BAB 15 MERTUA VS MENANTU

POV HERMAN

"Si Fina itu, sudah tau keuangan lagi kaya gini, malah nyuruh ibunya buat tinggal bareng disini, bukannya aku gak mau nampung tapi nanti malah ngeluarin duit lebih banyak lagi buat ngasih makan ibunya, bener-bener apes aku. Mana besok aku mau kerja hari pertama, cuma berbarengan harus ke pengadilan juga! coba aku telepon Nissa dulu aja dah, kali aja kini dia mau angkat telepon ku," ucapku.

Aku pun mengambil HP yang ku simpan di saku celana ku, ku lihat status Nissa yang sekarang, ia lagi berlibur ke Labuan Bajo, sejenak aku miris, padahal kan aku yang punya rencana terlebih dahulu untuk berlibur kesana bersama Fina, tentu saja memakai uangnya Nissa, karena aku mana mau mengeluarkan uangku sendiri.Tapi lihat sekarang, malah uang tabungan ku yang ilang dan sebaliknya yang liburan malah si Nissa, sedangkan aku sendiri gak di ajak, apes-apes, batinku.

Langsung saja aku menelpon Nissa, tapi tetap saja mau berapa kali pun aku menghubungi dia, tak pernah sekali pun dia mengangkat nya, Biarin saja.

"Sekarang kamu boleh senang-senang Nis, kita lihat saja, setelah perceraian kita dan kamu menjadi janda, apalagi sekarang kamu gak kerja, gak ada yang mau kasih kamu nafkah, mau ngapain kamu? pasti gak bakal ada yang mau sama kamu, lalu kamu akan menjadi beban orang tuamu," ucapku dengan seringai di bibirku.

"Dan kamu juga pasti akan datang lagi sama aku, buat ngemis-ngemis rujuk sama aku dan saat itu gak apa-apa kita akan rujuk tetapi dengan satu syarat rumah kamu jadi milikku dan aku bisa tinggal di rumah itu lagi hahahhaha," ucapku tertawa senang.

"Aku kabulkan sekarang permintaan kamu ini Nis, mau cerai dari aku okeee........ emangnya siapa yang mau sama janda seperti kamu, kaya juga engga, kerja juga enggak, pasti hanya aku saja yang mau Nerima kamu lagi Nis," ucapku ku lagi sambil tertawa senang membayangkan hidup kembali bersama di rumah besar itu.

Aku pun langsung mencari kontak ibu untuk memberitahukan bahwa besok aku tidak akan ke pengadilan jadi biarkan saja biar cerai sekalian, lagian aku sudah mengucapkan talak terhadap Nissa.

[ Halo Bu besok aku gak jadi ke pengadilan Bu, mau kerja hari pertama," ucapku saat sudah tersambung telepon dengan ibuku.

[ Loh kenapa Herman? ini penting sekali, apa kamu yakin mau bercerai dengan Nissa? ibu cuma pengennya Nissa yang jadi mantu ibu! bukan ulet keket itu, kelakuan yang attitude nya nol sekali Herman! ] ucap ibuku sambil membicarakan Fina. Ya aku akui Fina walaupun anak kuliahan tapi tetap saja nol besar, tau lah di kampus dia belajar? apa hanya main-main saja, tapi kenapa dia bisa lulus ya, walaupun lama juga sih kuliahnya.

[ Yudah gak apa-apa Bu, kalau Nissa mau cerai, cerai saja, lagian aku yakin nanti Nissa pasti balik lagi ke aku! secara dia sudah gak kerja lagi, janda lagi, mana ada yang mau sama dia ]

[ Jangan remehkan Nissa Herman! Nissa itu wanita yang cerdas dan mandiri ] ucap ibuku berapi-api menjelaskan.

[ Udah Bu, biarin saja, gak apa apa kok, pokoknya aku gak mau datang ke pengadilan. Sekali pun buang-buang uang dan waktu. Sudah ya Bu aku tutup telponnya. ] ucapku langsung memotong pembicaraan ibuku dan menutup telepon secara sepihak. Ia Nissa memang mandiri, tapi nanti dia juga ngemis- ngemis buat balik lagi, secara kan dia gak kerja lagi sekarang.

"Si Fina kemana sih? dari tadi sepertinya ia di kamar gak keluar-keluar, tuh orang tidur apa pingsan sih di dalam,? Tapi bodo amatlah, mending aku keluar aja cari angin", ucapku sambil menengok ke arah kamar dan melangkah ke pintu depan. Saat aku mau membuka pintu, tiba-tiba saja pintu sudah terbuka dari luar dan kulihat Bu Mayang mertuaku langsung saja nyelonong masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam sedikit pun, dia langsung saja duduk di kursi depan.

"Man untung kamu disini, minta tolong man bayarin dulu itu taksi online yang di depan ya, mamah capek banget," ucap mamah mertuaku.

Aku hanya menyipitkan mataku, apa ni orang datang-datang sudah minta duit saja, tekor yang ada aku. Aku pun melangkah keluar menuju taksi online yang sudah menunggu di depan yang sedang menurunkan koper milik mamah mertua ku yang berjumlah 3 koper, banyak juga bawaannya.

"Berapa Pak ongkosnya?" tanyaku ke pak sopir.

"150.000 pak, ini pak barangnya sudah turun semuanya ya pak," ucap pak supir.

Aku pun langsung menyerahkan uang pas yang di sebutkan oleh Pak supir tadi dan hanya memberikan tip 10k karena terlihat kasian Pak supirnya yang capek setelah menurunkan koper-koper besar itu, lalu pak supir pun pamitan dan langsung pergi dari rumah ku, setelah itu aku pun langsung ke dalam rumah, dengan membawa 2 koper milik ibu mertuaku, biarlah yang satunya lagi biar ibu mertuaku yang memasukkan nya sendiri.

"Mah itu koper satu lagi nya masih di luar mah," ucapku.

"Sekalian dong masukin man, Mamah capek tau"

"Capek Mah? kan Mamah datang-datang cuma duduk, di perjalanan pun cuman duduk doang mah" ucapku kesal.

"Ia duduk, tapi itu juga capek man, Mamah lapar nih, ada makanan gak man?" tanya Mamah mertua kelaparan.

Aku pun hanya melihat sekilas ibu mertuaku tanpa menjawab pertanyaan dia, langsung saja aku ke kamar membangunkan Fina untuk mengambil koper ibunya, enak saja anaknya cuma tidur, aku yang harus angkat koper itu semua.

"Fina, bangun!" ucapku sambil menggoyangkan badan fina.

"Kenapa sih mas?" ucap Fina sambil membuka matanya malas.

"Bangun kamu, tuh mamah kamu sudah datang, minta dibawakan masuk kopernya dan juga ibumu minta makan."

"Mamah sudah datang? ya sudah aku keluar sebentar ya " ucap Fina langsung bangun dan menuju ke luar kamar.

Aku pun mengikuti Fina keluar untuk menemui Mamah Mayang, saat aku sampai di ruang tamu, baru saja duduk, Mamah Mayang sedang makan di meja makan yang di sediakan oleh anaknya Fina, aku pun tak menanggapi mereka berdua, aku hanya sibuk dengan HP ku yang melihat status Nissa yang sedang jalan-jalan ke Pulau komodo. Sepertinya senang sekali dia disana, sambil menampakan senyum yang begitu lebar, dan dia sangat terlihat cantik sekali.

Aku tak pernah memperhatikan istriku itu sebelumnya, karena hanya uang, tertutup Mata Hatiku ini, kulihat hanya Nissa seorang yang dengan kesederhanaannya tanpa make up yang menor-menor, berbanding terbalik dengan Fina yang sengaja selalu bermake-up dan memakai baju seksi di depan ku saat tidak ada Nissa di rumah.

"Herman... Mamah minta uang man! kamu punya kan man dua juta saja lah," ucap Bu Mayang yang tiba-tiba menghampiri ku.

"Uang 2 juta buat apa mah?" tanyaku.

"Buat bayar arisan man, di tempat tinggal yang dulu, bulan ini Mamah udah nunggak man, sebelum kesini Mamah tadi sudah di tagih terus," ucapnya.

"Gak ada mah, kan mamah tau sendiri aku sudah gak kerja dan baru besok kerja lagi di tempat yang baru."

"Ya elah man, kamu kan punya tabungan juga pastinya, masa uang dua juta aja gak ada sih? jangan pelit man sama ibu mertua kamu sendiri."

"Enggak pelit mah, emang duit nya gak ada, lagi pula kan selama ini Fina sering minta uang ke Herman minta saja sama Fina Mah.

"Gak ada mas! enak saja, uang ku ya uangku aku gak mau uang aku kasih ke ibu," ucap Fina dari arah meja makan.

"Kamu aja gak mau kasih, gimana aku yang cuma menantu, kamu kan anak kandungnya."

"Sudah........... cukup kalian berdua! kamu man, kamu ini kan menantu saya, kita berdua ini sudah jadi tanggung jawab kamu man, segala kebutuhan kita berdua, kamu yang harus nanggung semua, gimana sih, anak saya itu cantik masih gadis pula lulus kuliahan juga, sebentar lagi kerja dan karirnya juga pasti bagus, gak bakalan kalah sama Nissa, tapi dia tetap mau sama kamu bahkan di suruh tinggal di rumah kontrakan yang kecil kaya begini. Mana...... Janji kamu yang bakalan bawa Fina buat tinggal di rumah Nissa yang mewah itu, Gak bisa kan! malah kamu juga ikutan di usir."

"Mamah ini banyak banget nuntut ya ke saya, Mamah kalau gak terima, sana bawa pergi anak Mamah itu, asal mamah tau gara-gara saya kegoda sama Fina, hilang semua kebahagiaan saya, kemewahan dan hidup senang saya bersama Nissa, asal Mamah tau hidup sama Fina itu rugi sekali, dia tuh gak bisa apa-apa, cuma bisa ngelayanin di ranjang saja..... Kerjaannya ngebantah gak pernah nurut sama suami."

"Maksud kamu apa mas ngomong kaya gitu sama mamah? aku sudah turutin semua mau kamu mas, aku bakalan cari kerja tenang saja, kamu gak usah pusing, tapi tolong pinjemin dulu uang ke Mamah, nanti kalau aku sudah dapat kerjaan terus gajian, aku bakalan ganti mas, udah ya kalian berdua ga usah ribut " ucap Fina menengahi perdebatan.

"Sudahlah Fina,. . mending kamu cari lagi aja sana laki-laki yang jauh lebih kaya dan segala galanya dari si Herman ini, sekarang dia sudah gak bisa apa-apa lagi, sudah bangkrut, ngapain kamu masih bertahan sama dia, mana pelit banget, ngasih uang buat mertuanya aja gak mau."

"Sudah Mah, jangan marah-marah " .ucap Fina menenangkan mamahnya.

"Ya sudah kalau mamah gak suka dengan keadaan ku sekarang, silahkan kalian berdua pergi dari rumah ini, saya juga gak rugi kok kalo di tinggal sama Fina," ucapku kesal dan sedikit berbicara tinggi.

"Sudah mas yah, Mah sudah Mah nanti uangnya Fina Carikan, Mamah istirahat aja di kamar " ucap Fina lagi.

"Urus ibu kamu Fina, jelasin sama ibu kamu aku bukan ATM berjalan kalian, kalau kalian mau aku tanggung jawab terhadap hidup kalian berdua, kalian harus ikuti aturan aku disini, kalo gak mau silahkan pergi dari sini ucapku kesal. Setelah mengatakan itu ke Fina aku pun langsung saja pergi dari rumah ini dan mengendarai motorku entah mau pergi kemana belom aku pikirkan.

Aku benar-benar sial setelah berpisah dari Nissa, ada saja kesialan yang aku dapatkan sekarang, nyesel banget, mendingan aku kerumah ibu untuk mendinginkan otakku yang hampir meledak ini. Sial......sial.......sial........, Batinku.

POV Fina

"Bu ayolah, kerja sama dikit sih Bu sama aku, sekarang keadaan kita lagi mendesak kaya gini, mas Herman sudah gak bisa aku plorotin lagi kaya kemarin -kemarin, ibu harus sabar kalau masih mau tinggal disini Bu."

"Habisnya ibu kesal sekali sama suami kamu itu Fin, lagaknya aja kaya orang kaya tapi kere."

"Ya kan itu sekarang Bu, dia baru di pecat dari kerjaannya, beruntung besok dia sudah bisa mulai bekerja lagi, aku juga mau cari kerja sambil cari cowok lain yang lebih kaya, tapi untuk sementara, kita masih membutuhkan mas Herman buat makan kita sehari-hari dan tempat tinggal Bu."

"Ia kamu benar, ya sudah ibu akan mengalah sekarang, tapi kamu jangan lama-lama, kalau bisa kamu ambil duitnya ,si Herman tanpa sepengetahuan dia Fin, ibu pengen makan enak shopping kaya biasa, ibu yakin uang Herman masih banyak itu."

"Ia Bu, aku juga tau, tar malam pas mas Herman tidur aku bakalan ambil ATM nya mas Herman Bu, nanti ibu minta maaf sama mas Herman ya, ambil hati dia lagi, pokoknya kita harus manfaatin mas Herman sekarang, aku belum ambil uang dia semua soalnya Bu."

"Ia kamu mangkanya harus gesit "

"ia Bu tenang aja serahin semuanya sama Fina Bu, ya sudah ibu istirahat sekarang, aku mau lanjut tidur capek "

"Terserah kamu lah tukang tidur."

Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!