Sayang mau pulang sekarang?"
Kini jam menunjukan pukul 11.00 siang.
"Kak boleh disini sebentar lagi ngga?"
"Boleh sayang.."
Aleta merasakan ketenangan disini jadi ia masih ingin disini untuk merasakan ketenangan.
Gendra tiba tiba menarik kepala Aleta untuk disandarkan dipundaknya. Aleta tak menolak itu karna ia merasa nyaman saat ini.
"Eemm kak Aleta boleh minta sesuatu?"
"Kamu boleh minta apapun sayang.. mau minta apa hmm?"
"Eemmm Aleta mau kerumah ayah sama ibu , Aleta kangen sama mereka. Boleh kan?"
"Boleh sayang tapi tidak hari ini ya ."
"Iya ngga papa kok kak.."
Kini pukul 11.30 Aleta mengajak Gendra untuk pulang.
"Makan siang dulu mau?"
"Terserah Kaka aja deh"
Gendra melajukan mobilnya tempat makan didekat sana ,karna ini sudah waktunya jam makan siang. Gendra takut Aleta kelaparan.
Setelah Sampai di sebuah restoran mewah Gendra membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Aleta turun dengan mengandeng tangan Aleta. Aleta tak menolak sama sekali ia sampai ia masuk kedalam restoran pun gendra masih mengandeng tangan Aleta.
"Mau pesan apa hmm?"
"Eemm Aleta ikut apa yang Kaka pesan aja deh."
"Yaudah."
Gendra menunggu pesanan datang beberapa menit dan akhirnya pesanan makanan mereka datang.
Setelah menghabiskan makanannya Aleta dan gendra langsung pulang kerumah.
"Istirahat ya sayang..aku mau keluar sebentar nanti aku cepet balik kerumah."
"Iya kak."
"Oh ya kalau butuh apa apa panggil bibi aja jangan ngelakuin sendiri tangan kamu kan masih sakit."
"Iya kak."
Gendra lalu mencium kening Aleta dan ia langsung pergi.
"Semoga kak gendra bersikap baik terus sama aku.aku takut sama sikap kak Gendra yang kasar dan menyeramkan. Gerutu Aleta.
...****************...
Gendra yang kini sedang diperjalanan menuju kemarkas untuk mencari tau tentang pencurian senjatanya.
Sesampainya di sana Gendra langsung menemui Bria dan anggotanya.
"Gimana masih belum ketemu?"
"Orang yang mencuri senjata sudah ada tapi identitasnya tidak dapat dilacak." Ucap Bria.
"Siapa sebenarnya mereka."
"Dan aku yakin pasti orang yang menyerang rumahmu adalah orang suruhan."
"Cari tau sampai dapat orangnya!"
"Baik Tuan."
"Gen ,gimana hubungan kamu dan Aleta? Masih siksa dia?"
Gendra tak menjawab pertanyaan Bria.
Kring... Kring...
"Apa?"
"Gue mau ke markas Lo sharelock dong."
"Ngga ngapain Lo mau kemarkas gue?"
"Cepet sharelock gendra."
Bara langsung mematikan teleponnya,setelah beberapa saat ia mendapatkan chat dari Gendra ,Bara langsung bergegas ke sana.
Sesampainya disana Bara langsung masuk kemarkas.
"Gendra."
"Ngapain Lo mau kesini?"
"Mau main aja."
"Heii ,Bria lama ngga ketemu."
"Bara? Kapan balik ke indo? Ko ngga ngabarin gue?"
"Baru beberapa hari gue disini."
...****************...
Disisi lain Aleta yang kini tengah ditaman belakang rumah Gendra ia sedang menikmati suasana disana karna ia bosan berada dikamar terus.
Tiba tiba Aleta yang tengah duduk sendirian ada yang menutup matanya dari belakang.
"Aaaaa A-aleta ta-takut gelap."
"Hei sayang.... Maaf ya aku ngga tau kamu takut gelap."
"Kak Gendra jangan gitu lagi Aleta takut."
"Iya engga sayang sini peluk."
Aleta langsung berhambur kepelukam Gendra.
"Kenapa disini? Harusnya kamu istirahat sekarang."
"Aleta bosan di kamar terus."
Gendra dan Aleta tak berbicara apapun hingga akhirnya Aleta tertidur dipelukan Gendra.
"Sayang...heii.. tidur ya?"
Gendra menoleh ke arah Aleta yang kini tengah tertidur dipelukannya.
Gendra langsung mengendong Aleta menuju kekamarnya.
Ia meletakkan Aleta dia tas tempat tidur dan Gendra juga ikut tidur disamping Aleta dengan memeluknya.
...****************...
Pukul 15.00 Aleta terbangun dari tidurnya , ia melihat sampingnya yang ternyata gendra juga ikut tidur dengannya tadi.
Aleta beranjak dari tempat tidur untuk mencuci mukanya. Setelah itu Aleta pergi ke dapur.
"Non mau dibuatkan sesuatu?"
"Aleta mau buat makan buat makan malam bi."
"eehh ngga usah non ,biar bibi aja yang buat ya , non duduk aja."
"ngga ngga bi Aleta bisa kok masak sendiri."
"Maaf non tapi ini perintah tuan Gendra ,tugas dirumah ini semua yang mengerjakan asisten rumah tangga. Non duduk aja ya saya takut Tuan Gemdra marah."
"Ngga papa bi ,saya istri Gendra jadi saya yang harus menyiapkan keperluan suami saya."
"Iya non tapi ada pembantu disini ,kalo kita ngga kerja buat apa kita disini?"
"Udah bibi kerjakan yang lain aja ya."
"Ngga non ,yaudah Bibi bantu potong potong aja ya."
"Yaudah deh."
"Oh iya bi , biasanya Tuan Gendra suka makan apa?"
"Semen Tuan Gendra suka makan ayam goreng bumbu kuning non."
"Owhh ,disini ada kan bi ,bahan bahannya? Aleta mau buatin."
"Ada non ,bibi ambil bahan bahannya dulu ya."
"Iya bi."
Aleta dan salah satu pembantu rumah tangganya kini tengah memasak makanan kesukaan Gendra. Tapi tiba tiba Gendra datang ke dapur dengan tatapan tajamnya.
"Aleta..!"
"Kak Gendra?"
"Ngapain kamu disini? Ini tugas pembantu disini sayang kamu ngga usah siapin apapun ,kamu cukup duduk aja."
"Engga kak ,Kaka jangan marah ya , Aleta cuma mau masakin kaka aja , Aleta pengen jadi istri yang baik buat Kaka."
"Sayang ngga seharusnya kamu disini ,saya jadikan kamu istri bukan jadikan kamu sebagai pembantu."
"Tapi kak Aleta pengen buatin mmakanan sepesial buat Kaka. Boleh ya?" ucap Aleta dengan gemas.
Gendra yang melihat tingkah Aleta yang lucu membuat Gendra tidak bisa menolaknya.
"Yaudah boleh ,tapi hati hati ya. aku tungguin kamu masak disini."
Aleta melanjutkan masaknya. Gendra yang yang kini menunggu Aleta memasak ia terus melihat Aleta. Aleta yang ditatap ia merasa salah tingkah
"Kak jangan liatin Aleta kaya gitu."
"Emangnya kenapa sayang?"
"Aleta malu tau diliatin kaya gitu."
Beberapa saat kemudian Aleta selesai dengan masakkannya. Ia menyajikan makanannya di atas meja makan.
"Kak Gendra makannnya udah siap."
"iya sayang ,makan bareng yukk."
Aleta dan Gendra kini tengah ada di meja makan.
"Gimana kak ,masakan aku? Enak ngga?"
"...."
Gendra diam tak menjawab , Aleta yang sedang menunggu jawaban itu pun takut jika masakkannya ngga enak terus marah padanya.
"Kak ngga enak ya? kalo ngga enak ngga usah dimakan ya."
Gendra tertawa pelan .
"enak kok sayang ,enak banget malahan."
"Beneran? kaka ngga bohong kan?"
"iya sayang.. besok besok buatin lagi ya ayamnya. Kok kamu tau si kesukaan aku hmm?" sambil mencubit gemas pipi aleta.
"Eemm tadi aku tanya sama bibi ,terus aku dikasih tau sama bibi."
"Yaudah sekarang kamu makan juga ya. Sayang bukannya tangan kamu masih sakit ya? Kok malah masakin buat aku?"
"Ngga terlalu sakit banget kok kak , lagian masih bisa cuma buat masak doang."
"Tapi beneran udah ngga sakit banget?"
"Iya kak."
"Yaudah sekarang aku suapin aja ya. Makasih ya sayang udah masakin aku."
"Jadi keinget mama deh." Batin Gendra.
"Kak? Aleta boleh tanya?"
"Boleh sayang mau tanya apa?"
"Eeemmm maaf ya kak . Orang tua kak Gendra kemana? kok Aleta ngga pernah liat?"
Gendra yang mendengar kata orang tua dari mulut Aleta pun langsung diam ,ia sangat sensi terhadap pertanyaan yang menanyakan orang tuanya.
Gendra diam tak menjawab ,tiba tiba ia pergi dan tak melanjutkan makannya.
Aleta yang melihat itu pun binggung.
"Kak mau kemana? Makanannya belum habis kak."
Gendra tak menjawab Gendra memilih untuk pergi keruang kerjanya dan mengunci pintunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments