BAB 11 PEMECATAN

POV Herman

Pagi pertama di kontrakan sempit bersama Fina, dan sialnya aku telat bangun, waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi, sedangkan aku melihat Fina pun dia masih terlelap dengan tidurnya, karena pagi-pagi aku sudah kesal langsung saja aku tarik tubuh Fina hingga membuat dia jatuh dari kasur supaya cepat bangun dan membuat sarapan.

"Aduuuuuhhhh mas sakiiit, kamu KDRT ini, pagi-pagi sudah siksa-siksa aku kaya gini, maksud kamu apa?" teriak Fina kesal.

"Bikin sarapan sana aku lapar, bentar lagi aku mau kerja gak usah malas kamu Fin." ucapku dan langsung keluar kamar untuk ke kamar mandi tak memperdulikan teriakan Fina.

"Bodo amat, makan saja sana sendiri, aku ngantuk," ucap Fina naik ke kasur untuk tidur kembali.

Setelah habis mandi segar dan sudah siap dengan pakaian kerja ku yang aku bawa ke kamar mandi, aku pun langsung menuju dapur dan ku lihat di meja makan tidak ada satu pun makanan yang tersaji, ya tuhan si Fina kerjaan nya apa aja sih, batinku. Gegas ku kembali ke kamar dan ku lihat dia masih saja tidur di bawah selimutnya, aku pun menghela nafas sebentar, dan kembali ku ingat saat bersama Nissa yang tak pernah bangun kesiangan dan selalu melayani dan menyiapkan keperluan ku saat berangkat kerja.

Dan tak mau larut dalam penyesalan, aku pun langsung pergi meninggalkan kontrakan kecil ku untuk bekerja menggunakan sepeda motor ku yang lama, dan kembali di jalan aku teringat pada mobil kesayangan ku yang di belikan Nissa, aku hanya berkali-kali menghembuskan nafas kasar selama perjalanan ke kantor.

Saat sampai kantor ku lihat semua orang melihatku dengan ekspresi yang macam- macam, aku gak bisa menebaknya, kenapa dengan mereka, ucapku dalam hati. Pas sampai di ruangan ku baru aja aku duduk tiba- tiba si Juned kawanku, datang terpogoh pogoh sambil berlari.

"Gawat lu Herman kenapa lu begok banget sih!"

"Maksudnya apaan nih, terus kenapa orang kantor pada ngeliatin gue Kaya gitu sih!" ucapku heran.

"Video lu itu beneran yang lagi di grebek sama sepupu bini lu sendiri, gak nyangka gue, kenapa lu bisa nekat sih man," paceo Juned.

"Akh yang bener lu," ucapku kaget.

"Pak Herman, Bapak di tunggu sama pak Roy di ruangan sekarang pak," ucap sekertaris Bos, dan dia pun langsung pergi tanpa menunggu jawabanku.

"Mampus lu man! tamat riwayat lu sekarang," ucap Juned.

"Lu jangan nakut-nakutin gue akh," gegas aku langsung pergi keruangan pak Roy yang berada di lantai 5 dengan hati yang tentu saja dar der dor. Ku ketuk pintu ruangan kerja pak Roy, lalu ada balasan dari dalam untuk menyuruhku segera masuk.

"Masuk!" ucap pak Roy.

"Ia pak, Maaf pak saya di minta menghadap bapak oleh sekertaris bapak, kalau boleh tau ada apa ya pak?" tanyaku gugup.

"Oh ia pak Herman, ini surat pemecatan bapak perhari ini pak, dan sudah kami diskusikan dengan pimpinan yang lain, di karenakan atas Viral nya Video penggerebekan dan itu membuat malu instansi pemerintah disini pak Herman, dan saya harap pak Herman bisa mengerti, jadi silahkan langsung ke HRD saja untuk mengambil gaji dan mengambil pesangon bapak," jelas pak Roy panjang lebar.

"Tapi pak, apa saya harus langsung di pecat, tidak di beri peringatan dulu pak?"

"Keputusan ini sudah bulat dikarenakan Video itu juga termasuk Video asusila, dan anda juga berselingkuh, dan perselingkuhan adalah hal yang di larang di instansi ini, kalau mau selingkuh boleh, asal jangan ketahuan apalagi sampai Viral, hukumannya berat sekali pak, anda tau kan akan hal tersebut!"

"Ia pak saya mengerti, hanya saja apakah saya tidak bisa di berikan kesempatan atau dari pada pemecatan, saya rela di turunkan jabatan saya pak, asal jangan di keluarkan dari kantor ini pak."

"Maaf pak Herman, untuk kasus bapak ini sangatlah berat, tidak ada kesempatan maupun penurunan jabatan hanya ada pemecatan saja, harusnya bapak berpikir dua kali untuk melakukan hal itu atau kalau mau berpikir cerdas pak, apalagi bapak sekarang kan PNS, sayang sekali jabatan yang bapak punya!" ucap pak Roy dengan wajah datar.

"Baiklah kalau begitu pak saya izin undur diri"

"Silahkan pak!"

"Sungguh apes banget hidup gue sekarang, hidup susah, sekarang tambah di pecat, salah apa sih gue bisa sial kaya gini," umpatku kesal. Aku pun langsung menuju ke ruang HRD untuk mengambil gaji dan pesangon ku. Saat sampai ruangan HRD kebetulan Bu Rima ada di kantornya jadi aku tidak perlu berlama- lama di kantor ini.

"Silahkan tanda tangan disini pak Herman! dan untuk gaji nya sudah kami transfer ke rekening bapak secara Full, sedangkan untuk pesangon akan di bayarkan akhir bulan ini sesuai pembukuan pak, dan ini rincian gaji dan pesangon bapak, bisa di baca dulu," jelas Bu Rima.

"Ia Bu, semuanya sudah jelas, terimakasih untuk semuanya Bu," ucapku.

Alhamdulillah aku masih ada pegangan uang gaji, tabungan dan pesangon sebesar 40 juta untuk modal usaha atau simpanan, sepertinya aku harus nyari kerja dah. Aku gak boleh biarin Fina tau uang ini, kalo enggak bakalan di ambil sama dia.

Setelah urusan dengan HRD selesai, aku langsung saja menuju meja kerja ku untuk membereskan barang-barang ku yang tertinggal di kantor, saat sedang membereskan, tiba-tiba telepon ku berbunyi dan itu telepon masuk dari ibuku.

Deg.....gawat.......

[ Halo assalamu'alaikum Bu ]

[ Herman, kenapa ada surat dari pengadilan? Herman siapa yang mau cerai? kamu dengan Nissa ada apa nak? ] tanya ibuku ditelpon.

Jadi Nissa sudah mendaftarkan gugatan cerainya, padahal aku niat ingin mengajak dia rujuk lagi.

[ Nanti Herman pulang ke rumah bu, Herman jelasin semuanya ]

[ Gak usah, ibu akan pergi langsung ke rumah kamu aja ]

[ Jangan Bu, aku sudah gak tinggal di situ lagi, Nissa ngusir aku Bu! ]

[ Gak mungkin Nissa ngusir kamu, kalo kamu gak berbuat salah, sudahlah, ibu akan cari tahu sendiri karena ibu gak percaya sama kamu ] telepon pun di matikan sepihak oleh ibu.

"Sial gimana ini, kalo ibu sampai tau, bisa mati aku," kesal ku.

Drt drt drt

"Apalagi sih nih siapa? Fina pakai telepon segala!"

"Udah bangun kamu hah, ada apa?" teriakku.

"Mas aku lapar, kamu gak ninggalin makanan, gak ninggalin aku uang, pergi main pergi aja, gak tanggung jawab banget kamu jadi suami." ucap Fina ditelpon.

"Kamu pikir, kamu sudah bener jadi istri! ngelayanin aku enggak, siapin sarapan aku juga enggak, bangun siang, mau aku tanggung jawab sama hidup kamu, mimpi kamu! Jadi istri dulu yang bener, baru aku kasih hak ke kamu," ucapku langsung saja aku mematikan HP ku.

Karena aku kesal, aku langsung saja membereskan barang-barang ku, setelah beres aku pun langsung pergi dari kantor ini dan aku gak peduli semua mata yang melihatku dan berbisik-bisik membicarakan ku.

Saat berada di jalan tak lupa aku mampir untuk ke ATM, karena uang cash yang ku punya sekarang sudah habis. Aku pun menunggu dengan sabar di ATM, setelah orang di dalam selesai segera aku masuk dan mengeluarkan ATM ku, pas ku lihat ke tampilan isi saldo, mata ku terbelalak, kenapa isinya cuma ada 7 juta! se ingatku tabungan ku masih banyak masih ada 50 jutaan, aku pun langsung melihat rincian mutasi tapi tidak ada jejaknya.

"Akhhhhh sial, kemana uangku?" teriakku tanpa berpikir panjang aku pun langsung mengambil uang cash sebesar 1 juta rupiah untuk pegangan ku dan makan, kalau kaya gini terus, lebih baik aku kembali tinggal di rumah ibu, tapi apa ibu mau menerima Fina, apes banget ya tuhan! kenapa cobaan terus datang kepadaku. Keluhku.

Aku pun langsung membeli perlengkapan bahan makanan untuk di rumah, biar di masak sama si Fina, biar gak boros, setelah selesai aku pun langsung pulang ke kontrakan. Saat sampai kontrakan aku melihat Fina yang sedang santai dan tertawa dengan keras sambil melihat TV kartun. Ya tuhan itu anak kerjaannya cuma berantakin rumah saja, bukannya di beresin malah enak-enakan.

"Fina! kamu ngapain saja dirumah, berantakan banget, betah kamu kaya gini!"

"Mas, kok sudah pulang sih, bawa makanan gak? aku lapar mas,"

"Pikiran kamu tuh gak jauh-jauh dari uang sama makanan, sini duduk!" ucapku sambil menyerahkan tas belanjaan kebutuhan makanan.

"Kamu masak ini nih bahan makanan, gak ada kita sekarang beli-beli lagi di luar, kita harus hemat! Aku di pecat dari kantorku dan kamu tau! tabungan aku pun ikutan ilang, jadi kamu harus cari kerja buat bantu-bantu keuangan kita, karena aku gak bakalan kasih kamu uang lagi mulai sekarang, aku cuma mau beli kebutuhan rumah saja."

"Mas di pecat? terus kalau mas di pecat aku gimana mas? aku gak bisa shopping lagi, gak bisa ke salon lagi, gak bisa nongkrong di cafe lagi, pokoknya aku gak mau mas, mas harus secepatnya cari kerja! aku tuh gak mau hidup miskin!" teriak Fina.

"Terserah kamu Fina, aku akan cari kerja, tapi buat memenuhi semua keinginan kamu, aku gak bisa, kalo kamu mau semua itu cari kerja sana!"

"Mas aku tuh istri kamu, kamu tuh harus ngebahagiain aku mas, kasih aku nafkah bukan malah aku yang di suruh kerja."

"Sudahlah, cepet masak ini! katanya tadi lapar? aku mau beberes rumah, liat rumah sudah kaya kandang kebo."

"Hmmm, bukannya mau hidup enak malah sekarang jadi susah kaya begini, nasib-nasib."keluh Fina.

Tak ku dengar lagi ocehan Fina yang seperti petasan ketika lebaran, berisik! baru aku tau sifatnya kaya gitu, kemana aja aku ya selama ini, kok bisa tergoda oleh rayuan maut nya, dulu yang selalu berkata lembut sekarang ya tuhan! padahal kalau aku liat lagi kecantikan Fina, gak ada apa-apanya di bandingkan Nissa, aku benar-benar menyesal, habis makan dari sini aku akan langsung ke rumah Nissa...., ia... aku harus ngajak Nissa balikan. se enggaknya walaupun dia gak kerja, hidup dengan Nissa gak akan pernah sengsara kaya begini. Ucapku bicara di dalam hati. Dan saat sedang membereskan rumah yang sebentar lagi selesai tiba-tiba HP ku berbunyi kembali, ini telepon dari ibu.

Drt...Drt...Drt...

[ Halo assalamu'alaikum Bu ] ucapku lembut.

[ Herman kamu kerumah mertuamu sekarang, ibu ada disini! ]

Deg....

Apa ibu sudah tau ya? dan mamah sudah bilang semuanya, gawat ini! batinku.

Terpopuler

Comments

Alevin

Alevin

pns g da pesangon kak 🥲dan kalau pemecatan itu prosesny g secepet ini

2025-03-17

0

Sukliang

Sukliang

jadi babu kamu pelakor

2023-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!