Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2

Mata mas Herman langsung terbelalak mendengar ucapan ku, dan dia pun menarik nafas seolah punya penyakit asam bertahun- tahun dan kehilangan inhaler nya, melihatnya saja sudah membuat aku mua! apalagi sampai di buat-buat memelas seperti itu.

" Akan mas usahakan ya, kamu kan tau sendiri gaji mas hanya 4 juta, makanya mas hanya kasih kamu satu juta, itu pun mas pegang 1 juta sisanya buat keperluan ibu, tapi mengapa kamu sampai tidak bekerja dek?" ucap mas Herman.

" Ada pengurangan karyawan mas di bagianku, kan mas tau aku hanya karyawan biasa, aku juga tidak tau, tapi ya mungkin dengan ini ada hikmahnya aku bisa istirahat di rumah dan memulai program hamil kita mas, kita sudah satu tahun mas menunda mempunyai anak, mas mau kan punya anak dari aku?" tanyaku.

" Ia tentu sayang, siapa yang tidak mau punya anak dek apalagi dari istri yang cantik dan baik seperti kamu, ya sudah nanti mas usahakan untuk memenuhi kebutuhan rumah ini ya dek, mas mandi dulu dek," ucap mas Herman sambil berlalu ke ruang kamar.

Melihat punggung mas Herman menjauh, aku seketika tersenyum, ini baru permulaan mas akan aku ambil semua hak aku selama ini, enak saja aku membiayai hidupmu di rumahku, capek-capek aku kerja sedangkan kamu menghabiskan uang untuk perempuan tidak tahu malu itu," ucapku dalam hati.

Makan malam pun tiba, semua makanan sudah disiapkan bibi di meja makan, dan semua makanan ini, gaji bibi dan kebutuhan rumah ini aku yang bayar sejuta mana cukup buat sebulan, aku terus saja memaki suami da'jul ku itu dalam hati, saatnya rencana ku di mulai.

Sebelum mas Herman turun ke bawah, lekas aku menaruh obat tidur tanpa bau di minuman mas Herman, agar mas Herman tidur dengan nyenyak karena aku mau pergi dan menghabiskan seluruh uang yang ada di tabungannya serta menjual barang-barang milik pelakor itu pada teman Sera.

Kami pun makan dalam diam, dan setelah makan selesai aku terus memperhatikan ekspresi wajah mas Herman, sepertinya mas Herman mengantuk, terbukti beberapa kali dia menguap.

" Hoammm, lelah sekali badan mas dek, mas tidur duluan ya ngantuk berat," ucap mas Herman.

" Ia mas, sautku.

" Masalah tadi nanti kita diskusikan lagi besok ya, mas ke kamar duluan," ucapnya sambil melangkah kakinya ke arah kamar, tapi tiba-tiba handphone mas Herman berbunyi, seketika aku lihat mas Herman berhenti dan mengeluarkan HP nya lalu berdiri sebentar untuk melihat, tanpa membalas pesan itu mas Herman langsung masuk ke kamar.

Setelah mas Herman masuk kamar, segera saja aku mengambil HP ku dan membuka aplikasi chat, disitu aku melihat percakapan mas Herman dengan Fina yang barusan saja mengirimkan chat nya yang berisi dia meminta uang terus saja, ku perhatikan isi chat tersebut dan menunggu jawaban mas Herman.

( Fina : sayang, kamu kangen gak sama aku?.

Aku kangen banget tapi aku lagi gak punya uang nih, pusing banget ngerjain skripsi,

seminggu lagi aku aku sidang terus habis sidang, kita langsung ke labuan bajo ya, kamu kan udah janji mas).

( Herman : ia kamu lama banget berarti pulang kesini nya ya, padahal aku kangen berat, kangen goyangan kamu juga, untungnya hari ini aku lelah yaudah besok mas transfer ya, mas capek banget soalnya, tapi kirim dulu foto seksi kamu ).

( Fina  : mengirim gambar )

Geram rasanya hati ini, menjijikan mereka apalagi si ulet keket ini, ya tuhan segitu hina nya dia demi uang receh, ampe mau foto kaya gitu dadanya keliatan, maki ku dalam HP.

"  Kamu gak bakalan dapat apa pun lagi Fina dari si da'jul itu, liat saja nanti," gumamku.

Sepuluh menit kemudian aku langsung naik saja ke kamar, dan ku lihat benar saja mas Herman sedang tidur bahkan sambil mendengkur.

Tidur ya mas, kalo bisa sampai siang, biar gak usah kerja sekalian dan kamu di pecat jadi gembel, hidup sama cewek matre itu, gumamku dalam hati.

Tanpa membuang waktu aku langsung saja mengambil HP mas Herman dengan meletakkan jari di finger print HP itu supaya kuncinya terbuka, karena aku gak tau password nya apa? setelah terbuka HP nya aku langsung saja membuka mobile banking mas Herman dan betapa beruntungnya aku m bangking nya bisa di buka oleh finger print tangan mas Herman juga, setelah terbuka ku lihat ternyata tabungan mas Herman ada sekitar 50 jutaan lebih, banyak juga tabungannya kan, sebulan gajinya hanya 4 juta kata dia, aku jadi bingung ku mulai membuka mutasi dan mataku terbelalak ternyata selama ini dia membohongi ku, seketika air mataku keluar begitu saja. Ternyata gaji mas Herman selama ini sama denganku sebanyak 7 juta dan setiap 6 bulan sekali dia selalu mendapatkan sertifikasi, dan kulihat beberapa bulan ini tak ada kiriman ke no rekening ibunya, dengan tangan terkepal dan menahan amarah aku langsung aja memindahkan semua uang mas Herman di rekeningnya ke rekening teman ku Sera dan hanya menyisakan uang 50 ribu saja di rekening mas Herman, dan menghapus jejak transaksi itu di semua HP nya termasuk pemberitahuan SMS dan Email, lihat mas ini baru awal pembalasan ku, akan jauh lebih menyakitkan untuk kalian berdua.

Setelah urusan uang mas Herman selesai langsung saja aku mengambil surat-surat berharga seperti sertifikat rumah ini, BPKB dan STNK mobil mas Herman, akan aku ubah sertifikat rumah ini menjadi atas nama mamah ku supaya dia tidak menggungat harta Gono gini dan akan aku buat mobil mas Herman hilang padahal akan ku jual. Aku langsung saja menelpon Sera untuk menjual juga semua barang pelakor kecil itu.

" Halo, assalamu'alaikum Sera , lu dimana Bestie? jadikan kesini kita kan mau jualan ini!" ucapku saat ada di luar kamar.

" Ia ni lagi di jalan masuk komplek lu bentar lagi ya, lu siap-siap aja, sama keluarin barang barang nya," ucap Sera.

Langsung aja aku turun ke bawah memanggil si bibi, untuk membantuku mengeluarkan barang-barang si pelakor itu karena lumayan cukup banyak banget.

" Bibi bantuin aku yuk bawain barangnya Fina ke bawah bentar lagi Sera mau datang," ucapku pada bibi.

" Tuan gimana non?" tanya bibi.

" Tuan udah ngorok bi, gak bakalan bangun, dia tadi kayanya obat tidurnya kebanyakan dah kelebihan dosis kayanya hehehehe," ucapku lagi sambil ke atas bersama bibi menuju gudang.

Setelah semua barang berhasil aku keluarkan bersama bibi, Sera pun datang dan langsung mengambil barang-barang itu untuk di masukan ke dalam mobilnya, dan aku pun ikut membantunya, habis itu kita berdua langsung aja pergi ke butik temannya Sera yang menjual berbagai macam barang-barang branded, baik itu baru maupun bekas dengan harga pasaran.

Saat sampai aku sedikit takjub dengan toko ini, di desain dengan gaya mewah tapi tetap mengusungnya dengan elegan, dan kami pun langsung menemui sang pemilik toko tersebut untuk menjual barang barang Fina seperti tas, sepatu, jam tangan, dengan total semuanya ada 17 buah.

" Selamat malam Bu Marni, maaf nih malam- malam mampir ganggu gak Bu?" ucap Sera saat kami sedang di toko Bu Marni. Dan kebetulan karena hari sudah menjelang malam dan toko Bu Marni pun akan tutup mangkanya toko sepi pengunjung dan tidak menggangu aktifitas aku dan Sera.

" Gak ganggu kok, malahan saya seneng banget loh dapat barang-barang bagus kaya gini, tapi harganya lumayan lah," ucap Bu Marni.

" Ini barang-barang punya sodara nya Nissa Bu, temannya Sera, tapi dia jadi pelakor di rumah tangga nya, dia selingkuh sama suaminya jadi kita itu mau ngasih pelajaran sama tuh ulet keket Bu," jelas Sera panjang kali lebar.

" Ia Bu saya gak ikhlas, saya kerja keras, suami saya malah selingkuh sama sepupu saya sendiri, padahal saya yang nampung dia di rumah Bu," jelas ku lagi.

" Ia aku tau rasanya nak Nissa, karena ibu juga korban perselingkuhan suami ibu, tapi kamu tenang saja, tuhan itu tidak tidur! akan ada balasan bagi siapa yang melakukan kejahatan, dia pasti akan menuai keburukan pula! percaya saja, tapi kamu juga jangan mau di injak-injak. Saya setuju sekali sama tindakan kamu ini, dan untuk pembayaran akan saya transfer sekarang sesuai dengan harga yang sudah kita sepakati ya!" ucap Bu Marni.

Dan seketika HP ku pun berbunyi menandakan ada notifikasi yang masuk, setelah itu aku pun membuka HP dan melihat Alhamdulillah uang hasil penjualan tas Fina sebanyak seratus juta lebih sudah masuk ke rekening ku.

" Alhamdulillah uangnya sudah masuk Bu, terima kasih banyak ya Bu," ucapku dan aku hanya melihat Bu Marni menganggukan kepalanya dan tersenyum ke arahku.

" Yaudah Bu, karena ini sudah malam juga, kita berdua pamit pulang ya Bu kami karena harus kerja besok," ucap Sera mengalihkan perhatian ku dan kami berdua pun berdua pamit pulang, setelah di luar toko yang besar milik ibu kami pun langsung masuk ke mobil untuk pulang.

" Oh ia Nis bentar, gue transfer aja sekarang uang lu, ntar gue takutnya lupa.....tuh udah masuk ya?" ucap Sera.

" Ia Ok." jawabku sambil mengangkat jempolku.

Dan setelah itu kami pun langsung pulang. Sera mengantarkan aku dulu pulang, kemudian dia langsung pulang kerumahnya tanpa mampir.

Esok paginya saat subuh aku pun langsung bangun dan melihat mas Herman masih saja tidur dengan pulas ya sengaja tidak aku bangunkan, karena aku ingin memakai mobilnya hari ini, kebetulan hari ini mobilku masih di basemant kantor, biarin saja dia naik ojek, ucapku dalam hati.

Setelah bersiap-siap dan menyiapkan sarapan untukku dan mas Herman aku pun langsung menulis memo di kaca meja rias dengan tulisan yang besar! agar mas Herman dapat jelas membacanya. Aku yakin mas Herman gak rabun, masa selingkuh sama si Fina yang cantikan aku ke mana-mana. Langsung saja aku berangkat menuju ke kantor pengacara yang sebelumnya aku sudah membuat janji waktu kemarin, dan aku meminta izin ke pak Roy untuk datang terlambat.

Setelah sampai di gedung Firma, wah lumayan juga kantornya bagus sekali, tapi masih bagusan tempat kerja ku, batinku sedikit sombong.

" Selamat siang, bisa saya bertemu dengan pak David? saya sudah membuat janji dengan beliau," ucap ku saat bertemu dengan resepsionis gedung.

" Baik, atas nama siapa Bu?" tanya wanita cantik itu yang bernama Jennie yang terlihat dari name card nya.

" Saya Nissa "

" Tunggu sebentar ya Bu, dan silahkan duduk dulu," ucapnya ramah.

Setelah aku menunggu beberapa menit pak David pun bergegas bertemu denganku dan membawa kami keruangan nya di lantai 2.

" Maaf pak, saya kesini ingin mengajukan penggugatan cerai dengan suami saya, ini berkas nya, pa," ucapku sambil menyerahkan berkas yang aku bawa didalam amplop coklat yang besar.

" Dan pak, saya mau tanya tentang harta berdua itu bagaimana ya pak? apakah bisa menjadi milik saya semua pak?" tanyaku.

" Sebelumnya apa kah ada surat perjanjian secara tertulis pra nikah Bu?" tanya pak David.

" Tidak ada pak." jawabku.

" Untuk harta bersama semuanya itu termasuk dalam harta Gono gini harus di bagi dua. Kecuali, atas persetujuan suami ibu menyerahkan seluruh hartanya kepada ibu secara tertulis dan ada tanda tangannya suami ibu." Ucap pak David panjang lebar.

" Apakah ada aset atas nama suami ibu?" tanya pak David kembali.

" Tidak ada pak semua aset yang kami punya semua atas nama saya," jawabku.

" Kalo begitu satu-satu nya jalan ibu, harus mengubah kepemilikan semua aset ibu atas nama orang terdekat ibu, misalnya keluarga ibu atau anak ibu, karena jika aset atas nama orang lain tidak akan bisa di ganggu gugat." jelas pak David.

" Baiklah apakah bapak bisa mengubah sekalian pak?" tanyaku .

" Bisa, saya hanya perlu surat kuasa ibu yang ibu tanda tangani dan berkas nya Bu," ucap pak David.

" Baik pak, besok saya akan kembali sambil membawa berkas dan persyaratannya, sebelumnya makasih ya pak, atas bantuannya." Ucapku sangat berterima kasih.

Setelah urusanku selesai dengan pak David aku pun langsung pamit dan kembali ke kantor, karena pekerjaan ku banyak yang harus aku kerjakan sebelum liburan panjang ku.

Saat tiba di ruangan ku, Ada masuk chat di aplikasi dan ku bacanya langsung yang ternyata mas Herman menghubungi ku.

Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!