Gendra benar benar menyeramkan saat ini. Dia diepngaruhi dengan alkohol dan sepertinya marahnya tadi juga masih ada dalam diri Gendra.
"Aku mau kamu malam ini..." Seringai Gendra.
"Engga kak sadar ,kamu lagi mabuk."
"Aku mau kamu sayang.."
Gendra semakin brutal mencium bibir Aleta ,ia juga menarik Aleta untuk menuju ke tempat tidurnya.
Gendra membanting Aleta di kasur dan ia segera mengungkung Aleta.
"Kak..sadar hikss.. Aleta ngga mau Kaka kaya gini..hikss.."
"sstt diam sayang kamu cukup diam biar saya yang melakukannya."
Gendra hampir membuka semua pakaian yang digunakan Aleta. Saat sisa pakaian dalam Aleta , Aleta lebih dulu menampar pipi Gendra ,membuat Gendra menoleh kesamping.
PLAKK
Gendra menatap tajam Aleta. Tatapan itu yang Aleta takutkan ia tau jika Gendra akan marah dengan apa yang telah Aleta lakukan, tapi Aleta juga tidak mau dipaksa kedua kalinya untuk melakukan hubungan intim dan apalagi Gendra dalam pengaruh alkohol.
"Berani ya sayang? Mau saya siksa lagi hmm?"
"Engga kak... Aleta mohon jangan paksa Aleta untuk kedua kalinya hikss.."
Gendra bangun dari atas tubuh Aleta. Aleta langsung mengenakan lagi dressnya.
Gendra yang berjalan ke nakas membuat Aleta langsung cepat berlari menuju pintu kamarnya.
"TETAP DISITU ALETA!!"Teriak Gendra
"JANGAN BERANI BERANINYA KAMU KELUAR DARI SINI!"
Aleta yang tak mendengarkan perkataan Gendra pun langsung membuka pintu kamarnya.
Aleta juga tak lupa membawa handphone pemberian Bara ,ia akan menelpon Bara untuk menolongnya.
"ALETAA!!"
Aleta berlari tapi tidak keluar rumah ia akan mencari tempat sembunyi terlebih dahulu. Gendra yang kini sedang dalam keadaan mabuk pun tetap mengejar Aleta.
...****************...
Bara yang kini sudah di dalam apartemennya ia sedang duduk di depan televisi ia tiba tiba kepikiran dengan Aleta.
"Aleta baik baik aja ngga ya? Gue takut kalo Gendra udah mabuk pasti dia akan sulit untuk mengontrol emosinya." Gerutu Bara.
"Gue coba telpon Aleta aja apa ya?"
Tapi saat Bara ingin menelpon Aleta ,Bara mengurungkan niatnya ia takut nanti malah menggangu Aleta yang sedang istirahat.
Bara pun beranjak dari tempatnya untuk tidur saja lagian ia juga capek hari ini.
...****************...
Disisi lain Aleta yang kini masih mencari temapt persembunyian kini ia menemukan sebuah gudang dengan kondisi gelap.
Dan Gendra yang masih mencari pun belum menemukan keberadaan Aleta. Ia juga menyuruh bodyguardnya untuk menutup akses keluar rumah.
"Sayang... kamu dimana hmm?"
Aleta yang tengah berada digudang ia mencari tempat di belakang meja yang kotor ia berdoa semoga saja Gendra tidak bisa menemukanya.
"hikss...hikss...."
"Aku harus telpon Kak Bara sekarang!"
Tut..Tut...Tut...
Bara belum mengangkat teleponnya. Hal ini membuat Aleta merasa takut. Aleta juga masih mencoba lagi untuk menghubungi Bara. Tapi nihil Aleta tak bisa menghubungi Bara padahal handphone aktif.
"Kak Bara,Aleta mohon angkat teleponya..hikss...hikss..."
Tiba tiba suara langkah kaki seseorang terdengar dan langkah kaki itu semakin dekat ke arah ruangan gudang itu. Aleta takut jika itu Gendra.
Tutt...tuttt..tuttt tersambung
"Kak tolong Aleta hikss...hiksss.... Aleta takut kak."
"Heii Al ,kenapa hmm? Gendra siksa kamu lagi?"
"Kak gendra marah sama Aleta ,ini Aleta lagi sembunyi kak hiks...hiks... ,Aleta mohon tolong Aleta ,kakak kesini sekarang ya..hiks...hiks..."
"Iya Al aku kesana. sekarang kamu tetep disitu jangan keluar. Pasti Gendra saat ini sedang mencari kamu."
"iya kak hiks...hiks..."
Bara langsung bergegas kerumah Gendra . Ia sangat yakin jika Gendra akan marah ,untung saja Bara memberi handphone untuk Aleta jadi jika Gendra berbuat sesuatu dengan Aleta ,Aleta bisa langsung menelepon Bara.
Tap tap tap
suara langkah kaki itu terdengar sudah ada didepan pintu gudang. Aleta meringkuk ketakutan ia juga membenamkan wajahnya pada kakinya.
Ceklek...
Pintu gudang terbuka ,Aleta membekap mulutnya.
"Sayang... dimana hmm? Jangan memancing emosi saya , KELUAR SEKARANG!"
Tak ada jawaban Gendra lalu menutup pintunya lagi dan beranjak pergi dari sana, Untung saja Gendra tidak mencari sampai kedalam.
BRAKK...
Tiba tiba Aleta menyenggol barang disampingnya hal itu membuat Aleta terkejut ia takut jika gendra dengar.
Diluar gudang saat gendra ingin kembali tiba tiba ia mendengar suara dari dalam gudang. Ia yakin jika Aleta disana ,Gendra segera menuju gudang dan menendang pintu gudang.
BRAKK....
"ALETA KELUAR SAYA TAU KAMU ADA DISINI!! CEPAT KELUAR SAYANG!"
Gendra menyalakan lampu gudangnya. Ia mencari Aleta dengan menendang nendang barang Yanga dan disekitarnya.
Aleta yang ketakutan hanya bisa menangis tanpa suara.
"hiks... hiks ...."
"Sayang ayo keluar saya tau kamu ada disini hmm?"
Saat ini Gendra berada didepan meja besar yang terguling ia tau jika Aleta bersembunyi dibalik itu.
"Jika kamu tidka keluar maka meja ini saya akan tendang dan akan menindih tubuh kamu. CEPAT KELUAR ALETA!"
Aleta dengan tubuh bergetar dan takut pun memberanikan diri berdiri dan keluar dari persembunyiannya.
"Mau sembunyi dimana pun saya tetap bisa menemukan kamu sayang."
Gendra lalu menarik lengan Aleta kasar ,ia membawa Aleta ke ruang tengah.
"Kakk...lepas... sa-sakit kak..."
"DIAMM!!"
Gendra menyeret tubuh Aleta keluar dari gudang dan menuju keruang tengah. Gendra menghempaskan kasar tubuh Aleta.
"kamu sudah menolak saya kan tadi hmm? sekarang saya ingin melihat kamu di gilir oleh para anak buah saya sayang!"
"eng-engga kak Aleta mohon hiks...hikss.."
"Silahkan nikmati kalian boleh sepuasnya Sampai dia mati pun saya tidak masalah." perintah gendra pada anak buahnya.
"Tapi Tuan...."
"Cepat atau saya yang siksa kalian!".
"Ba-Baik Tuan."
Para bodyguard itu menghampiri Aleta ada sekitar 5anak buah gendra yang kini akan menikmati tubuhnya?.Aleta benar benar binggung harus berbuat apa. Kenapa Bara belum juga datang?.
"Kak ,kak bara kemana? Tolong Aleta kak..hiks...hikss" Batin Aleta.
Nasib Aleta saat ini hanya bergantung pada Bara,dia satu satunya yang mungkin akan menolongnya.
"Siapkan dirimu sayang! Nikamti dan jangan keluarkan suara tangisanmu, keluarkan suara ******* indahmu sayang!"
Gendra yang saat ini hanya duduk di sofa ia hanya menonton Aleta yang mungkin akan diperkosa oleh para anak buahnya. Gendra benar benar tidak punya hati,bagaimana bisa istrinya diserahkan dan akan diperkosa oleh apra anak buahnya dengan perintanya sendiri.
"kak...hikss...hikss..."
"Buka pakainanmu sayang..."
para anak buah Gendra mulai membuka pakaiannya tapi celannya tidak dibuka hanya kemejanya saja. Salah satu dari anak buah Gendra mulai mendekati Aleta yang kini terbaring di lantai. Saat anak buah Gendra ingin membuka dress Aleta tiba tiba...
"GENDRAAA!!!"
Yaa itu bara akhirnya Bara datang jika tidak entah apa yang akan terjadi pada Aleta.
Bara langsung menendang anak buah Gendra yang kini hampir membuka dress Aleta.
Bughh..Bughhh...
"Aleta.. are you okay? Maaf aku lama."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
hitari yura
cerita nya bagus saran saya kirim ke platfrom menulis lain karena noveltoon memang sedikit pembaca nya
2023-07-05
1