Pagi sekali mereka sudah terbangun. Bentari sudah berpakaian rapi mengenakan baju yang kemarin dipakainya. Bentari dan Pak Ivan menghampiri Bu Eny yang sedang berada di dapur. Bentari ingin berpamitan kepada ibu mertuanya itu sebelum meninggalkan kediaman sang suami.
"Ibu kok sudah di dapur? Apa ibu sudah sehat?"
Bu Eny yang sedang memasak di dapur langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar suara menantunya. "Ibu sudah baik-baik saja Nak. Nggak usah khawatir." Bu Eny mengulas senyum.
"Aku antar Tari pulang dulu Bu. Hari ini ada ujian kelulusan sekolah." Pamit Pak Ivan kepada ibunya.
"Tidak pak!" Sahut Bentari cepat. "Aku bisa pulang sendiri. Bapak di sini saja jagain ibu."
"Ibu sudah tidak apa-apa. Kalau kalian ingin pulang, pulang lah."
"Tidak Bu, biarkan Pak Ivan di sini dulu menjaga ibu. Aku bisa pulang sendiri."
"Tapi di luar sana masih gelap Tari." Mana mungkin Pak Ivan tega membiarkan istrinya mengendarai mobil sendirian di saat hari masih gelap.
"Nggak papa Pak, aku berani kok." Bentari langsung meraih tangan ibu mertuanya kemudian menciumnya. "Tari pamit Bu." Bentari langsung berbalik melangkah meninggalkan dapur. Namun Baru beberapa langkah dirinya sudah berbalik lagi, membuat Pak Ivan serta ibunya nampak keheranan. Apakah ada yang tertinggal?
Bentari mengulurkan tangannya ke arah sang suami yang hanya diam saja karena tidak mengerti maksudnya. Bentari pun langsung meraih tangan suaminya itu kemudian menciumnya, membuat Pak Ivan menerbitkan senyumnya. Bolehkah dia bersorak kegirangan? Sepagi ini dirinya sudah mendapat perlakuan manis dari sang istri. Bukan hanya Pak Ivan, Bu Eny pun ikut menerbitkan senyumnya.
"Jaga dirimu baik-baik. Aku sudah tidak mengajar di sana lagi, jadi tidak bisa melindungi mu."
Bentari mengangguk. Setelah itu Bentari langsung meninggalkan kediaman sang suami mengendarai mobilnya menembus kegelapan pagi.
*****
Bentari tiba di sekolah pukul setengah tujuh pagi. Masih ada sisa waktu sekitar setengah jam untuknya belajar kembali. Tadi sesampainya di rumah, Bentari juga sudah belajar. Bentari mengabaikan pandangan teman-temannya yang tertuju kepadanya. Dirinya lebih fokus dengan buku yang ada di depannya.
Tak lama kemudian Amanda sahabatnya datang bersama Daffa yang sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya. Namun ada yang aneh dari keduanya. Tangan keduanya terlihat saling bertaut, menggenggam erat seolah menunjukkan kepemilikan. Apakah keduanya baru saja jadian?
Degh!
Bentari yang melihat itu jelas saja terkejut. Bukankah baru kemarin hubungan di antara dirinya dan Daffa berakhir? Lantas kenapa sekarang Daffa sudah menggandeng cewek lain? Dan cewek itu adalah sahabatnya sendiri.
Sakit! Rasa itu masih ada untuk cowok yang pernah mengisi hari-harinya. Mana mungkin Bentari bisa menghapus begitu saja Daffa dari hatinya? Dua tahun mereka bersama. Dan kebersamaan itu tidak ada artinya di mata Daffa hanya karena kejadian kemarin yang bahkan tidak pernah diharapkan oleh Bentari.
Amanda yang biasanya duduk di sebelahnya memilih duduk berdampingan dengan Daffa. Bukankah Amanda tahu kalau Bentari sangat mencintai Daffa? Lantas kenapa bisa ia setega itu?
Cowok culun yang biasanya duduk berdampingan dengan Daffa, yang tak lain adalah cowok yang kemarin memberikan kertas kepadanya berpindah duduk di sampingnya setelah diusir oleh penghuni baru yang akan menduduki kursinya.
Bel tanda pelajaran akan dimulai berbunyi dengan nyaring. Bentari segera memasukkan buku-buku yang tadi dibacanya ke dalam tas. Saat guru penjaga sudah memasuki kelas, semua tas langsung dikumpulkan di depan kelas. Dan ujian pun siap dimulai.
*****
Seminggu berlalu dan hari ini adalah hari terakhir ujian sekolah dilaksanakan. Dan selama itu pula Pak Ivan bolak-balik antara rumah yang ditempatinya saat ini dengan rumah ibunya. Pak Ivan sebenarnya tidak tega meninggalkan ibunya seorang diri. Namun mau bagaimana lagi, istrinya juga pasti tidak akan mau jika diajak untuk tinggal bersama ibunya. Jadi dirinya yang mengalah. Semua itu juga atas permintaan ibunya yang menyuruhnya untuk tinggal bersama istrinya.
Pak Ivan juga sudah berusaha mencari pekerjaan dengan mengajukan surat lamaran kerja ke beberapa sekolah melalui via online. Namun hingga saat ini belum ada satupun sekolah yang menerimanya. Apa mereka semua sudah mendengar kejadian kemarin hingga tidak ada satupun sekolah yang mau menerimanya?
Semua siswa akhirnya bisa bernafas lega setelah menyelesaikan ujian terakhirnya. Para siswa berbondong-bondong menuju kantin sekedar untuk melepas dahaga dari kepenatannya berpikir. Tertinggal Bentari seorang diri di dalam kelas itu. Bahkan Amanda sejak hari pertama ujian tidak pernah menyapanya sedikitpun. Padahal di antara mereka tidak pernah terjadi pertengkaran apapun. Bentari sudah mencoba mengikhlaskan Daffa untuk sahabatnya itu. Toh dirinya saat ini juga sudah mempunyai suami. Lalu apa yang ia harapkan lagi dari seorang Daffa? Tidak ada bukan?
Daffa melangkah menuju ke toilet. Saat ini suasana sekolah sudah agak sepi karena sebagian siswa dan siswinya sudah meninggalkan sekolah. Daffa menghentikan langkah kakinya saat samar-samar Indra pendengarannya mendengar percakapan seseorang. Daffa memilih bersembunyi di balik tembok saat dirinya melihat siluet tubuh kekasihnya yang baru dipacarinya selama satu minggu ini.
"Mana bayaran gue Manda?!" Salah satu siswa dari dua siswa cowok itu mendesak Amanda. "Katanya setengahnya lagi bakalan loe kasih setelah kita berhasil melakukan apa yang loe minta?!" Bentaknya lagi.
"Iya, iya sabar dulu. Gue belum dapat jatah bulanan dari papa. Nanti kalau gue udah dapet pasti gue bayar." Amanda pun tak kalah kesal.
Daffa yang berada di balik tembok semakin menajamkan pendengarannya.
"Awas aja kalau sampai loe bo'ong. Gue bakalan bongkar semua kebusukan loe." Ancamnya lagi. "Mana handphone loe buat jaminan?" Cowok itu menadahkan tangannya meminta ponsel Amanda.
"Eh, enak saja! Ini ponsel ada barang berharganya tau! Vidio itu masih gue simpan rapi di dalam sini." Amanda mengacungkan ponselnya.
Vidio? Daffa mulai berpikir sejenak mencerna apa yang didengarnya. Perlahan kakinya melangkah mendekati ketiganya.
Prookk.. Prookk.. Prookk..
Suara tepukan tangan dari Daffa membuat ketiganya terkejut dan langsung menoleh.
*****
*****
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Wiek Soen
kebusukan akan terbongkar juga
2024-01-29
0
Mara
Wasalam kau Amanda...
Tapi rumah tangga Ivan sama tari gimana, diganggu Daffa kah🤔
2023-08-14
1
Devi Sihotang Sihotang
kapok lue manda
2023-06-30
1