Keesokan harinya.....
Buumm!!
Layaknya sebuah bom yang meledak, berita tentang kasus p3l3c3han yang terjadi kemarin langsung menggemparkan sekolah. Entah siapa yang menyebarkan video itu. Vidio yang nampak dengan jelas wajah Bentari yang sedang dibuka kancing baju seragamnya satu persatu oleh seorang laki-laki yang sudah diblur keseluruhan tubuhnya hingga tidak dapat dikenali. Namun beberapa detik kemudian terlihat dengan jelas wajah Pak Ivan dan Bentari. Pak Ivan nampak berjongkok di depan Bentari yang sepertinya sedang menangis karena ketakutan. Vidio itu tidak memiliki suara sehingga mereka hanya bisa melihatnya tanpa bisa mendengar percakapan yang terjadi antara Bentari dan Pak Ivan. Sudah pasti mereka semua memduga bahwa Pak Ivan mencoba memp3rk0$@ Bentari.
Sepertinya video itu adalah video sambungan dari dua video yang digabungkan menjadi satu. Namun mereka semua mana tahu kebenaran akan hal itu.
Bentari yang baru saja tiba di sekolah nampak keheranan saat melihat semua siswa dan siswi seolah menatap jijik ke arahnya. Padahal jelas-jelas di sini Bentari sebagai korbannya.
"Tari baru datang?" Amanda yang melihat Bentari dari kejauhan langsung berlari menghampirinya.
"Ada apa ini Manda? Kenapa mereka semua menatap kearah ku?" Tanya Bentari kebingungan.
"Kamu belum melihat berita di grup sekolah pagi ini?" Amanda menunjukkan raut wajah sedih seolah dirinya benar-benar bersedih akan kejadian yang menimpa sahabatnya itu.
Bentari menggeleng kemudian segera membuka ponselnya untuk melihat berita pagi ini. Dan....
Degh!
Tes! Air matanya mengalir begitu saja saat melihat Vidio dirinya tersebar di seantero sekolah. Dan mungkin setelah ini akan menggemparkan jagat Maya. Bentari tidak menyangka bahwa ada orang yang setega itu merekam kejadian yang dialaminya dan menyebarkannya dengan sadis tanpa perasaan.
"Daffa!" Panggil Bentari saat melihat kekasihnya itu melintas di hadapannya tanpa menyapanya. Seolah-olah kekasihnya itu tidak peduli dengan apa yang menimpa dirinya. Padahal Daffa pasti sudah tahu dengan berita pagi ini.
Daffa menghentikan langkahnya namun sama sekali tidak membalik tubuhnya. Bentari melangkah menghampiri kekasihnya itu.
"Ak-aku bisa jelasin semua ini. Ak-aku nggak tahu." Terpatah-patah suara Bentari. "Ak-aku di sini sebagai korban. Kamu harus percaya sama aku." Lanjut Bentari.
"Aku percaya kalau di sini kamu sebagai korban." Ujar Daffa tanpa membalikkan tubuhnya. "Tapi maaf, hubungan kita cukup sampai di sini." Daffa langsung berlalu meninggalkan Bentari yang menangis sesenggukan.
Amanda semakin melebarkan senyumnya. Memang inilah yang dia inginkan. Bentari dan Daffa putus. Dan setelah itu dirinya yang akan menggantikan Bentari sebagai kekasih Daffa. Cowok yang selama ini dicintainya diam-diam karena Daffa lebih memilih sahabatnya.
Kedua siswa yang kemarin berada di sekolah saat kejadian itu dipanggil ke ruang guru untuk dimintai keterangan. Namun mereka bungkam dan mengatakan tidak tahu apa-apa. Bahkan mereka berdua menyerahkan ponselnya untuk diperiksa. Kepala sekolah dan jajaran guru pun memeriksa ponsel mereka berdua. Mereka bahkan memulihkan data-data yang pernah dihapus. Karena mereka pikir kedua siswanya itu menghapus file setelah berhasil mengunggah video itu ke internet. Namun sayangnya mereka tidak mendapatkan apa yang dicarinya dalam ponsel kedua siswanya.
Yang mereka semua herankan adalah kenapa bisa beredar video tentang kejadian kemarin. Sedangkan CCTV di sekitar gudang saja tidak berfungsi saat kejadian itu. Lantas siapa yang sudah merekamnya secara diam-diam?
Jelas saja mereka tidak menemukan apa yang dicarinya. Karena file video itu berada di ponsel Amanda yang memang kemarin dipakai untuk merekam kejadian itu.
Setelah kedua siswa itu keluar dari ruang guru, sekarang giliran Bentari yang dipanggil ke ruang guru. Pak Damar sudah menghubungi kembali orang tua Bentari dan memintanya segera datang ke sekolah.
Kepala sekolah juga memilih meliburkan seluruh siswanya hari ini dengan alasan memintanya agar belajar di rumah, karena hari Senin besok kelas XII akan melakukan ujian kelulusan sekolah.
Saat tiba di sekolah dan mendengar penjelasan serta video dari kepala sekolah, wajah Papa Adrian tampak merah padam karena menahan amarah. Papa Adrian hanya datang sendirian tanpa istrinya, karena saat mendapat telepon tadi dirinya sedang berada di kantor.
"Panggil guru br3n9$3k itu ke sini beserta orang tuanya!" Ucap Papa Adrian mengeram marah.
Setelah orang yang ditunggunya datang bersama dengan orang tuanya, Papa Adrian langsung menghadiahi Pak Ivan dengan hantaman kembali.
Buugh!
"Aaaahh!" Jerit Bu Eny saat melihat anaknya dipukul oleh laki-laki yang tidak dikenalnya. Bu Eny segera membantu anaknya berdiri kembali.
Bu Eny yang tadi kebingungan saat anaknya membawanya ke sekolah semakin bertambah kebingungannya saat melihat anaknya diperlakukan seperti itu di sekolah tempatnya mengajar. Ya, Bu Eny belum tahu kalau anaknya itu diberhentikan dari sekolah tempatnya mengajar karena anaknya tidak mengatakan apapun kepadanya. Dan sekarang Bu Eny sudah mengerti dengan memar yang ada di wajah anaknya itu bukanlah karena jatuh dan terbentur meja, melainkan pukulan dari seseorang.
Pak Damar kembali menjadi penengah di antara keduanya. Pak Damar berusaha menenangkan Pak Adrian yang masih nampak marah.
Setelah suasana kembali tenang, Pak Damar menceritakan kejadian pagi ini serta memperlihatkan video kejadian kemarin kepada Pak Ivan dan juga ibunya.
Jelas saja semua itu membuat Bu Eny terkejut. Namun Bu Eni yakin dan percaya dengan anaknya. Anak yang dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang itu tidak akan mungkin melakukan hal sebejat itu.
"Saya akan tetap membawa kasus ini ke jalur hukum!" Ujar pak Adrian. Bentari terisak-isak memeluk erat tubuh papanya itu untuk menenangkannya.
Bu Eny melangkah menghampiri Pak Adrian. Dan tanpa diduga oleh semua orang, Bu Eny meluruhkan tubuhnya ke lantai tepat berada di hadapan Pak Adrian. Bu Eny menangis terisak-isak memohon kepada Pak Adrian agar tidak membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Saya Mohon pak, kita bicarakan saja masalah ini secara kekeluargaan." Seorang ibu yang rela bersujud dan memohon kepada orang lain demi anaknya. "Bagaimana kalau mereka kita nikahkan saja agar aib ini bisa tertutupi."
Semua orang jelas terkejut dengan ucapan Bu Eny. Namun setelah dipikir-pikir memang inilah jalan terbaik tanpa melibatkan hukum.
*****
*****
*****
Bab ini lama reviewnya padahal udah emak Up dari kemarin 🤧
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Darmawangsya Darmawangsya
iya,bikin kesel aja
2025-02-20
0
rista_su
ke laut aja sono
2024-05-23
0
Wiek Soen
kasihan Bu Eny sebagai orang tua... perbuatan yg tidak di lakukan anaknya...sampai segitunya....semoga anak2 yg gk berakhlak itu di azab author 😁🤭
2024-01-29
0