BAB 19 LICIK

POV Fina

"Ahhhh sial, kenapa semuanya jadi seperti ini sih, tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Hidupku kini melarat, menderita dan diusir di mana-mana. Mana si Om sekarang sudah gak ngebelain aku lagi, mas Herman sudah gak bisa kukendalikan lagi seperti dulu. Sial.... Sial....," batinku.

Apa yang harus aku lakukan ya sekarang? Aku gak bisa terus seperti ini. Aku tidak bisa beli apa-apa yang kuinginkan dan Aku gak sanggup jika harus hidup miskin. Mana rumah kontrakan kecil banget juga panas, gak kaya rumah Mamah dan mba Nissa dulu. Apes banget sih aku.

"Mah, cari solusi dong. Mamah ngomong lagi sama om Dito biar mba Nissa mau memperkerjakan aku jadi Manajer di restoran nya, kemudian selanjutnya kita bisa kembali ke rumah itu lagi Mah."

"Iya Mamah tau, tapi kalau mas Dito sudah berucap seperti itu, susah Fin buat ngerubahnya, susah buat ngerayu dia lagi. Lagian kamu sih pake kepergok segala sama si Herman, begok banget kalian berdua ini, Rumah si Nissa belum dapat, tapi sudah ketahuan, Kamu juga kalau punya mulut harusnya bisa dijaga dan kalau mau ngomong itu saring dulu, jangan main asal jeblak aja, dipikir dulu. Mau minta kerjaan kok ngomongnya ngawur kaya gitu, jadi orang tuanya ngamuk lah, anaknya kamu hina-hina kaya gitu."

"Ya, aku kan bicara fakta saja Mah, kenyataan nya emang kaya gitu, sudah mau 2 tahun malah, Tapi mba Nissa belum hamil-hamil juga kan."

"Belum dikasih aja kali, Fin. Lagian nih ya, gara-gara kamu ketahuan sama si Herman, hidup Mamah ikut kena imbasnya, jadi ikutan susah dan belangsak juga. Jatah Mamah dari Nissa dihapus sama dia, belum jatah dari mas Dito juga yang biasanya dikasih 5 juta sekarang cuma dikasih sejuta Nis. Kamu bayangin Mamah sebulan sekarang cuma pegang uang sejuta, sedangkan kamu sama si Herman gak bisa Mamah andelin, kalian berdua gak ada yang kasih Mamah uang sama sekali."

"Ya makanya mamah harus bujuk terus Om Dito, biar aku bisa kerja di restoran mba Nisa yang super gede itu. Kalau aku bisa jadi manajernya, aku bakalan kasih mamah uang juga setiap bulannya. Pokoknya aku gak mau tau ya mah. Mamah harus bujuk Om Dito titik. Dia kakak mamah, masa tega ngebiarin adiknya sendiri susah kaya gini," ucapku sambil mengumpat.

Kami masih berada di taksi online. Aku melihat sopir taksi hanya memandang kami dengan wajah datar, tapi sesekali melirik ke arah kami. Perjalanan kali ini terasa sangat lambat. Aku ingin segera sampai rumah dan menunggu mas Herman pulang untuk pindah ke rumah ibunya. Setidaknya di rumah mertuaku lebih nyaman dari pada rumah ini, batinku.

Sesampainya di rumah, hari sudah menjelang sore, dan sebentar lagi waktunya mas Herman pulang. Aku harus mengambil hati mas Herman kembali seperti dulu. Sepertinya aku harus mencoba untuk ngerayu dia lagi dan berpura-pura menjadi istri yang baik agar dia kembali luluh. Aku akan menyiapkan makan malam dulu saja buat dia, biarpun mas Herman pelit sekarang dan hanya bisa memberikan uang 2 juta rupiah untuk makan kami sebulan, tapi aku masih belum bisa meninggalkan mas Herman seutuhnya. Karena mas Beni belum bisa memberikan aku rumah, aku pun segera ke dapur untuk menyiapkan makan malam karena rumah pun sudah bersih setiap harinya dibersihkan oleh Mamah.

Tok... Tok... Tok...

Aku mendengar bunyi ketukan pintu, sengaja aku mengunci pintu agar aku bisa mendengar jika ada yang datang, agar aku bisa menyambutnya ketika mas Herman pulang. Dan benar saja yang datang ini adalah mas Herman. Aku pun langsung mencium tangannya dan mengambil tas kerjanya. Setelah itu, langsung ku taruh tas kerja mas Herman di kamar kita berdua. Lalu aku pun langsung membuatkan teh manis kesukaan mas Herman. Saat melakukan semua itu, mas Herman hanya terdiam bengong, sampai tak tahu ia harus mengatakan apa.

"Kamu kenapa Fin kesambet ya?" ucap mas Herman heran.

"Apaan sih mas, kok ngomong gitu?"

"Ya enggak, heran saja sama kelakuan kamu hari ini, tumben amat biasanya juga kamu masa bodo sama aku."

"Ya enggak mas. Aku sudah sadar bahwa aku kan sekarang sudah jadi istri kamu jadi aku harus melayani mu benar-benar, aku ingin sekali berubah menjadi yang lebih baik."

"Ya, semoga saja kamu beneran berubah, bukan karena ada maunya kan?"

"Ya enggak lah mas. Kamu kan suami aku sekarang. Hal yang ingin banget aku wujudkan dari dulu."

"Mas mandi dulu mau bebersih, nanti kita makan malam bareng ya mas, sama ada hal yang ingin aku ceritakan tentang mba Nissa."

"Nissa? Kenapa dia?" ucapan Herman penasaran. Bisa kulihat matanya langsung menatap ke arahku.

Apa mas Herman berencana kembali lagi ke mba Nissa? Sebenarnya gak apa-apa sih kalau dia balik lagi sama mba Nissa, malah bagus banget menurut aku.

"Entar aja habis makan kita baru ngobrol." Mas Herman pun tak menjawab ucapan ku kembali, karena dia langsung pergi ke kamar mengambil peralatan mandi dan baju untuk mandi di kamar mandi belakang dekat dapur.

Setelah selesai berbenah dan menyiapkan makan malam, mas Herman langsung keluar kamar dan menghampiri kami berdua untuk duduk di meja makan. Kami pun makan dalam diam dan hanya ada bunyi sendok saja. Setelah menyelesaikan makan malam, mas Herman langsung ke depan ke ruangan TV yang dijadikan satu dengan ruang tamu.

Beginilah keadaan aku sekarang. Makan seadanya, rumah pun sempit, uang dari mas Beni pun tidak bisa aku gunakan semuanya karena kartu kreditnya ada limitnya, hanya bisa berbelanja keinginan ku saja. Aku pun segera membereskan piring bekas makan kami tadi dan langsung mencucinya agar tidak menumpuk di wastafel.

Saat kami semua sudah berkumpul di ruang depan, aku langsung duduk di sebelah mas Herman.

"Mas, selama kamu nikah, apa kamu tau tentang harta nya mba Nissa mas?" ucapku langsung to the poin.

"Harta Nissa maksudnya? Setahu aku Nissa hanya mempunyai gaji yang besar dulu dan rumah yang kami tempati itu adalah rumah orang tuanya."

"Mas, apa kamu gak heran dari mana mba Nissa bisa membelikan kamu mobil cash walaupun bekas dan bisa memenuhi kebutuhan rumah? Kadang-kadang memenuhi apa yang kamu minta selama hampir 2 tahun ini mas? Ya....walaupun kamu mintanya gak pernah banyak sih."

"Ya, saya bilang gaji Nissa itu besar, hampir 8 juta per bulan dan dia malah naik jabatannya menjadi Direktur Keuangan di Perusahaan tempatnya bekerja sekarang," ujar seseorang dalam percakapan itu.

"Dari mana kamu tahu?" tanya ku lagi.

"Sekarang aku satu kantor dengan Nissa, tetapi jabatannya jauh lebih tinggi dari pada aku yang hanya seorang Staf biasa saja," jawabnya.

"Kamu tidak menyalahkan aku karena berpisah dari mba Nissa kan mas?" tanya ku lagi.

"Awalnya aku menyesal, tapi Nissa tidak mau kembali kepada aku lagi."jawab Mas Herman.

"Saya yakin bahwa mba Nissa masih mencintaimu mas. Coba rayu dia lagi dan katakan kamu sudah melepaskan aku agar kita bisa hidup bersama lagi dan hidup bergelimang harta seperti dulu lagi mas. Aku tidak ingin hidup terus seperti ini, tidur di rumah yang sempit seperti ini," ucapku sambil merengek dan memegang lengan mas Herman.

"Dia berasal dari keluarga kaya dan menjadi ahli waris kekayaan ibunya Tante Arum yang memiliki kebun sawit yang luas, dan sekarang diwariskan kepadanya. Kamu tidak ingin hidup bersama Nissa lagi seperti dulu, mas? Kamu bisa meminta segala sesuatu yang kamu inginkan, rumah, mobil bahkan makanan enak setiap hari. Kamu tidak perlu bekerja mas. Kita bisa melanjutkan hubungan kita seperti dulu lagi mas," lanjutku.

"Mertua aku sebenarnya sangat kaya dan akan mewariskan kekayaannya pada Nissa. Mengapa kamu tidak memberitahuku, Fin?" kata mas Herman.

"Saya pikir kamu sudah tahu mas," ucap ku.

"Sekarang Nissa semakin kaya setelah menjadi Direktur dan memiliki restoran mewah di Jakarta Selatan. Aku benar-benar mengandalkanmu mas. Bujuk rayumu yang akan bisa kembali bersama Nissa dan kita bisa mendapatkan kekayaannya. Sepertinya sudah terlihat di depan mata kita," ujarku.

"Bagaimana nasibmu, mas? Apakah kamu ingin kembali bersama Nissa demi kepentingan kita semua?" tanyaku.

"Sebenarnya aku ingin kembali bersama Nissa, tetapi bagaimana caranya? Setiap kali dia melihatku, dia melarikan diri," jawab Herman.

"Kamu harus berusaha mas, Janganlah menyerah begitu saja. Jika mba Nissa tidak bisa tertarik padamu, tuntutlah harta tersebut selama kamu menikah dengan dia," pintaku.

"Tapi aku sudah mencoba di persidangan kemarin. Kamu tahu sendiri, aku tidak bisa menuntut. Jika aku tetap memaksanya, aku akan kalah dan bahkan mungkin masuk penjara karena telah berselingkuh denganmu dan tidak memberikan nafkah yang cukup untuknya," ujar Herman dengan lesu.

"Kamu pun berisiko Fin, atas tuntutan yang sama," jelas mas Herman.

"Maksudmu kenapa aku bisa di penjara, apa yang salah padaku?" tanyaku belum faham.

"Kamu yang berselingkuh denganku, dan nafkah yang seharusnya untuk Nissa ku berikan padamu. Pengacara Nissa mempunyai bukti semua ini. Jadi, sebelum persidangan kemarin, pengacara Nissa datang untuk membicarakan masalah ini," jelas Herman.

"Apa?" Teriak Mamahku dengan bernada tinggi.

"Kalian ini seperti anak kecil. Kenapa harus ketahuan? Seharusnya kamu Herman! bisa mengelola kebun sawit milik orang tuamu bersama Nissa karena akan diwariskan padanya, dan Fina bisa mengelola restoran Nissa yang besar itu," tutur Mamahku.

"Aku akan mencoba membuat rayuan lagi kepada Nissa. Aku akan merawatnya dengan sangat baik sehingga dia bisa luluh dan kembali bersama ku. Aku sudah lelah dengan keadaan finansial aku yang kurang memadai, Aku tidak bisa membeli sesuatu yang Aku inginkan atau bahkan bersenang-senang lagi," ujar Herman.

"Kamu harus berhasil mas. Jika perlu, mas mencari pakar untuk membantumu menaklukkan hati seorang wanita. Tetapi, sebelum itu berhasil, kita sebaiknya pindah ke rumah ibumu mas, sehingga kamu bisa dekat dengan ibumu," ucapku lagi

"Maksud mu?" tanya mas Herman dengan sangat kaget sambil menegang dagu nya.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

nyebelin banget mereka 🤨😡

2023-07-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!