"Yah ,Bu kenalin ini Kak Bara teman Kak Gendra."
"Bara." Bara memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan untuk menyalimi kedua orangtua Aleta.
"Nak, suamimu mana kok tidak ikut?"
Aleta diam ,lalu tiba tiba ia menangis memeluk ibunya. Bara yang melihat itupun binggung harus berbicara apa.
"hiks...hikss..."
"Nak ,maafin ibu dan ayah ya gara gara ibu dan ayah kamu harus nikah dengan suamimu. Maafin ya nak."
"Ngga Bu ,Aleta ngga papa ,Aleta cuma sedih aja kangen sama ayah dan ibu."
Ibu Aleta mengusap pelan punggung anaknya ,ia tau jika anaknya tak bahagia hidup bersama Tuan mafia. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa.
"Bu, maaf jika teman saya sudah memaksa anak ibu untuk menikah dengannya. Tapi saya akan menjaga Aleta dengan baik sebisa saya ya. Ibu dan Bapak tidak usah khawatir dengan Aleta."
"Makasih ya nak Bara ,maaf merepotkan."ucap ayah Aleta.
"Ngga papa pak."
Mereka saling melepaskan rindu, Aleta juga banyak melakukan kegiatan dirumahnya ia membantu ibunya memasak makanan untuk dimakan bersama ya walaupun hanya memasak seadanya saja.
Aleta terlihat bahagia. Setelah menikah dengan gendra ia jarang sekali tersenyum.
"Kak Bara makan dulu yuk Aleta dan ibu udah masak nih, tapi maaf makanannya cuma kaya gini."
"Ngga papa Al ,kayanya enak deh."
"Cobain ya kak ,masakan ibu aku selalu enak." senyum Aleta.
Mereka menikmati makanan yang telah dibuat ibu dan Aleta. Selesai makan Bara dan Aleta istirahat sebentar dan akan kembali pulang.
...****************...
Gendra yang siang ini berencana untuk kembali ke apartemen Bara ia sudah diperjalanan,ia juga membawa banyak makanan ringan agar Aleta merasa senang.
Gendra juga tidak memberi tahu jika ia akan ke apartemen Bara. Ia ingin memberi surprise untuk Aleta.
sampai di depan pintu apartemen Bara ia mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada jawaban dari dalam.
"Kenapa ngga ada yang buka? Atau jangan jangan mereka ngga ada dirumah?"
Gendra ingin menelpon Bara tapi ia mengurungkan niatnya ,kara ia ingin memberi surprise pada Aleta. Akhirnya Gendra memutuskan untuk melacak handphone milik Bara.
"Dirumah Aleta?"
Ia menemukan titik dimana Aleta sekarang. Bisa bisanya mereka kesana tanpa izin dari Gendra. Gendra yang menahan emosinya kini ia menyusul Aleta kesana.
"Aleta,berani beraninya kamu pergi tanpa seizin saya? Awas saja saya tidak akan memberi ampun kamu."
Mobil Gendra melaju kencang ,beberapa saat kemudian Gendra tiba di rumah Aleta. ia juga melihat mobil milik Bara yang terparkir didepan rumah Aleta.
"Ka-kak Gendraa.."Ucap Aleta tiba tiba saat melihat Gendra yang turun dari mobil.
Ayah ,ibu dan Bara pun terkejut saat tau jika Gendra berada disini. Apalagi Aleta yang kini sudah ketakutan melihat Gendra . Ia tau jika Gendra pasti akan marah jika ia pergi tanpa seizinnya.
"Aleta sayang..."Ucap Gendra saat memasuki rumah.
"Pak,Bu..lama ngga ketamu ya."
Ayah dan ibu Aleta hanya diam.
"Lo kenapa bisa kesini?"
"Kenapa? gue ngga boleh kesini? lagian ini juga rumah kedua orang tua istri gue. Seharusnya gue yang tanya sama Lo kenapa Lo bisa disini hmm?"
Mereka diam tak ada yang menjawab pertanyaan Gendra. Lalu Gendra mendekati Aleta dan memeluk pinggang Aleta.
"Ka-kak Gendra kenapa bi-bisa tau Aleta disini?"ucap Aleta lirih.
"kenapa? takut hmm?"
"Pulang sayang... saya khawatir dengan kamu."
"i-iya kak."
"Kalau begitu kita pulang sekarang. Pak Bu saya permisi dulu ya ,saya bawa Aleta pulang kerumah."
"Yah,Bu aleta pulang dulu ya,kapan kapan Aleta main kesini lagi."
"Iya nak, jaga diri baik baik ya."
Tak ada penolakan saat Aleta dibawa pulang oleh Gendra. Karna mereka semua takut dengan Gendra. Termasuk Bara. Bara tau jika Gendra sedang menahan emosinya,tapi dia tidak bisa berbuat apapun.
Aleta dibawa masuk kedalam mobil Gendra.
Mereka mulai menjauhi rumah Aleta. Gendra yang menyetir sama sekali tak berbicara apalagi menoleh ke arah Aleta. mereka sama sama diam.
Tiba tiba Gendra menambah kecepatan mobilnya,hingga Aleta merasa ketakutan.
"Ka-kak pelan pelan aja bawa mobilnya Aleta ta-takut kak.."
Seakan menulikan pendengarannya. Gendra masih melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Aleta yang merasa ketakutan hanya memejamkan mata sambil menangis.
"Ka-kak ..hikss..hikss..."
Suara tangis Aleta seakan tidak terdengar oleh Gendra. Tapi tiba tiba Gendra mengerem mendadak membuat kepala Aleta terbentur mobil bagian depan.
Cittt..Bruk...
Aleta merasakan kepalanya berdenyut sakit. Tapi Gendra hanya diam tak menatap Aleta sekalipun.
"Aawwsss..."
Tiba tiba Gendra bersuara.
"Kenapa tidak meminta izin hmm? Saya SUAMI KAMU ALETA!!"
Bentakan keras dari Gendra membuat Aleta kaget ditambah lagi sakit di kepala Aleta.
Aleta diam tak menjawab.
"JAWAB PERTANYAAN SAYA!!"
"Ma-maaf kak....hiks...hiks..."
"CIHHH, MAAF? SAYA SUDAH BILANG SAYA YANG AKAN MEMBAWA KAMU SENDIRI KERUMAH ORANG TUA KAMU!KENAPA KAMU MALAH MENGAJAK BARA HMM? KAMU SUKA SAMA DIA IYA?!"
"Eng-engga kak Aleta ngga bermaksud seperti itu...hiks...hiksss.."
"Dasar wanita murahan!"
"hiks...hiksss...."
Gendra yang kini sedang emosi benar benar tidak bisa mengontrol dirinya. Ia lalu melakukan lagi mobilnya menuju ke rumah Gendra.
Aleta yang kini merasakan pusing dikepalanya hanya bisa menangis dalam diam.
"Kepala aku sakit banget..."batin Aleta.
Tiba dirumah Gendra. Gendra langsung keluar tak memperdulikan Aleta. Ia meninggalkan Aleta didalam mobil.
Aleta berjalan pelan menuju rumahnya. Tiba tiba ia merasa pandangannya mulai gelap dan buram.
BRUKK...
Aleta terjatuh ya dia pingsan di halaman rumah Gendra. Para bodyguard yang melihat itupun langsung memenagil Gendra yang kini sudah didalam rumah.
"Tuan maaf ,nona Gendra pingsan didepan."
Gendra yang mendengar itu langsung berjalan kembali keluar melihat Aleta.
Setelah sampai ia langsung mengendong Aleta menuju kekamarnya.
"panggilkan dokter!"
"Baik Tuan!"
Gendra merebahkan Aleta diatas kasurnya. Ia melihat di kepala Aleta terdapat memar akibat terbentur depan mobil tadi.
Beberapa saat kemudian Doketer datang dan memeriksa keadaan Aleta.
"Gimana dok keadaannya?"
"Luka dikepalanya ditidak begitu parah saya juga sudah mengobatinya. Dan juga saya harap Tuan Gendra menjaga istri anada jangan sampai kelelahan ya karna non Aleta sedang mengandung. Dan usianya saat ini masih 2minggu."
"Hamil? Aleta hamil?" Gendra terkejud terhadap penuturan dokter.
"Iya Non Aleta hamil."
"Baiklah terimakasih ya dok."
"Baik Tuan saya permisi."
Setelah dokter pergi Gendra mendekat ke arah Aleta. ia masih tidka menyangka jika Aleta hamil. Bisa bisanya dia menyakiti istrinya saat istrinya saat ini tengah hamil.
Gendra mengusap pelan perut rata Aleta. Didalam perut itu ada anaknya. Gendra tersenyum ia sebentar lagi akan menjadi seorang papa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
hitari yura
lah dah hamil aja mereka lakuin nya di eps kapan perasaan baca dari awal
2023-07-05
1