Sinar matahari pagi sudah mundul menerangi ruang kamar aleta. Bibi yang kini sudah menyiapkan air hangat untuk mengelap tubuh Aleta. Bara yang sedang mencari sarapan.
"Bi, sarapan dulu biar Aleta aku yang nunggu."
"Ngga usah Tuan. Biar bibi aja."
"Ngga papa. Setelah sarapn bibi pulang aja. Takut Gendra tau kalo bibi pergi dari rumah tanpa pamit."
"Iya Tuan."
Selesai sarapn Bibi pulang dan Bara menunggu Aleta sendiri.
"Al bangun yuk,udah pagi nih."
"Permisi maaf ,mau memeriksa pasien dulu."
"iya dok silahkan."
Dokter itu memeriksa Aleta.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya. Mungkin sebentar lagi akan siuman."
"Baik dok terima kasih."
"Al, bangun yuk gue disini."
Saat Bara menggenggam tangan Aleta ,Bara merasakan tangan Aleta bergerak.
"Al? Lo sadar?"
"...."
Aleta sadar ia membuka matanya pelan. Yang ia lihat pertama adalah dinding putih dan ruangan yang berbau obat.
"Ka-kak..?"
"Al ini gue.Liat ke gue Al."
"kak bara? Al-aleta kenapa?"
"Ssttt tenang dulu ,Lo baru sadar. Tarik nafas dulu."
"Lo ada dirumah sakit ,gue yang bawa Lo kesini. Ada yang sakit ngga?"
"Badan Aleta sakit kak ,susah banget digerakinnya."
"Iya jangan banyak gerak ya Al. Luka yang ada ditubuh Lo ada yang di jahit karna lukanya dalam ,jadi jangan banyak bergerak dulu."
"Kak anak aku gimana? gapapa kan?"
"Iya ,anak kamu kuat kaya kamu Al. Tapi kandungan kamu lemah jadi kamu harus jada kesehatan buat anak kamu ya."
".....hiks...hiks..."
"Hei, jangan nangis Al."
"Aleta ngga pantes ya buat kak Gendra. Disaat Aleta udah mulai ada rasa sama kak Gendra kenapa harus Kya gini sih kak?hiks...hiks... sakit banget."
"sabar Al. Gendra cuma belum sembuh aja dari traumanya. Gue bakal bicara sama Gendra agar dia bisa sembuh dari traumanya."
"Kak Gendra ngga mau terbuka sama aku...hiks...hiks.."
"Gendra mungkin belum siap cerita sama kamu ,Tapi aku yakin suatu saat nanti Gendra bakal cerita semuanya sama kamu."
...****************...
Disisi lain Gendra yang baru saja tidur 2 jam yang lalu,kini ia terbangun. Waktu tidur yang sebentar membuat Gendra merasa pusing dikepalanya.
Tok tok tok
"Tuan..."
Gendra bergegas membuka pintu.
"Ada apa?"
"Bara tadi telpon ,katanya disuruh kerumah sakit."
"Iya nanti saya kesana."
"Baik ,saya permisi Tuan."
Gendra kembali menutup pintunya.
Ia kembali duduk diatas ranjang dan membuka tirai jendela.
"Aleta?"gumam gendra.
Gendra yang beberapa saat kemudian lalu bergegas mengambil jaket dan pergi dari markas.
Ia mengendarai mobilnya entah menuju kemana.
...****************...
Al sarapan dulu yu..."
"Engga kak,Aleta ngga mau makan.."
"Makan Al ,ada baby di perut Lo. Lo harus inget itu."
"Aleta mual makan itu."
"Mau apa? Biar aku beliin."
"Aleta mau makan bubur yang di Abang Abang aja."
"Yaudah kamu disini sendiri ngga papa? Aku mau cari bubur dulu."
"Iya Aleta ngga papa kak. maaf ngerepotin Kaka ya.."
"Ngga papa ,tapi berani kan sendiri?"
"iya.."
Bara bergegas keluar kamar untuk mencarikan bubur untuk Aleta.
Tapi tiba tiba pintu kamar Aleta terbuka kembali . Aleta yang kini tengah sibuk dengan perutnya tak melihat siapa orang itu.
"Kak....kok balik lagi? Ada yang ketinggalan ya?"
Orang itu sudah masuk tapi tak menjawab pertanyaan Aleta.
Tap tap tap
"Kak kok--"
Aleta yang melihat itu terkejut ia kaget dan sekaligus takut.
"Ka-kak Ge-gendra.."
Gendra tak menjawab. Ia semakin mendekati Aleta. Aleta yang kini merasa takut ia hanya pasrah. Mau bergerak saja Aleta merasa sakit.
"hikkss....hiks...."Isak kecil Aleta.
Gendra duduk disamping brangkar Aleta.
Dengan tatapan yang sulit di artikan Gendra hanya diam saja.
Aleta juga tidak berani memulai pembicaraan.
"gue kesini buka berarti gue udah maafin perbuatan Lo. Tapi gue kasian aja liat Lo.Karna gue juga yang udah maksa lo buat tinggal sama gue. "
"i-iya kak."
Gendra lalu pindah duduk di sofa dekat jendela. Ia hanya diam sambil bermain handphone. Aleta juga hanya diam tak berani bertanya pada Gendra.
Ceklek...
Bara datang membawa 2 kotak bubur ditangannya.
Saat memasuki kamar Bara kaget melihat Gendra yang berada disana. padahal dia yang menelponnya tadi.
"Gen,udah di sini?"
"...."
"Al ini buburnya..Eemmm aku tinggal ya ada urusan nanti klo ada apa apa telpon ya,ini telponnya aku bawain. Ngga usah takut oke."
"Tapi ka-kak A-aleta ngga bisa makan sendiri tangan Aleta susah digerakinnya."
"Gendra,tolong suapin istri Lo. Kasian dia lagi sakit. Gue ada urusan dikantor bokap gue."
"Kenapa ngga Lo aja? bukannya dia ngandung calon anak Lo ya?"
"Stop bahas itu. Itu kita bahas nanti setelah Aleta sembuh oke."
"Ngga gue disini cuma kasian sama dia. Gue ngga mau suapin dia. Kalo mau ya makan sendiri aja. Punya tangan kan?"
"Gen Lo tu ya---"
"eng-engga papa kok kak ,A-aleta bisa makan sendiri. Kaka kekantor aja."
"Udah Al gue suapin."
Kringg...kring...kringg..
tiba tiba handphone Bara ada yang menelponnya. ya itu sekertaris dikantornya. Sekarang Bara mengurus kantor papanya yang ada di Indonesia.
"halo?"
"baik saya kekantor sekarang."
Bara lalu menutup telponnya.
"Al maaf tapi aku harus kekantor sekarang."
"Ngga papa kak.maaf ya Al,biar aku suruh suster biat suapin kamu. Perut kamu harus diisi,kasian babynya nanti."
"Iya kak."
"Gend, gue pergi dulu. Jagain istri Lo. kasian dia."
"hhmmm"
Gendra masih acuh dengan ucapan Bara. Setelah Bara pergi Aleta mencoba membuka kotak buburnya perlahan dengan menahan rasa perih ditangannya.
"Aawsss...."
Gendra hanya menatap Aleta tanpa berniat membantu.
Aleta mencoba lagi. Kotak buburnya berhasil atela buka. Ia lalu dengan hati hati mengambil sendok tapi sendok itu terjatuh kebawah..
"Yahh..."
Gendra hanya menatapnya lagi. Entah dorongan dari mana tiba tiba Gendra menghampiri Aleta dan mengambilkan sendoknya.
"makasih kak."
"Biar gue suapin. Lo tu bikin repot orang aja."
"ma-maaf kak."
Gendra menyuapi Aleta dengan telaten. Bara yang tadinya ingin memangilkan suster tapi tidak jadi karna saat kembali ke kamar Bara melihat Gendra sudah menyuapi Aleta. Bara tersenyum tipis.
Satu sendok dua sendok dan sampai bubur itu habis Gendra menyuapi Aleta dengan sabar. Tanpa bicara apapaun diantara keduanya.
"Nih minum."
Gendra menyodorkan minum ke Aleta.
"Tangan Aleta sakit kak,ngga bisa buat pegang gelasnya."
"Nyusahin Lo."
"maaf ya kak."
Selesai menyuali Gendra kembali ke sofa dan ia berniat untuk tidur. Karna waktu tidurnya tadi hanay 2 jam Gendra merasa ngantuk saat ini.
"Maaf ya kak."lirih Aleta
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments