" Mah kita makan dulu ya mah di restoran itu " ucapku sambil menunjukan restoran western yang cukup terkenal, terbukti dengan ramainya pengunjung yang makan.
" Ia sayang," ucap mamahku. Kami pun berdua memasuki area restoran dan langsung memilih tempat yang kosong, langsung saja waitress menghampiri kami dan memberikan buku menu-nya.
Setelah selesai memesan dan sambil menunggu makanannya datang aku pun bercerita dengan mamah mengenai masalahku dengan mas Herman.
" Mah........ Mamah tau kan selama ini perangai mas Herman seperti apa? dia memberikan uang nafkah kepadaku sedikit sekali dan aku yang harus menutupi semuanya, tapi dengan seenaknya dia berdua poya-poya bersama Fina mah."
" Ia mamah tau sayang, tapi kamu tau ibu mertua mu sudah tau masalah ini, beliau tadi kerumah di susul Herman, tapi ulet itu juga malah nyusul." Ucap mamahku kesal.
" Si Fina nyusul juga ngapain nyari barang barang dia yang ilang ya?"
" Ia sayang, emang barang barangnya ke mana?"
" Aku jual, lumayan loh mah dapatnya Ampe 100 juta lebih, tas bermerek dia sama perhiasan dia, aku gak peduli sih kalo ada barang yang dia beli sendiri atau di kasih mas Herman, yang jelas itu untuk ganti semua uang yang udah aku kasih ke orang tuanya dan uang yang di gunakan sama suami aku," jelas ku.
" Pantas saja dia mencak-mencak dan Nanya- nanya terus, mamah juga udah usir si mayang dari rumah nenek kamu, sodara ayah kamu yang satu itu emang ya sekeluarga gak tau diri," kesal mamah.
Pesanan kami pun datang dengan lauk yang seperti menggugah selera ini, aku berniat ingin membuat status supaya ada yang panas melihat status ku ini.
" Mah ayok foto sebentar mah," aku pun mengambil foto bersama mamah dengan background restoran mahal ini sekaligus makanan yang tersaji lalu memasukan ke dalam status ku dengan caption, "menikmati hidup dengan hidangan enak karena lepas dari para benalu dan parasit."
Akhirnya kami berdua pun makan dengan santai, sambil menikmati makanan enak ini.
Drt...
Drt...
Drt...
Sejenak aku melihat HP ku ada panggilan masuk dari Fina, akh malas sekali biarkan saja, aku gak perduli!
Ting...
Lalu pesan masuk ke HP dan aku pun melihat chat Fina yang isinya mencak-mencak makan enak malah membuatnya menderita dan menuduh ku mengambil barang-barangnya, aku hanya membacanya tanpa berniat membalas.
.............
Pov Fina.
" Sialan banget mba Nissa, telpon ku gak pernah di angkat di chat cuman di balas doang, " geramku.
" Mas Herman ayok kita ke rumah kamu mas, kamu punya kunci cadangan kan? kebetulan mba Nissa lagi di Mall bersama mamahnya aku mau cari barang aku mas."
" Nissa di mall lagi ngapain," ucap Herman.
" Tuh lihat mantan istri kamu makan enak, sedangkan kita disini sengsara, ayok antar aku."
" Gak akh kalo ketahuan berabe bisa masuk penjara kita, kamu masak nya udah belom? lama banget," ucap Herman.
" Mas itu kan masih rumah kamu kamu kan belom ketuk palu di sidang, ayok sekalian kamu ngambil barang kamu yang tertinggal."
" Tar lah aku lapar makan dulu, siapin makanan nya."
" Ia nih udah di siapin di meja makan, ayo makan," kami pun makan dalam diam, saat ku mencoba mencicipi masakan ku lumayan enak hanya kerasa asin dikit.
" Ya Allah ini masakan kamu asin banget, niat kawin lagi kamu?"
" Udah mas makan aja, disini kita makan lauk kaya gini doank liat tuh mba Nissa makan steak mewah di restoran berkelas, bikin aku ngiri tau gak, kamu aja gak pernah traktir aku makan steak Kaya gitu."
" Gimana aku mau traktir kamu makan, uang ku habis buat beli barang-barang kamu yang gak guna, baju lah, tas lah, sepatu lah , sedangkan Nissa mana pernah aku beliin yang kaya gitu, dia mah beli sendiri."
" Pokoknya ayok kita makan kaya gitu mas uang gaji kamu masih ada kan? "
" Ga ada ya sekarang foya-foya lagi pake uang kamu, kamu kerja sana kalau mau makan kaya Nissa."
" Yudah ayok kita ke rumah mba Nissa sekarang, kelar aku makan, gak selera makan cuman sama sayur kangkung tahu tempe, makanan apaan ini."
" Jam mahal aku sama sepatu masih ketinggalan disana, yaudah hayu atuh."
" Bener kan kataku ayok mumpung mba Nissa masih di luar rumah jadi kita bisa leluasa ngambil barang barang mas."
" Yaudah aku siap-siap dulu," ujar mas Herman.
Kami pun segera siap-siap dan pergi ke rumah mba Nissa menggunakan sepeda motor. Jalan yang kami lewati tidak terlalu macet, Jadi bisa segera nyampe ke rumah mba Nissa, pas sampai ku lihat pintu rumah di gembok dan pagar pun di gembok.
" Mas ini gimana di gembok lagi gerbangnya kita mana bisa masuk!" ucapku kesal saat tiba di depan rumah mba Nissa malah di gembok gerbang sama pintunya.
" Ia nih kenapa pake gembok segala kita kan jadi gak bisa masuk."
" Mas kamu manjat aja mas ini kan pendek gerbangnya."
" Lumayan sih Fin, tapi bakalan mas coba."
Aku melihat mas Herman memanjat pagar yang sedikit kesusahan, tapi biarlah semoga saja mas Herman bisa masuk ke dalam.
" Fina...kunci rumahnya di ganti, aku ga bisa masuk."
" Gimana sih nih mas Halah, aku kan jadi gak bisa masuk ke rumah, aku mau ngambil barang mba Nissa buat gantiin barang aku, coba telepon mba Nissa mas," ucapku.
" Ia bentar "
" Ga di angkat Fin, aku udah coba 3 kali," ucap mas Herman memperlihatkan HP nya ke arahku. Ku ambil HP dan menelpon mba Nissa, sama sekali gak di angkat sama dia, lalu sengaja ku lihat statusnya, mataku terbelalak. Mba Nissa memperlihatkan kalung dengan bandul berlian itu perhiasan yang kemaren aku minta ke mas Herman, aku benar-benar marah.
" Mas Herman lihat status istri kamu, duit dari mana dia mas, bisa beli perhiasan ini, kamu liat mas ini kalung yang aku pengen waktu itu mas! Ikkhhhhhhh! aku pengen mas," rengekku ke pada mas Herman. Sungguh aku sangat kesal melihat kehidupan mba Nissa aku pikir mba Nissa menderita, setelah tau perselingkuhan aku dengan mas Herman ini, tapi malah tambah bahagia kayanya.
" Mas juga gak tau dia dapat duit dari mana? pesangon dia kali Fin, kan dia juga di rumahkan dari perusahaan, coba aja mas belom ketahuan selingkuh sama kamu uang pesangonnya Nissa pasti mas juga bisa nikmati."
" Ia mas kamu juga bisa beliin aku kaya gitu pake uang mba Nissa mas, tapi apa sekarang malah semua perhiasan aku sama barang barang aku ilang mas! hiks...hiks," ucapku masih berdiri di luar pagar.
" Ya mau gimana lagi, kita kan udah ketahuan! mending gak usah pikirin itu sekarang. kamu kan udah lulus dari pada diam Mulu di rumah gak ngapa-ngapain mendingan kamu cari kerja sana! cari kegiatan, aku gak mau ya menanggung semua kebutuhanmu, karena aku juga punya kebutuhan sendiri."
" Mas uang kamu kan masih banyak mas beliin aku kaya gitu sih mas, perhiasan kaya mba Nissa mas."
" Jangan ngawur kamu, minta perhiasan kalung doang harga 30 juta! udah gak usah ngimpi, awas kamu aku mau manjat keluar."
Aku pun ngedumel lekas ku kirim chat ke mba Nissa.
( Hei mba Nissa, gak usah sok-sokan pake beli perhiasan segala, aku tau sekarang hati kamu lagi remuk, redam lagi galau yang bentar lagi mau jadi janda! Ekh, canda janda hahahahha ) biarin aja biar dia tambah sakit hati siapa suruh bikin orang iri. Saat aku liat mas Herman memanjat pagar tiba-tiba ada ibu-ibu yang mendatang ke arah ku sambil mencak-mencak.
" EK...ekh...ekh...ada pasangan penzina disini! ini nih Bu pelakor papan penggilesan yang kemaren ke tangkep sama saya dan Bu Nissa di rumah nya," ucap salah seorang ibu yang aku ingat datang bersama mba Nissa kemaren saat melihat aku bersama mas Herman.
" Ya ampun pak Herman, mata pak Herman waras pak? Bu Nissa segitu cantiknya dan seksi pak Herman selingkuh sama model papan penggilesan kaya gini! muka pas- pasan, idung pesek, bodi lurus, sehat pak?" ucap ibu lainnya .
" Maksud ibu-ibu apa ngatain saya ya? liat saya cantik kaya gini, suami mba Nissa aja bisa ke goda sama saya, berarti saya punya nilai lebih dari mba Nissa,!" ucapku sombong.
" Alah palingan situ ngerayu sama pak Herman pake ************ doang ya gak? cowok kalo di gratisan sama yang murahan mah mau aja!" ucap ibu yang lainnya.
" Kalian berani nya ngehina saya! mau lawan saya sini jangan main keroyokan!" ucapku kesal.
" Lah males banget ngelawan situ tar tangan kita kudisan atau panuan kena jamur kurapan idih ogah! ekh...pak Herman jangan main masuk aja ke rumah orang ya! saya teriakan maling tar kam." ucap ibu yang mergokin kamu dengan mba Nissa yang aku gak tau namanya siapa?
" Lah kan ini rumah saya juga," ucap mas Herman. Aku pun menggagukan kepalaku tanda setuju.
" Situ sehat pak Herman? la wong udah di usir masih ngaku rumah hahahha mimpi jangan siang-siang pak tar jatoh! di kunci ya rumahnya? rasain mangkanya jadi laki jangan serakah ini juga gak tau malu yang cewek udah di tolongin malah nusuk dari belakang benar-benar pasangan serasi kalian berdua, pasangan sampah! ayok ibu-ibu kita pergi dari sini gak usah deket-deket sama sampah kaya gini bau!" ucap ibu yang tadi.
" Apa sini kamu ibu-ibu gendut gak ada kerjaan! sini kalian semua dasar Cemen! " ucapku yang tadinya ingin menyusul mereka tapi keburu di tarik sama mas Herman.
" Udahlah Fina, apa yang ibu itu katakan itu benar, Kamu tau aku benar-benar nyesel udah kegoda sama kamu, sekarang hidupku hancur kerjaan aku yang aku banggain selama ini bubar, hidup enak ku sama Nissa hilang, gara- gara kamu!"
" Mas kok kamu jadi nyalahin aku sih mas! kamu juga mau kok, Mas tunggu jangan tinggalin aku," ucapku sambil menyusul mas Herman yang akan langsung naik motornya aku pun langsung naik karena takut di tinggal.
...................
POV Nissa
" Mah lihat si Fina nge chat aku, dia pasti iri liat aku beli perhiasan kaya gini mah," ucapku sambil menunjukan chat dari Fina ke mamah.
" Hahahha sok tau banget dia nak, biasa yang lagi panas hatinya, ya kaya gitu!" ucap ibuku sambil senyum-senyum.
" Ia ya mah, cuti ku kan masih sisa 6 hari mah aku mau ke labuan bajo buat jalan-jalan atau healing, mamah mau ikut?"
" Gak sayang kamu aja, tapi kamu kesana sama siapa jangan sendirian loh!"
" Gak mah, aku kesana sama Sera, nanti malam dia kerumah mau nginep, sekalian dari apartemen ku, kita jalannya."
" Kamu mau berapa hari nak?"
" Palingan juga 4 hari aja mah."
" Yaudah hati-hati yah bawain aja mamah oleh-oleh yang banyak."
" Yaudah yuk mah kita lanjut shopping lagi," ucapku mengajak mamah ke toko pakaian dan berkeliling Mall.
Setelah selesai keliling Mall bersama mamah, aku pun mengantarkan mamah dulu pulang ke rumah karena hari juga sudah mau menjelang sore. Saat tiba di rumah mamah aku pun langsung pulang setelah mencium tangan mamah dan mamah turun dari mobil tanpa mampir dulu ke rumah mamah. Karena sudah malam aku pun langsung melajukan mobilku kembali ke jalan, ke arah apartment ku. Setelah sampai apartemenku aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri aku bawa semua paper bag belanjaan ku dan sengaja aku foto untuk ku jadikan status agar Fina kepanasan lagi melihat statusku.
" Menikmati hidup dengan makan enak dan shopping," tulis caption ku dan tak menunggu waktu lama Fina langsung menelpon ku, apa tuh anak kerjanya nungguin status ku aja kali ya gak ada kegiatan lagi! Ku abaikan telepon darinya dan tentu saja setelah ku abaikan dia nge chat aku panjang kali lebar dengan hinaan dan sumpah serapah nya.
( Ekh...calon janda habis shopping ya? yang gak pernah shopping, udik bener sih!)
( Baru ngalamin shopping ya? mba kan selama ini gak pernah di ajak shopping Ama suami hahaha...... Kasian! )
( Lah duit dapat dari pesangon aja bangga! pake di habisin buat shopping segala! tar kalo abis gigit jari, situ kerjaan gak ada, janda lagi! gak ada yang kasih makan hahahaha.., Janda calon janda kasian-kasian hahahaha... )
( Hei mba Nissa, balikin perhiasan aku sama tas-tas aku, kenapa ngiri kamu ya itu semua di beliin dari suami kamu! ngiri kamu karena gak pernah di kasih sama suami mangkanya barang aku di ambil semua)
( Maling.....!)
Begitulah isi chat Fina yang ga ada faedahnya sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 174 Episodes
Comments
Uthie
maling teriak maling 😏
2023-07-02
1