BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3

POV Nissa

Slip gaji ini milik mas Herman, tapi kenapa tulisannya di BUMN? dan bukan di tempat sekolahan. Aku harus meminta penjelasan kepada mas Herman, dan apa-apaan ini! disitu tertera gaji yang mas Herman terima itu adalah 7 juta setiap bulannya," mataku terbelalak melihat slip gaji mas Herman.

Begitu banyak kebohongan yang dia lakukan terhadap ku, tak terasa aku menangis dalam diam sambil memegang dadaku yang terasa sesak sampai ke Mata Hatiku, kurasakan Luka ini. Tidak habis pikir apa kurangnya diriku selama 2 tahun ini? seluruhnya telah aku kasih untuk dia, bahkan aku hanya diam saat dia memberikan nafkah hanya satu juta perbulan, tapi balasan dia seperti ini! tangisku berlinang air mata.

Tanpa menunggu waktu lama dan berlarut-larut aku turun ke bawah, sebelumnya aku hapus air mataku dulu, dan mulai saat ini aku berjanji aku harus jadi wanita yang tegar, tidak boleh aku menangis lagi untuk lelaki benalu seperti dia. Ayok Nissa...! kamu harus kuat Nissa...! jangan lemah..! seruku dalam hati untuk menguatkan diriku sendiri.

Aku pun langsung turun kebawah menuju ke meja makan, dan kulihat mas Herman menuju ke meja makan juga, lalu langsung melihat lauk yang di hidangkan dengan mengerutkan kening.

"Dek kok lauknya kaya gini doang! sayur tahu sama tempe dan mana ikannya?" tanya mas Herman.

"Kita kan lagi ngirit mas aku sudah gak bisa lagi nambalin kekurangan pengeluaran rumah ini, kamu kan ngasih aku hanya satu juta, uang segitu untuk sebulan mana cukup mas!" ucapku tanpa menatap wajah mas Herman.

"Ya tapi kan gak gini juga Dek! memangnya uang kamu sudah habis Dek? masa buat beli ikan aja gak ada?" tanya Herman lagi.

Aku pun membanting sendok yang sedang aku pegang sambil aku memandang wajah mas Herman tajam, kulihat mas Herman kaget dengan apa yang aku lakukan.

"Kamu itu ya mas! seharusnya jadi suami itu mikir mas! uang sejuta tapi mau hidup enak, mau makan enak, denger ya mas! aku itu di PHK tanpa pesangon dan uang ku itu habis untuk gaya hidupmu yang gak penting itu! kamu ingat kan kamu selalu meminta uang padaku, entah itu sejuta atau berapapun dan terakhir dengan tidak tau malunya kamu meminta 5 juta! kamu pikir aku ATM berjalan kamu mas!" ucapku dengan marah dan mengeluarkan semua unek-unek ku.

"Bukan gitu dek mas cuma...., ya sudah, ia deh mas makan, udah ya kamu jangan marah di meja makan, gak baik loh!"

"Kalo mas gak mau makan, sana beli sendiri aja mas"

"Setelah makan ada yang mau aku omongin dan ini penting sekali!"

"Ia Dek,"

Setelah selesai makan kami pun berlanjut ke ruang TV dan disinilah aku menahan semua kekesalan sejak tadi yang ingin sekali aku tumpahkan ke wajah mas Herman! biarlah aku di sebut istri kurang ajar atau yang tidak menghargai suami sendiri karena selama ini pengorbanan ku hanya sia-sia belaka.

"Ini apa mas? bisa di jelaskan!" ucapku sambil ngasih secarcik kertas ke mas Herman dan ini masih mode satu, belum meledak.

Dibukanya kertas itu oleh mas Herman, dan aku melihat mas Herman kaget dan langsung melihat ke arahku.

"Ini Dek, mas bisa jelaskan dek"

"Ya sudah jelasin sekarang!"

"Ini sebenarnya mas bukan bermaksud berbohong cuma...." jawab mas Herman gugup.

"Cuma apa mas? 2 tahun mas! pernikahan kita 2 tahun mas! dan kamu berbohong masalah itu, kamu berbohong masalah gaji, kamu juga kalo aku gak nemu ini, mau sampai kapan kamu akan berbohong mas dan nyembunyiin semua dari aku!" ucapku kesal.

"Gaji kamu itu 7 juta mas dan kamu cuma kasih aku 1 juta setiap bulan? kamu pikir aku harus memutar otak ku, gimana caranya mengurus keuangan kita mas! dan kamu enak-enakan gak mikirin apa-apa! cuma tau nya makan enak, kebutuhan kamu terjamin, belum lagi kamu selalu meminta uangku entah untuk apa? kamu pikir mobil yang kamu punya aku beli cash? kredit itu mas! dan aku yang bayar cicilannya, kamu mikir gak sih sampai kesitu!" tegas ku.

"Ia aku tau Dek, mas minta maaf, mas pikir karena kamu juga bekerja jadi mas ngerasa kamu cukup jika hanya memegang uang segitu, lagian kan kamu tau mas juga harus ngasih ke ibu mas juga."

"Kamu ngasih ibu cuma sejuta mas setiap bulan dan uang kamu masih sisa 5 juta, terus sisanya kemana? 2 tahun loh mas!"

"Ada dek, mas gak pake buat apa-apa, ada di tabungan mas."

"Mas yakin! gak buat selingkuh dengan wanita di luar sana kan?" tanyaku menyentil.

"Ia yakin dek, udahlah dek masalah ini aja kamu ributin, kamu juga kan kerja Dek, jadi kamu gajian juga tiap bulannya, jadi mas pikir uang kamu banyak Dek.

"Kamu ngomong apa mas? gajiku setiap bulan banyak! pake otak ya mas kalo ngomong."

"Kamu yang kalau ngomong pake otak! aku ini masih suami kamu Nissa! jangan ngelunjak!"

"Denger ya mas Herman yang terhormat, selama ini kamu benalu dalam hidup aku, numpang dalam hidup aku, kamu kasih nafkah aku pun hanya sejuta, masih mau aku hormati kamu! mulai sekarang jangan pernah kamu tinggal di rumah ini, pergi kamu dari sini!!! aku gak mau punya suami penipu dan pembohong seperti dirimu, pergi!!!"

"Jangan Dek, ia mas minta maaf ya, mas janji bakalan kasih kamu lebih uang bulanan, tapi mas mohon jangan usir mas dari sini," ucap mas Herman mengiba.

"Kenapa kamu tidak mau keluar dari sini? gaji kamu kan gede, bisa lah kamu menghidupi diri kamu sendiri."

"Gak Dek, udah ya dek, mas tau kamu lagi emosi, kalau kita marahan terus dan sampai berpisah bagaimana dengan keluarga besar kita Dek, mereka pasti akan malu."

"Ok... Kalau mas Herman gak mau berpisah dan keluar dari rumah ini, mana ATM kamu kasih ke aku biar aku yang urus keuangan kamu."

"Ini dek ATM mas, tapi kamu udah jangan marah-marah lagi ya, ya sudah sekarang kita ke kamar yuk dek udah lama kita kan Dek."

"Udah mas aku tuh lagi kesel sama kamu gak usah kamu pancing! kalau mau tidur duluan aja," ucapku enak aja dia minta haknya padahal badannya udah di obral sama wanita lain yang ada aku jijik.

Sudah 4 hari terlewati dan ini saatnya aku memerankan tugasku yang hanya berdiam di rumah tanpa bekerja dengan mulai bersantai- santai membersihkan rumah, dan ulet keket itu juga belom kesini, mungkin acaranya belom selesai. Bibi sudah aku pulangkan, mungkin mas Herman pastinya akan syok saat tau tidak ada bibi dirumah ini dan Fina juga syok saat kamarnya berantakan apalagi setelah dia tau barang-barangnya tidak ada pada tempatnya, dan nanti lihatlah kalian! permainanku akan segera di mulai....

Aku membersihkan setiap sudut rumah walaupun melelahkan tapi aku menikmati semuanya, karena sudah lama aku tak membersihkan rumah itung-itung olahraga, pikirku.

Mas Herman sudah pergi ke kantor, tentu saja masih menggunakan mobil itu, padahal niatnya mobil itu mau aku bawa pulang untuk di jual. Tapi mending besok aja, aku pura-pura bawa mobil itu untuk di kembalikan ke Dealer karena gak sanggup bayar cicilannya, namun aku bingung apa mas Herman gak cek tabungan dia? kok masih aja kalem-kalem Bae, bodo amat lah, emang gue pikirin, batinku sambil terus mengepel lantai.

Duh capeknya..., tapi badan jadi enteng kaya sehabis olahraga. Habis selesai ngepel aku mau mandi dan setelahnya lalu aku masak. Cepat banget waktu berjalan udah jam 5 aja, bentar lagi mas Herman pulang. Aku bermonolog sendiri.

Setelah membersihkan badan, biar terlihat segar dan fresh aku pun langsung memasak menu biasa saja hanya ada sayur kangkung, tempe goreng, sambal dan tahu bacem, aku harus masak seperti ini aja masa bodo dengan komplenan mas Herman nantinya.

............

POV Herman

"Sayang kamu jangan gitu, kok ngambek." ucap Fina.

"Ya sekarang ATM ku di pegang Nissa karena Nissa udah tau pekerjaan dan gaji aku kalo aku gak nurutin dia, aku di usir oleh Nissa, aku gak mau tinggal sama keluarga ku, apa lagi disana sempit, aku gak mau kembali jadi miskin," ucap Herman saat di kafe bersama Fina

Ya mereka janjian di kafe sore ini setelah bekerja dan Fina juga sudah selesai skripsi dan sidangnya jadi otomatis Fina akan kembali ke rumah Nissa.

"Tapi kan mas kalo uang mas semua di ambil gimana? aku gak kebagian! aku gak bisa perawatan gak bisa shopping lagi! terus apa tadi, mba Nissa di PHK? Kok bisa, padahal aku mau minta bantuan mba Nissa buat ngelamar di perusahaan itu mas," ucap Fina pura-pura sedih.

"Ya sudah kalo gak bisa, nanti mas bantuin naro in lamaran kerja di tempat kerja mas aja ya, udah yang kamu jangan sedih, mas masih punya tabungan dan uang bonus mas juga masih ada, kan kalo bonus di kasih bukan akhir bulan tapi pertengahan bulan, jadi Nissa gak tau." ucapku.

"Bonus kamu berapa emangnya mas?" tanya Fina

"Sebulan dapat lah 2 juta lumayanlah" jawabku

" Dua juta doang, mana cukup mas! ya sudah ayo kita pulang."

"Kami berdua pun pulang meninggalkan kafe itu, karena kami tadi hanya memesan minuman, jadi sekarang terasa sangat lapar, semoga saja dirumah bibi masaknya enak lagi, kaya dulu.

............

POV Nissa

"Sepertinya mas Herman udah pulang" ucapku lalu aku melihat dan ternyata ulet keket itu pun pulang tapi kenapa bareng mas Herman.

"Mba Nissa kami pulang," ucap Fina yang langsung rebahan di kursi duduk, enak banget tuh anak datang-datang nyantai dikira ini rumahnya apa!

"Kenapa kalian bisa pulang bersama!" tanyaku menyelidik.

"Oh aku tadi chat mas Herman mba, minta di jemput, aku takut mba pulang sendirian" jawab Fina menjelaskan

Aku hanya diam dan berlalu lanjut ke kamar untuk bersih-bersih.

"Mas, mba Nissa pergi ke kamar nya, udah ada makanan kali ya, Ayuk kita makan, lapar nih tadi di kafe kan gak beli makanan," seru Fina.

"Tar lah kita tunggu Nissa, ga enak kalo gak bareng, lagian aku mau mandi dulu, jangan macam-macam kamu ya Fin," ucap mas Herman.

"Ya sudah bilangin mba Nissa cepetan gitu, aku juga mau mandi dulu." Ucap Fina.

Setelah aku selesai membersihkan diri kulihat ada mas Herman sedang rebahan di bangku yang ada di kamar mandi sambil memejamkan matanya, terkadang aku masih bertanya-tanya apa kurangnya aku hingga kau lakukan ini, apa aku kurang menarik lagi mas, tapi cepat-cepat aku hilangkan perasaan itu karena sebentar lagi aku akan mengajukan surat cerai dengan mas Herman.

Ku bangunkan mas Herman dari tidurnya dengan menggoyangkan badannya tanpa aku berbicara sepatah kata pun karena rasanya hati ini sudah mati hanya ada perasaan muak dan benci untuknya.

"Udah selesai Dek mandinya? habis aku mandi kita makan yuk Dek, karena mas udah lapar banget nih, tapi kamu tungguin mas ya," ucap mas Herman sambil bergegas ke kamar mandi.

"Ia mas," jawabku singkat padat dan jelas.

Setelah mas Herman selesai mandi kami pun turun ke meja makan bersama dan kulihat sudah ada cacing kremi duduk di meja makan, tapi dia diam saja sambil menatap makanan, mungkin dia sedang tidak berselera bagus, pikirku.

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

dasar uket gatel

2023-07-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!