BAB 4 POV HERMAN

Namaku Herman aku menikah dengan Nissa karena sebuah perjodohan, aku setuju saja karena aku memang kenal dia sejak kecil. kami itu teman masa sekolah dulu, dan aku lihat sekarang dia cantik dan juga sukses terbukti dengan pekerjaannya yang menurut aku lumayan berbeda denganku yang hanya pegawai PNS di BUMN, tapi aku mengaku padanya hanya pegawai sekolah biasa.

Pernikahan kami pun di gelar secara sederhana itu pun atas permintaan dari calon istriku. Dan keluarga Nissa sudah menyiapkan rumah untuk kami tinggali berdua, yah harus aku akui keluarga Nissa adalah keluarga yang berkecukupan, mangkanya aku sangat mendukung perjodohan ini.

" Nis kamu cantik sekali, mas sangat beruntung menikahi kamu, terimakasih sudah mau menikah dengan mas ya Nis," Ucapku saat berada di kamar berdua, ini adalah malam pertama kami.

" Ia mas tapi Nissa punya permintaan mas, jangan ada penghianatan di antara kita ya mas, karena Nissa benci sekali perselingkuhan," ucap Nissa.

" Ia Nis, mas janji mas bakalan setia sama kamu, bolehkah mas panggil kamu dek dan bisakah kita melakukan itu sekarang?" Tanyaku.

Nissa hanya tersenyum dan menunduk malu malu dengan semburan merah wajahnya yang memiliki kulit putih mulus. Dan kami pun melakukan kewajiban sebagai suami istri di malam itu.

Setahun lebih pun berlalu aku sangat bahagia punya istri seperti Nissa yang menurut dan bisa melayaniku dengan baik. Aku baru tau ternyata dia bekerja di perusahaan besar, walaupun hanya sebagai staf biasa tapi gajinya sama denganku yaitu kisaran 7 juta, aku tidak pernah memberitahukan mengenai pekerjaan asliku kepada Nissa, yang dia tau aku hanyalah seorang guru PNS yang mempunya gaji hanya 4 juta rupiah setiap bulannya, akhirnya aku memberikan dia uang bulanan hanya sebesar 1 juta rupiah,  karena aku beralasan menanggung kebutuhan ibu dengan memberikan uang 1 juta dan kebutuhan ku juga 1 juta lalu aku tabungkan 1 juta, dan dia hanya menuruti semua kata-kata ku, jadinya Nissa yang menutupi kebutuhan kami setiap bulannya.

Dan seperti weekend sebelumnya kita selalu menghabiskan waktu berdua di rumah untuk bersantai ria, aku sedang melihat majalah mobil dan aku sangat ingin membeli mobil, apalagi Nissa juga punya mobil aku selalu di bully temanku kerja di BUMN tapi tidak punya mobil dan masih pake motor, ya walaupun motornya juga keren motor gede bukan motor bebek ,tapi aku pengen mobil, apa Nissa mau membelikan mobil untukku, harus aku coba batinku.

" Dek mas tabungannya masih lama banget dek, mas lagi pengen ada yang di beli," ucapku dengan wajah ku buat sememelas mungkin.

" Kamu mau beli apa mas?" tanya Nissa.

" Ini dek, mobil ini tapi tabungan mas masih kurang banyak dek," ucapku lagi sambil memperlihatkan iklan di majalah.

" Aku bisa beliin mas tapi palingan bekas gpp kan mas, kalo yang baru uangku juga gak ada," terang Nissa

" Gpp dek, asalkan masih bagus," sautku.

" Yasudah besok aku tanyain ke teman aku yang jual mobil bekas ya mas," ucap Nisa.

" Ia dek makasih ya, makin cinta deh sama istriku yang cantik ini," rayuku sungguh sangat beruntung aku mendapatkan istri secantik Nissa.

Seminggu kemudian mobil pun di beli Nissa walaupun bekas tapi aku senang sekali karena selama ini aku sangat menginginkan mobil tapi belum kesampaian, banyak juga ternyata tabungan Nissa, batinku.

Sejujurnya aku sangat mencintai Nissa dan berniat akan selalu ada buat Nissa sampai kapan pun.

Tetapi suatu hari tiba-tiba datang sepupu jauhnya Nissa yang bernama Fina, saat di kenalkan pun aku hanya biasa saja, karena ketika ku perhatikan Fina wanita yang biasa tidak bisa di bandingkan dengan istriku, tapi saat tidak ada Nissa di rumah, dan aku kebetulan sedang pulang cepat. Fina selalu berusaha menggoda ku, beberapa bulan ini sampai akhirnya dia nekat menciumiku dengan buasnya saat aku sedang menonton TV sendiri.

Saat malam ketika orang rumah sedang tidur, aku memang selalu tidur hingga larut malam untuk menonton tayangan bola kesukaanku, sebagai lelaki normal apalagi di suguhkan pemandangan indah yang baru aku tau ternyata Fina memiliki tubuh seperti Nissa sifat liar ku sebagai lelaki pun tergoda dan aku pun membalas ciuman itu, apalagi Fina memakai baju yang kurang bahan sekali, dan terjadilah pergulatan kita malam itu.

Sejak saat itu aku pun menjalin hubungan terlarang dengan Fina di belakang Nissa, sungguh permainan Fina lebih hebat di bandingkan dengan Nissa, dan aku sangat menikmatinya.

" Mas jadikan, kita jalan-jalan ke puncak mas?" tanya Fina.

" Ia janji nanti aku akan kasih tau ke Nissa, akan ada acara seminar keluar kota, tapi aku mau minta tambahan uang dulu ke dia," ucapku sambil membelai paha Fina yang tidak memakai apa pun di dalam selimut nya, ya saat ini kita sedang berada di kamar Fina, setelah melakukan kegiatan panas kami aku sengaja keluar dini hari dari kamar hanya untuk bersenang senang dengan Fina. Dan jujur semenjak ada Fina aku jadi jarang menyentuh Nissa beberapa bulan ini.

" Emang mba Nissa mau kasih kamu uang mas?" tanya Fina.

" Pastilah!" ucapku yakin.

Esok harinya saat di kantor aku berniat menelpon Nissa untuk meminta uang itu,  karena besok sudah masuk hari Sabtu jadinya untuk aku siap-siap saja.

Aku pun langsung menelepon Nissa, tapi anehnya berapa kali pun aku telpon tidak diangkat, kemana Nissa ya? lalu aku chat dia aja untuk meminta uang 5 juta kepada Nissa.

Untuk jalan-jalan ke puncak bersama Fina, batinku.

Selama ini pun Nissa selalu memberikan uang kepadaku jika aku meminta tapi tidak banyak palingan hanya 500ribu atau paling banyak sejuta, tapi untuk kali ini aku ingin meminta 5 juta karena uang tabungan ku tak mau aku gunakan untuk bersenang-senang dengan Fina, karena Fina sudah sering meminta uang padaku dan memintaku untuk membayar belanjaan dia yang lumayan mahal bagiku, karena dia memberikan servis yang memuaskan jadi aku menurutinya.

Karena tabungan aku sudah menipis maka aku akan memakai uang Nissa saja untuk bersenang-senang, lagi pula Nissa wanita bodoh yang gampang di bohongin oleh rayuan maut ku.

" Kemana Nissa ini telpon ga diangkat, chat pun Gak di balas bikin sewot aja!" ucapku dengan kesal karena jam makan sudah akan berakhir, aku memasukkan kembali HP ku kedalam kantong untuk bekerja kembali takutnya aku telat.

Saat tiba waktunya pulang aku pun kembali mengecek HP ku, dan benar saja Nissa sudah membalas pesanku, tapi sial dia tidak bisa memberikan uang 5 juta itu karena dia pikir uangnya terlalu besar dan dia tidak punya tabungan sama sekali, karena menutupi kebutuhan rumah. Aku pun tetap menjalankan rencana ku pergi ke puncak bersama Fina memakai uangku sendiri.

Setelah beberapa bulan menjalin hubungan dengan Fina, aku melihat sifat dan sikap Nissa agak berbeda, tapi aku tidak memusingkan itu semua yang terpenting hidupku sekarang bahagia, tapi dalam beberapa hari ini Fina tidak bisa pulang ke rumah, padahal aku kangen berat dengannya.

Setelah sampai rumah aku melihat rumah masih kosong lekas aku masuk ke kamar untuk membersihkan diri, setelah itu aku turun untuk menonton TV sambil menunggu Nissa pulang dari kantor, tak berapa lama HP ku bunyi dan ada tulisan Fina memanggil.

" Ia sayang, kamu gak pulang hari ini?" tanyaku.

" Ia mas aku masih di rumah teman biar gampang nemuin dosen pembimbing yah palingan 2 Minggu lagi aku sidang mas," jawab Fina ditelpon, sungguh aku merindukan suaranya.

" Yudah hati-hati di rumah temen kamu, mudah-mudahan kamu cepet lulusnya."

" Tapi jadikan kita ke labuan bajo, mas udah janji loh sama aku, kalo aku lulus aku akan ke sana "

" Ia habis kamu lulus kita akan jalan-jalan ke labuan bajo, tapi sebelumnya palingan aku mau minta uang ke Nissa dulu, buat akomodasi kita disana."

" Kalo mba Nissa mau ngasih mending mintanya yang banyak mas, biar kita bisa shopping mas."

"  Yah palingan aku bilang buat biaya ibu, kamu gak usah khawatir, gampang si Nissa mah, ia baik sama ibuku dan juga royal, dia pasti mau kasih buat ibu aku," ucapku pada Fina

Aku langsung saja mematikan telepon karena takutnya Nissa sudah kembali, dan benar saja Nissa sudah kembali dan sedang makan sendirian, padahal aku menunggunya pulang untuk makan bersama, batinku.

"  Sayang kok kamu malah makan duluan, aku padahal nunggu kamu loh," ucap ku dengan wajah di buat terkejut padahal aku sedang menahan kesal.

" Aku lihat kamu lagi asik ngobrol jadi aku gak mau ganggu kamu, lagian aku lapar mas, maaf ya aku gak siapin makan kamu, aku capek banget, dan habis makan aku langsung tidur ya," ucap Nissa.

" Mana Fina mas?" tanya Nissa

" Oh dia gak pulang dek, katanya nginep ngerjain skripsi akhir di rumah temennya," jelasku sambil menuangkan nasi di piring karena perutku juga lapar.

" Kok kamu tau?" tanya Nissa lagi dengan wajah terkejut.

" Tadi dia chat aku, ia dia chat aku dek," ucapku gugup, kenapa aku malah kelepasan seharusnya aku bilang saja tidak tau, batinku.

" Kok dia gak bilang ke aku! malah chatnya ke kamu doang, aneh ya sudahlah aku juga gak mau terlalu pusing," ucap Nissa.

Setelah itu pun Nissa langsung naik ke kamar untuk tidur, dan aku pun segera menyelesaikan makananku dan menonton acara favorit ku di TV.

Hari pun berlalu, tumben sekali Nissa telepon jam segini,

" Halo assalamu'alaikum mas di mana? bisa jemput aku gak di kantor? " Ucap Nissa di telepon.

" Mas baru sampai rumah dek, emang mobil kamu kemana?" tanyaku

" Mobil aku mogok mas, aku tunggu di Lobi ya," ucap Nissa

" Ya sudah, mas jalan sekarang," balasku padahal aku baru saja nyampe dan masih lelah.

Perjalanan dari kantor Nissa ke rumah hanya membutuhkan waktu paling lama 20 menit dan beruntungnya jalanan tidak macet, di dalam mobil Nissa hanya diam dan aku melihat wajahnya sepertinya lelah sekali atau sedang banyak pikiran, tapi karena aku sedang menyetir aku tidak pernah mengajak Nissa ngobrol dan akhirnya setelah sampai rumah, Nissa langsung turun sendiri.

" Mas nanti aku di rumah mau ngomong sama kamu penting," ucap Nissa dengan wajah serius.

Jujur aku gugup karena aku takut perselingkuhan ku dengan Fina ketahuan dan aku gak mau kehilangan keduanya, mereka memberikan kesenangan buatku.

" Ngomong apa dek, sekarang aja " ucapku memancing.

" Tar aja mas di rumah," ucap Nissa langsung masuk kerumah.

Aku pun mengikuti Nissa yang sudah memasuki rumah dan aku melihat Nissa sudah duduk di kursi dengan muka yang sangat lelah, semakin penasaran aku di buatnya, semoga saja tidak terjadi apa-apa, karena sampai kalo aku kehilangan Nissa aku akan kehilangan kemewahan yang aku punya, dan Nissa tak akan memaafkan aku karena dia benci sekali perselingkuhan. Aku pun langsung duduk di sebelah Nissa sambil ku pegang tangannya berharap Nissa tak meminta untuk berpisah jika dia sudah tau.

" Mas aku sudah tidak bekerja lagi sekarang di perusahaan, aku bekerja hanya sampai bulan ini saja, aku bingung mas bagaimana ini? kamu bisa kan menghandle kebutuhan kita kedepannya, gaji PNS kan lumayan dan kamu juga pasti banyak tabungan kan mas secara kan kamu hanya kasih aku sejuta tiap bulan." terang Nissa.

Jujur aku kaget mendengar penuturan Nissa, what dia di pecat bagaimana ini kedepannya, bagaimana dengan jalan-jalan aku ke labuan bajo bersama Fina? batinku.

Aku hanya menatap wajah Nissa mencari kebohongan disana, tapi aku tak melihat itu pantas saja wajah Nissa sangat murung dan terlihat lelah sehabis pulang bekerja.

" Akan mas usahakan ya dek, kamu kan tau sendiri gaji mas hanya 4 juta makanya mas hanya kasih kamu satu juta, itu pun mas pegang 1 juta sisanya buat keperluan ibu, tapi mengapa kamu sampai tidak bekerja lagi dek?" tanyaku.

" Ada pengurangan karyawan mas di bagianku, kan mas tau aku hanya karyawan biasa di bagian keuangan, aku juga tidak tau, tapi ya mungkin dengan ini ada hikmahnya aku bisa istirahat di rumah dan memulai program hamil kita mas, kita sudah satu tahun mas menunda mempunyai anak, mas mau kan punya anak dari aku?" tanya Nissa dengan wajah sedikit ceria.

" Ia tentu sayang, siapa yang tidak mau punya anak dek, apalagi dari istri yang cantik dan baik seperti kamu, ya sudah, nanti mas usahakan untuk memenuhi kebutuhan rumah ini, mas mandi dulu ya dek," ucapku sambil berlalu meninggalkan Nissa dan menuju ke kamar.

Setelah sampai kamar aku tak langsung masuk ke kamar mandi, aku memikirkan apa yang di katakan oleh Nissa tadi.

Bagaimana ini mana aku udah janji buat jalan- jalan ke labuan bajo sama Fina dua Minggu lagi, terpaksa aku harus menggunakan tabungan ku lagi, kalo tau kaya gini tiap gajian aja aku terus minta uang sama Nissa lebih banyak buat banyakin tabunganku, kenapa sih Nissa harus pake di pecat segala, sekarang dia benar-benar tidak berguna.

karena amarah yang terus ku tahan dari pada ketahuan Nissa aku langsung saja pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan ku.

Terpopuler

Comments

Ria Lita

Ria Lita

Herman edan

2025-03-14

0

Uthie

Uthie

ternyata laki lintah darat tohhh 😏

2023-07-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!