BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH

POV Herman

Sambungan pun di putus sepihak oleh ibu, aku bingung apakah aku harus kesana kerumah mamah? gimana kalau ada bapak? bisa mati aku nanti di gebukin, mana bapak galak banget, sadis, bagaimana ini ya......? Batinku.

"Fina.... udah kelar belum masaknya?"

"Belum lah mas, kamu kira masak itu gampang apa? kamu kan tau mas, aku itu gak bisa masak."

"Terus gunanya kamu jadi istri itu, apa? kalau apa-apa saja gak bisa."

"Mas, aku itu jadi istri buat seneng-seneng, di jadikan ratu sama kamu, bukan malah di jadiin babu ya!"

"Sudahlah, pusing aku dengar ocehan kamu terus, aku mau kerumah mamah dulu, ada ibu aku di sana, jadi kamu selesain masakan kamu, biar nanti sesampainya aku balik lagi kesini, makanan sudah kamu siapkan! aku pergi dulu."

"Mas mau kerumah Tante Arum? ada mba Nissa gak di sana? aku ikut mas."

"Mau ngapain kamu ikut, gak usah! nanti bikin masalah lagi disana."

"Mas denger ya! kalau di sana ada mba Nissa, aku mau nanyain ke dia tas aku sama perhiasan aku mas, lagian sekalian kamu juga bisa kenalin aku ke ibu kamu mas, aku kan sekarang menantu dia."

"Gak usah Fina, diem di rumah saja, gak usah bikin masalah lagi, masalah ku sudah banyak gara-gara kamu," ucapku sambil meninggalkan Fina dan tak memperdulikan teriakkannya.

Aku pun langsung menaiki sepeda motor ku dan melaju ke rumah Mamah yang tidak terlalu jauh dari sini, aku berharap Bisa bertemu dengan Nissa dan bicara dengannya.

"Mas Herman.... aku di tinggalin lagi kan, tar aku susul aja deh," teriak Fina.

Saat sampai di depan rumah, Mamah aku pun langsung masuk dan ku lihat mamah dan ibu sudah ada di ruang tamu, tapi aku tidak melihat Nissa di pandanganku.

"Assalamu'alaikum, Mah" ucapku sambil menghampiri Mamah dan mencium tangannya.

"Wa alaikum salam, duduk Herman. Aku dan ibu kamu sudah tau tentang perceraian kamu, sidang kalian pun akan di adakan satu Minggu lagi. Jadi, Mamah harap kamu bisa koperatif dan tidak menggangu jalannya sidang," ucap Mamah.

"Mah, maafkan aku Mah, sekali lagi aku benar-benar minta maaf, sebenarnya aku gak mau berpisah dengan Nissa Mah, aku gak mau bercerai, bisakah bantu aku Mah untuk bilang ke Nissa, tolong kasih aku kesempatan satu kali lagi Mah," ucapku memelas dan ku lihat ibu hanya diam saja, mungkin ibu syok.

"Maaf Herman! Mamah sudah gak bisa bantu kamu, lagi pula Nissa tidak akan menghadiri sidang kalian, semuanya akan diwakilkan oleh pengacara Nissa."

"Bu Endang, nanti langsung tanyakan saja sama Herman tentang Video yang saya tunjukan ke ibu tadi, jika ibu tidak percaya cerita saya," ucap Mamah Nissa.

"Tidak Bu Arum aku sudah percaya, hanya dengan melihat Video itu, aku benar-benar tidak menyangka bu, Herman bisa berbuat sebejad itu, astaghfirullah." ucap ibu sambil menangis.

Aku ikut sedih dan menjadi merasa sangat bersalah melihat ibu ku menangis, ku pegang tangan ibuku yang mulai keriput tapi ibuku malah menyingkirkan tanganku.

"Herman, jangan pernah meminta tolong pada ibu untuk membujuk Nissa atau tentang rumah tanggamu yang baru, dan kamu harus tau, ibu gak akan pernah mau mengakui istri mu yang sekarang sebagai menantu ibu, paham kamu!"

"Bu maafkan Herman, aku salah bu," ucapku

"Mas Herman......." Tiba-tiba terdengar suara nyaring teriakan Fina yang sekarang sudah masuk ke rumah Mamah Nissa karena pintunya tidak tertutup, ya tuhan ada apa lagi ini.

"Tante Arum, mba Nissa mana? saya mau minta ganti rugi Tante, di mana mba Nissa telah menyita perhiasan dan tas saya, di kemanakan barang-barang saya?" ucap Fina tidak sopan.

"Ekh, ulet kadut gak punya sopan santun kamu ya, datang ke rumah orang teriak-teriak, kamu kira disini hutan" ucap Tante Arum.

"Sudahlah Tante, gak usah banyak drama, Tante, aku cuman mau barang-barang aku saja," ucap Fina sengit.

"Kamu pikir aku peduli! sana telepon Nissa, gak usah kamu rusuh di rumah ku, dasar ponakan otak se ons!" Maki mamah Arum.

"Apa Tante bilang!"

"CUKUUUUPPPPP.........!" Teriak ibu Herman.

"Siapa kamu datang-datang ke sini langsung bikin onar, siapa dia Herman?" tanya ibuku

"Dia Fina bu, istri kedua ku," jawabku.

"Apa? istri kamu modelan kaya gini Herman, kamu buta Herman! apa sudah picek mata kamu.

Herman..... Herman.... Ibu heran, ibu jodohkan kamu dengan wanita pintar dari keluarga baik, berbudi pekerti luhur, kamu tukar dengan boneka Annabelle kaya gini!" Ucap ibu Herman sambil memegang dada.

"Apa Bu boneka Annabelle, setan dong saya, siapa nih ibu-ibu ini mas? ngatain orang seenaknya saja!" tanya Fina.

"Diam kamu Fina! dia itu ibuku, sudah aku bilang jangan menyusul, bikin ribut saja, pulang sekarang!" ucapku kesal.

"Gak mau mas, aku gak mau tau pokoknya barang aku harus balik! aku yakin barang-barang aku tuh di simpan sama mba Nissa."

"Herman... Herman... kamu ngasih anak saya sejuta sebulan, tapi kamu belanjain gundik itu bisa kamu ya man, pantas Nissa gugat cerai kamu man, saya yakin kamu bakalan nyesel man!" ucap Mamah Arum dengan seringainya.

"Apa Tante? bilang mas Herman nyesel, Justru mas Herman tuh bahagia sama saya Tante, dari pada sama anak Tante yang membosankan dan juga mandul itu," ucap Fina sarkas.

Di tampar nya pipi Fina dengan sekuat tenaga oleh Mamah Arum hingga membekas merah.

"Kamu..... tutup mulutmu busuk! kamu itu manusia gak tau malu, gak ada akhlak, sudah di tolong anak saya, sekarang begini balasan kamu hah, pergi kamu dari sini! saya pastikan kamu akan menderita Fina, saya akan ambil semua apa yang sudah di kasih Nissa ke keluarga kamu, camkan itu! kamu ingat Fina, rumah yang ibu kamu tempatin itu masih atas nama saya, saya akan buat ibu kamu gembel sekarang juga!" ucap Bu Arum ngamuk.

"Maksud Tante apa? heh dengar ya Tante rumah itu sudah di berikan, apa-apaan, yang sudah di berikan tidak bisa di minta lagi, malu dong," ujar Fina.

"Heh denger ya! ulet keket jelmaan siluman, itu rumah saya, saya hanya iba pada ibu kamu yang memohon untuk tinggal di rumah peninggalan ibu saya dulu, tidak ada niatan untuk memberi, apalagi melihat kelakuan kamu kaya begini, ogah saya kasian-kasian lagi sama keluarga benalu kaya kalian, sekarang mending kamu bawa istri kamu itu keluar Herman, sebelum kesabaran saya habis."

"Ia Mah........ Ayo Fina, bebal banget jadi orang ayok keluar!" ucapku sambil menarik tangan Fina.

"Tante gak bisa kaya gitu, Tante gak bisa usir Mamah dari rumahnya, itu rumah saya Tante.

"Apaan sih mas, lepasin aku mau jambak tuh Tante Arum enak aja," kekeh Fina .

"Pak Joko..... Kesini," panggil Bu Arum ke luar memanggil Security depan rumah .

"Ia Bu!" jawab pak Joko.

"Ingat baik-baik dua orang ini, pak Joko jangan pernah izinin mereka masuk ke dalam rumah saya lagi, mengerti! sekarang usir mereka berdua dari sini pak," ucap Bu Arum.

"Baik bu! ayo bu, pak silahkan pintu keluarnya ada di sebelah sana.

Aku pun kembali menatap wajah mertuaku, saat dia bilang aku tidak boleh menginjakkan kaki ku di rumah ini lagi, aku terusir untuk ke dua kalinya, dan ini semua gara-gara Fina! kutarik tangan Fina dan ku bawa dia pulang menggunakan sepeda motor ku tanpa berkata apapun kepada mamah atau pun ibuku yang hanya melihat kami tanpa bisa membelaku.

...............

"Maaf Bu Endang, ibu harus melihat seperti ini dan harus mendengarkan keputusan saya, kalau saya tidak bisa lagi menerima Herman untuk kembali menjadi menantu saya dan menerima dia lagi di rumah ini." Jelas Bu Arum.

"Ia gak apa-apa bu, Saya mengerti, kalau begitu saya izin pamit pulang bu, taksi sudah menunggu di depan," ucap Bu Endang.

"Ia Bu hati-hati." Ucap Bu Arum kembali dan bu Endang pun pulang dengan taksi yang sudah menunggu di depan rumah Bu Arum dengan kesedihan.

Bu Arum pun langsung menghubungi salah satu anak buah suaminya untuk mengeksekusi rumah bu Mayang Mamahnya Fina, karena rumah itu memang di pinjamkan oleh Bu Arum ke Bu Mayang karena kasihan.

"Halooo....... Pak Budi bisa bawa Bodyguard gak?" ucap Bu Arum.

"Ia haloo.... bisa Bu, untuk kemana ya bu" jawab pak Budi.

"Tolong eksekusi rumah di jalan bla...bla...bla... Saya minta di kosongkan hari ini juga rumah itu, kalau yang tinggal tidak mau keluar, paksa saja suruh mereka keluar, bisa kan pak Budi?" jelas Bu Arum.

"Rumah yang di tempati saudaranya ibu bukan bu, ibu Mayang?" tanya pak Budi.

"Ia, bisa kan, eksekusi hari ini juga ya pak!"

"Baik Bu! akan saya laksanakan setelah makan siang nanti," ucap pak Budi.

"Ia terimakasih," telepon pun langsung di tutup oleh Mamah Arum.

...................

POV Nissa

Nikmatnya hidupku bebas, tanpa beban hari ini, masih tersisa jadwal cuti aku, apa aku ke Mall aja ya untuk shopping, sudah lama aku gak ke Mall, aku telepon Mamah dah. Langsung saja aku mengambil HP dan menekan kontak Mamah.

Tapi sebelum aku menekan nomer Mamah, ku lihat banyak sekali pesan dan panggilan yang masuk dari Fina dan mas Herman, mau apa lagi sih mereka? gak ada bosen-bosennya gangguin aku, batinku. Aku pun mengabaikan pesan mereka karena ku tau isinya yang pastinya tidak berfaedah semua, aku pun langsung melihat kontak Mamah dan menekannya kembali.

[ Haloooo assalamu'alaikum Mah lagi apa? ke Mall yuk Mah, bete nih Mah, mumpung aku masih cuti ]

[ Waalaikum salam boleh sayang, sekalian ada yang mau Mamah ceritain, seru pokoknya ]

[ Apaan mah? jadi kepo! ]

[ Tar aja kita ketemuan aja langsung di Mall bla..bla, di Lobby ya, nanti Mamah naik taksi saja ]

[ Ok. aku otw sekarang ya mah, assalamu'alaikum ] aku pun menutup telponnya setelah mendengar Mamah mengucapkan salam. Setelah bersiap-siap, aku langsung saja turun ke parkiran bawah mencari mobilku dan melaju ke Mall bla.. bla..bla, tempat janjian ku bersama Mamah.

Perjalanan ku cepat dari Apartemen menuju Mall, apalagi jalanan gak macet, jadi aku gak usah berpusing-pusing ria, sampai di Mall, aku langsung mencari parkiran di lantai 2 dan setelah dapat parkirannya, aku meninggalkan mobilku dan menuju lobby untuk menunggu Mamah.

Hmmm... panas juga hari ini ya, tapi Mall nya juga lumayan rame padahal Masih siang," ucapku bermonolog sendirian. Saat sedang menikmati angin sepoy-sepoy dan minum teh tarik kesukaanku tiba-tiba bunyi ponsel pertanda ada yang telepon.

Drt...Drt...Drt.

"Siapa sih ni?" aku pun melihat siapa yang menghubungi HP ku, mataku malas, ku masukin lagi tuh HP ke tas biarin saja berdering sendiri. Sudah 10 menit berlalu dan Mamah baru datang menggunakan taxi, aku pun langsung menghampiri Mamah dan memeluk Mamah kangen sekali.

"Kangen Mah!" ucapku.

"Tidur di rumah mangkanya," ucap Mamah.

"Gak ah, aku di Apartemen saja soalnya lebih deket ke kantor nantinya."

"Oh ia, kamu gak kerja Nak?"

"Aku lagi cuti Mah, mau santai-santai dulu, kita shopping pakai uangnya mas Herman Mah."

"Kok uangnya Herman?"

"Tar Nissa ceritain, ayok Mah kita makan dulu di dalam."

"Hayuuu," ucap Mamah.

Drt...Drt...Drt.

Saat kita berdua sedang berjalan di dalam Mall, tiba-tiba HP Mamah berbunyi tanda ada panggilan dari Tante Mayang.

"Siapa Mah? kenapa gak diangkat!"

"Mayang..... Dia Mamah usir dari rumah Nenek, karena Fina anaknya punya mulut sampah ngata-ngatain kamu."

"Ngatain aku? ngatain apa dia Mah?"

"Tar aja di bahas nya, biarin saja kita happy- happy aja sekarang sayang."

"Ok. mah, siap!"

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

fina dan ibunya sama aja ya

2023-07-08

1

Uthie

Uthie

keluarga benalu dan gak tau diri gtu emang harus di kasih pelajaran telak 👍👍😡

2023-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!