Aleta keluar dari ruangan bosnya . Ia binggung harus mendapatkan uang dari mana lagi untuk melunasi hutang orangtuanya.
"Aku harus kerja apa lagi untuk bisa membayarnya?." lirih Aleta
Kini Bria sedang berada di depan meja kasir ia mempunyai rencana untuk Aleta.
"Hei cewek miskin ,sini Lo!"
"Iya sebentar."
Aleta menghampiri Bria yang sedang ada di meja kasir tanpa rasa curiga.
"Gantiin gue dulu jadi kasir ,gue mau ketoilet sebentar!"
"Iya.."
Kini Bria menjalankan rencananya ia menuju loker karyawan dan membuka loker milik Aleta , ia memasukkan sesuatu kedalam tas Aleta . Tanpa ada yang mencurigai ia langsung bergegas menutup loker dan kembali ke meja kasir.
"udah sana kembali kerja lagi Lo!"
Aleta kembali bekerja melayani dan mengantarkan makanan serta minuman ke pembeli.
Beberapa saat kemudian ada suara ribut dari meja kasir . Dan semua karyawan cafe disuruh untuk berkumpul.
"Bukan saya pak ,saya mana mungkin berani mengambil uang cafe."
"Terus siapa lagi kalo bukan kamu? Jelas jelas kamu yang jadi kasir!"
"Beneran pak bukan saya ,kalau tidak percaya coba cek saja barang barang saya!" Jelas Bria
"Tadi , memang saya izin sebentar ketoilet dan meminta tolong pada Aleta untuk menunggu dikasir sebentar,bisa saja Aleta yang mengambil uang dikasir pak!" Tuduh Bria . ia tersenyum senang
"Aleta kesini kamu!"
"Iya pak . Ada apa?"
"Apakah kamu mengambil uang dikasir?"
"Tidak pak ,saya tidak mengambil uang dikasir."
"Terus kenapa uang dikasir hilang?"
"Saya tidka tau pak tadi saya hanya menggantkan sebentar Bria saat Bria izin ketoilet saya sama sekali tidak mengambilnya pak!"
"Jadi lo nuduh gue ngambil uang kasir gitu?" sentak Bria .
"Enggak bukan gitu Bria ,aku ngga bermak-
"Halah Lo kalo ngga suka sama gue bilang aja dong ,ngga usah nuduh gue kaya gitu!"
"Sudah sudah ,sekarang saya mau kalian ambil tas kalian dan saya akan cek satu persatu tas kalian. Jika ada yang terbukti mengambil uang dikasir saya akan pecat sekarang juga!"
"Baik pak" ucap seluruh karyawan.
"Rasain lo Aleta , makannya jangan pernah cari masalah sama gue!" batin Bria
Seluruh karyawan kembali berkumpul ditempat tadi dengan membawa tasnya. Tanpa rasa curiga Aleta juga membawa tasnya tanpa mengecek terlebih dahulu isi tasnya.
"Sekarang saya akan mulai mengecek tas kalian."
Beberapa karyawan lolos pengecekan tas ,tinggal Aleta dan Bria saja yang belum dicek kini Bria terlebih dahulu yang dicek oleh bosnya.
"Aman tidak ada apapun!"
Semua mata tertuju pada Aleta , ia benar benar takut saat ini , tapi Aleta sama sekali mengambil uang dikasir .
Kini pengecekan tas Aleta , ia benar benar terkejut bagaimana bisa ada uang berjumlah banyak didalam tas Aleta? ia benar benar terkejut saat ini bahkan karyawan lain dan Bosnya juga terkejut dengan apa yang dilihatnya . Lain hal dengan Bria ia tersenyum jahat menatap Aleta , rencananya berhasil tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.
"Pak ,saya bisa jelasin. bukan saya pak yang mengambil uang itu ,saya benar benar tidak pernah ada niat untuk mengambil uang tersebut!" Jelas Aleta.
"Jelas jelas bukti sudah ada didepan mata Aleta. Uang ini ada didalam tas kamu. jika bukan kamu yang mengambil terus siapa lagi? "
"Mana ada sih pak maling yang mau ngaku." sindir Bria .
" Pak benar benar bukan saya ,saya mohon saya bisa jelasin semuanya pak. "
"Jangan jangan kamu ambil uang ini karna tadi pagi saya tidak memberikan kamu gaji lebih awal ya ,makanya kamu ambil uang dikasih iya?"
"Eng-engga pak ,bukan saya yang mengambilnya pak." Isak Aleta.
"SEKARANG SAYA MAU KAMU KELUAR DARI CAFE INI . KAMU SAYA PECAT!"
"Saya mohon pak ,jangan pecat saya saya benar benar butuh pekerjaan ini pak."
"Sudah saya tidak mau percaya sama kamu lagi .Pergi dari cafe ini!"
Disisi lain Bria tengah tersenyum bahagia.
"Akhirnya aku bisa juga nyingkirin cewe miskin itu." Smirk Bria .
Aleta berjalan keluar dari kafe tersebut dengan masih menangis . Ia benar benar tidak habis pikir siapa orang yang tega teganya menuduh Aleta mengambil uang kasir padahal ia tidak melakukanya sama sekali.
Ia berjalan menyusuri jalan dan berhenti disebuah taman yang cukup sepi.
"Aku harus cari kerja apalagi? Padahal aku butuh uang untuk membayar hutang, sekarang aku harus gimana?" tangis Aleta
Aleta cukup lama duduk ditaman tersebut ,ia binggung harus bangaimana saat ini. Hingga sore tiba Aleta kembali pulang kerumah.
"Ibu ,Ayah..."
"Nak ,sudah pulang? "
"Aleta sudah dipecat dari kerjaan Aleta ,maaf ya yah ,Bu."
"Kenapa? Aleta melakukan kesalahan? "
"Jujur Aleta merasa Aleta tidak melakukan kesalahan apapun ,tapi Aleta dituduh mengambil uang dicafe , padahal Aleta sama sekali tidak berniat mengambilnya yah ,Bu." Tangis Aleta pecah dipelukan sang ibu.
"Sayang ,sudah memang hidup itu keras apalagi didunia kerja ,banyak orang yang tidak suka dengan kita tapi ada juga orang yang baik sama kita . Tidak apa apa ya nak."
"Tapi Bu ,saat ini kita butuh banyak uang untuk melunasi hutang ,dan sekarang Aleta malah ngga bekerja ,mau dapat dari mana untuk bayar hutang?"
"Kita bisa pikirkan lagi nanti ya, sekarang kamu bersih bersih istirahat ya sayang ,kamu pasti capek kan?"
"Yaudah Bu ,yah aku kekamar dulu."
"Iya , istirahat ya sayang."
Aleta masuk ke kamarnya membersihkan diri dan istirahat sejenak.
Satu Minggu berlalu Aleta sama sekali belum mendapatkan pekerjaan tepat hari ini Aleta harus melunasi hutang hutangnya ,tapi ia belum mempunyai uang sama sekali untuk membayarnya.
Tiga pria berbadan kekar ,mengenakan pakaian serba hitam memasuki rumah Aleta dan keluarganya.
"Hei keluar." Sambil mengedor pintu
Ayah dan ibu Aleta keluar membukakan pintu .
Dari dalam kamar samar samar Aleta mendengar suara keributan diruang tamu ,Aleta segera turun kebawah guna melihat ada apa diruang tamu .
"Sudah waktunya kalian membayar hutang!"
"Maaf tuan tapi kami belum mempunyai uang untuk membayarnya."
"Begitu terus kamu katakan setiap saya datang kesini. Kamu selalu membuang waktu saya saja!"
Aleta turun dan langsung menghampiri ayah dan ibunya.
"Cantik.. "lirih tuan tersebut.
"Saya ada penawaran hutang kalian akan lunas jika anak kamu ikut dengan saya? Bagaimana? "
"Tidak ,saya tidak akan menyerahkan anak saya kepada anda!"
"Anda tidak mau? Saya hanya mempunyai dua pilihan pertama serahkan anak anda pada saya dan hutang kalian lunas atau kalian berdua akan saya siksa sampai kalian mati dan anak kamu akan saya jadikan pemuas nafsu saya?" Smirk tuan Gendra
Ya dia Gendra Argantara tuan mafia yang meminjami uang kepada keluarga Aleta.
Saat ini Aleta benar benar binggung apakah ia harus hidup bersama tuan Gendra sang mafia dan tinggal bersamanya? Atau dia akan merelakan kedua orangtuanya mati didepan matanya sendiri dan dia dijadikan seorang ******?
Pikiran Aleta benar benar kalut saat ini.
"Bagaimana? Jangan buang buang waktu saya ,jika tidak ada jawaban ,kedua orangtua kamu akan saya habisi saat ini juga didepan mata kamu sendiri!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
mama zha
semangat thor
2023-07-10
1
✒ Viee ✒
pilihan yg sulit
2023-07-06
0
hitari yura
gak ada cctv
2023-07-05
0