BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK

Ngerjain Fina sungguh sangat menyenangkan, sedikit mengobati rasa sakit hatiku kepada dua manusia ini, bahkan tadi aku tak melihat mas Herman memperhatikan Fina, dia pasti lebih mikirin masalah mobil yang di bawa sama aya. Sekarang lebih baik aku chat ibu dulu.

"Mah aku nanti bawa mobil mas Herman ke rumah ya, kalo mas Herman nanyain bilang aja mobil mau di minta bapak, aku kerumah sekarang mah aku mau cerita banyak mah" tulis ku di chat aplikasi warna hijau itu yang baru terkirim centang dua tapi belom di baca, biarlah nanti saja aku langsung berangkat.

"Kenapa Fina? kamu capek!"

"Ya capek lah mba, pake tanya lagi"

"Lah kenapa jadi sensi, orang saya tanya baik baik."

"Udah ya mba aku gak kuat mba lagian rumah Segede ini di pel sama aku sendirian doank tepar aku bisa-bisa," keluh Fina.

Itu memang tujuanku Fina, untuk membuat badan kamu jadi remuk, batinku.

"Ya udah istirahat sana, gak usah di terusin lagi, tapi beresin itu tempat pel nya, saya mau siap-siap pulang ke rumah mamah, kamu mau keluar gak hari ini?" tanyaku.

"Enggak mba, aku mau tidur aja seharian di kamar"

"Kalau mau keluar kunci pintunya!" pintaku.

aku pun langsung naik ke atas ke kamarku untuk bebersih dan mempersiapkan diri, tak lupa mengunci semua laci, lemari dan kotak kotak penting lainnya, dan membawa berkas berkas aset ku, baik itu rumah mau pun tempat usaha yang mas Herman tidak pernah tahu yang sudah di balik nama atas nama mamah, supaya lelaki itu tidak nuntut harta bersama, setelah semuanya rapih dan aku yakin tidak ada yang tertinggal aku pun bergegas keluar dari kamar, tapi saat aku ingin turun tiba-tiba ada telepon dari pengacara yang mengurus perceraian ku.

[ Halo selamat siang Bu Nissa ]

[ Siang pak Danu, ia gimana pak kelanjutannya masalah proses perceraian? ]  tanyaku.

[ Ia Bu berkas sudah masuk dan dalam waktu 1 Minggu sudah bisa di kirim suratnya dari pengadilan bu ]

[ Baik pak, terimakasih banyak atas bantuannya ya pak ]

[ Ia sama-sama bu, selamat siang ]

Akhirnya berkasnya sudah masuk, walau Terluka di Mata Hatiku ini tapi aku harus kuat demi masa depanku, untuk apa bertahan dengan suami yang banyak tingkah macam dia, batinku.

Aku pun lanjut pergi keluar rumah dan langsung menuju rumah ibu yang letaknya tidak cukup jauh dari rumahku hanya butuh waktu setengah jam saja, apalagi sekarang sudah melewati jam masuk kantor jadi semoga tidak macet. Setelah sampai di rumah aku pun langsung saja masuk ke dalam dan kulihat sepi sekali apa mamah sedang keluar batinku.

"Assalamu'alaikum Mah........ Mamah dimana?" ucapku sedikit teriak."

"Wa alaikum salam Nissa, tumben kamu kesini, gak kerja kamu Nis?" tanya Mamahku, aku dan mamah pun duduk di ruang tamu, dan saat itu pun ada bi Jum yang menghampiri kami berdua.

"Eh ada Non Nissa, bibi bikinkan minum ya Non sebentar," ucap bibi.

"Ia bi makasih," sautku dengan senyum ke bibi.

"Aku lagi cuti, aku mau cerita sama mamah," ucapku manja sambil memeluk mamah seolah memberi kekuatan dalam dadaku yang begitu sesak ini.

"Kenapa sayang? muka kamu murung ada apa? ada masalah?"

"Ia aku mau bercerai sama mas Herman mah"

"Apa.....? Jangan bercanda Nak, kenapa bercerai Nis, kalian ada masalah bicarakan baik-baik saja dulu," ucap Mamah sedikit kaget lalu melepaskan pelukan kami.

"Gak bisa di bicarakan lagi, dia sudah banyak berbohong sama aku, apalagi dia sudah selingkuh Mah, dan Mamah tau dia selingkuh dengan siapa, sama Fina Mah, sepupu yang gak punya otak, gak punya malu, padahal selama ini keluarganya aku bantu, dia bahkan tinggal di rumahku gratis, makannya juga aku yang tanggung," ucapku sambil menangis di depan Mamah.

"Fina anak Bu Mayang yang sekarang tinggal di rumah kamu itu, udah mamah bilang berapa kali jangan di kasih izin nak membawa wanita lain kerumah tangga kamu, walaupun itu saudara sendiri, bakalan jadi bumerang untukmu Nak, dan ternyata benar kan apa yang dikhawatirkan sama Mamah.

"Sekarang keputusan ada di tangan kamu Nak, mamah bakal mendukung semua apa yang akan kamu lakukan, tapi jangan beritahu ayah dulu ya, biar nanti kita bicarakan setelah ayah kamu di rumah." Ucap Mamahku.

"Ia Mah hari ini aku tidur disini mah, di rumah ada mereka berdua, melihat mereka saja membuat hatiku semakin sakit Mah."

"Kalau mereka berdua di tinggalin bareng keenakan dong, bisa berbuat zina terus mereka!"

"Sudah Mah...... Mereka sudah ngelakuin itu, aku bahkan sudah punya bukti dan Videonya"

"Terus kamu tinggalin aja mereka berdua untuk semena-mena di rumah mu sekarang Gitu....! jangan ngaco kamu Nis, rumah kamu di jadikan tempat maksiat, kamu mau apa....? pokoknya Mamah gak mau tau kamu pulang hadapi mereka jangan pernah gunakan lagi rumah itu jadi tempat maksiat kalau perlu kamu jual rumah itu sekarang."

"Ia mah, seminggu lagi surat pengadilan keluar Mah, aku akan mengusir mereka berdua, Tar sore aku pulang Mah," ucapku.

................

POV Fina

"Jam berapa ini siang banget kayanya lapar" ucapku sambil Ku lihat jam tangan da di dinding. Mataku membola ternyata sudah jam 3 sore pantas aja perutku lapar, batinku. Segera saja aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebentar, setelah dari kamar mandi aku langsung menuju ke dapur melihat di meja makan tidak ada makanan, di kulkas kosong," apa-apaan ini mba Nissa pergi ke rumah Tante tanpa ninggalin makanan cuma Air minum doang," ucapku kesal langsung saja aku mengambil HP untuk menelpon mas Herman karena satu jam lagi mas Herman akan segera pulang.

( Halo sayang kapan kamu pulang?)

(  Kaya biasa sayang emang kenapa? Nissa gak ada di rumah kan? Bentar lagi aku pulang tunggu mas ya! )

( Ia mas cepetan pulang....! Sekalian beli makanan ya aku lapar, soalnya di rumah gak ada makanan sedikit pun, mba Nissa kayanya sengaja deh )

( Ya sudah biarin aja si Nissa, mas juga Gedeg sama dia mobil mas malah di ambil, nanti mas beliin makanan yang enak buat kamu ya tunggu mas pulang )

Telepon pun langsung di tutup oleh mas Herman, dan aku pun tidak ada kegiatan apapun.

Hm...... mumpung mba Nissa gak da di rumah aku mau keliling rumah ini, aku mau ke kamar mba Nissa deh.

Aku pun langsung naik ke atas ke kamarnya mba Nissa, tapi pas aku sampai ternyata pintunya ke kunci, sialan si Nissa pake di kunci segala sih, niat banget, kalo mau pergi sekalian aja pergi, gak usah balik lagi ke rumah ini, batinku. Karena tidak bisa membuka pintu kamar mba Nissa aku pun berjalan ke luar balkon di lantai dua melihat pemandangan sekitar.

"Bagus banget rumah ini mewah, beda banget sama punya mamah, gak sabar buat nempatin rumah ini terus tendang si Nissa, apa aku cepetin aja ya nikah sama mas Herman? biar si Nissa gak belagu dan bisa ku tendang jauh-jauh, aku jadi gak sabar," ucapku sambil senyum-senyum.

Gak terasa sudah setengah jam aku diam di balkon sambil menikmati angin sepoy-sepoy, damainya hatiku.

"Fina sayang kamu di mana?" teriak Herman di bawah.

"Mas Herman udah datang" ucapku.

"Ia mas aku di atas, ke sini naik mas!" pintaku saat aku melihat mas Herman di ruang keluarga, laki-laki ku itu memang tampan, beruntung aku bisa memiliki mas Herman.

"Kamu lagi ngapain sayang ada di atas?" tanya mas Herman yang langsung naik ke atas, aku pun langsung memeluknya seperti melepas semua rasa lelah akibat kerja rodi yang di suruh mba Nissa tadi pagi.

"Mas aku pengen masuk ke kamarmu sama mba Nissa mas, tapi di kunci sama dia, kamu punya kunci cadangan kan mas?"

"Di kunci? ngapain dia pake kunci segala sih? ya sudah aku ambil dulu cadangan nya ya" mas Herman pun pergi ke ruang kerjanya di sebelah kamar mas Herman dan mba Nissa, tanpa menunggu lama dia pun langsung membuka kamar itu dan kami pun masuk berdua.

"Mas kamar ini bagus sekali, mewah, luas banget, beda sama kamar aku di bawah, aku mau tidur disini mas!" rengek ku.

"Tar ya sayang kalo aku udah nikahin kamu, aku bakalan bawa kamu ke sini dan kita tidur nya di kamar ini"

"Ya sudah mas kita nikah aja besok" ucapku.

"Sabar sayang, mas lagi urus penghulunya dan kamu mau minta mahar kan, besok kita belanja ya, mas akan izin kerja setengah hari."

"Sungguh mas! makasih sayang," ucapku sambil langsung memeluknya erat.

"Mas, aku mau lihat lemarinya kak Nissa dong, pengen tau baju nya kaya gimana?"

"Boleh buka aja sayang, mas mau mandi dulu ya bersih-bersih."

Aku hanya menganggukan kepalaku, ketika aku buka lemari mba Nissa ku lihat bajunya mba Nissa sangat biasa saja tapi ada satu yang menjadi incaran ku, koleksi tas mba Nissa, ada satu tas yang sangat ingin aku punya tas merk branded, tas kecil ini harganya bisa nyampe 20 jutaan bagus banget, ku ambil saja tas ini dan akan aku bawa ke bawah sebagai koleksi ku, ada brangkas di lemarinya mba Nissa tapi aku gak bisa membukanya susah sekali, pake di kunci segala, batinku.

Sambil menunggu mas Herman selesai mandi aku bersantai di kursi yang ada di kamar sambil asik menonton TV dan memegang tas yang lucu ini.

Sepuluh menit kemudian mas Herman pun selesai mandi dan sudah lengkap memakai baju santai juga.

"Sayang Ayo makan!"

"Ayo mas"

"Tunggu dulu itu tas Nissa kan? taruh lagi aja itu tas kesayangan dia, tar jadi masalah lagi!"

"Gak mau, aku mau tas ini, mas ini tuh tas lucu, mahal lagi harganya, kalo mba Nissa nanyain, bilang aja ilang."

"Ya sudah terserah kamu aja"

Saat sudah di bawah, aku pun langsung ke kamar ku untuk menaruh tas kecil ini di kasur, setelah itu aku bergegas kembali ke dapur untuk makan malam bersama mas Herman dan aku lihat mas Herman sudah menyiapkan makanan di meja makan lengkap dengan piring dan minumnya, benar-benar suami idaman yang dapat di andalkan.

"Enak sekali mas wanginya harum"

"Ayo kita makan sayang"

Kami pun makan dalam diam, setelah makan kami berdua langsung pindah ke ruang keluarga untuk menonton TV tanpa membereskan meja makan yang berantakan.

Saat sedang menonton TV kami memutuskan untuk mencari film romance yang ada adegan kissing nya, seketika itu mas Herman langsung saja membelai paha ku yang hanya memakai celana pendek, lalu tangannya meraba ke dalam baju ku, terjadilah pergulatan kami di depan Televisi yang sedang menyala.

..............

POV Nissa

Aku memikirkan apa yang di katakan ibuku tadi, benar kalau aku meninggalkan mereka berdua di rumah mereka bakalan ke enakan, ini sudah jam setengah 4 lebih, berarti mas Herman sebentar lagi akan sampai rumah atau udah sampai rumah. Segera saja aku mengambil kunci mobil dan tak lupa untuk pamitan ke Mamah.

"Mah aku pulang dulu ya Mah "

"Ia sayang hati hati ya"

"Ia Mah Assalamu'alaikum" ucapku langsung keluar rumah dan menaiki mobilku.

Tak menunggu waktu lama karena jarak rumah mamah ke rumahku cukup dekat dan beruntung aku tidak terjebak macet. Saat aku sedang mengendarai mobil aku pun melihat HP ku yang langsung tersambung ke CCTV yang ada di rumah, mataku pun Membola saat ku lihat mas Herman sedang duduk berdua di ruang TV tapi mereka sedang Kissiing berdua, melihat itu aku pun segera mengebut kendaraan ku.

Saat sudah sampai di komplek perumahanku sengaja mobil ku parkir di pinggir jalan agar tidak terdengar oleh manusia da'jul berdua itu kalau aku sudah datang ke rumah, aku pun melihat lagi HP ku dan mereka mulai melepaskan baju mereka satu persatu, aku pun langsung saja menelpon RT setempat untuk melaporkan kegiatan perzinahan di rumahku, dan untungnya ada pak Satpam komplek 2 orang lewat yang sedang keliling langsung saja aku panggil dan tak lupa aku mengetuk pintu tetangga Bu Rumi untuk ku jadikan saksi juga dan meminta Bu Rumi untuk mem Video kan aktivitas mereka berdua dan penggerebekan mereka.

Kami pun masuk bersama dan ku lihat mas Herman dan Fina yang sedang asik main kuda kuda-an di kursi, tanpa sehelai benang pun di tubuhnya dan kami kaget dengan mata terbelalak.

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

udah pelakor tukang maling pula

2023-07-07

1

Uthie

Uthie

Wahhh...bagus banget itu, biar sama2 hancur tuhhh Manusia gak tau diri itu 👍😏

2023-07-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!