BAB 9 FINA ON THE WAY

"Dek!" ucap mas Herman kaget, seketika langsung saja kulihat dia mendorong tubuh Fina yang ada di atasnya dengan sekali sentakan, pasti sakit sekali, batinku.

Mas Herman langsung memakai baju dan celana nya karena sudah di lihat pak satpam dan Bu Rumi dalam keadaan tak berbusana. Begitu pun dengan Fina yang buru-buru memakai celana dan kaosnya karena merasa malu tubuhnya telah terlihat oleh dua satpam komplek itu.

Dari semenjak masuk Bu rumi sudah memegang HP dan mem Video kan aktivitas mas Herman dan Fina tanpa di ketahui oleh mereka berdua.

"Dek kamu udah pulang, aku bisa jelasin sayang," ucap Mas Herman

Aku langsung menghampiri mereka berdua bersama pak satpam dan Bu Rumi, dan aku  pun langsung duduk di bangku sebrang bangku yang di pakai mas Herman dan Fina untuk melakukan perbuatan mesum itu.

"Silahkan duduk kalian berdua!" ucapku tenang.

"Dek, Fina yang godain mas duluan dek," ucap mas Herman dengan suara gugup.

"Kamu apa-apaan sih mas kenapa nyalahin aku doang, kamu kan juga mau, kasih tau aja sama mba Nissa sekarang mas karena dia sudah tau, jadi kita gak usah sembunyi- sembunyi tangan lagi tentang hubungan kita," tantang Fina.

"Diam kau Fina!" bentak Mas Herman.

"Kenapa kamu jadi bentak aku? mba Nissa aku dan mas Herman saling mencintai dan kita sudah menjalin hubungan ini sudah lama dan akan segera menikah juga, jadi aku minta sama mba Nissa untuk mengizinkan mas Herman menjadi suamiku dan menerima aku sebagai madumu mba, Kalau mba Nissa gak mau itu terserah mba Nissa, siap-siap saja bercerai dengan mas Herman dan mba Nissa bisa angkat kaki dari rumah ini," ucap Nissa panjang lebar.

Aku hanya memandang mereka berdua dengan senyuman sinis. Aku perhatikan wajah mereka satu persatu, ku hembuskan nafas ini, karena penjelasan ngawur Fina, jadi dia masih berpikir bisa menyingkirkan aku dari rumah ku sendiri, batinku.

"Dek, mas mohon sama kamu percaya sama mas!

Mas Herman tiba-tiba mendekatiku dan berusaha menarik tanganku, kuhempaskan tangannya karena sungguh aku jijik di sentuh olehnya.

"Bisa mas duduk, kembali dan menjauhiku!" ucapku sarkas. Mas Herman pun kembali duduk ke tempat sebelumnya.

"Dek, please kamu harus percaya sama aku dek, dia menggoda mas duluan, dek kita sudah bertahan sejauh ini dek, kita pun sedang program hamil kan dek, seperti mau mu dek," ucap mas Herman mengiba.

"Kamu kenapa nyalahin aku terus sih mas, kamu juga mau, kok kamu bilang kalau mba Nissa itu membosankan, gak kaya aku hebat apalagi untuk urusan duel di ranjang" ucap Fina.

"Diam kamu Fina! sekali lagi kamu bicara, saya usir kamu dari sini!" ucap mas Herman membentak.

Aku semakin tersenyum masam melihat perdebatan mereka berdua seperti sirkus, apalagi melihat wajah mas Herman yang memerah menahan kesal.

Pak RT pun akhirnya datang sendiri dan segera aku persilahkan masuk.

"Silahkan pak RT masuk, mari duduk disini pak," ucapku.

"Terimakasih Bu Nissa maaf mengganggu pembicaraan ini sebenarnya ada apa Bu?" tanya pak RT.

"Begini pak, saya bersama Bu Rumi dan kedua bapak satpam sudah menggerebek pasangan zina ini pak, sebelumnya saya yang melihat pertama kali, tapi karena saya membutuhkan saksi mangkanya saya mencari pak satpam dan menghubungi tetangga saya pak, biar mereka tidak berkelit menyangkal pak," jelasku setenang mungkin.

"Suami ibu dan Fina ini bukannya sodara ibu?"

"Ia pak, saya ingin bertanya baiknya di apakan ya pak pasangan zina ini pak, apa langsung di nikahkan saja? tapi sebelum mereka menikah, saya ingin suami saya men talak saya terlebih dahulu di hadapan semua yang ada disini."

"Enggak, aku gak akan menceraikan kamu dek!" ucap mas Herman.

"Mas ini biarin aja sih, bukannya ini memang kemauan kita berdua mas malah bagus kita di nikahkan dan mba Nissa langsung minta talak mas," ucap Fina.

"Bagaimana jadinya? kalau mau di nikahkan apa langsung panggil penghulu saja pak?" tanyaku ke pak RT tanpa memperdulikan mereka berdua.

"Begini mba Nissa, kalau mereka berzina memang lebih baik segera nikahkan saja sekarang karena akan membuat bala bagi lingkungan kita, baiklah saya akan telepon penghulunya dulu Bu," ucap pak RT.

Kami pun menunggu penghulu yang telah di panggil oleh pak RT, saat sedang menunggu, aku pun masuk ke kamar dan membereskan pakaian serta barang-barang milik mas Herman, tidak semuanya hanya barang milik mas Herman yang dia beli sendiri bukan di beli oleh uangku.

Saat aku sedang membereskan barang Herman aku melihat ke lemariku, kenapa terbuka? batinku. Lalu aku pun melihat-lihat pakaian yang masih rapi dan brangkas yang masih terkunci, setelah itu aku pun melihat koleksi tas, aku pun mengernyit tas mini kesayangan ku mana? kenapa tidak ada di tempatnya? aku pun mencari di tempat lain dan mengeluarkan semua isi lemari tetap tidak ada, kemana itu tas? pikirku, tas itu adalah tas yang paling mahal yang aku punya dan tas kesayangan ku, gegas aku pun mengambil HP ku dan melihat rekaman CCTV di kamar hari itu, saat ku lihat rekamannya, tanpa kurasa aku memegang HP ini dengan erat kurang ajar mereka berdua berbuat mesum juga di kamarku dan dengan lancangnya si ulet bulu itu mengambil tas kesayangan ku dasar pencuri, aku pun langsung keluar kamar dan menuju ke bawah masuk ke kamar Fina, dari ruang keluarga Fina berteriak memanggil namaku untuk tidak masuk ke kamarnya.

"Mba Nissa mau ngapain mba Nissa masuk kamar aku?" ucap Fina sarkas

"Apa ini hah, tas aku ada disini, di kamarmu di kasurmu!"

"Ini punyaku mba, aku membelinya jangan asal nuduh!"

"Kamu bilang aku nuduh? lalu ini apa? bisa di jelaskan," ucapku memperlihatkan rekaman CCTV di HP ku.

"Itu mba, itu...." ucap Fina gugup.

" Itu apa hah...... Kamu mau saya laporkan ke polisi dasar maling!" ucapku sambil menyeret tangan Fina ke luar kamar dan langsung mendorong Fina saat sudah sampai ruang tamu kembali.

"Mas Herman bisa di jelaskan kenapa tas aku bisa di ambil oleh gundik mu itu! dan kalian lancang sekali telah masuk dan berbuat mesum di kamarku," ucapku sedikit teriak.

"Dek, mas minta maaf, mas udah bilang Fina jangan menyentuh barang-barangmu tapi dia tidak mau dengar," ucap mas Herman menjelaskan.

"Berhenti panggil saya Dek, jijik saya mendengar nya!"

"Pak RT, apa pak penghulunya masih lama pak?"

"Sebentar lagi, nah itu dia mungkin mobilnya, sudah terdengar di luar," ucap pak RT.

"Assalamu'alaikum, permisi" ucap pak penghulu di depan pintu masuk.

"Waalaikum salam pak silahkan masuk, silahkan langsung duduk pak" ucapku.

"Ini pak yang akan menikah, silahkan nikahkan langsung saja mereka pak yang telah ketahuan berzina di rumah ku pak"

"Baik tapi sebelumnya apakah ada wali nikah untuk pihak perempuan," tanya pak penghulu.

"Tidak ada pak, ayah saya sudah meninggal, dan paman saya ada di kampung," ucap Fina percaya diri.

"Nikahkan saja langsung pake wali pak RT bisa kan pak?" ucapku.

"Apakah nona ini bersedia," tanya pak penghulu ke Fina langsung.

"Ia pak saya bersedia asal saya bisa menikah dengan mas Herman," ucap Fina senang.

"Baik mana calon pengantin laki-lakinya," ucap pak penghulu, kami pun semua melihat mas Herman yang hanya bisa tertunduk dan diam, dan dia pun langsung saja maju untuk berhadapan dengan pak penghulu untuk memulai ijab kobul.

Saat acara ijab kobul berlangsung, aku pun masuk ke kamar Fina dan segera ku masukan semua pakaian Fina ke dalam koper lalu menggeret nya keluar, setelah itu aku pun naik ke atas dan membawa 1 koper pakaian mas Herman, lalu aku pun membawakan koper milik mereka berdua ke hadapan dua manusia da'jul tersebut.

"SUdah selesai kan ijab kobul nya, silahkan mas cepat talak aku sekarang juga!"

"Dek, tak bisakah kamu menerima Fina jadi adik madu mu dek, mas janji akan adil Dek, mas ga mau bercerai dengan mu Dek," ucap mas Herman.

"Sekarang talak aku!"

"Tunggu, apa-apaan ini mba kenapa koper kami, kamu keluarkan, gak bisa mba, ini rumah mas Herman juga berarti otomatis rumah ini jadi milikku juga, kalau mba mau pisah dari mas Herman, mba yang harus keluar dari rumah ini!" ucap Fina tanpa tau malu.

"Mas cepat, talak aku, kalau enggak aku akan adukan ke kerjaan kamu supaya kamu di pecat dari pekerjaan kamu," ancamku.

"Mba Nissa denger gak sih, apa yang aku omongin!" bentak Fina .

"Baiklah kalau itu mau mu Dek mas akan men talak kamu sekarang juga, Nissa dengan ini aku talak kamu, talak 1, mulai hari ini kamu bukan istriku lagi."

"Alhamdulillah terima kasih mas, lega rasanya dan silahkan kalian berdua pergi dari rumahku."

"Mas, gimana sih mba Nissa mas! harusnya dia yang keluar dari rumah ini bukan kita, inikan rumah kamu mas!" rengek Fina.

"Pak satpam bisa minta tolong untuk tarik mereka keluar, keluarkan sekarang dari rumah saya pak," tanyaku.

"Bisa Bu, ayo pak jangan bikin keributan," ucap pas satpam.

"Gak, aku gak mau keluar dari rumah ini! mas kamu harus bilang sama mba Nissa mas! kenapa kamu diem aja sih?"

"Sudah Fina ayo kita keluar dari rumah ini!"

"Enggak, pokoknya aku gak mau!"

"Sudah Fina, kita keluar aja!"

"Fina! kamu mau keluar dari rumah ini atau mau aku laporkan ke Polisi atas tuduhan pencurian?" ucapku, Fina pun langsung kaget karena ancaman ku barusan.

"Awas mba Nis, aku akan balas semuanya, aku bakalan pastiin kami bakalan menang di persidangan, mas Herman kamu harus nuntut harta Gono gini mas, kamu harus nuntut rumah ini" ucap Fina.

"Ia, tar kita bicarakan lagi, ayo kita keluar" ucap mas Herman.

"Ia, aku bakalan keluar, tunggu barang-barang aku, tas sama perhiasan aku, disitu cuma ada baju doang," ucap Fina yang langsung masuk ke kamarnya.

"Akhhh............... Mas Herman?" teriak Fina

"Kenapa Fina?" Herman pun langsung masuk ke kamar Fina.

"Mas perhiasan dan tas ku hilang semuanya gimana ini mas ? Hiks....hiks... " ucap Fina menangis.

"Ya sudah, ayok kita cepat keluar saja dari rumah ini, kalau Nissa sampai tau kamu punya itu semua dari aku, susah buat nuntut harta Gono gini nantinya.

"Tapi mas barang-barang aku mas?"

"Sudah ikhlasin aja!"

"Palamu gundul mas, ikhlasin itu mahal-mahal mas harganya!"

"Kenapa sih lama amat cepat keluar dari rumah saya," ucapku.

"Mba di mana semua barang aku mba? perhiasan dan tas tas aku mba, kamu ambil mba?"

"Jangan nuduh kamu ya, emang tadi kamu lihat aku keluar sambil bawa tas dan perhiasan kamu, aku tau aja enggak, barang-barang kamu itu."

"Ooooh.....Kamu membelikan itu semua mas, buat dia?"

"Enggak Dek, aku gak beliin," sangkal mas Herman

"Cepat kalian keluar!"

"Ayok Fina," ucap mas Herman

"Tapi tas ku mas sama perhiasan Ku mas, aku gak rela kenapa bisa ilang semuanya mas hiks... hiks..."

Mas Herman dan si ulet keket pun akhirnya keluar rumah sambil membawa dua koper di antaranya oleh pak satpam.

"Bu, kalau gitu kami berdua sekalian pamit ya Bu" ucap pak satpam.

"Aku juga ya mba Nis, mau pamit ke rumah"

"Ia pak, ia Bu Rumi makasih ya sudah bantuin aku malam ini,"

"Mba Nis aku sama pak penghulu juga mau pamit pulang ya mba Nis," ucap pak RT.

"Ia pak terima kasih banyak ya pak, dan ini untuk pembayaran nya pak atas pernikahan tadi," ucapku sambil menyerahkan amplop yang berisi uang.

Setelah semua keluar dari rumah ini, aku pun langsung mendudukan tubuhku yang terasa lelah, sambil terus melihat sekeliling rumah dan mengingat semua kejadian dan kenangan yang terjadi di rumah ini, kenangan sebelum Fina datang ke rumah ini dan menghancurkan semua kebahagiaan ku, tapi aku bersyukur aku akhirnya bisa membuka Mata hatiku dan Mata Batin ku untuk jauh-jauh dari suami benalu seperti mas Herman."

Terpopuler

Comments

Sukliang

Sukliang

rasain pelakor

2023-07-08

2

S

S

Satu yg aku sesali kenapa tidak ada adegan Nissa tampar 2 manusia da,jul itu.

2023-07-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 KETAHUAN
2 BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3 Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4 BAB 4 POV HERMAN
5 BAB 5 POV NISSA
6 BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7 BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8 BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9 BAB 9 FINA ON THE WAY
10 BAB 10 HEALING HATI
11 BAB 11 PEMECATAN
12 BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13 BAB 13 PELAKOR PANAS
14 BAB 14 LABUAN BAJO
15 BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16 BAB 16 BERSYUKUR
17 BAB 17 RENCANA
18 BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19 BAB 19 LICIK
20 BAB 20 HAMIL
21 BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22 BAB 22 PINDAH RUMAH
23 BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24 BAB 24 RESIGN
25 BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26 BAB 26 DERITA LU
27 BAB 27 TERGODA
28 BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29 BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30 BAB 30 PENANGKAPAN
31 BAB 31 HOTEL PRODEO
32 BAB 32 KESEMPATAN
33 BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34 BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35 BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36 BAB 36 MENDERITA
37 BAB 37 SAPI PERAH
38 BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39 BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40 BAB 40 NERAKA FINA
41 BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42 BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43 BAB 43 FITNAH HERMAN
44 BAB 44 HASUTAN HERMAN
45 BAB 45 MELAWAN FITNAH
46 BAB 46 EKSEKUSI
47 BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48 BAB 48 TIDAK TERIMA
49 BAB 49 KOK LEMAH
50 BAB 50 BERITA BURUK
51 BAB 51 IMPOTEN
52 BAB 52 DOUBLE ULTI
53 BAB 53 PENDERITAAN POPI
54 BAB 54 AWAL YANG INDAH
55 BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56 BAB 56 PERUSUH
57 BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58 BAB 58 DENDAM FINA
59 BAB 59 SATU MUSUH
60 BAB 60 DI ARAK
61 BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62 BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63 BAB 63 MELAHIRKAN
64 BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65 BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66 BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67 BAB 67 BIBIT PELAKOR
68 BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69 BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70 BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71 BAB 71 SEPERTI LINTAH
72 BAB 72 RSJ
73 BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74 BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75 BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76 BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77 BAB 77 TKW
78 BAB 78 BAR-BAR
79 BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80 BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81 OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82 IKATAN CINTA
83 PSIKOPAT
84 MATA-MATA
85 MENCARI JALAN KELUAR
86 SENJATA MAKAN TUAN
87 TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88 JULIDNYA MULUT ARSEN
89 NGIDAM KE PADANG
90 RUSUH DI KANTOR
91 LAHIRNYA SI KEMBAR
92 SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93 JANDA TUA BERULAH
94 INI AYAH NAK....!
95 RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96 SELAMAT DATANG DI PAPUA
97 KASIHAN IBUNYA HERMAN
98 ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99 PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100 KORBAN ALKOHOL
101 BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102 BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103 GARIS DUA
104 CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105 NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106 PELAJARAN UNTUK MARIO
107 USAHA MARIO
108 SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109 KEBOHONGAN ALISHA
110 CURHATAN HERMAN
111 CURHATAN HERMAN JILID 2
112 CURHATAN HERMAN JILID 3
113 KEMARAHAN HERMAN
114 GODAAN ITU INDAH
115 BAKAR BAJU
116 PROYEK ARKA
117 PERTENGKARAN HEBAT
118 OBSESI PUTRI
119 HEALING DI CAFE
120 ALISHA NGIDAM
121 PENEMUAN HARTA KARUN
122 SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123 EKSEKUSI ABANG ADEK
124 BICARA ENAM MATA
125 TANDA TANYA MARIO
126 KEJADIAN DI PROYEK
127 NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128 KEKECEWAAN HERMAN
129 JUAL HARTA KARUN
130 MISI MARIO
131 PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132 PENGUSIRAN DAN TALAK
133 DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134 INI BARU AWAL RUTH!
135 GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136 PENGUNDURAN DIRI MARIO
137 ALISHA I'M COMING...
138 PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139 PEMECATAN
140 KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141 MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142 KOKOM NGEMIS BALIKAN
143 LAMPU HIJAU...
144 SIDANG PERCERAIAN
145 KESEMPATAN EMAS
146 DEBAT SENGIT
147 USAHA KERAS MARIO
148 PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149 DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150 RINDU ITU BERAT
151 LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152 CLBK... DUDA DAN JANDA
153 AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154 HERMAN SI SUPER KEPO
155 PERSIAPAN LAMARAN
156 WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157 JANDA VS JANDA
158 NGELABRAK YANG GAGAL
159 ACARA LAMARAN
160 KEKONYOLAN HERMAN
161 PUTRI CALON ISTRI KE 5
162 DEBAT MANTAN
163 MANTAN DATANG NGERUSUH
164 AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165 DUO MALING BERHASIL
166 GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167 PENGACAU DI MALL
168 PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169 KARMA DI BAYAR TUNAI
170 SALING MENYALAHKAN
171 KEMARAHAN ARKA
172 ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173 PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174 PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Bab 1 KETAHUAN
2
BAB 2 PLANNING PEMBALASAN 1
3
Bab 3 PLANNING PEMBALASAN 2
4
BAB 4 POV HERMAN
5
BAB 5 POV NISSA
6
BAB 6 PECAH PERANG DUNIA KE 3
7
BAB 7 FINA PEMBANTU GRATISAN
8
BAB 8 SEMAKIN NGELUNJAK
9
BAB 9 FINA ON THE WAY
10
BAB 10 HEALING HATI
11
BAB 11 PEMECATAN
12
BAB 12 ULAT KEKET BIKIN RICUH
13
BAB 13 PELAKOR PANAS
14
BAB 14 LABUAN BAJO
15
BAB 15 MERTUA VS MENANTU
16
BAB 16 BERSYUKUR
17
BAB 17 RENCANA
18
BAB 18 BENALU YANG TAK TAHU MALU
19
BAB 19 LICIK
20
BAB 20 HAMIL
21
BAB 21 KEBAHAGIAAN NISSA
22
BAB 22 PINDAH RUMAH
23
BAB 23 PEMBANTU GRATISAN LAGI
24
BAB 24 RESIGN
25
BAB 25 SALAH PILIH LAWAN
26
BAB 26 DERITA LU
27
BAB 27 TERGODA
28
BAB 28 DUO BENALU MENGGANGGU
29
BAB 29 PERNIKAHAN SAUDARA
30
BAB 30 PENANGKAPAN
31
BAB 31 HOTEL PRODEO
32
BAB 32 KESEMPATAN
33
BAB 33 DERITA FINA DIMULAI
34
BAB 34 RENCANA LICIK HERMAN
35
BAB 35 BENIH-BENIH CINTA
36
BAB 36 MENDERITA
37
BAB 37 SAPI PERAH
38
BAB 38 CURHATAN ANAK DAN IBU
39
BAB 39 MERTUA YANG JAHAT
40
BAB 40 NERAKA FINA
41
BAB 41 EXTRA HATI-HATI DAN WASPADA
42
BAB 42 ANNIVERSARY PERUSAHAAN
43
BAB 43 FITNAH HERMAN
44
BAB 44 HASUTAN HERMAN
45
BAB 45 MELAWAN FITNAH
46
BAB 46 EKSEKUSI
47
BAB 47 DIPECAT TIDAK HORMAT
48
BAB 48 TIDAK TERIMA
49
BAB 49 KOK LEMAH
50
BAB 50 BERITA BURUK
51
BAB 51 IMPOTEN
52
BAB 52 DOUBLE ULTI
53
BAB 53 PENDERITAAN POPI
54
BAB 54 AWAL YANG INDAH
55
BAB 55 CINTA PERTAMA DI MASA KECIL
56
BAB 56 PERUSUH
57
BAB 57 CHAT TANPA NAMA
58
BAB 58 DENDAM FINA
59
BAB 59 SATU MUSUH
60
BAB 60 DI ARAK
61
BAB 61 PENGANTIN BARU YANG DI USIR
62
BAB 62 BAWA PERASAAN (BAPER)
63
BAB 63 MELAHIRKAN
64
BAB 64 LAMARAN DADAKAN
65
BAB 65 PERNIKAHAN NISSA DAN AGAM
66
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA
67
BAB 67 BIBIT PELAKOR
68
BAB 68 HERMAN MENGETAHUI ANAKNYA
69
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN
70
BAB 70 MEMBERI PELAJARAN
71
BAB 71 SEPERTI LINTAH
72
BAB 72 RSJ
73
BAB 73 HERMAN MENGAMUK
74
BAB 74 KASIH SAYANG IBU KE ANAKNYA
75
BAB 75 NASIHAT BERULANG YANG SIA-SIA
76
BAB 76 PERNIKAHAN SERA
77
BAB 77 TKW
78
BAB 78 BAR-BAR
79
BAB 79 RENCANA LICIK TINA
80
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK
81
OBSESI RIKI MEMBAHAYAKAN
82
IKATAN CINTA
83
PSIKOPAT
84
MATA-MATA
85
MENCARI JALAN KELUAR
86
SENJATA MAKAN TUAN
87
TERBONGKARNYA IDENTITAS AGAM
88
JULIDNYA MULUT ARSEN
89
NGIDAM KE PADANG
90
RUSUH DI KANTOR
91
LAHIRNYA SI KEMBAR
92
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA (SINTIA)
93
JANDA TUA BERULAH
94
INI AYAH NAK....!
95
RENCANA ABSURD KELUARGA SULTAN
96
SELAMAT DATANG DI PAPUA
97
KASIHAN IBUNYA HERMAN
98
ANAK-ANAK NISSA BERANJAK DEWASA
99
PURA-PURA JADI CALON ISTRI
100
KORBAN ALKOHOL
101
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH
102
BENALU ITU SEPERTI VIRUS YANG MENEMPEL
103
GARIS DUA
104
CURHAT RAYYAN KE ABANGNYA
105
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL
106
PELAJARAN UNTUK MARIO
107
USAHA MARIO
108
SERTIFIKAT OH SERTIFIKAT
109
KEBOHONGAN ALISHA
110
CURHATAN HERMAN
111
CURHATAN HERMAN JILID 2
112
CURHATAN HERMAN JILID 3
113
KEMARAHAN HERMAN
114
GODAAN ITU INDAH
115
BAKAR BAJU
116
PROYEK ARKA
117
PERTENGKARAN HEBAT
118
OBSESI PUTRI
119
HEALING DI CAFE
120
ALISHA NGIDAM
121
PENEMUAN HARTA KARUN
122
SINDROM KEHAMILAN SIMPATI
123
EKSEKUSI ABANG ADEK
124
BICARA ENAM MATA
125
TANDA TANYA MARIO
126
KEJADIAN DI PROYEK
127
NGIDAM ALISHA TERPENUHI
128
KEKECEWAAN HERMAN
129
JUAL HARTA KARUN
130
MISI MARIO
131
PENGAKUAN MARIO KE AYAHNYA
132
PENGUSIRAN DAN TALAK
133
DRAMA RUTH SI PEMBANTU BARU
134
INI BARU AWAL RUTH!
135
GATAL YA? MAKANYA JANGAN GATEL
136
PENGUNDURAN DIRI MARIO
137
ALISHA I'M COMING...
138
PERTEMUAN YANG BELUM SESUAI HARAPAN
139
PEMECATAN
140
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH
141
MASIH GAGAL KETEMU ALISHA
142
KOKOM NGEMIS BALIKAN
143
LAMPU HIJAU...
144
SIDANG PERCERAIAN
145
KESEMPATAN EMAS
146
DEBAT SENGIT
147
USAHA KERAS MARIO
148
PERKARA MELAMAR PEKERJAAN
149
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG
150
RINDU ITU BERAT
151
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA
152
CLBK... DUDA DAN JANDA
153
AYAH DAN ANAK MULAI AKRAB
154
HERMAN SI SUPER KEPO
155
PERSIAPAN LAMARAN
156
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH
157
JANDA VS JANDA
158
NGELABRAK YANG GAGAL
159
ACARA LAMARAN
160
KEKONYOLAN HERMAN
161
PUTRI CALON ISTRI KE 5
162
DEBAT MANTAN
163
MANTAN DATANG NGERUSUH
164
AKSI MALING DI RUMAH HERMAN
165
DUO MALING BERHASIL
166
GAYANYA SEPERTI ORANG KAYA SAJA
167
PENGACAU DI MALL
168
PENYIDIKAN DI RUMAH HERMAN
169
KARMA DI BAYAR TUNAI
170
SALING MENYALAHKAN
171
KEMARAHAN ARKA
172
ANCAMAN ARKA UNTUK KOKOM DAN NITA
173
PERNIKAHAN SIRI KOKOM
174
PERNIKAHAN MARIO DAN ALISHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!