PART 17

Tak terasa usia pernikahan Bentari dan Pak Ivan sudah menginjak tiga bulan. Namun hubungan keduanya masih jalan di tempat dan tidak ada peningkatan sama sekali. Justru saat ini Bentari malah semakin dekat dengan Daffa mantan kekasihnya. Cinta di antara keduanya masih sama-sama terpatri di dalam hati. Hingga benih-benih cinta itu pun bersemi kembali.

Pagi ini Bentari terpaksa diantarkan oleh suaminya menaiki motor karena mobilnya tidak mau diajak kompromi. Mobilnya itu sama sekali tidak mau menyala. Akhirnya pak Ivan memanggil pegawai bengkel untuk menderek mobil istrinya.

Saat tiba di depan gerbang kampus, tak sengaja Vida yang baru saja memarkirkan mobilnya di parkiran kampus melihat mereka berdua. Vida langsung berlari menghampiri keduanya. Dia ingin menagih janji Bentari untuk dikenalkan dengan kakaknya.

"Hay Tar." Sapa Vida yang membuat Bentari terkejut. Karena saat itu Bentari sedang mencium tangan suaminya.

"Eh Vida, pagi Vid." Meskipun terlihat kaku tapi Bentari mencoba mengulas senyum.

"Ini kakak loe?" Tanya Vida yang membuat Pak Ivan menatap tajam ke arah istrinya. Sedangkan yang ditatap susah payah menelan salivanya.

Bentari tau, pasti suaminya itu keberatan dengan apa yang dikatakan oleh Vida temannya. "I-iya ini kakak ku, namanya Ivan." Bentari menatap memohon ke arah suaminya.

Pak Ivan menggelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya tidak setuju dengan panggilan yang disematkan oleh istrinya. Bagaimana mungkin istrinya itu menganggapnya sebagai kakak, sedangkan statusnya adalah sebagai suami. Pak Ivan tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya itu. Terlalu sering istrinya itu membuatnya kecewa.

"Pagi kak, kenalin aku Vida temannya Tari." Vida mengulurkan tangannya.

Awalnya Pak Ivan hanya menatap ke arah tangan Vida yang terulur kepadanya. Namun akhirnya dirinya membalas jabatan tangan itu untuk menghormati teman istrinya itu. "Ivan!" Ucap Pak Ivan singkat dan langsung melepas genggaman tangan itu. Tanpa basa-basi lagi, Pak Ivan langsung melesatkan motornya menuju ke sekolah tempatnya mengajar.

Bentari menatap sendu ke arah suaminya yang mulai menghilang dari pandangannya karena sudah berbaur dengan kendaraan yang lainnya. Ada rasa bersalah yang teramat besar di dalam hatinya. Bentari sadar, selama ini dirinya sudah banyak mengecewakan suaminya. Entah sudah yang keberapa kalinya Bentari pun tak tahu. Namun entah mengapa ia selalu mengulanginya, padahal jelas-jelas dirinya menyadari itu.

"Hey!" Vida menggeplak bahu Bentari hingga membuat sang empunya tersadar dari lamunan. "Loe kenapa kayak nggak ikhlas gitu ditinggalin sama kakak loe?" Vida terkekeh.

"Bu-bukan begitu Vid." Sanggah Bentari. "Ah ya sudahlah, ayo kita masuk." Bentari dan Vida berjalan beriringan masuk ke dalam kampus.

"Sumpah kakak loe cakep banget Tar, dewasa lagi." Mata Vida terlihat berbinar-binar. "Bolehlah gue daftar jadi kakak ipar loe?" Meskipun cengengesan tapi Vida serius dengan ucapannya. Vida sudah langsung merasa tertarik dengan Pak Ivan meskipun dirinya baru pertama kali ini bertemu.

Bentari langsung mendelik ke arah Vida. Bisa-bisanya sahabatnya itu mengatakan hal demikian kepada suaminya. Hello, dia laki gue kali! Ingin sekali Bentari mengatakan itu namun sayangnya lidahnya terasa kelu. Bentari hanya memutar bola matanya malas. Bentari mengabaikan ocehan Vida dan mempercepat langkahnya.

"Eh Tar, tungguin." Vida berlari mengejar Bentari yang sudah jauh di depannya. Vida merasa kesal karena diabaikan oleh sahabatnya itu.

*****

Kelas pertama telah usai dan waktunya istirahat sejenak sebelum mengikuti kelas kedua. Saat Bentari keluar dari kelasnya, Daffa sudah berdiri tegak di depan pintu menunggunya. Senyum Daffa langsung terkembang saat melihat kekasih hatinya itu keluar dari kelas. Ya, meskipun belum ada kata jadian di antara keduanya, namun Daffa selalu menganggap bahwa Bentari masih kekasihnya.

Bukan hanya sekali dua kali Daffa mengutarakan isi hatinya kepada Bentari dan memintanya untuk kembali merajut kasih seperti dulu. Namun sayangnya Bentari belum memberikan jawaban yang pasti. Akan tetapi sinyal-sinyal dari Bentari dapat ia rasakan dengan jelas. Tak apa, yang terpenting bagi Daffa adalah bisa dekat dengan Bentari lagi itu sudah cukup. Pelan-pelan dirinya yakin pasti Bentari akan kembali menerima cintanya.

"Ayo!" Daffa mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Bentari. Keduanya terlihat bergandengan tangan berjalan menuju ke arah kantin kampus.

Sudah menjadi rahasia umum. Semua mahasiswa mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih. Tidak tahu saja mereka kalau Bentari sebenarnya sudah memiliki seorang suami. Entah setan apa yang merasuki Bentari hingga dirinya tega menghianati suaminya sendiri. Sudah tahu yang dilakukannya itu salah. Namun bukannya menyudahi, Bentari malah seolah merasa nyaman menjalin hubungan dengan Daffa di belakang suaminya.

Meskipun baru beberapa bulan mereka kuliah di sana, namun nama mereka berdua cukup terkenal di kalangan kampus. Mungkin karena mereka berdua layaknya amplop dan perangko yang lengket tidak mau lepas. Kemana-mana selalu terlihat berdua. Eits, tapi itu hanya di lingkungan kampus. Diluar kampus mana berani mereka berdua mengumbar kemesraan. Mereka juga masih punya otak. Apalagi kalau sampai ada orang yang mengetahui status Bentari dan mengadukannya kepada suami serta kedua orang tuanya. Sudah pasti akan langsung tamat riwayatnya.

Vida cuek-cuek saja melihat itu karena dirinya tidak memiliki ketertarikan kepada Daffa. Jadi ia masa bodoh dengan hubungan keduanya. Dan lagi Vida tidak tahu kalau Bentari sudah memiliki suami. Vida jauh lebih tertarik dengan Pak Ivan yang dikenalnya sebagai kakaknya Bentari. Bagi Vida yang dewasa itu jauh lebih menggoda. Vida pun bertekat ingin merebut hati Pak Ivan. Semoga saja kak Ivan belum memiliki pacar atau tunangan. Harap Vida dalam hati kemudian mengikuti keduanya dari belakang.

*****

*****

*****

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

Terpopuler

Comments

Darmawangsya Darmawangsya

Darmawangsya Darmawangsya

emang belum ada pacarnya Vid .
ambil aja,biar Bentari nyesal

2025-02-21

0

Mara

Mara

Pepet aja trus pak ivannya Vida....biar tari kepanasan sendiri

2023-08-14

2

Zahra🌼

Zahra🌼

Semangat Vid 💪💪

2023-06-06

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!