BAB 16 BERSYUKUR

Sebulan kemudian...............

POV Nissa

Sebulan sudah perjuangan ku untuk keluar dari rumah tangga yang sudah tak sehat ini, dan Alhamdulillah surat yang kutunggu akhirnya bisa ku pegang, ia hari ini pengacara ku datang menemuiku di kantor untuk menyerahkan surat perceraian antara aku dan mas Herman di jam istirahat kantor, dan aku pun sangat bahagia mengetahui proses persidangan ku sangat cepat karena dari pihak masing-masing tidak ada yang hadir dan itu sangat menguntungkan ku.

"Alhamdulillah, pak terimakasih atas bantuannya ya pak untuk mengurus perceraian saya," ucapku.

"Ia Bu, sama-sama semua ini sudah jadi tanggung jawab saya, dan saya cuma bisa mengatakan semoga setelah ini ibu selalu berbahagia," ucap pengacaraku Pak tulis.

"Tak ada tuntutan apa-apa kan Pak tentang harta Gono-gini misalnya?"

"Tidak ada Bu, karena semua bukti sudah memberatkan pak Herman bu, serta harta milik ibu hanya mobil yang dulu di pakai oleh Pak Herman dan itu pun harus di berikan lagi ke ibu karena ibu yang membelikan dan atas nama ibu."

"Berarti mas Herman tidak mendapatkan apa pun dari harta saya ya pak?"

"Ia Bu, pak Herman tidak mendapatkan apa pun."

"Baiklah kalau begitu terima kasih banyak Pak atas bantuannya."

" Ia Bu saya izin undur diri."

Setelah Pak pengacara ku pergi, aku pun memasukan kembali surat akta perceraian ini ke dalam tas ku, lalu akupun kembali ke kantor karena waktu istirahat ku sudah mau hampir habis.

Saat aku sudah kembali ke kantor tiba-tiba seseorang dari belakang ada yang menabrak punggungku hingga aku langsung terdorong ke depan, sial sekali siapa sih yang mendorong ku, batinku.

"Mas Herman!" ucapku kaget karena aku melihat mas Herman di kantor ini.

"Nissa ngapain kamu disini?" tanya mas Herman yang kulihat sedang mengerutkan dahinya.

"Ya aku kerja lah mas, masa main di kantor sebesar ini, sial banget sih pake ketemu kamu segala lagi," ucapku kesal langsung saja aku berusaha untuk berdiri sendiri.

"Ekh Bu, maaf kan kami bu, saya dan Herman tidak melihat ibu," ucap lelaki di sebelah Herman.

"Kamu ngapain panggil dia ibu? palingan dia balik kerja disini jadi cleaning service, kamu jadi tukang bersih-bersih sekarang? kasian sekali. Sok-sokan sih minta cerai dari aku segala, gak ada yang kasih makan kamu? sampai kerja jadi tukang bersih-bersih," ucap Herman sombong.

Aku hanya melihat mukanya yang menjijikan itu, muak sekali aku lama-lama disini, dan tanpa memperdulikan mas Herman aku pun langsung memutar badanku untuk pergi menjauhi nya.

"Lu ngomong apaan sih man, dia mantan istri lu yang sering lu ceritain itu," ucap temen Herman Beni.

"Ia, dia Nissa mantan istri gue, tapi dia kerja lagi disini palingan jadi OB kan dia?" ucap mas Herman menghina.

"Begok banget lu Herman, kenapa cewek secantik dan sesukses Bu Nissa bisa lu selingkuhan dan cerein sama lu! Gak punya otak emang," ucap Beni kesal sambil memegang kepalanya.

"Ia sih, kok dia makin cantik banget ya abis pisah sama gue," ucap Herman sedikit menyesal.

"Lu tau dia itu siapa?" ucap Beni membuat Herman penasaran.

"Emang Nissa kerja apaan disini?" tanya Herman.

"Dia itu Direktur Keuangan disini yang seminggu yang lalu baru diangkat dari Manager jadi Direktur, bego banget lu ya!" Ucap Beni dengan suara agak tinggi.

"Gak mungkin hahaha..... Dia Direktur keuangan, orang sebelum gue cerai dia bilang di keluarin dari kantor ini."

"Hahahaha berarti dia udah tau lu selingkuh makanya dia bohongin lu....... Hahahha Herman Herman," ucap Beni tertawa bahagia.

"Sial jadi selama ini Nissa sudah tau dan membohongi ku masalah pekerjaan nya, pembohong emang dia," ucap Herman kesal.

..................

"Astaghfirullah kenapa harus ketemu sama tuh si codot di kantor ini sih? apa dia kerja disini......? Jangan sampe dia kerja disini masa harus ketemu dia lagi....... Dia lagi....., Gak bakalan tenang hidup gue nantinya." Ucapku bermonolog sendiri setelah sudah sampai di ruangan ku. Ini adalah ruangan baruku tepatnya seminggu yang lalu karena kinerja ku bagus, aku diangkat jadi direktur keuangan, karena direktur sebelumnya terkena skandal penggelapan dana dan perselingkuhan.

Dari pada pusing mikirin si Herman yang kerja disini, lebih baik aku kerjakan semua pekerjaan ku dengan selesai lalu langsung pergi ke butik untuk mengecek penjualan sebentar, batinku.

Saat sedang mengerjakan tugasku tiba-tiba sekertaris ku mengetuk pintu, katanya ada yang ingin bertemu denganku, ku persilahkan saja masuk tanpa ku lihat siapa yang datang ke ruangan ku.

"Jadi benar Nis, kamu sekarang kerja disini dan menjabat menjadi direktur?" ucap orang yang ada di depanku. Aku pun mendongak kaget menatap mas Herman yang ternyata orang yang ingin menemuiku.

"Oh pak Herman..... Ada keperluan apa ya? datang menemui saya," ucapku di buat se biasa mungkin.

"Jangan terlalu Formal lah Nis, kaya sama siapa aja."

"Maaf ya pak Herman.... Disini status saya lebih tinggi jabatannya dari anda, jadi saya harap anda bisa sedikit punya sopan santun sama saya, kalau tidak ada yang mau di bicarakan silahkan keluar! karena saya sedang sibuk," ucapku malas meladeni ucapan unfaedah Herman.

"Sombong sekali kamu Nis, baru jadi Direktur Keuangan saja, udah berlagak sok jadi Bos."

"Diana bisa kamu minta bapak Security ke ruangan saya untuk mengusir pak Herman dari sini, karena ia sangat menggangu saya!" ucapku langsung menghubungi Sekertaris ku lewat sambungan telepon.

"Ia..... Terimakasih dan kamu juga tolong masuk" ucapku.

"Kamu apa-apaan Nis, gak usah pake satpam segala buat bikin aku keluar, aku juga akan keluar sekarang," ucap Herman panik.

"Ya sudah Silahkan anda keluar, kedatangan anda ke ruangan saya sangat sangat menggangu kinerja saya, anda bisa saya laporkan ke HRD sekarang juga, atas kelakuan tidak menyenangkan, apakah anda mengerti!" jelasku panjang lebar.

"Aku ke sini cuma pengen ngomong sama kamu Nis," ucap mas Herman tapi langsung terpotong karena Security dan si Diana sudah masuk.

"Ia Bu Nissa ada yang bisa kami bantu?" ucap bapak security yang sedikit tambun itu.

"Ia pak tolong antarkan bapak ini keluar dari ruangan saya, karena dia mengganggu kerja saya. Tapi yang bersangkutan tidak mau keluar," ucapku.

"Loh pak Herman ngapain Bapak di lantai petinggi kantor ini, ruangan bapak kan di bawah di Staf biasa, Bapak seharusnya tidak ada keperluan dengan Direktur. Ayok Pak keluar jangan buat masalah!" ucap Pak Security yang badannya sedikit tambun, yang ternyata bernama bapak Joko.

"Ia Pak Joko saya juga mau keluar, jangan tarik saya kaya gitu, saya bisa jalan sendiri," ucap Herman kesal dan langsung saja dia keluar dari pintu di ikuti dia Bapak Security.

"kalau begitu kami izin pamit undur diri Bu," ucap Pak Joko.

"Ia terima kasih atas bantuannya ya Pak."

"Sama-sama Bu," setelah itu mereka semua keluar kecuali Diana yang masih berada di ruangan ku.

"Oh ya Diana kamu ingat-ingat wajah Bapak yang tadi, namanya Herman kalau dia mau ketemu saya lagi dan menemui saya di ruangan ini, kamu langsung usir saja ya! Saya males berurusan sama orang gila kaya dia.

"Baik Bu! akan saya ingat Bu," ucap Diana.

"Ok. makasih Diana, kamu sekarang boleh keluar."

"Permisi Bu,"

"Hmmmmmm........ Gara-gara si Herman ganggu aja kerjaan orang. Untung saja sudah pisah sama orang gak jelas kaya gitu, Alhamdulillah banget ada hikmah di setiap rasa sakit yang kurasakan jadi aku bisa tau sifat Herman kaya gimana, Allah memang maha baik," ucapku.

Waktu pun berjalan begitu cepat, tak terasa sekarang sudah waktunya untuk pulang. Dan untungnya kerjaan ku juga sudah rapih semuanya.

Aku pun langsung membereskan meja kerjaku agar tampak rapih esok harinya. Walaupun aku tau setiap hari sebelum aku datang ruangan ku sudah di bersihkan oleh OB disini.

Aku pun segera mengambil tas dan kunci mobil, lalu meraih HP di dalam tas ku, bermaksud untuk menghubungi Sera dan Arsyi kabar bahagia ini. Ku cari kontaknya lalu ku panggil dan sambungan pun langsung terjawab.

[ Haloooo Sera lu ajak Arsyi ya, Kita nanti ketemuan di lobby. Gue mau traktir kalian bertiga di restoran milik gue gimana? ] ucapku antusias.

[ Ok. gue langsung turun nih ya sama Arsyi pakai mobil lu? ] tanya Sera.

[ Ia pake mobil gue aja, entar kalian pulangnya naik taksi tapi ya, gue juga mau ngajak si Diana ]

[ Dalam rangka apa ini? ]

[ Pokoknya kejutan, ya sudah gue turun sekarang, lu berdua tunggu di lobby ya gue mau ke basemant ngambil mobil ].

[ Ok ].

Setelah sambungan telepon terputus aku pun langsung saja keluar ruangan ku untuk menghampiri Diana di luar.

"Diana sudah kamu beresin kerjaan kamu? sekarang kamu ikut aku ya?"

"Tapi Bu ini belum kelar, kita mau kemana Bu?" tanya Diana bingung.

"Sudah beresin aja sekarang, nanti bisa lanjut besok lagi, ayok ikut saya!"

"Baik Bu!"

Setelah Sampai di bawah bersama Diana, aku pun langsung menuju ke lobby kantor untuk  menjemput temanku Sera dan Arsyi, setelah sampai Lobby Sera dan Arsyi pun langsung saja masuk ke mobil dan mengambil tempat duduk di belakang. Saat kedua temanku naik sayup-sayup aku mendengar ada suara yang memanggil ku, aku pun tersentak ternyata mas Herman bisa melihat aku dari mobil, karena kaca di bagian Diana di buka lebar.

Aku pun langsung saja menginjak gas dan menjalankan mobilku untuk menghindari perdebatan unfaedah bersama mas Herman.

Kulihat dari kaca spion di samping mobilku. Ku lihat mas Herman sedang memanggil ku dan berusaha untuk menghentikan mobil yang ku bawa.

"Nis, itu si Herman yang lagi ngejar mobil ini Nis?" ucap Sera dengan wajah kaget saat melihat ke belakang ada Herman yang tadi sedang lari mengejar mobil ini.

"Ia itu si kupret ternyata kerja disini, apes banget gue, entar di Resto gue ceritainnya ya," ucapku menjelaskan sambil menyetir mobil.

Tak berapa lama, mobil pun sampai di pelataran restoran yang di bilang cukup mewah dan berkelas, restoran ini mengusung tema western yang memiliki harga yang lumayan mahal, karena kategori setiap pengunjung yang datang dari kelas menengah ke atas, dan ini adalah restoran pertama yang ku bangun 3 tahun lalu, jauh sebelum aku menikah dengan mas Herman, dan mas Herman pun tidak tau kalau aku punya usaha dua restoran western dan masakan Nusantara, serta 3 buah butik yang ada di Mall besar dan gedung sendiri.

Saat sudah sampai kami pun langsung masuk ke ruangan VVIV di restoran ini, ruangan yang khusus aku buat untukku saat makan bersama keluarga sahabat dan kerabat, kalo di pikir-pikir aku tidak pernah membawa mas Herman makan disini, hanya ibu mas Herman saja yang pernah dua kali aku ajak makan disini.

Saat kami semua sudah masuk dan menaiki tangga untuk naik ke lantai ke dua, tiba-tiba Sera menyenggol tanganku dan menunjuk dengan dagu nya salah satu meja customer yang sedang makan.

"Nis liat...... Bukannya itu si Fina ya?" tanya Sera.

"Ia itu si ulet keket, ngapain dia sama kakek botak itu, kayanya orang bule ya?" ucapku.

"Ia mana mesra banget. Pake peluk-peluk mesra segala," ucap Sera.

"Ya sudah biarin saja, Ekh tapi bentar dulu aku mau foto mereka, sebagai bukti biar dia gak buat onar lagi dalam hidup gue."

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

sekali jalang tetap jalang teroosss 😏

2023-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!