BAB 13 PELAKOR PANAS

" Mah kita makan dulu ya mah di restoran itu " ucapku sambil menunjukan restoran western yang cukup terkenal, terbukti dengan ramainya pengunjung yang makan.

" Ia sayang," ucap mamahku. Kami pun berdua memasuki area restoran dan langsung memilih tempat yang kosong, langsung saja waitress menghampiri kami dan memberikan buku menu-nya.

Setelah selesai memesan dan sambil menunggu makanannya datang aku pun bercerita dengan mamah mengenai masalahku dengan mas Herman.

" Mah........ Mamah tau kan selama ini perangai mas Herman seperti apa? dia memberikan uang nafkah kepadaku sedikit sekali dan aku yang harus menutupi semuanya, tapi dengan seenaknya dia berdua poya-poya bersama Fina mah."

" Ia mamah tau sayang, tapi kamu tau ibu mertua mu sudah tau masalah ini, beliau tadi kerumah di susul Herman, tapi ulet itu juga malah nyusul." Ucap mamahku kesal.

" Si Fina nyusul juga ngapain nyari barang barang dia yang ilang ya?"

" Ia sayang, emang barang barangnya ke mana?"

" Aku jual, lumayan loh mah dapatnya Ampe 100 juta lebih, tas bermerek dia sama perhiasan dia, aku gak peduli sih kalo ada barang yang dia beli sendiri atau di kasih mas Herman, yang jelas itu untuk ganti semua uang yang udah aku kasih ke orang tuanya dan uang yang di gunakan sama suami aku," jelas ku.

" Pantas saja dia mencak-mencak dan Nanya- nanya terus, mamah juga udah usir si mayang dari rumah nenek kamu, sodara ayah kamu yang satu itu emang ya sekeluarga gak tau diri," kesal mamah.

Pesanan kami pun datang dengan lauk yang seperti menggugah selera ini, aku berniat ingin membuat status supaya ada yang panas melihat status ku ini.

" Mah ayok foto sebentar mah," aku pun mengambil foto bersama mamah dengan background restoran mahal ini sekaligus makanan yang tersaji lalu memasukan ke dalam status ku dengan caption, "menikmati hidup dengan hidangan enak karena lepas dari para benalu dan parasit."

Akhirnya kami berdua pun makan dengan santai, sambil menikmati makanan enak ini.

Drt...

Drt...

Drt...

Sejenak aku melihat HP ku ada panggilan masuk dari Fina, akh malas sekali biarkan saja, aku gak perduli!

Ting...

Lalu pesan masuk ke HP dan aku pun melihat chat Fina yang isinya mencak-mencak makan enak malah membuatnya menderita dan menuduh ku mengambil barang-barangnya, aku hanya membacanya tanpa berniat membalas.

.............

Pov Fina.

" Sialan banget mba Nissa, telpon ku gak pernah di angkat di chat cuman di balas doang, " geramku.

" Mas Herman ayok kita ke rumah kamu mas, kamu punya kunci cadangan kan? kebetulan mba Nissa lagi di Mall bersama mamahnya aku mau cari barang aku mas."

" Nissa di mall lagi ngapain," ucap Herman.

" Tuh lihat mantan istri kamu makan enak, sedangkan kita disini sengsara, ayok antar aku."

" Gak akh kalo ketahuan berabe bisa masuk penjara kita, kamu masak nya udah belom? lama banget," ucap Herman.

" Mas itu kan masih rumah kamu kamu kan belom ketuk palu di sidang, ayok sekalian kamu ngambil barang kamu yang tertinggal."

" Tar lah aku lapar makan dulu, siapin makanan nya."

" Ia nih udah di siapin di meja makan, ayo makan," kami pun makan dalam diam, saat ku mencoba mencicipi masakan ku lumayan enak hanya kerasa asin dikit.

" Ya Allah ini masakan kamu asin banget, niat kawin lagi kamu?"

" Udah mas makan aja, disini kita makan lauk kaya gini doank liat tuh mba Nissa makan steak mewah di restoran berkelas, bikin aku ngiri tau gak, kamu aja gak pernah traktir aku makan steak Kaya gitu."

" Gimana aku mau traktir kamu makan, uang ku habis buat beli barang-barang kamu yang gak guna, baju lah, tas lah, sepatu lah , sedangkan Nissa mana pernah aku beliin yang kaya gitu, dia mah beli sendiri."

" Pokoknya ayok kita makan kaya gitu mas uang gaji kamu masih ada kan? "

" Ga ada ya sekarang foya-foya lagi pake uang kamu, kamu kerja sana kalau mau makan kaya Nissa."

" Yudah ayok kita ke rumah mba Nissa sekarang, kelar aku makan, gak selera makan cuman sama sayur kangkung tahu tempe, makanan apaan ini."

" Jam mahal aku sama sepatu masih ketinggalan disana, yaudah hayu atuh."

" Bener kan kataku ayok mumpung mba Nissa masih di luar rumah jadi kita bisa leluasa ngambil barang barang mas."

" Yaudah aku siap-siap dulu," ujar mas Herman.

Kami pun segera siap-siap dan pergi ke rumah mba Nissa menggunakan sepeda motor. Jalan yang kami lewati tidak terlalu macet, Jadi bisa segera nyampe ke rumah mba Nissa, pas sampai ku lihat pintu rumah di gembok dan pagar pun di gembok.

" Mas ini gimana di gembok lagi gerbangnya kita mana bisa masuk!" ucapku kesal saat tiba di depan rumah mba Nissa malah di gembok gerbang sama pintunya.

" Ia nih kenapa pake gembok segala kita kan jadi gak bisa masuk."

" Mas kamu manjat aja mas ini kan pendek gerbangnya."

" Lumayan sih Fin, tapi bakalan mas coba."

Aku melihat mas Herman memanjat pagar yang sedikit kesusahan, tapi biarlah semoga saja mas Herman bisa masuk ke dalam.

" Fina...kunci rumahnya di ganti, aku ga bisa masuk."

" Gimana sih nih mas Halah, aku kan jadi gak bisa masuk ke rumah, aku mau ngambil barang mba Nissa buat gantiin barang aku, coba telepon mba Nissa mas," ucapku.

" Ia bentar "

" Ga di angkat Fin, aku udah coba 3 kali," ucap mas Herman memperlihatkan HP nya ke arahku. Ku ambil HP dan menelpon mba Nissa, sama sekali gak di angkat sama dia, lalu sengaja ku lihat statusnya, mataku terbelalak. Mba Nissa memperlihatkan kalung dengan bandul berlian itu perhiasan yang kemaren aku minta ke mas Herman, aku benar-benar marah.

" Mas Herman lihat status istri kamu, duit dari mana dia mas, bisa beli perhiasan ini, kamu liat mas ini kalung yang aku pengen waktu itu mas! Ikkhhhhhhh! aku pengen mas," rengekku ke pada mas Herman. Sungguh aku sangat kesal melihat kehidupan mba Nissa aku pikir mba Nissa menderita, setelah tau perselingkuhan aku dengan mas Herman ini, tapi malah tambah bahagia kayanya.

" Mas juga gak tau dia dapat duit dari mana? pesangon dia kali Fin, kan dia juga di rumahkan dari perusahaan, coba aja mas belom ketahuan selingkuh sama kamu uang pesangonnya Nissa pasti mas juga bisa nikmati."

" Ia mas kamu juga bisa beliin aku kaya gitu pake uang mba Nissa mas, tapi apa sekarang malah semua perhiasan aku sama barang barang aku ilang mas! hiks...hiks," ucapku masih berdiri di luar pagar.

" Ya mau gimana lagi, kita kan udah ketahuan! mending gak usah pikirin itu sekarang. kamu kan udah lulus dari pada diam Mulu di rumah gak ngapa-ngapain mendingan kamu cari kerja sana! cari kegiatan, aku gak mau ya menanggung semua kebutuhanmu, karena aku juga punya kebutuhan sendiri."

" Mas uang kamu kan masih banyak mas beliin aku kaya gitu sih mas, perhiasan kaya mba Nissa mas."

" Jangan ngawur kamu, minta perhiasan kalung doang harga 30 juta! udah gak usah ngimpi, awas kamu aku mau manjat keluar."

Aku pun ngedumel lekas ku kirim chat ke mba Nissa.

( Hei mba Nissa, gak usah sok-sokan pake beli perhiasan segala, aku tau sekarang hati kamu lagi remuk, redam lagi galau yang bentar lagi mau jadi janda! Ekh, canda janda hahahahha ) biarin aja biar dia tambah sakit hati siapa suruh bikin orang iri. Saat aku liat mas Herman memanjat pagar tiba-tiba ada ibu-ibu yang mendatang ke arah ku sambil mencak-mencak.

" EK...ekh...ekh...ada pasangan penzina disini! ini nih Bu pelakor papan penggilesan yang kemaren ke tangkep sama saya dan Bu Nissa di rumah nya," ucap salah seorang ibu yang aku ingat datang bersama mba Nissa kemaren saat melihat aku bersama mas Herman.

" Ya ampun pak Herman, mata pak Herman waras pak? Bu Nissa segitu cantiknya dan seksi pak Herman selingkuh sama model papan penggilesan kaya gini! muka pas- pasan, idung pesek, bodi lurus, sehat pak?" ucap ibu lainnya .

" Maksud ibu-ibu apa ngatain saya ya? liat saya cantik kaya gini, suami mba Nissa aja bisa ke goda sama saya, berarti saya punya nilai lebih dari mba Nissa,!" ucapku sombong.

" Alah palingan situ ngerayu sama pak Herman pake ************ doang ya gak? cowok kalo di gratisan sama yang murahan mah mau aja!" ucap ibu yang lainnya.

" Kalian berani nya ngehina saya! mau lawan saya sini jangan main keroyokan!" ucapku kesal.

" Lah males banget ngelawan situ tar tangan kita kudisan atau panuan kena jamur kurapan idih ogah! ekh...pak Herman jangan main masuk aja ke rumah orang ya! saya teriakan maling tar kam." ucap ibu yang mergokin kamu dengan mba Nissa yang aku gak tau namanya siapa?

" Lah kan ini rumah saya juga," ucap mas Herman. Aku pun menggagukan kepalaku tanda setuju.

" Situ sehat pak Herman? la wong udah di usir masih ngaku rumah hahahha mimpi jangan siang-siang pak tar jatoh! di kunci ya rumahnya? rasain mangkanya jadi laki jangan serakah ini juga gak tau malu yang cewek udah di tolongin malah nusuk dari belakang benar-benar pasangan serasi kalian berdua, pasangan sampah! ayok ibu-ibu kita pergi dari sini gak usah deket-deket sama sampah kaya gini bau!" ucap ibu yang tadi.

" Apa sini kamu ibu-ibu gendut gak ada kerjaan! sini kalian semua dasar Cemen! " ucapku yang tadinya ingin menyusul mereka tapi keburu di tarik sama mas Herman.

" Udahlah Fina, apa yang ibu itu katakan itu benar, Kamu tau aku benar-benar nyesel udah kegoda sama kamu, sekarang hidupku hancur kerjaan aku yang aku banggain selama ini bubar, hidup enak ku sama Nissa hilang, gara- gara kamu!"

" Mas kok kamu jadi nyalahin aku sih mas! kamu juga mau kok, Mas tunggu jangan tinggalin aku," ucapku sambil menyusul mas Herman yang akan langsung naik motornya aku pun langsung naik karena takut di tinggal.

...................

POV Nissa

" Mah lihat si Fina nge chat aku, dia pasti iri liat aku beli perhiasan kaya gini mah," ucapku sambil menunjukan chat dari Fina ke mamah.

" Hahahha sok tau banget dia nak, biasa yang lagi panas hatinya, ya kaya gitu!" ucap ibuku sambil senyum-senyum.

" Ia ya mah, cuti ku kan masih sisa 6 hari mah aku mau ke labuan bajo buat jalan-jalan atau healing, mamah mau ikut?"

" Gak sayang kamu aja, tapi kamu kesana sama siapa jangan sendirian loh!"

" Gak mah, aku kesana sama Sera, nanti malam dia kerumah mau nginep, sekalian dari apartemen ku, kita jalannya."

" Kamu mau berapa hari nak?"

" Palingan juga 4 hari aja mah."

" Yaudah hati-hati yah bawain aja mamah oleh-oleh yang banyak."

" Yaudah yuk mah kita lanjut shopping lagi," ucapku mengajak mamah ke toko pakaian dan berkeliling Mall.

Setelah selesai keliling Mall bersama mamah, aku pun mengantarkan mamah dulu pulang ke rumah karena hari juga sudah mau menjelang sore. Saat tiba di rumah mamah aku pun langsung pulang setelah mencium tangan mamah dan mamah turun dari mobil tanpa mampir dulu ke rumah mamah. Karena sudah malam aku pun langsung melajukan mobilku kembali ke jalan, ke arah apartment ku. Setelah sampai apartemenku aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri aku bawa semua paper bag belanjaan ku dan sengaja aku foto untuk ku jadikan status agar Fina kepanasan lagi melihat statusku.

" Menikmati hidup dengan makan enak dan shopping," tulis caption ku dan tak menunggu waktu lama Fina langsung menelpon ku, apa tuh anak kerjanya nungguin status ku aja kali ya gak ada kegiatan lagi! Ku abaikan telepon darinya dan tentu saja setelah ku abaikan dia nge chat aku panjang kali lebar dengan hinaan dan sumpah serapah nya.

( Ekh...calon janda habis shopping ya? yang gak pernah shopping, udik bener sih!)

( Baru ngalamin shopping ya? mba kan selama ini gak pernah di ajak shopping Ama suami hahaha...... Kasian! )

( Lah duit dapat dari pesangon aja bangga! pake di habisin buat shopping segala! tar kalo abis gigit jari, situ kerjaan gak ada, janda lagi! gak ada yang kasih makan hahahaha.., Janda calon janda kasian-kasian hahahaha... )

( Hei mba Nissa, balikin perhiasan aku sama tas-tas aku, kenapa ngiri kamu ya itu semua di beliin dari suami kamu! ngiri kamu karena gak pernah di kasih sama suami mangkanya barang aku di ambil semua)

( Maling.....!)

Begitulah isi chat Fina yang ga ada faedahnya sama sekali.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

maling teriak maling 😏

2023-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!