"sudah sekarang kamu tidur karna besok kamu harus bangun pagi pagi!"
"I-iya tuan."
Aleta merebahkan dirinya di tempat tidur masih dengan Gendra di dalam kamarnya. Hendra melihat Aleta yang sedang tertidur lalu ia pergi dari kamar Aleta dan menutup pintu tidak.lupa mengunci kamar dari luar agar Aleta tidak bisa kabur.
Pagi hari Aleta bangun dan ia terkejut dengan banyak orang berada didalam kamarnya. Ya mereka orang suruhan Gendra untuk merias wajah Aleta.
"Permisi non , saya disuruh Tuan Gendra untuk merias wajah nona."
"Eemm iya saya akan mandi terlebih dulu."
Setelah beberapa lama Aleta masih belum juga keuar dari dalam kamar mandinya. Salah satu pembantu dirumah itu mengetuk pintu kamar mandinya.
Tok tok tok
"Permisi non ,apa masih lama mandinya? Karena acara akan segera dimulai ,sebaiknya nona segera keluar!'
"......"
Tidak ada jawaban dari kamar mandi tersebut. Dan semua yang berada dikamar Aleta panik takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada Aleta. Salah satu pembantu memanggil Gendra.
"Permisi Tuan."
"Ada apa?"
"Nona dari tadi belum keluar dari kamar mandi tuan ,dan saya sudah mengetok pintu tapi tidak ada jawaban dari dalam Tuan."
Gendra langsung bergegas menuju kamar Aleta. Dengan emosi yang memuncak Gendra langsung mendobarak pintu kamar mandi tersebut. Dan betapa terkejutnya saat melihat kondisi Aleta yang kini berada di dalam bathtub berisikan air dan Aleta yang sengaja menenggelamkan seluruh tubuh masih menggunakan pakaian dan wajahnya kedalam bathtub tersebut.
"ALETAA....."
Gendra bergegas mengangkat Aleta keluar dari bathub dan meletakkan kepala Aleta pada pahanya.
"Heii ,ALETAA bangunn... Apa yang kamu lakukan hmm?"
"Bi ,panggilkan dokter untuk memeriksa Aleta cepat dan siapkan baju ganti untuk Aleta!"
"Baik Tuan!
"Dan untuk semuanya silahkan keluar!"
Aleta langsung digendong dibawa ke kasur oleh Gendra.
Beberapa menit kemudian Aleta membuka matanya dan langsung bertemu dengan tatapan Gendra.
Gendra diam menatap gadis di depannya. Aleta sangat takut dengan tatapan itu, tatapan tajam dan menyeramkan. Beberapa saat Aleta sadar bahwa pakaian yang dipakainya saya ini sudah ganti. Siapa yang menggantikannya?
"Kenapa hmm?Itu saya yang menggantikannya."
Aleta terkejut, bagaimana bisa seorang laki laki yang menggantikannya. Bahkan dia saja sangat menjaga dirinya agar tubuhnya tidak dapat dilihat oleh pria manapun ,dan dengan lancangnya Gendra melihat tubuhnya.
"Ka-kamu yang menggantikannya? Dasar laki laki brengsek!" Geram Aleta.
"Ssttt jangan malu sayang ,kan nanti aku juga bakal melihatnya kan." Kekeh Gendra
"Saya tidak akan menyerahkan kehormatan saya oada orang yang brengsek seperti kamu!" Ucap Aleta dengan nada tinggi.
"JANGAN PERNAH BEBRBICARA DENGAN NADA TINGGI DENGAN SAYA! KAMU SENGAJAKAN DENGAN BERENDAM DI BATHUB AGAR KAMU TIDAK MENIKAH DENGAN SAYA? IYAKAN?"
"IYA MEMANG KENAPA? SAYA TIDAK MAU MENIKAH DENGAN ORANG SEPERTI ANDA!"
"Ohhh, jadi mulai berani ya sayang hmm?"goda Gendra dengan mencolek dagu Aleta ,tapi Aleta langsung menepisnya.
"Jangan pernah memancing amarah saya ,kamu belum tahu tentang saya sebenarnya! Jika kamu masih menolak pernikahan ini terpaksa saya akan membunuh kedua orang tuamu!" Ancam Gendra.
Seketika tubuh Aleta menegang ,ia teringat oleh kedua orangtuanya. Air mata Aleta lolos turun begitu saja.
"Siapkan dirimu sekarang juga , pernikahan tetap dilanjutkan! Jangan coba coba untuk kabur dari saya!"
Tanpa menjawab apapun, para pembatu dan perias suruhan Gendra langung masuk dan mulai memoles wajah sembab Aleta. Bebrapa saat kemudian Aleta selesai merias wajah, ia menahan tangisnya.
"Sudah siap Tuan." Ujar pembantu pada Gendra.
"Bawa turun gadis saya!"
"Baik Tuan."
Aleta menuruni tangga. Gendra yang menunggu dibawah terpesona melihat begitu cantiknya Aleta dengan menggunakan gaun warna putih dengan tambahan mahkota kecil dan menggunakan sepatu yang senada dengan gaunnya.
Pernikahan ini hanya dihadiri oleh sahabat dan rekan bisnis Gendra.
Selesai mengucapkan janji pernikahan, Aleta dan Gendra akan melakukan ciuman. Tapi Aleta takut ini pertama kalinya Aleta melakukan ciuman dibibirnya.
"Cantik...." Bisik Gendra
Ciuman berlangsung tapi Aleta sama sekali tidak membalas ciuman Gendra , dan pada akhirnya Gendra menggigit bibir bawahnya ,Aleta meringis pelan dan langsung membalas ciuman Gendra.
"Jangan coba coba memancing amarah saya lagi sayang. Kamu belum tau saya yang sebenarnya."
"......"
"Jawab saya saat saya berbicara!"
"I-iya Tuan."
"Jangan panggil saya Tuan,saya ini suami kamu sekarang."
"I-iya kak."
Kini Aleta telah sah menjadi seorang ustu dari Tuan mafia.
Di pernikahan ini Aleta binggung kenapa tidak ada orang tua dari Gendra. Apakah Gendra sudah tidak ada orangtua? Aleta ingin bertanya tapi ia takut pada Gendra.
"Heii , selamat atas pernikahan bos." Ucap teman mafia Gendra.
"Hmm..."
"Oh iya , ada yang mau bertemu dengan bos, mereka menunggu di meja belakang."
"Baik saya kesana. Sayang kamu tunggu disini dulu ya , saya akan menemui rekan bisnis saya dulu."
"Iya kak."
Aleta sendiri karna Gendra menemui rekan kerjanya. Ia binggung harus melakukan apa saat ini , tapi tiba-tiba ia dihampiri seorang wanita.
"Heii , cewe miskin bertemu lagi kita." Kekeh gadis itu
"Sekarang udah ngga miskin lagi ya , kan udah dapet om om Ketua mafia."
"Bria?"
Aleta kaget ternyata yang menghampirinya ada Bria teman kerjanya dulu saat dicafe , dan bagaimana bisa dia tiba tiba ada disini. Siapa sebenarnya Bria?
"Yaa ,ini gue Bria. Lo pasti kaget kan kenapa gue bisa ada disini. Lo ngga perlu tau soal itu ,karna nanti Lo juga bakal tau sendiri."
"Kalo gitu selamat bersenang senang menikmati nasib kamu ya Aleta."smirk Bria
Aleta dibuat binggung ada apa ini sebenarnya , kenapa Bria bisa disini? Dan siapa Bria sebenarnya? Ada hubungan apa Bria dan Gendra?
Ditengah Aleta melamun, tiba tiba terdengar suara tembakan dari luar rumah Gendra. Aleta terkejut ia takut saat ini.
Dor dor dor
"Sayang tenang ya sekarang kamu kekamar jangan keluar dari kamar ,dan kunci pintunya!"
"I-iya kak."
Aleta berjalan menuju kamar sendirian sedangkan Gendra dan rekan kerja lainnya menuju keluar rumah.
"ADA PESTA BESAR SEPERTINYA?"
"MAU APA?MAU CARI MASALAH LAGI? APA TIDAK KAPOK KAMU MENCARI MASALAH DENGAN SAYA HM?"
"SAYA BELUM PUAS JIKA SAYA BELUM MENGHABISI KAMU TUAN GENDRA YANG TERHORMAT!"
Tanpa basa basi lagi kedua mafia tersebut saling melakukan kekerasan dihalaman rumah Gendra. Ya mereka yang datang adalah musuk Gendra . Dia Gabriel seorang yang telah lama menjadi musuh bebuyutan dengan Gendra.
Aleta yang takut hanya bisa melihat dari kamarnya. Ia melihat Gendra yang sedang menghabisi lawannya dengan brutal.
"Kamu sudah kalah berkali kali melawan saya dan anggota saya , jangan pernah lagi kamu cari masalah dengan saya ingat itu!"
Gendra langsung bergegas menuju dalam rumah , dengan pakaian penuh darah. Ia bergegas menuju kamar Aleta.
"Sayang ,baik baik ajakan?"
"......"
"Kenapa kamu takut dengan saya? Kamu sudah melihat saya tadi kan? Siapapun yang menggangu saya ,maka harus mati ditangan saya sendiri . Dan kamu jangan coba coba buat masalah dengan saya! Ingat itu Aleta!" Tekannya di kalimat terakhir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
NoonaCha
pantengin terus ceritanya ya kak...
makasih udah baca😊
2023-07-19
1
sweet❤️
Makin seruh ceritanya
2023-07-18
0