BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1

Setelah mendapatkan nomer HP pengacara dari Sera, aku pun langsung menelpon bibi untuk menjalankan rencana yang akan aku buat. Tapi sebelum itu aku nge chat dulu ke mas Herman bahwa aku akan lembur dan pulang telat terlebih dahulu.

" Haloo, assalamualaikum bi, nanti bibi keluar rumah ya jam 5 sore terus ketemu aku, aku di supermarket dan tunggu aku di Food Court ya bi," ucapku pada bibi langsung sat-set.

" Ia non, tapi kalo tuan nanya mau kemana gimana non?" tanya bibi.

" Ya jawab aja mau membeli keperluan bulanan sama keperluan bibi, dia pasti ia-ia aja, soalnya ada hal yang mau aku bicarakan sama bibi."

" Ok. non siap!" Jawab bibi dengan Lantang.

Lalu aku mematikan telpon dengan bibi setelah mengucapkan salam, gak terasa waktu berlalu dan sudah menunjukan jam 4 sore, ya walaupun hatiku sedang sakit dan terluka karena dua orang yang paling aku sayang dan aku percayai selama ini. Tapi aku pun gak mau bersedih berlarut-larut karena percuma juga, toh semuanya sudah terjadi. Lalu aku teringat satu hal Ini, yaitu sesuatu yang harus aku lakukan, urgent sekali. Aku langsung mengambil telpon dan memanggil Linda untuk masuk ke ruangan ku.

" Linda tolong kamu berhentikan pembayaran yang selalu aku berikan untuk bi May (ibunya Fina) tiap bulan, aku sudah tidak mau lagi membantu membiayai kebutuhan mereka perbulannya, apa pun itu mengenai bibi Maya aku sudah tidak perduli dan satu hal lagi kalau ibuku bertanya masalah Ini tolong minta ibuku langsung mencari ku Saja," ucapku kepada Linda saat ada di ruangan ku.

" Baik Bu, ada lagi Bu?" balas Linda bertanya.

Ya walaupun bantuan itu hanya uang dua juta rupiah perbulan, tapi melihat tingkah laku anaknya aku jadi muak dan marah untuk membantu keluarga mereka, apalagi sekarang Fina sudah mau Lulus pasti dia akan mencari kerja, lagi pula sebenarnya anak bibi itu udah ada yang kerja kenapa mereka selalu merongrong Mamahku buat minta bantuan merasa aneh batinku.

"Satu lagi jika ada orang luar yang bertanya aku sebagai apa disini, bilang aja aku hanya staff biasa," ucapku lagi kepada Linda.

" Loch kenapa Bu?" Tanya Linda penasaran!

" Gak apa-apa, aku hanya sedang melakukan sesuatu kepada orang yang sudah nyakitin aku aja termasuk keluarga aku sendiri, kamu jangan bilang siapa-siapa ya!" ucapku dengan mimik muka serius.

" Baik Bu, kalo begitu saya izin keluar," ucap Linda sambil melangkahkan kakinya keluar ruanganku.

Setelah Linda keluar ruangan, aku segera bersiap-siap untuk pulang dan menuju supermarket, tempat janjian aku sama bibi (art ku). Tapi sebelum kesana aku akan menyempatkan untuk membeli CCTV ukuran sangat mini hingga tidak terlihat.

Setelah sampai Supermarket, aku langsung saja menuju Food Court tempat janjian aku bersama Bibi, dan tanpa susah mencari, aku langsung bertemu bibi dipojokan sedang duduk sendiri.

" Assalamualaikum, sudah menunggu lama ya bi?" tanyaku ke bibi, dan aku langsung aja duduk dekat bibi, kebetulan disini tempatnya sepi jadi aku tidak khawatir ada orang yang akan mendengarkan.

" Wa alaikum salam non, bibi juga baru datang non, jadi bagaimana non Nissa bisa membalas non Fina? jujur bibi kesel juga sama non Fina! kelakuannya makin kesini makin ngawur non," ucap bibi.

" Gini bi aku mau minta tolong bibi untuk untuk tempelin atau taruh CCTV mini Ini bi, tapi arahnya ke kasurnya Fina ya bi, jangan sampai ada yang kelihatan ya bi atau bener-bener tersembunyi, nanti bibi naruh nya pas bibi beres-beres kamarnya Fina ya," jelasku singkat.

"Ia siap non bibi faham, " ucap bibi.

" Oh ia Ini pasang juga diruang keluarga, di dapur, ruang kerja mas Herman juga, kalo kamar aku biar aku yang pasang," jelasku lagi sambil aku menyerahkan bebrapa CCTV mini ke bibi.

" Oh ia bi, mereka berdua tadi ada dirumah gak?" tanyaku ke bibi.

" Tidak ada non, non Fina dari tadi pagi belum pulang sedangkan tuan ada dirumah, ia baru saja pulang," jelas bibi.

" Yaudah bi kalau begitu, bibi pulang sekarang dan jangan lupa belanja segala kebutuhan ya bi, biar gak curiga," ucapku. Tak berapa lama aku dan bibi pun berpisah, bibi melanjutkan belanja sedangkan aku menuju parkiran untuk pulang ke rumah.

Setelah aku sampai kerumah aku tidak melihat mas Herman, kemana ya dia? pikirku.

Langsung aja aku naik ke lantai atas ke kamarku, dan ku dengar ada seseorang dikamar mandi, mungkin itu mas Herman dan ku lihat HP mas Herman tergeletak dimeja, langsung aja aku mengambil HP mas Herman untuk ku tahu isinya.

Akh sial! pake dikunci segala tumben amat, ucapku pelan sambil kesal Dan aku menaruh kembali HP mas Herman ke meja.

" Mas kamu dikamar mandi?" ucapku.

Kemudian pintu kamar mandi terbuka.

" Kamu udah datang sayang, udah makan belum? tumben Malam banget pulangnya," Tanya Mas Herman dengan wajah sok dibuat- buat.

Aku hanya diam saat mas Herman bertanya entah kenapa aku jadi jijik melihat wajah mas Herman sok khawatir seperti itu, sebelumnya aku selalu senang karena merasa diperhatikan saat mas Herman bilang seperti tadi dan sekarang ikh kalo bahasa sundanya mah geuleuh.

" Aku lelah mas biasa lah banyak kerjaan, kan tau sendiri aku cuman karyawan biasa," jelasku sambil langsung masuk ke kamar mandi tanpa tersenyum ke arahnya. Mungkin dia bakalan bertanya kenapa aku jadi dingin sama dia, tapi bodo amatlah.

Saat aku selesai mandi mas Herman sudah tidak ada dikamar dan HP nya pun sudah dibawa olehnya, mumpung dia diluar aku langsung aja memasang CCTV mini yang langsung terhubung ke HP ku, dan kulihat HP ku juga sudah terpasang dengan CCTV yang lain yang ada dirumah Ini, kerjaan bibi emang top markotop.

Aku melihat mas Herman lewat CCTV, ternyata dia sedang diruang Televisi Dan kebetulan sekali dekat CCTV itu, sehingga aku bisa mendengar dengan jelas apa yang dia katakan.

" Ia sayang kamu gak pulang hari Ini", yaudah hati-hati dirumah temen kamu ya, dan mudah-mudahan cepet Lulus ya, nanti kalo kamu Lulus kita akan jalan-jalan ke Labuan bajo," Ucap mas Herman ditelpon.

"Aku yakin pasti Mas Herman lagi ngobrol sama si ulet keket Fina," pikirku.

Aku langsung turun kemeja makan untuk makan malam dan ketika aku melihat mas Herman, dia langsung gugup dan langsung menutup telponnya dan tanpa basa-basi, aku makan aja sendiri tanpa mengajak dia makan.

" Sayang kok kamu malah makan duluan? aku padahal nungguin kamu loh!" ucap Mas Herman.

" Aku liat kamu lagi asik ngobrol ditelpon jadi aku gak mau ganggu kamu mas, lagian aku lapar mas, maaf ya aku gak siapin makan ke kamu, Aku capek banget, habis makan aku mau langsung tidur aja," ucapku.

" Oh ia mas Mana Fina?" tanyaku

" Oh dia gak pulang yang, katanya dia mau nginep dirumah temen yang, untuk ngerjain skripsi," jelas mas Herman.

" Kok kamu tau mas ?" tanyaku pura-pura.

" Tadi dia chat aku, ia ,dia chat aku yang, " jawab mas Herman tambah gugup.

" Kok dia gak bilang ke aku ya, malah chat nya ke kamu mas, aneh ? yaudah lah aku juga gak mau terlalu pusing," jawabku sambil aku melihat ekspresi mas Herman yang terlihat menghembuskan nafasnya legal, Kalo mukul suami pake pentungan gak dosa mah, udah aku pukul mukanya dari tadi, menyebalkan munafik si Herman," gumamku dalam hati.

" Aku ke kamar duluan ya mas ngantuk," ucapku, dan dia hanya menundukkan kepala saja dan akupun tak lagi menoleh dan bicara kepadanya, rasanya aku sudah tidak sanggup untuk berdekatan dengan mas Herman apa lagi dalam ruangan yang sama, hati Ini Masih sesak, tapi aku harus sabar Pembalasan Ini baru saja mau dimulai, aku akan membalas kalian semua dengan begitu pedih. batinku dengan amarah terpendam.

Jam dua aku terbangun dan aku melihat mas Herman disebelahku sedang tertidur sangat damai seperti tidak mempunyai beban atau rasa bersalah sama sekali karena sudah selingkuh dari aku, langsung aja aku ambil HP nya yang ada di dekat nakas, dan aku letakan jari mas Herman untuk membuka kunci lewat fingerprint ( fingger touch), dan akhirnya bisa terbuka.

Kubuka Aplikasi chat dan menscroll is chat nya tidak ada yang mencurigakan, kecuali satu nama Fina si ulet keket, dan aku foto semua isi chat mesra mereka dan apa aja yang dilakukan mereka untuk dijadikan bukti, Dan aku pun menyadap aplikasi chat Mas Herman kedalam HP ku. Setelah urusan HP Ini selesai langsung aku taruh lagi HP Ini ditempat semula, Dan aku keluar kamar ke tempat kamar Fina berada, Ini kesempatan aku, kebetulan sekali si ulet keket tidak ada dirumah, aku pun berjalan pelan-pelan turun kebawah dan masuk ke kamar Fina. Sepertinya aku memang beruntung sekali malam Ini kamar Fina tidak dikunci, aku pun melihat-lihat kamarnya serta membuka semua tempat penyimpanan serta lemarinya.

Ku lihat banyak tas berharga jutaan, dari mana dia mendapatkan semua Ini? jangan- jangan tabungan mas Herman habis lagi buat poya-poya sama si anak da'jul, batinku.

Langsung aja aku mengeluarkan semua tas itu dan aku pun kembali melihat tempat yang lain dan aku menemukan perhiasan kalung yang sebelumnya nota pembelian yang pernah aku liat di tas mas Herman, aku pun mengambilnya lalu aku satukan dengan tumpukan tas serta aku mengeluarkan baju-baju mahal dan jam tangan lainnya. Aku gak peduli apa barang Ini ada yang dia beli sendiri atau pun mas Herman yang belikan, pokoknya aku ambil semuanya, lalu aku foto semua barang itu ku kirim fotonya ke temanku Sera lewat chat, kau meminta tolong sama Sera untuk dicarikan tempat jual barang bekas, aku akan jual semua dan mengambil hak aku selama Ini.

Setelah selesai aku langsung bawa semua barang ke Gudang karena aku tau mas Herman gak pernah masuk ke Gudang dan kuncinya selalu aku yang pegang, setelah itu aku langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud meminta ampunan serta permohonan kepada Allah atas semua Ini supaya hariku menjadi lebih tenang lalu aku pun tidur kembali.

" Mas bangun sholat shubuh!" ucapku sambil menggoyangkan badan mas Herman, tapi kulihat dia masih saja tidur dan aku pun meninggalkannya untuk sholat shubuh sendirian.

" Yang kamu kok gak bangunin aku sih? tumben amat, gak sholat shubuh kan aku jadinya, untung gak telat," ucap Mas Herman dengan muka sedikit kesal. Aku hanya mengangkat bahu tanda aku tidak perduli dan malas menjelaskan.

" Mas duluan ya, udah telat soalnya," ucapnya sambil mencium rambutku, dan aku pun Salim tangan sambil mengucapkan salam. Setelah itu aku pun bersiap ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaanku dan menyerahkan surat cuti yang sudah lama tidak aku ambil.

Waktu pun tak terasa berjalan begitu cepat karena sudah memasuki jam pulang.

" Ah aku mau telpon bibi dulu bentar," ucapku bicara sendirian.

" Haloo bi assalamualaikum tuan udah datang bi?

" Wa alaikum salam non, belom datang non, non Fina juga belum datang non.

" kemana tuh orang dua ya, jangan-jangan janjian lagi, aku punya ide yaudah bi aku tutup dulu." "Assalamualaikum " langsung aku tutup sambungan telpon bibi dan lanjut ku telpon pelakor kecil itu.

" Haloo Fin kamu kenapa kemaren tidak bilang mba? kalo akan menginap dirumah temen kamu!" tanyaku saat telpon sudah diangkat.

" Maaf mba aku lupa tapi aku udah chat Mas Herman kok mba, balas Fina.

" Kenapa malah chat Mas Herman, aneh kamu ya Fin! kamu tidak ada hubungan apa-apa kan sama mas Herman? tanyaku langsung.

" Ya enggaklah mba, masa aku ada hubungan, mas Herman kan suami mba, saudara aku juga, maaf ya mba aku gak akan mengulanginya lagi gak ngasih kabar ke mba Nis kalau gak pulang kerumah," Jawab Fina dengan suara agak gugup. Aku tau dia pasti kaget aku tanya gitu langsung.

" Yaudah hari Ini kamu pulang gak?"

" hari Ini aku gak pulang lagi mba karena Masih nyusun Skripsi dirumah temen aku, soalnya rumah temen aku dekat dengan dosen pembimbing jadi biar gak bolak-balik mba.

"Yaudah kalo gitu, " aku langsung tutup telponnya.

" Dasar mba Nissa gitu aja kok repot, males banget sama tante-tante satu itu, kalo gak ada perlu ya males banget aku sok baik ama dia, lihat aja setelah aku Lulus kamu akan dicerai mas Herman dan akan ku pastikan kamu akan keluar dari rumah itu," Ucap Fina kesal.

Hmmm sepertinya aku minta jemput mas Herman aja, enak banget dia! Mobil aku yang beliiin, dia malah enak-enak di pake buat jalan sama ulet keket itu. Mobilnya lebih baik aku jual lagi aja." kemudian aku langsung saja mencari kontak mas Herman

" Assalamualaikum, Haloo, Mas dimana? bisa jemput aku gak di kantor? tanyaku ke mas Herman.

Wa alaikum salam sayang, mas baru saja sampai rumah, emang Mobil kamu kemana?

" ucap Mas Herman.

"Mobil aku mogok mas, aku tunggu di Lobby ya," ucapku.

"Yaudah, Mas OTW sekarang." saut mas Herman.

Setelah menunggu 20 menit, akhirnya Mobil mas Herman datang, langsung aja kami melanjutkan perjalanan untuk pulang.

" Mas nanti aku dirumah mau ngomong sama kamu penting," ucapku tanpa melihat wajah mas Herman.

" Ngomong apa sayang? sekarang aja!" ucap Mas Herman.

" Tar aja mas dirumah aja," ucapku lagi.

Setelah sampai rumah, tanpa menunggu waktu lagi aku langsung duduk di kursi depan bersama mas Herman untuk membicarakan bahwa aku sudah tidak bekerja, padahal aku Masih bekerja di perusahaan itu dan untuk mendukung RENCANA yang sudah aku susun, aku pun sudah mengajukan cuti selama dua minggu, karena sudah 2 tahun Ini aku tidak mengambil cuti ku.

" Mas aku sudah tidak bekerja lagi, aku bekerja hanya sampai akhir bulan Ini, aku bingung, bagaimana Ini ya mas? kamu bisa kan menghandle kebutuhan kita kedepannya, Gaji PNS kan lumayan dan kamu juga pasti banyak tabungan kan mas? selama Ini kan kamu hanya ngasih aku sejuta tiap bulannya.

Aku melihat mata mas Herman langsung terbelalak kaget.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

bagus 👍😏

2023-07-02

2

Edi Mihardi

Edi Mihardi

good......

2023-06-03

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!