan jadi mantan suami.

Setelah makanan yang kami pesan sampai, sebelum di santap, seperti biasa dan sebelumnya, aku mengambil foto kami bertiga bersama makanan yang tersedia biar makin panas tuh si Fina melihat semua status ku.

Setelah selesai sarapan kami pun tanpa membuang waktu, pergi ke arah Pulau Komodo melewati pantai, menggunakan kapal boots. Pulau ini lumayan besar juga dan kami pun di arahkan oleh tour guide ke tempat tujuan. Aku merasa senang sekali liburan kali ini bersama sahabatku, serasa seluruh beban dan rasa sakit hatiku benar- benar hilang, hanya dengan melihat-lihat pemandangan ciptaan tuhan yang maha indah ini. Dan aku pun akan terus bersyukur karenanya, walaupun kini keadaan rumah tanggaku sedang di ujung tanduk, tapi aku merasa lega karena aku bisa tau sifat asli mas Herman yang sebenarnya.

Kami bertiga pun memfoto Komodo yang besar sekali ukurannya, salah satu keajaiban dunia yang Tuhan ciptakan di bumi Indonesia ini.

"Eh gaeys, liat dah tuh si Komodo mukanya mirip banget si Herman mokondo ya" ucap Sera, dan setelah kami lihat seksama tidak ada mirip-miripnya.

"Bisa ae lu Sera hahahaha...., " Ucap Arsyi tertawa dan diikuti oleh kami bertiga tertawa bersama.

POV Author

Sedangkan di lain tempat, di rumah kontrakan Fina dan Herman telah terjadi keributan antara Herman dan Fina. Itu karena Fina yang melihat status Nissa yang jalan-jalan liburan ke Labuan Bajo bersama sahabatnya, yang sebelumnya di inginkan direncanakan Fina dan Herman setelah Fina lulus.

POV Fina

Saat sudah sampai rumah dengan hati dongkol minta ampun, aku pun langsung masuk ke kamarku tanpa memperdulikan mas Herman yang mau di layani untuk di buatkan kopi hingga dia capek dan memilih membuatnya sendiri, aku tak peduli mau di bilang istri yang durhaka atau bagaimanapun mereka menyebutkan, karena sekarang aku sedang kesal, apalagi ku lihat status W.A mba Nissa yang sedang makan enak dan membeli perhiasan yang membuat ku sangat iri terhadap mba Nissa.

Esok harinya saat aku bangun ternyata sudah siang dan aku melihat jam di HP ku ternyata sudah jam 8 pagi, aku pun menoleh ternyata mas Herman masih tidur tengkurap di sebelahku. Aku termenung kenapa nasibku kok jelek banget sih ya, niat hati godain mas Herman biar bisa tinggal di rumah mewah itu dan mengusir mba Nissa, kenapa malah aku yang jadi terusir dan tinggal di kontrakan jelek seperti ini, aku pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.

Setelah mandi dan badan ku kembali segar, aku pun melangkah menuju dapur dan memasak makanan untuk sarapan, tapi tiba- tiba HP ku berbunyi dan kulihat Mamah menelepon ku.

[ Haloo mah kenapa? ] ucapku.

[ Fin, benar kamu ketahuan sama si Nissa ada main sama lakinya ya? ]

[ Ia mah, kita ke gep Mah sama mba Nissa, tapi detik itu juga mas Herman langsung talak mba Nissa Mah, dan menikah siri denganku ]

[ Kenapa sampai ketahuan sih Fin? kamu tau bantuan Yang selama Nissa kasih ke Mamah sekarang di cabut sama dia, dan sekarang malah Mamah di usir dari rumah ini Fin, ]

[ Jadi beneran Tante Arum ngusir Mamah? kurang ajar banget ya, itu kan rumah sudah jadi milik Mamah ]

[ Enggaklah, Mamah disini sebenarnya cuma numpang, tapi kalau kamu gak ketahuan, muni Mamah masih tetep di rumah ini Fin, kamu di mana sekarang Fin? Mamah tinggal di tempat kamu ya? ]

[ Aku tinggal di kontrakan kecil sama mas Herman Mah, aku juga pusing Mah, aku mau cari kerja saja, aku sudah lulus ini, cuma masalahnya sekarang mas Herman juga gak kerja Mah, ia di pecat dari kerjaannya ]

[ Terus hidup kita kedepannya gimana Fin? kamu dimana? kirim alamat rumah kamu, pokoknya Mamah mau tinggal saja sama kamu ]

[ Ia nanti aku kirim Mah ]

[ Kamu kok bodoh banget sih Fin, kenapa sampai ketahuan, gagal deh kita rebut rumah Nissa yang mewah itu, dan Mamah sekarang sudah gak bisa hidup enak lagi ]

[ Udah Mah gak usah ribet, pusing aku, teleponnya aku tutup ya ] ucapku lalu menutup panggilan Mamahku yang tersambung.

Hmmmm mas Herman masih tidur aja, aku mau masak sarapan dari pada dia bangun belum ada makanan Sama sekali, entar dia marah-marah lagi.

Setelah selesai memasak nasi goreng dan sudah menyiapkannya di meja makan aku pun melihat aplikasi chat ku yang berwarna hijau dan kulihat status mba Nissa , dia sedang jalan-jalan di pusat kota dan menginap di Hotel mewah, Sial seharusnya yang menikmati semua itu aku.

"Akhhhhh dasaarrrrr sialan mba Nissa, itu kan keinginan ku buat jalan-jalan di sana, kenapa malah mba Nissa sih yang kesana," teriakku, aku melihat status dia lagi yang sedang sarapan di restoran mahal dan jalan-jalan ke pulau Komodo, karena saking kesalnya aku pun tanpa sadar melempar HP ku ke lantai.

"Astagaa begok banget sih aku, untung saja gak ancur HP mahal ku ini," ucapku kaget karena membanting HP sendiri.

"Kamu kenapa sih Fin pagi-pagi udah berisik!" ucap mas Herman yang sudah rapih dan bersih keluar kamar dan duduk langsung di sebelahku.

"Pagi-pagi? udah siang ini mas,

"Jam berapa ini? tanya mas Herman

jam setengah 10 mas ,ayok kita makan mas, sudah lapar aku," ucapku sambil menarik tangan mas Herman untuk makan di meja makan.

"Sudah masak kamu, kaya gini dong jadi istri mau ngelayanin suami, tenang besok aku sudah kerja di kantor temenku yah walaupun gaji ya kecil cuma 4 juta cukup lah buat makan kita sehari-hari," jelas mas Herman .

"Empat juta mas? aku gak bisa ke salon lagi mas, buat makan buat kontrakan aja kayaknya gak cukup mas."

"Kamu kerja sana kalau mau menuhin gaya hidup kamu, pake duit kamu sendiri saja."

"Punya laki kok pelit banget!"

"Sudah, cukup! aku ngeluarin duit banyak buat gaya Hedon kamu itu, sekarang kalau kamu mau kaya gitu ya cari duit sendiri aja!"

"Ia ia mas, aku bakalan cari kerja. Oh ia mas Mamahku kan di usir sama Tante Arum, Mamah ku tinggal disini aja ya bareng kita."

"Kamu gimana sih! rumah kita kan kecil, terus keuangan aku juga lagi kaya begini,"

"Sudahlah, gak apa-apa mas, itung-itung bantuin aku bersihin rumah ini, kalau aku sudah kerja nanti, Mamah biar urusan aku saja, yang penting sekarang Mamah punya tempat buat tidur."

"Ya sudahlah urusin saja hidup Mamah kamu, aku gak mau repot." Ucap mas Herman kejam sekali tidak mau menghargai Mamahku padahal ibu mertuanya sendiri.

"Mas kamu lihat gak status nya mba Nissa? dia lagi jalan-jalan ke Labuan Bajo, padahal kamu sudah janji loh mas mau ajak aku jalan-jalan ke sana. Tapi sekarang malah mba Nissa yang kesana, aku ga ikhlas bener-bener ya mas aku tuh gak rela, seharusnya aku yang kesana, seharusnya bukan dia yang ada di rumah itu tetapi aku sama kamu, ngeselin banget sih, mana mukanya happy-happy mulu gak ada sedih-sedih nya, aku WA dia juga cuma di baca doang," ucapku panjang lebar.

"Dia ke labuan bajo? sama siapa?"

"Sama cewek bertiga mas, mungkin sahabatnya mba Nissa."

"Hmmmm ya sudahlah biarin saja dia seneng- seneng."

"Kamu ini gimana sih mas, aku tuh iri, aku juga pengen kesana!"

"Kerja makanya, biar bisa jalan-jalan pake duit sendiri, kaya Nissa tuh."

"Kamu mah nyuruh aku kerja mulu, capek aku sudahlah aku mau tidur lagi, pusing aku pengen apa-apa sekarang gak ada uang, kamu juga gak bisa di andelin," kesal ku langsung masuk kamar dan membanting pintu.

"Dasar istri kurang ajar, kenapa coba aku bisa kegoda sama cewek model begitu." ucap mas Herman berbicara sendiri dan tiba tiba HP mas Herman berbunyi tanda ada panggilan masuk dari ibunya .

[ Halo Mah, ada apa? ) ucap Herman saat menerima panggilan dari ibu nya .

[ Besok ke pengadilan jangan lupa, walaupun gak ada Nissa kamu harus tetap datang, biar proses perceraian kamu cepat selesai, ibu akan nemenin kamu, jangan lupa jemput ibu ]

Ucap ibuku ditelpon panjang lebar.

Deg....

Persidangan....? ya tuhan... cobaan apa lagi ini.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

dasar... manusia2 gak tau diri 😡

2023-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!